[ONESHOT] WHAT A GIRL WANTS

what a girl

What A Girl Wants

 Rate : G // Genre : Love – Happy Life – Romance – a little comedy //

 

Annyeonghaseyo reader-nim + author-nim , saya kembali. Hehehe.

Cerita ini murni hasil imajinasi saya, jika ada kesamaan tempat mohon di maklumi.

Shim Yi Lin itu Eli’s – Lee Hyun Mi itu Firsie’s OC – dan Jung Chan Hee itu Asti’s OC (maafkan memasukkan kalian tanpa ijin :* saranghae hihi).

Fiksi ini masih banyak kekurangan, namun saya memohon maklum reader semua heehehe 😀 selamat membaca 😀

 

******************************

 

Song Min Ho  ❤ Shim Yi Lin

 

“Jangan biarkan Song Min Ho bermain drama televisi! Karena aku tidak menyukai jika ia ber-romansa dengan wanita lain!” ucap Yi Lin yang sedang emosi kepada manajer dari Song Min Ho, kekasihnya.

 

Chagy-ya, mengapa kau egois sekali? Aku hanya ingin mengembangkan karirku…” jawab Mino dengan nada lebih rendah dari kekasihnya tersebut.

 

Manajer Song Min Ho hanya terdiam mendengar pertengkaran yang sedang terjadi di hadapannya tersebut, tanpa membela salah satu dari mereka.

 

Ani! Aku tidak ingin melihatmu berada di pelukan wanita lain meski pura-pura dan demi uang!” tukas gadis berwajah mungil tersebut.

 

Sementara itu, Mino memasang wajah memelas namun dalam hati ia menggeram. Drama yang ia baru saja setujui memang akan memiliki adegan mesra dengan wanita lain.

 

Aish jinja… Kau luar biasa egois!”  balas Mino dengan nada yang mulai tinggi.

 

“Yasudah! Tinggalkan saja aku jika oppa tak tahan dengan keegoisanku! Dan jika oppa lebih memilih drama itu dariku!” wajah Yi Lin mulai memerah karena benar-benar marah.

 

Mino menatap ke atas, pandangan kesal itu sangat terbaca dari raut wajahnya. Ia meletakkan kedua tangannya di pinggangnya. “Yi Lin-ssi, jangan pernah meminta hal itu kepadaku! Aku anggap bahwa aku tidak pernah mendengar kalimat itu! Ucapkan saja pada tembok di sebelahmu!” Lalu Mino mengambil jaket dan kunci mobilnya, melangkah keluar dari ruangan yang tidak lain adalah ruang latihan para member Winner.

 

Dalam ruangan itu hanya tinggal manajer – yang tak bersalah –  namun harus menenangkan kedua belah pihak yang bertengkar, dan Yi Lin, kekasih yang tak ingin melihat kekasihnya dengan wanita lain.

 

“Yi Lin-ssi, kau juga harus memikirkan karir Mino. Dia juga akan berjuang untukmu, untuk pernikahan kalian,” Manajer menjelaskan.

 

Yi Lin berbalik badan, membelakangi sang manajer. Ia mencoba menghilangkan keegoisannya. Beberapa menit hening, tiba­tiba pintu ruangan itu terbuka. Mino kembali.

 

Yeobo mianhae… Aku bersalah. Aku tidak akan bermesraan dengan wanita lain. Mianhae...” Mino memeluk Yi Lin. Merasa bersalah walaupun ia sebenarnya tak salah sama sekali.

 

Nappeun namja!” Yi Lin mencoba melepas pelukan Mino, dan berhasil. Ia memasang wajah  jeruk purutnya, ia tau itu akan membuat Mino semakin bersalah.

 

Hya! Calon istriku, maafkan aku. Aku sudah kembali bukan? Bagaimana jika tadi aku benar pergi? Kau pasti akan menangis sesenggukan dan berguling di seluruh tangga gedung ini, lalu merengek seperti anak kecil,” canda Mino, dan membuat wajah Yi Lin semakin masam.

 

Manajer yang menyaksikan keadaan itu hanya bergeleng, melihat tingkah kedua makhluk tersebut. Merasa sial karena adegan-adegan yang –sok dramatis­ namun menggelikan tersebut. Sementara Yi Lin dan Mino berbahagia di depannya.

