[PICK YOUR LETTER] Finally

6f372d6c29763f11031cc69620132868

FINALLY

A fanfiction by Gecee

Starring Blackpink’s Jisoo, iKON’s B.I

Zombie!AU, Romance, Angst, Fantasy | Vignette | PG-15

The casts aren’t mine. I only own the plot

.

Setidaknya aku masih bisa bertemu denganmu.”

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

“Dalam sepuluh menit ke depan kita akan tiba di Uratron. Semua scientist harap mempersiapkan diri, gunakan safety suit yang telah diberikan dengan baik. Pastikan tidak ada bagian yang terbuka sedikit pun.”

Kim Jisoo mengancingkan safety suit putih yang ia kenakan dengan perlahan. Memastikan pakaian layaknya astronot itu telah terpasang dengan sempurna. Terakhir gadis berkulit putih susu itu mengenakan helm sebagai pelindung kepalanya.

“Kadar oksigen di Uratron kurang lebih 13,5%. Cukup untuk bernapas, tetapi demi keamanan dimohon setiap scientist memasang tabung oksigen yang telah disediakan pada bagian belakang safety suit agar tidak perlu membuka kaca pelindung kepala untuk bernapas.”

Baru saja Jisoo hendak berjalan menghampiri jajaran tabung oksigen, Jennie, kawannya datang menghampiri dan memberikan sebuah tabung. Tak hanya itu, ia bahkan membantu memasangkannya pada safety suit Jennie.

“Kau siap?” Jennie bertanya di sela-sela ia membantu sahabatnya.

Jisoo mengangguk tegas. “Aku siap.”

Selain dari ia adalah salah satu ilmuwan terbaik dari Korea Selatan yang terkenal dengan inovasinya yang ajaib, alasan utama Jisoo memutuskan untuk bergabung dalam tim ekspedisi Uratron adalah agar ia bisa bertemu dengan kekasihnya, Kim Hanbin.

Uratron adalah sebuah planet yang dikenal sebagai tempat tinggal virus zombie beserta korbannya. Kabarnya, korban pertama adalah satu tim astronot yang awalnya sedang meneliti planet tersebut, lalu terserang virus zombie dan berubah menjadi makhluk mengerikan. Kemudian didatangkan tim astronot kedua untuk menyelamatkan temen-teman mereka. Sayangnya, tak tertolong. Sebaliknya, mereka ikut menjadi zombie.

Begitu seterusnya hingga ekspedisi keempat, di mana salah satunya tergabung Kim Hanbin. Ini sudah hampir tiga bulan sejak kepergian pemuda itu dan Jisoo belum juga mendengar kabarnya. Maka dari itu, ketika ia diminta oleh pimpinannya untuk tergabung dalam tim peneliti penawar virus zombie, Jisoo langsung menyetujuinya.

Tugas mereka sebenarnya simpel, yaitu menyuntikkan cairan penawar yang telah mereka buat pada tubuh setiap zombie. Zat berwarna ungu muda itu telah diteliti sangat cepat bekerja sehingga diharapkan dapat menyembuhkan para manusia yang telah terinfeksi. Setiap ilmuwan dibekali sebuah safety suit yang terbuat dari bahan keras dan menutupi seluruh permukaan tubuh. Tujuannya agar tak ada satu pun bagian tubuh yang dapat sang zombie temukan untuk digigit dan menginfeksi ilmuwan.

“Kalau … “ Jennie menatap sahabatnya lurus-lurus. “Kalau kau bertemu dengan dia, apa yang akan kau lakukan?”

Jisoo terdiam sejenak. Sejujurnya, ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan saat ia benar-benar dipertemukan dengan Hanbin. Ia rindu, sangat. Banyak hal yang ingin ia katakan pada Hanbin. Mungkin memeluknya erat. Mungkin melepas rindu dengan air mata tercurah. Mungkin menceritakan segala sesuatu yang telah terjadi semenjak ia pergi.

Masalahnya ada kemungkinan Jisoo tak akan bisa bertemu dengan Hanbin. Entah itu Hanbin sudah tiada, atau … terinfeksi.

Jisoo bahkan tidak tahu kemungkinan mana yang lebih menyakitkan.

“Aku tak tahu, Jennie-ya,” jawab Jisoo lirih.

Jennie tak mampu bagaimana harus merespon, selain dengan melingkarkan sebelah lengannya pada pundak Jisoo, lalu menepuknya lembut. Jennie tahu, Jisoo butuh kekuatan. Jisoo sebenarnya tipikal gadis yang kuat, tetapi sedang butuh dorongan untuk lebih kuat lagi. Bagaimana pun, dengan tergabungnya ia dalam tim ekspedisi ini, sepertinya Jisoo butuh meletakkan perasaan pribadinya agar dapat melaksanakan tugas dengan baik.

