[YGEFF] Bobby’s Cave – Vignette

Bobby_s_Cave

Bobby’s Cave

By Sevannisa

Vignette | Teen | Romance

The Story of Bobby (Kim JiWon) and (OC) Song JiHee

Disclaimer:

Ide cerita berasal dari pengakuan Song Il-Kook (triplets appa) yang memiliki ‘gua’nya sendiri, dan istrinya akan membiarkannya untuk beberapa waktu pada show Return of Superman. Jika ada kesamaan nama atau yang lainnya, itu murni ketidaksengajaan.

Summary:

“…ada satu kebiasaan buruk yang tidak dapat ia hilangkan (mungkin) sejak ia lahir.”

 

Di balik kesempurnaan Bobby ketika tersenyum – senyuman yang dapat membuat setiap yeoja jatuh hati kepadanya – dan keahliannya menjadi seorang mood-maker bagi siapapun, ada satu kebiasaan buruk yang tidak dapat ia hilangkan (mungkin) sejak ia lahir.

 

Bobby akan menyendiri dan berdiam diri di ‘gua’ yang ia buat sendiri untuk beberapa waktu, jika ia menghadapi suatu masalah yang cukup membuat dirinya stress atau depresi.

Dan aku, Song Ji Hee, mungkin adalah orang yang paling sabar menunggu Bobby keluar dari ‘gua’nya selama 21 tahun kami saling mengenal.

 

*

 

Selama 6 bulan kami berpacaran, aku senang. Sangat senang. Kau tahu kenapa? Ya, karena Bobby tidak pernah masuk ke dalam ‘gua’nya.

 

Hingga pada akhirnya di bulan ketujuh kami, ia tidak menghubungiku sejak kemarin. Aku tahu, Bobby pasti kembali masuk ke dalam ‘gua’nya itu. Kali ini masalahnya adalah 3 hari lagi ia akan menghadapi final kontes rap ‘Show Me The Money 3’, tapi ia tak kunjung menyelesaikan lirik rapnya. Dia juga bertanggung jawab atas tim kecilnya pada program ‘Mix and Match’.

 

Aku meracau dalam hati, “Apa yang harus kulakukan di saat seperti ini?”

“Apa aku harus berdiam diri menunggunya keluar seperti yang biasa kulakukan dulu?”

“Tidak, tidak. Rasanya itu tidak benar. Aku ini sekarang adalah kekasihnya. Aku harus berbuat sesuatu!”

 

Aku menelusuri kontak yang ada smartphone-ku dan memutuskan untuk menghubungi Yunhyeong, member yang berada di tim yang sama dengan Bobby.

“Halo. Yunhyeong-ah! Ini aku, JiHee.”

 

“Ya, JiHee-ya. Kenapa? Tumben sekali meneleponku? Apa Bobby tidak bisa dihubungi? Mau berbicara dengan Bobby?”

 

“Ah…tidak, tidak. Aku hanya ingin memastikan apa kau bersama Bobby? Kalau iya, kalian di mana?”

 

“Ya, aku bersamanya. Di studio YG Trainee Center tempat biasa kami latihan. Dan kau tahu? Bobby mulai bersikap aneh lagi. Sejak pagi, ia hanya duduk di pojok ruangan seperti hantu sambil mencoret-coret kertas. Menulis lirik rap kurasa.”

 

“Aku tahu, Yo. Aku akan ke sana. Tapi kumohon kau jangan bilang pada siapa pun, termasuk Jinnie oppa atau Hanbin. Janji, eoh?”

 

Okay. Aku janji!”

 

Tak lama kemudian terdengar suara sang leader yang menegur Hyung-nya itu.

 

“Yoyo-hyung! Cepat! Kau telponan dengan siapa, sih? Kau punya kekasih, ya? Mau kulaporkan pada Yang sajangnim?”

 

“Ya, Kim HanBin! Ini noona-ku, kau tahu?!”

 

YunHyeong kembali pada panggilannya,

“JiHee-ya, aku tutup telponnya, ya. Hati-hati di jalan. See ya later!”

 

*

 

Akhirnya, di sinilah aku. Di depan pintu studio YG Trainee Centre. Duduk manis menunggu sang pemilik ‘gua’ keluar.

 

*

 

15 menit kemudian……

Terdengar suara pintu studio terbuka.

*cklek*

 

Jantungku berdebar tak karuan, sambil menduga-duga dalam hati, “Mungkinkah itu Bobby?”

 

Tak lama kemudian, sesosok namja mungil muncul dari studio itu.

Dalam hati aku berkata, “Ah…JinHwan oppa.”

