[PICK YOUR LETTER] Take a Selfie

take-a-selfie

Take A Selfie (Ficlet)

A fiction by bebhmuach (@bebh_muach)

[iKON] Kim Jiwon & [OC] Zhang Hani

Ficlet || Romance, Fluff (maybe) || PG-17

 

Enjoy^^

 

.

Zhang hani adalah gadis yang diidolai banyak siswa di sekolah. Berbeda dengan Kim Jiwon. Tidak ada yang spesial darinya.

.

 

©2016 bebhmuach

 

Jiwon duduk bertopang dagu di meja pinggir jendela, memandangi lalu-lalang orang-orang di jalanan. Sementara Hani—gadis yang duduk di hadapannya—buru-buru membuka flip phone-nya dan menekan tombol kamera.

Detik berikutnya suara shutter kamera terdengar, membuat Jiwon yang tengah melamun (Hani sih, berpendapat seperti itu) langsung menoleh ke arah sumber suara. Hani tersenyum puas, tidak dengan Jiwon yang sudah memasang ekspresi kesal.

“Lucunya,” gumam Hani.

“Cepat hapus.” Jiwon mencoba meraih paksa ponsel Hani, namun gagal.

“Hasilnya bagus, kok.” Hani menutup kembali flip phone-nya, dan lantas menirukan gaya Jiwon; menopang dagu.

“Kalau yang lain lihat bagaimana?”

Gadis itu mengerucutkan bibirnya. “Memang kenapa?”

Tidak ada jawaban yang terdengar. Sejemang keheningan sempat mengambil alih sampai Hani buka suara lagi. “Aku lelah sembunyi-sembunyi. Biar saja yang lain tahu kalau kita pacaran.”

Jiwon mengulum bibirnya sejenak, ia tengah memikirkan perkataan Hani.

“Atau jangan-jangan kau malu ya, punya pacar aku?”

Zhang hani adalah gadis yang diidolai banyak siswa di sekolah. Memiliki paras cantik, sikap yang ramah, dan juga otak yang cerdas membuat siapa saja berharap bisa dekat dengannya. Tentu juga dengan berharap menjadi kekasihnya.

Berbeda dengan Kim Jiwon. Hanya siswa baik-baik dengan prestasi rata-rata (namun cukup baik!) dan perilaku yang lurus (bisa ia pastikan sangat baik meskipun dirinya tidak yakin semua orang menyadarinya). Tidak ada yang spesial darinya.

Namun bagi Hani, Jiwon itu menggemaskan tetapi bagi kaum hawa di sekolahnya dia termasuk kategori pria dengan wajah kurang tampan—kau bisa menyebutnya jelek jika kuasa. Yah, tentu saja jika dibandingkan dengan Jung Chanwoo, Kim Hanbin atau Song Yunhyeong, Jiwon enam puluh lima persen bisa kalah telak.

Lantas hubungan mereka yang sengaja disembunyikan, semua hanya karena Jiwon takut Hani menjadi bahan celaan teman satu ‘geng-nya’. Lantaran gadis bersurai sepunggung itu tergabung ke dalam ‘geng populer’ di sekolah (padahal sih—ini menurut Hani—Jiwon saja yang terlalu berlebihan). Perlu ditegaskan, Jiwon bukan bermaksud berlebihan menarik kesimpulan. Jiwon hanya takut kehilangan Hani karena alasan konyol. Alasan di mana beberapa teman populernya hanya akan merendahkan mengenai tipikal pemuda yang dipacarinya.

“Kok, diam? Benar, ya?”

Jiwon lekas membawa lengan Hani ke dalam genggamannya, ampuh membuat Hani berhenti bercicit. Pemuda itu membagi sebuah senyuman terlebih dahulu sebelum merespon. “Aku tidak pernah malu punya pacar secantik dirimu.”

Hani tetap menatapnya sinis, sementara Jiwon tertawa. “Kau tambah cantik saat marah.”

Kedua mata Jiwon semakin menyipit saat ia tertawa. Melihatnya, membuat Hani tak bisa menahan diri untuk tidak menjungkitkan sudut-sudut bibirnya. Kim Jiwon itu selain menyebalkan, ia juga tampan—sangat, apalagi saat tersenyum.

“Jangan marah lagi. Aku minta maaf.”

“Ada syaratnya,” sambar Hani.

Hani mendengar Jiwon menghela napas pasrah.

“Apa syaratnya?”

“Kita selfie berdua.”

Sembari menggerutu dalam hati, Jiwon melakukan yang diminta Hani. Ia menyeret kursinya agar bersebelahan dengan si gadis. Tentu saja Hani sudah siap dengan kamera ponselnya di tangan. Namun sedetik sebelum timer kamera habis, tahu-tahu Jiwon mengganti pose; menempatkan bibirnya di atas pipi sang gadis. Suara shutter kamera pun terdengar kemudian.

Jiwon tersenyum puas, yah, setidaknya dengan begitu Hani tidak akan marah lagi.

Lima menit kemudian sebuah notifikasi dari ponsel Jiwon berbunyi. Satu notifikasi facebook masuk menyembul dari layar ponselnya. Kedua matanya membulat saat mendapati sebuah gambar yang baru diunggah lima menit lalu oleh Hani, beserta barisan kata yang berada di bawahnya.

“Lo kok, diunggah ke facebook? Syaratnya, kan, cuma selfie.”

Hani mencoba sekuat tenaga agar tawanya tak meledak saat itu juga, namun melihat ekspresi jenaka Jiwon yang terkejut membuatnya menyerah. Hani memulas bibirnya dengan tawa lepas sebelum menjawab.

“Itu juga termasuk syaratnya.” Hani menjulurkan lidahnya mengejek Jiwon.

.

.

.

Love you Zhang Hani, chu~

Jiwon memang pacar yang romantis.

.

.

.

End.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s