[Oneshot] Please Comeback to me …

top last dance b

[Oneshot]  Please Comeback to me …

 

 

“A fanfiction – for my hubby, Choi Seung Hyun, I love you – until the end of the world. I hope everything gonna be okay” – Shim Yi Lin

 

 

***Background Song : GDragon – Untitled, 2014***

 

 

❤ Please Comeback To Me ❤

 

To come back to me
I know it’s hard and hard
Now, the more I get hurt
I know I’m scared and I hate it
On the day you left
It sounds like you’re in big trouble
I regret to turn around and I’m sorry

 

****

 

“Aku akan menjalani wajib militer dalam waktu satu bulan lagi chagy, ku harap kau sanggup menungguku. Lalu kita akan menikah,” ucap Seung Hyun. Kemudian ia memeluk Shim Yi Lin yang sedang memandangi lalu lintas melalui jendela apartemennya.

 

“Benarkah kita akan menikah?” Yi Lin membiarkan dirinya berada dalam pelukan Seung Hyun, ia merasakan kehangatan di musim yang benar-benar dingin – musim salju.

 

“Jangan meragukan ku, Shim Yi Lin-ssi” Seung Hyun meyakinkan Yi Lin. Melepas pelukannya, mengambil sesuatu dari saku baju nya. Ya, sebuah cincin yang memiliki batu permata. Yi Lin menatap Seung Hyun dengan mata yang berkaca-kaca, dan tersenyum.

 

Pabo-ya! Kenapa harus seperti ini? Tidak usah sok romantis,” air mata Yi Lin menetes lalu ia memeluk Seung Hyun dengan erat.

 

Saranghaeyo…” ucap Seung Hyun.

 

 

***

 

 

Setelah Seung Hyun mengikuti wajib militer, Shim Yi Lin kembali ke Australia untuk melanjutkan karirnya disana. Ia juga sudah berjanji akan kembali dalam waktu satu tahun ketika kontrak kerjanya berakhir. Namun Seung Hyun, masih tidak terima dengan keputusan yang telah Yi Lin ambil, yaitu meninggalkannya di Korea Selatan, ia tak suka di tinggalkan.

 

 

Flashback*

 

“Aku tak ingin kau pergi chagy…” Seung Hyun memelas ketika ia tau bahwa Yi Lin akan meninggalkannya lagi.

 

“Hanya sementara oppa. Aku pasti kembali sesuai waktu yang ku janjikan,” jawab Yi Lin sambil memegang pipi Seung Hyun dengan kedua tangannya.

 

“Aku tak akan bisa hidup tanpa mu di sampingku…”

 

“…..” Yi Lin hening.

 

Khajima… Yi Lin-ah” kemudian Seung Hyun memeluk Yi Lin dengan erat. Sangat erat. Ia tau beban apa yang Yi Lin tanggung dalam hidupnya sehingga membuat Yi Lin bekerja begitu keras dan mengutamakan karirnya daripada Seung Hyun. Namun ia juga sangat membutuhkan Yi Lin dalam hidupnya. Ia menginginkan Yi Lin sebagai pendamping yang akan mendukungnya dan selalu berada disisinya.

 

 

***

 

 

“Aku pergi oppa. Aku pasti akan kembali… Saranghae…” ucap Yi Lin ketika ia akan memasuki ruang tunggu pesawat. Ia berangkat. Seung Hyun yang sesungguhnya tak menyetujui kepergian Yi Lin kembali ke Australia, terpaksa merelakannya karena ia tak ingin di anggap terlalu egois. Selama ini Yi Lin telah menerima segala keadaannya tanpa mengeluh, bahkan ketika ia harus melakukan konser dengan member Bigbang yang lain dan Yi Lin dalam keadaan sakit, ia masih harus meninggalkan Yi Lin, dan Yi Lin tidak merasa keberatan jika Seung Hyun pergi. Profesionalitas kerja – ungkap wanita itu.

