[Ficlet] Cry on My Shoulder

Cry on My Shoulder

Cast : Lee Seunghyun (Seungri Big Bang) & Yamada Aoko (OC)

Genre : AU, Friendship, College Life, Sad, Hurt/Comfort, Slice of Life, OOC,  fluff *failed detected

Duration : Ficlet (± 646 words) | Rating : Teen

a fic by : Aoko Cantabile 

**********

Dahi Seunghyun berkerut, pesan yang ia kirimkan pada gadis bermarga Yamada itu tak kunjung dibalas. Seketika itu juga, pikirannya bergelayut berbagai macam pertanyaan, Aoko tidak apa-apa kan? Apakah Aoko sibuk menyusun tugas akhir sehingga tak sempat membalas pesanku? Atau jangan jangan Aoko…

Tak mau bergumul dengan beragam pikiran negatifnya, dia lantas menelepon Aoko, menanti sabar nada tunggu berganti menjadi suara yang ia rindukan selama dua bulan ini dan..

“Ya.. Kenapa kau menghubungiku?” Terdengar suara parau dengan aura dingin menyambangi pendengarannya.

“Kau habis menangis ya, Aoko-chan?” Straight to the point, Seunghyun menerka dengan insting pertemanan yang telah mereka bangun selama tiga tahun ini.

“Sok Tahu! Aku hanya sedang tidak enak badan karena mengejar deadline revisi dosenku. Hahahaha..” Seunghyun sekali lagi mengeryitkan dahi. Kebohongan Aoko benar-benar dalam taraf payah, menurutnya. Pria berambut cepak cokelat itu paham Aoko pasti sedang berbohong untuk menutupi kesedihannya. Sebagai seorang pria yang selalu siap siaga, dia berkeinginan untuk meringankan beban Aoko dengan menjadi pendengar keluh kesahnya. Syukur-syukur, apabila dia dapat memberikan solusi.

“Baiklah, kalau begitu. Kau istirahat sajalah. Selamat istirahat!” ucap Seunghyun perlahan. Setelah menutup percakapannya, dia menelepon Lee Chanhyuk –seseorang yang biasanya selalu berada di sekitar Aoko, menanyakan posisi dimana Aoko berada.

 

 

Aoko meringis. Susah payah dia menahan diri untuk tidak terisak saat Seunghyun meneleponnya. Lelah dengan bergumul pada pikirannya, gadis itu menjatuhkan tubuhnya pada kasur, menarik bantal, lalu kembali meneruskan tangisannya. Rasa sesak, kesal, marah juga sedih bercampur jadi satu sehingga likuidnya deras merupa dari kedua netranya.

Tiba-tiba seseorang tak diundang menyusup ke kamarnya. Aoko tersentak melihat lelaki yang barusan menghubunginya sedang berdiri di hadapannya, menyengir sembari menunjukan dua buah cup es krim kesukaannya.

“Sudah kuduga, kau berbohong.” tukas lelaki yang biasa disapa Aoko, Seunghyun-kun. Mata sembab Aoko membuat lelaki bergaris Lee perih, serasa dia tak ingin melihat Aoko menangis tanpa diketahuinya.

Aoko menggigit bibirnya. Dia tak mampu mengelak, sehingga dia menangis tersedu-sedu. Isak tangis Aoko mengisi seantero flatnya. Seunghyun beringsut mendekati Aoko, lantas menarik Aoko ke dalam dekapannya. Secara pelan, dia mengelus punggung Aoko, menyalurkan kenyamanan agar Aoko lebih tenang.

“Maaf ya kalau aku cengeng. Aku memang sensitif dan melankolis.” ujar Aoko di sela tangisnya. Seunghyun semakin mempererat pelukannya. Dia paham gadis yang beristirahat di pundaknya pasti lelah menahan sakitnya sendirian.

“Hush! Aku malah senang kalau kamu mau membagi kesedihanmu padaku. If you need someone when you’re feeling blue, If you’re feeling sad and your heart gets colder. I will always stay here by your side. And if you wanna cry, cry on my shoulder.” Bisikan Seunghyun membuat Aoko mengepalkan tangan kirinya, mengenggam sisi kaus abu abu Seunghyun, seakan-akan kaus itulah yang mampu menahan jatuhnya dia dalam keterpurukan yang semakin dalam.

Hening. Kedua teman itu sedang asyik menyantap es krim. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari sepuluh menit yang lalu meskipun mereka tengah duduk bersisian. Setelah menghabiskan es krim pemberian lelaki di sampingnya, Aoko duduk tegap, menatap dalam Seunghyun yang masih sibuk menyeruput tetesan terakhir cokelat dari cupnya.

“Kau tak ingin tahu apa alasan yang membuatku menangis?” Pertanyaan Aoko membuat Seunghyun memandang balik lawan bicaranya itu.

“Jadi, kau ingin bercerita? Ceritakanlah apabila kau tak berkeberatan!”

“Aku sedih karena kucingku, Neko dibuang. Aku kesal karena mereka membuangnya tanpa sepengetahuanku.”

Seunghyun membelalak. Dia mengira Aoko menangis karena sesuatu yang berat terjadi padanya, ternyata….

Ah, tapi itulah Aoko. Hatinya yang sungguh lembut serta rapuh itu memang membuatnya gampang tersentuh dan menangis.

Aoko itu baik hati. Terlampau baik sehingga dia bahkan menangis untuk kesedihan orang lain, pikirnya.

“Sudah..sudah..Doakan saja agar kucingmu mendapatkan teman sebaikmu! Masih banyak kucing liar lain yang membutuhkan pertolonganmu, kan?” Aoko terdiam. Kata-kata Seunghyun menenangkannya. Dia tak memikirkan sejauh itu. Di setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, dan kepergian pertanda sesuatu datang untuk menggantikan.

“Jadi, kau mau berjalan keluar untuk menghirup udara sore ini bersamaku?” tawar Seunghyun seraya menyunggingkan senyum termanisnya. Aoko reflek mengangguk. Sudah waktunya dia untuk meikhlaskan kepergian Neko, teman kesayangannya itu.

 

###

Fin.

*Aoko‘s Note :

Hello, Nice to Meet U Again!! Well, It was a long long time since I wrote fiction here.

So, aku rasa aku akan mengakhiri masa hiatus dan ke-mageran aku dalam menulis fic ini dan sebagai pertanda kedatanganku…jeng..jeng.. Blue Victory is comin’

I dunno apakah ada yang menanti kisahnya..Well, aku hanya ingin berbagi mengenai perkembangan kisah mereka. fufufu…

As usual, dibutuhkan kritik & saran ya.. serta sumbangan ide dan apapun itu agar memperkaya kisah mereka.

Thanks telah setia sama ‘ttm’ yang mulai peduli satu sama lain tapi masih nyaman dengan zona pertemanan. Dan, aku juga mau promote kalo aku punya wattpad *username AokoCantabile dan sekarang aku lagi sibuk nyusun project disana. Ntar, aku kabari kalo sudah kelar ya…

Love U always, guys ❤

See U at next time!

Hug & Kisses

xoxo

Aoko Cantabile ❤

 

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Cry on My Shoulder

  1. Kok Aoko alay ya? (oke aku nggak bermaksud nyindir authornya karena kebetulan nama kalian sama ) apalagi cuma kucing, kalo kehilangan cowoknya gimana? Dan yg ada di bayangan aku si Aoko adalah Jisoo ><

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s