***

Sambil mendudukkan bokong di atas sebuah pilar yang terbelah, Jisoo melepas helm yang sudah setia melindungi bola kepalanya selama sekitar tiga jam. Pengap mulai menyiksanya, ditambah dengan suhu panas yang membuat kelenjar keringatnya bekerja secara berlebihan. Suhu Uratron memang dikabarkan lebih tinggi dari Korea.

Satu demi satu helaan napas keluar dari mulut gadis bertubuh mungil itu. Meski mencoba bertahan, kenyataannya Jisoo adalah gadis yang gampang lemah. Melawan zombie tak semudah yang ia pikirkan. Tenaganya tak mampu untuk menahan kekuatan zombie yang berusaha menyerangnya. Beruntung, sepanjang tiga jam ia beraksi, Jisoo berhasil menghabiskan sepuluh suntikan untuk menetrasi enam zombie.

Dengan mata yang awas, Jisoo menatap sekeliling, seraya dalam hati berlaksa doa ia ucapkan jangan sampai ia bertemu zombie pada saat ia sedang mengisi tenaga. Walau kelihatannya sekelilingnya ini sepi.

Satu hal yang mendadak terbersit dalam benak gadis itu, yang untuk sejenak sempat ia lupakan selama bertugas: eksistensi Hanbin. Mengingatnya, Jisoo tersenyum getir. Hah, ia bahkan sudah tidak tahu di mana laki-laki itu berada. Jisoo telah menyerahkan seluruhnya pada Yang Kuasa.

Atau tidak?

Ketika netranya menangkap sosok yang terlihat sedang berjalan ke arahnya, Jisoo memicingkan mata sejenak, lalu senyumnya merekah. Berterimakasihlah pada jus wortel yang bertahun-tahun ia minum dan menjaga agar penglihatannya tetap baik, Jisoo dapat mengidentifikasi sosok yang mendekat tersebut.

Siapa lagi kalau bukan Kim Hanbin?

Tangan gadis itu terentang, dan ia berlari menghampiri sang kekasih yang sudah amat ia rindukan. Alangkah rindunya, sampai-sampai Jisoo meneteskan air mata menyambut pemuda Kim tersebut.

“HANBIN-AH!” Jisoo bahkan langsung memeluknya erat. Mendekap pemuda itu seakan tak mau melepas, membenamkan kepala pada dada bidang Hanbin layaknya ingin mendengar degupan jantungnya.

“Aku merindukanmu … Amat merindukanmu … “

“Kemana saja kau selama ini? Kenapa tak pernah mengabariku sejak hari kepergianmu? Kau tahu betapa khawatirnya aku, eoh?”

Gadis itu masih sibuk berceloteh, tanpa menyadari bahwa sejak tadi Hanbin tak membalas pelukannya, pun merespon kata-katanya.

Terakhir Jisoo mengangkat kepalanya, lalu berusaha menatap dwimanik sang kekasih.

Tetapi apa yang ia temukan di sana?

Seluruh kornea Hanbin yang telah tertutup selaput putih. Serta wajahnya yang berwarna kehijauan.

Jisoo menegak ludah. Buru-buru dilepasnya genggaman dari pundak Hanbin. Otaknya jelas-jelas memberi tahu bahwa sosok di hadapannya ini bukanlah Kim Hanbin kekasihnya, tetapi sebuah zombie.

Kim Hanbin yang telah menjadi zombie.

Anehnya, tungkai Jisoo seakan tertancap ke dalam tanah, tak mampu bergerak. Padahal sudah berulang kali otaknya memerintahkan untuk beranjak dari pijakannya.

Jisoo meraba safety suit-nya, mencoba mencari barang kali ia masih punya serum penetrasi yang tersisa. Sayangnya, tidak ada.

Kepanikannya pun makin menjadi-jadi.

Dan celakanya, Jisoo meninggalkan helm-nya di atas pilar sana, beberapa meter di belakangnya.

“Hanbin-ah, ini aku, Jisoo!” Jisoo mencoba menatap kornea berselaput putih itu. “Kekasihmu, kau tak ingat?”

Bodoh! Memangnya itu akan menghindarkannya dari bahaya? Memangnya zombie masih bisa diajak berpikir dalam situasi seperti ini?

Benar saja, dua kalimat itu sama sekali tak berfungsi apa-apa. Dua sekon kemudian zombie Hanbin menerkam Jisoo dan mencengkramnya erat-erat. Menggigit bagian leher gadis itu yang terbuka dengan ganasnya, tanpa menyisakan satu inci pun. Sesekali suara raungan dan geraman terselip di sela-sela aktivitasnya.

Jisoo berteriak, meringis, memohon untuk berhenti, tetapi semuanya sia-sia. Tempat itu bahkan terlalu sepi untuk dilalui orang. Air matanya jatuh tetes demi tetes. Terakhir, memutuskan untuk menyerah, Jisoo merebahkan kepalanya ke tanah.

“Setidaknya aku masih bisa bertemu denganmu, Hanbin-ah,” gumamnya pelan sesaat sebelum kesadarannya benar-benar menghilang.

END

 

Advertisements

One thought on “[PICK YOUR LETTER] Finally

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s