 

Flashback End*

 

 

***

 

 

Please just once
If I can see you
It’s okay to lose all my stuff
Meet you in a dream
To love again
As we are

****

 

“Yi Lin-ssi, Seung Hyun … Seung Hyun … “ Yi Lin mendapat voice call dari ibu Seung Hyun yang akan segera menjadi ibunya juga, ibu mertuanya tepatnya. Mendengar suara Ibu Seung Hyun terbata-bata, Yi Lin merasa akan menerima kabar buruk.

 

“Seung Hyun memohon kepada kami untuk tidak memberitahumu tentang kasus yang ia alami Yi Lin-aah,” ucap Ibu Seung Hyun.

 

Eommoni, wae gurae?” tanya Yi Lin yang tak mengerti tentang keadaan sebenarnya. Memang selama ini ia mendapat kabar tentang Seung Hyun hanya dari Ibu dan Choi Hye Yoon – kakak perempuan Seung Hyun, serta member Bigbang lain. Karena pekerjaannya, ia pun tak terlalu mengkhawatirkan keadaan Seung Hyun, karna ia tau Seung Hyun pasti akan baik-baik saja.

 

“Ia mengalami kasus penggunaan marijuana. Ia memang telah menggunakannya selama dua kali, dan ia telah meminta maaf dengan apa yang telah ia lakukan kepada publik bahkan kepada para penggemarnya. Kasusnya akan di tangani namun ia telah di pindahkan dari tempat ia menjalani wajib militer, ia berada di asrama dan hanya memakan mie ramen. Kemudian … kemudian …” Ibu Seung Hyun terisak.

 

Marijuana? Dipindahkan dari distrik kepolisian? Hanya mengkonsumi mie ramen? Apa ini oppa??? Apa yang telah kau lakukan?! Yi Lin berteriak dalam hatinya setelah mendengar penjelasan dari Ibu Seung Hyun. Ia tak menduga akan mendengar hal semacam ini. Ia tak ingin mendengar kata selanjutnya dari Ibu Seung Hyun, namun terpaksa ia bertanya kembali, “Kemudian ada apa eommoni? Apa yang terjadi pada Oppa ???”

 

“Kemudian kami menemukannya tidak sadarkan diri, dan ia sudah di bawa ke rumah sakit. Ia mengalami overdosis obat penenang Yi Lin-aah. Sampai saat ini ia belum sadarkan diri. Dokter mengatakan ia butuh dokter kejiwaan dan perawatan dengan bantuan psikiater. Yi Lin-aah, kembalilah… Jebal… Seung Hyun sangat membutuhkan mu…” semakin keras tangisan Ibu dari lelaki yang Yi Lin sangat cintai di bumi ini.

 

“Tenanglah eommoni… Aku akan kembali… “ tak terasa air mata Yi Lin pun menetes, kenapa semua ini harus terjadi? Oppa… wae??? Kenapa sebodoh itu!

 

 

***

 

 

Rather than forgive you
It may be easier to die
I’ll sing this song
Maybe I’ll be right
I want you to be happy
I can’t even tell a common lie
I’m sorry I’m just coming back”

 

 

****

 

Yi Lin segera meninggalkan Australia dan pekerjaannya segera setelah mendengar kabar memilukan dari Ibu Seung Hyun. Ia mengambil penerbangan yang sesegera mungkin. Sambil ia menunggu keberangkatan, ia memberanikan diri membuka situs informasi idol Korea Selatan. “Choi Seung Hyun” menjadi trending topic dunia di seluruh sosial media.

 

Ia juga membaca semua komentar pedas dan menyakitkan tentang lelakinya di sosial media tersebut. Ada yang mencaci dengan perih, mengumpat, menganggap kejadian Seung Hyun ini hanyalah sebuat media play. Ia menangis, ia terisak. Mengapa mereka bertindak sangat kejam seperti itu? Bukankah Seung Hyun ku sudah memohoh maaf? Argh! Aku ingin mati saja!!! Aku ingin menggantikan posisi mu oppa!!!