Entah aku harus merasa senang atau sedih.

 

Saat JinHwan oppa hendak menyapaku, aku terlebih dahulu mengisyaratkan dirinya untuk diam dengan meletakkan jari telunjukku di depan bibir.

 

JinHwan oppa yang langsung menangkap kode dariku itu, lekas menyapaku dengan volume suara yang kecil – sekecil dirinya.

 

“JiHee-ya, apa yang kau lakukan di sini? Mau bertemu Bobby? Masuk saja, kami tidak menggigit.”

 

“Haha…” Aku terkekeh pelan mendengar leluconnya itu, “Tidak, oppa. Aku hanya ingin menunggunya keluar studio. Aku tahu mood-nya sedang kacau saat ini.”

 

JinHwan oppa langsung mengambil posisi duduk tepat di sebelah kananku, menatapku cemas. “Hmm…ya memang, sih. Tapi, kalian tidak bertengkar ‘kan?”

 

“Tidak, oppa. Pikirannya saja yang sedang kacau, makanya dia seperti ini sekarang.”

 

“Umm…..bagaimana, ya? Mungkin Bobby akan keluar paling terakhir dari studio ini. Dan itu mungkin larut malam. Apa kau tak apa menunggunya seperti ini?”

 

Gwaenchana, oppa.” Sambil memeberikan senyum terbaikku kepada JinHwan agar ia tidak khawatir. Dia memang sudah seperti kakak laki-lakiku sendiri.

 

“Oke. Aku mau ke cafeteria, mau ikut?” Ajak JinHwan oppa.

 

“Tidak, oppa. Terima kasih.” Jawabku sambil melempar senyum pada JinHwan oppa.

 

*

 

10 menit kemudian, namja mungil itu kembali dengan membawa dua buah cup berukuran sedang dari cafeteria.

 

“Ini.”

JinHwan oppa sambil menjulurkan tangan kanannya kepadaku yang memegang salah satu cup hangat, sehangat sikapnya.

 

Aku mengambil cup itu dari tangan JinHwan, “Ah, kau seharusnya tidak perlu repot-repot seperti ini, oppa. Tapi terima kasih, ya. Maaf merepotkanmu.”

 

“Heish…ini tidak merepotkan, kok. Aku masuk dulu, ya. Sebelum HanBin mengamuk. Bye!” Seraya ia berlari kecil menuju pintu studio itu.

 

Nde. Gomawo, oppa.” Balasku.

 

JinHwan kembali ke studio itu dan mengedipkan sebelah mata sipitnya kepadaku sebelum ia menutup pintu. Haha bisa kau bayangkan, ia tidak terlihat seperti ‘oppa’ jika bertingkah seperti itu.

 

Aku menyesap isi cup hangat itu.

“Ah, greentea latte. Kesukaanku.” Gumamku sambil tersenyum kecil.

 

*

 

Aku mulai merasa bosan, tidak ada lagi member yang keluar studio.

Yang benar saja, apa mereka tidak perlu ke toilet? Apa mereka tidak bosan di dalam sana selama berjam-jam? Sungguh, aku butuh teman walau hanya bersapa ‘hai!’.

 

Kulirik arlojiku yang kini menunjukkan angka 10.12 PM. Itu berarti kira-kira sudah 3 jam aku berada di tempatku duduk sekarang ini.

 

Tak lama kemudian, semua member keluar studio untuk kembali ke dorm. Tentu saja kecuali Bobby.

Mereka menyapaku sekaligus berpamitan dalam diam, mungkin sudah diisyaratkan oleh JinHwan oppa sebelumnya.

 

Benar apa yang dikatakan JinHwan oppa, dia akan pulang paling terakhir.

 

“Haaaaahh……harus berapa lama lagi aku menunggumu, JiWon-ah?!” Gumamku sambil memutar bola mataku, bosan.

 

Aku mengeluarkan ponselku untuk sekedar membuang waktu. Siapa tahu, dengan bermain beberapa game waktu terasa berputar lebih cepat.

 

1 jam berlalu dan mataku mulai terasa enggan untuk terbuka.

 

“Kau tidak oleh tidur JiHee-ya. Bobby bahkan belum keluar studio!” Gumamku sambil mencubit pipiku sendiri, mencegah kantuk.

 

*

 

*cklek*

Akhirnya suara pintu itu terbuka. Artinya, Bobby!

 

Spontan aku langsung berdiri dari kursi besi itu.

Bobby pun terkejut melihat sosok yang berdiri di hadapannya.

 

“JiHee-ya. Apa…apa yang kau? Apa yang kau lakukan di sini?” Bobby terbata-bata saking terkejutnya.