 

 

***

 

“Maafkan kami yang tidak memberitahumu tentang Seung Hyun,” ucap Kwon Ji Yong – sesampainya Yi Lin di Incheon International Airport – karena Ji Yong yang berjanji menjemputnya ke bandara. Yi Lin masih saja menangis terisak – ia tak sanggup lagi. Ia ingin segera bertemu Seung Hyun.

 

“Apa Seung Hyun oppa telah sadarkan diri?” tanya Yi Lin kepada Ji Yong yang duduk di sampingnya. Karena telah sehari berlalu, berhubung jarak antara Australia dan Korea Selatan cukup memakan waktu.

 

“….”

 

Ji Yong tak menjawab. Ia menatap Yi Lin yang berada tepat disampingnya dengan penampilan urak-urakan. Ia tau pasti, Yi Lin tak punya banyak waktu memperhatikan dirinya di Australia. Ia mengejar keberangkatan tercepat.

 

Sesekali Yi Lin mengusap air matanya yang tak berhenti keluar sejak ia masih berada di pesawat. “Ahjussi, tolong segera ke rumah sakit. Ppalli juseyo!” dan kemudian mobil Ferarri milik Ji Yong melesat dengan cepat.

 

Ji Yong sangat mengerti perasaan wanita di sebelahnya. Ia saja sebagai leader dari Bigbang merasakan kepedihan melihat hyung yang paling ia sayangi berada dalam kondisi yang cukup mengerikan.

 

***

 

Setelah sampai di rumah sakit, Yi Lin keluar dari mobil tanpa mengatakan sepatah kata kepada Ji Yong, ia berlari mencari kamar Seung Hyun di rawat. Cukup dengan melihat para wartawan mengerumuni sebuah ruangan ICU, Yi Lin sudah tau bahwa disanalah ruangan Seung Hyun berada. Kemudian dengan langkah lunglai ia berjalan masuk ke ruangan ICU tersebut. Memang ada pengawasan, namun tetap saja ada banyak wartawan yang sama sekali tidak bisa di ajak bekerja sama. Sampai di depan pintu ruang ICU, Yi Lin melihat ada beberapa dokter yang memeriksa keadaan Seung Hyun.

 

Tiba – tiba seseorang menariknya dan memeluknya. “Eommoni…” isak tangis Yi Lin yang begitu kuat menghentikan suara para wartawan yang ada di lorong rumah sakit tersebut.

 

Mianhae… Neomu mianhae Yi Lin-aah…” Ibu Seung Hyun yang juga berada dalam kondisi sangat sedih memohon maaf karena tidak memberitahukan segalanya lebih awal. Ibu Seung Hyun tau, di saat yang paling terpuruk, putra nya pasti sangat membutuhkan dukungan dari wanita yang berada dalam pelukannya saat ini.

 

“Bukan salah eomma… Jangan mengatakan seperti itu eommoni… Akulah yang bersalah, karena meninggalkannya…”

 

 

***

 

 

“Aku datang oppa… Aku disini… Aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi…” Yi Lin memegang tangan Seung Hyun. Wajah Seung Hyun terlihat pucat, ia memakai alat bantu pernafasan. Yi Lin semakin tak sanggup melihat keadaan Seung Hyun.

 

Bogoshippo… Mianhae…. I’m just coming back… Seharusnya aku tak meninggalkanmu…” ia menangis namun Seung Hyun sama sekali tidak merespon.

 

 

***

 

Please just once
If I can see you
It’s okay to lose all my stuff
Meet you in a dream
To love again
As we are


Now it’s the end
I can’t believe your heart
I cannot let go
Cuz you never know
I am like you
There is no such love again
Nobody knows
We always know

 

****

 

Keesokan harinya, ketika Yi Lin terbangun, Seung Hyun mulai sedikit merespon dirinya dengan sedikit pegerakan tangan dan matanya terbuka. Yi Lin kembali meneteskan air matanya. Ia memanggil dokter dan perawat untuk memeriksa keadaan Seung Hyun. Ia segera menyuruh Ibu dan Kakak Seung Hyun untuk memasuki ruangan tersebut. Ia memberitahu Ji Yong bahwa Seung Hyun mulai sadarkan diri walaupun hanya sedikit saja. Ji Yong berencana mendatangi rumah sakit.

 

Dokter telah selesai memeriksa keadaan Seung Hyun, mengatakan bahwa ini masih awal saja, dan Seung Hyun akan pulih dalam beberapa waktu lagi. Mereka sangat bersyukur.

 

 

Beberapa waktu berlalu, Seung Hyun mulai pulih. Ia sudah dapat berbicara. Ia melihat kekasihnya yang telah kembali. Ia melihat Ibu dan Kakaknya berada di samping Yi Lin.

 

Eomma… Nuna…. Yi Lin-aah…” Seung Hyun dengan terbata memanggil ketiga wanita yang sedang menunggunya selesai di periksa oleh perawat. Dengan segera Ibunya mendatanginya dan memeluknya, begitupun dengan Hye Yoon. Yi Lin masih terduduk di sofa.

 

Chagy? Peluk aku…” panggil Seung Hyun setelah ia melepas pelukan Ibu dan Kakaknya. Seketika Yi Lin menghampirinya yang berada dalam kondisi berbaring. Ia memukul dada Seung Hyun pelan, dan mengomel, kemudian menangis lagi. Ia memeluk Seung Hyun sangat erat.

 

“Wanita ini pasti sudah menangis sejak mendengar bagaimana kondisiku, kenapa eomma dan nuna memberitahukannya?” tanya Seung Hyun, sementara Yi Lin masih menangis dan bersandar di dadanya.

 

Hya oppa! Jangan mengatakan itu! Aku akan bunuh diri jika terlambat mengetahui kondisimu! Oppa tau betapa sakitnya hatiku mengetahui bahwa oppa sedang sekarat? Aku lebih baik mati saja jika tidak bisa melihat oppa sehat,”

 

“Bagaimana ini? Aku telah melakukan banyak kesalahan, dan aku memperparah  keadaan dengan menjadi sakit seperti ini… Bagaimana aku harus menunjukkan diriku pada dunia? Aku juga akan menerima hukuman dari pihak pengadilan… Apa kau tetap mau bersamaku?” Seung Hyun meneteskan air mata.

 

Yi Lin melepas pelukannya. Ia menangis dan terus menangis. Ia memukuli dada Seung Hyun.

 

Pabo!!! Seung Hyun pabo!!! Eommonie, Hye Yoon eonnie, lihat lelaki ini! Dia tidak mencintaiku! Dia meragukan diriku!” Yi Lin menangis sejadi-jadinya. Kemudian dua wanita yang tadinya menatap Seung Hyun dengan sedih, mulai sedikit tersenyum karena Yi Lin. Ia merengek kepada mereka, dengan wajah seperti anak kecil.

 

“Sudah hentikan Seung Hyun,” ucap Hye Yoon. “Kau tidak tau bahwa Yi Lin sama sekali belum mandi sejak dia sampai di Seoul. Ia bahkan tidak mengganti pakaiannya hanya untuk menemanimu…” Ibu Seung Hyun menambahkan.

 

“Kita akan melewati semuanya bersama oppa… Kami semua sangat mengkhawatirkanmu. Kami bersyukur oppa telah sadar. Perawatan mu bersama dokter kejiwaan dan psikiater pun telah di jadwalkan. Kau harus bangkit oppa… Naega itjana…” ungkap Yi Lin sambil memegang tangan Seung Hyun.

 

“Benar. Kami akan selalu mendukungmu, anakku…” tambah Ibu Seung Hyun.

 

 

***

 

Berita tentang sadarnya Seung Hyun telah menyebar. Ia sedang menjalani proses pemulihan. Ibunya dan Kakaknya, serta member Bigbang lainnya tetap bersama Seung Hyun, Yi Lin pun begitu. Setelah Seung Hyun benar – benar pulih nanti, baru ia akan menjalani proses hukum terkait kasus penggunaan marijuana tersebut.