 

“Tidak ada, hanya menunggumu keluar dari ‘gua’mu itu.” Sambil memberikan senyum hangatku.

 

“Kau terlihat baik-baik saja. Kau tidak lupa makan, ‘kan? Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja, Bob. Bahkan kau tidak menghubungiku sejak kemarin. Apa ada namja sejahat ini? Heol, yang benar saja?!” Sambungku dengan nada yang sedikit jenaka.

 

Dalam hati, sungguh aku khawatir padanya. Lihat saja, wajah cerianya tampak begitu lesu. Aku yakin ia belum makan malam ini. Tapi aku ingin menghiburnya, bukan malah menambah masalahnya dengan menunjukkan kekhawatiranku padanya.

 

Bobby masih mematung pada posisinya.

 

“Bob? Hello? Bob? Kau baik-baik saja, ‘kan? Aku pulang, ya. Kau bisa menghubungiku nanti jika kau sudah benar-benar keluar dari ‘gua’mu, aku menunggumu.” Aku memberikan senyum terbaikku yang dibuat-buat pada Bobby.

 

Ketika aku hendak berpaling untuk pulang, tiba-tiba saja lengan kekar pria itu menarik tanganku. Mengarahkan tubuhku ke dalam pelukannya.

 

“Maaf.” Bobby akhirnya bersuara.

 

Pelukannya terasa begitu hangat.

 

“Maaf, sudah membuatmu menungguku keluar dari ‘gua’ku seperti ini.”

 

Aku membalas pelukan hangatnya itu, bersandar di dada bidangnya dan aku bisa merasakan detak jantungnya yang tak karuan, “Tidak apa, Bob. Aku tidak keberatan menunggumu seperti ini. Cinta memang butuh pengorbanan, bukan? Mungkin ini salah satu pengorbananku untukmu.”

 

“Apa kau selalu menungguku seperti ini selama 21 tahun kita saling mengenal?”

 

“Ya! Kau ini kenapa tidak peka sekali, sih?” Jawabku sambil memukul pelan bahu Bobby, gemas. Seolah mencairkan suasana sendu ini.

 

“Jelas saja, iya. Apa aku pernah merajuk saat kau mulai mendiamkanku ketika kau ada masalah? Aku tahu kau itu tipe orang yang seperti ini, JiWon-ah.”

 

Bobby melonggarkan pelukannya kemudian menatapku lekat.

 

“JiHee-ya. Maukah kau menjadi ‘gua’ku mulai dari sekarang?”

 

Deg!

 

Giliranku yang terdiam mematung saat ini.

 

“Jika kau mau menjadi ‘gua’ku, aku akan pergi kepadamu setiap kali aku menghadapi masalah. Jadi, aku tidak akan membuatmu menungguku lagi seperti ini JiHee-ya. Maafkan aku, aku merasa jahat sekali padamu.” Lanjutnya lirih.

 

Bobby tersenyum, senyum yang selalu menjadi senyum favoritku. Mata sipitnya kini berubah menjadi dua buah garis lengkung, gigi kelincinya terlihat begitu eksis, dan kerut-kerut yang muncul di wajahnya membuat dirinya terlihat semakin menggemaskan.

 

Tapi, aku merasakan ada yang beda dari senyumnya saat ini. Seperti senyum yang ia buat-buat, ia merasa begitu menyesal.

 

“Nde, JiWon-ah. Aku bersedia menjadi ‘gua’mu.” Balasku, tersenyum dengan kaca-kaca di mataku.

 

FIN

 

 

Haiii! Salam kenal, aku Icha ’95 liner (seumur dengan bias tercinta, Bobby). ^^

Ini FF pertamaku, maaf kalau ceritanya absurd atau gaya bahasanya masih aneh banget banget banget huhu. Idenya muncul begitu aja pas mau tidur, tiba-tiba ingat Song Il Kook (triplets appa) yang suka berdiam diri di ‘gua’ dan istrinya selalu memaklumi hal itu. Haaa! Dan jadilah FF ini hehe. Jangan lupa kritik dan saran ya, chingudeul. Kamsahamnidaaaa : )

Advertisements

One thought on “[YGEFF] Bobby’s Cave – Vignette

  1. Anyeong Kakak! Firsie garis double zero!

    Bahasanya ga aneh kok, malah aku suka~~~ Hihihi. Waktu ngomongin gua aku pikir Bobby suka bertapa ke gunung/? Ternyata maksudnya kaya gitu… kkk~

    Keep writing ya Kak~ Fighting!

    With (Yunhyeong’s) love,

    azzurablue a.k.a Firsie~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s