 

“Percaya padaku oppa, apapun keputusan pengadilan, aku akan tetap bersamamu. Kemudian kita akan menikah. Aku akan menunggumu dan mendukungmu, dan tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Kejadian seperti ini, memang sangat mengecewakanku, bahkan para penggemarmu pun sangat kecewa, tetapi mereka tidak akan meninggalkanmu. Mereka sangat amat menyayangimu oppa. Jangan mengulangi hal seperti ini lagi ya? Apalagi bersama seorang wanita muda, argh, aku membencimu oppa…” Yi Lin memeluk Seung Hyun.

 

“Maafkan kebodohan dan kelalaian ku chagi…

 

“Terimakasih telah kembali kepadaku oppa… Kau tau, sangat menyakitkan melihatmu terbaring di ruang ICU itu dan tidak dapat menjawab ku, seandainya saja aku dapat menggantikanmu…  Aku tidak menginginkan oppa sekarat seperti itu lagi sampai kapanpun! Tidak akan ku biarkan oppa melalui kondisi sulit ini sendirian. Aku akan selalu bersamamu… Terimakasih telah kembali…”

 

Seung Hyun mencium kening Yi Lin. Mereka telah berjanji akan selalu bersama dan Seung Hyun akan menjalani hukuman apapun. Ia akan menerima segalanya. Ia akan bertahan demi keluarganya, member sekaligus adik-adiknya, penggemarnya, dan kekasihnya.

 

***

Now this time is past
If you can forget everything
Memories that I was happy
No, I want you in the next life
I love to meet again
As before

 

****

TOP-last-dance a

To : Choi Seung Hyun, I Love you.

Hei oppa… Neomu bogoshippo. Mungkin kau tidak akan pernah membaca fiksi ini sampai kapanpun. Dan hanya delusi ku lah yang membuatku menulis tentangmu. Sebagai seorang VIP, aku akan mendukungmu terus untuk berubah menjadi lebih baik. Ku mohon jangan ulangi lagi menggunakan marijuana atau narkotika jenis apapun. Penggemarmu tak ingin mendengar hal seperti itu lagi. Cukup tahun 2017 ini menjadi tahun terperih untuk kami, para VIP.

Jangan pernah ceroboh dan seperti ini lagi. Sangat memilukan mendengar keadaan mu yang jauh di Korea Selatan sana, menderita dan tertekan. Aku masih merasa semua ini hanyalah mimpiku. Tapi nyatanya, semuanya benar terjadi.

Oppa mungkin  akan di caci dan di perlakukan buruk oleh warga negara disana, tapi bertahanlah. Ku mohon bertahanlah. Semua orang sangat menyayangimu. Jangan meninggalkan kami para VIP. Kami mencintaimu dan terus bersamamu. Akan terus begitu. Aku berharap oppa dapat menjadi lelaki yang lebih tangguh lagi, dan terus bertahan. Semua yang terbaik untukmu oppa.

 

I Love you oppa, now always forever… Ku harap oppa tidak akan menyakiti diri dengan minum obat penenang dan mengalami OD lagi. Hal itu sangat menyakitkan.

 

From : a girl who fan of you and adore you so much … …

 

TOP-last-dance

 

NB : Fiksi ini di tulis ketika sang penulis menangis berharap idola nya membaik, jika ada kesalahan dan kekurangan harap di maafkan. Terimakasih.

 

top last dance

❤ Please Comeback To Me ❤

Advertisements

2 thoughts on “[Oneshot] Please Comeback to me …

    1. yaampun Ndah,,, kamu first reader setelah aku ngga kambek sbg author bertahuntahun #lebay wkwk…

      gomawo sdh mampir sayang ❤

      Bang Tabi udah sadarkan diri Ndah :') dia akhirnya bangun :')

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s