 

 

(( ❤ ❤ ❤ ))

 

 

Kwon Ji Yong  ❤ Lee Chae Rin

 

“Bagaimana kalau kita berlibur ke pantai saja oppa?” tanya Chaerin yang sedang melihat tempat wisata melalui ponsel miliknya. Kemudian Chaerin memperlihatkan tempat-tempat yang terlihat bagus untuk di kunjungi saat liburan.

 

“Aku sedang sibuk sekali sayang, kita bahas nanti saja ya,” ucap Jiyong santai kemudian memalingkan pandangannya ke layar komputer.

 

Wajah Chaerin menjadi muram ketika Jiyong mengacuhkannya.

 

Apa menurutmu aku tidak sibuk Kwon Jiyong-ssi!!! Aku juga sibuk tapi aku bisa meluangkan waktu untukmu! Aku selalu mengutamakan dirimu dari pekerjaanku. Aku tau kau adalah produser untuk grup-mu. Tapi setidaknya hargai aku. Selagi aku masih mencintaimu dengan sangat. Sebelum kau kehilanganku!

 

Chaerin mengetik sebuah pesan di ponselnya, kemudian mengirim pesan itu kepada lelaki di sebelahnya.

 

Tit tut tit tut …  1 Pesan diterima.

 

Sambil Jiyong membuka pesan itu, Chaerin melangkah pergi dengan wajah yang penuh amarah terhadap kekasihnya itu.

 

Selesai membaca pesan, Jiyong ingin mengejar Chaerin yang sudah hilang dari pandangannya. Ia mempercepat langkahnya. Gedung YGEntertainment cukup besar untuk menduga-duga dimana Chaerin sekarang.

 

Jiyong tau, Chaerin akan selalu duduk menunggunya menyelesaikan pekerjaannya – yang kadang menciptakan lagu dan mencari lirik – serta mencari nada untuk lagunya. Kali ini Chaerin pasti sangat amat kesal karena kata-kata Jiyong.

 

“Apa kau melihat Chaerin berjalan ke arah mana, hyung?” tanya Jiyong kepada Seung Hyun yang sedang berada di kantin YG. Seung Hyun hanya menggeleng. Jiyong mengambil ponsel dari sakunya, mencoba menghubungi Chaerin.

 

Tut… Tut… Tut…

 

Wae???” jawab Chaerin dengan ketus.

 

“Ayolah sayang, jangan marah. Maafkan aku. Neo eodiya?” Setelah mendengar jawaban dari pertanyaannya, Jiyong tersenyum kecil, lalu berlari kecil akan menaiki lift.

 

Ting ..

 

Lift terbuka. Jiyong keluar. Memasuki ruangan latihan khusus 2NE1, dan melihat kekasihnya sedang menatap layar komputer.

 

Chaerin-ah…” panggil Jiyong, dan Chaerin menoleh.

 

“Berdirilah,” pinta Jiyong. Kemudian Chaerin berdiri, mendapat pelukan dari Jiyong.

 

Yak! Oppa!!! Ini bukan tempat untuk berpacaran. Ini tempat bekerja kita. Berhenti memelukku!” Chaerin memarahi Jiyong, namun Jiyong tetap memeluknya erat, tanpa peduli bahwa itu adalah tempat bekerja mereka.

 

Chagy mianhae…” Jiyong mempererat pelukannya.

 

“Ayo kita pergi liburan kemanapun kau mau… Aku tak akan sibuk lagi,” janji Jiyong.

 

Jeongmalyo? Aku tak mau liburan kali ini batal karena apapun. Oppa selalu membatalkan liburan kita dengan alasan pekerjaan,” ucap Chaerin manja.

 

“Hem, aku berjanji. Mianhae…” Jiyong membelai rambut gadis yang masih berada di pelukannya. Akhirnya Chaerin tersenyum.

 

 

(( ❤ ❤ ❤ ))

 

 

Song Yun Hyeong  ❤ Lee Hyun Mi (Firs’ OC)

 

 

Hyunmi memandangi Yunhyeong dari jauh. Baru beberapa menit yang lalu Yunhyeong menyatakan bahwa dirinya sedang berada di kamarnya dan belajar. Namun ternyata, Hyunmi hanya bisa bergeleng- kepala karena dusta pacarnya itu. Ia mendapati Yunhyeong sedang berada di internet caffe sebelah sekolah dan bermain game bersama teman-temannya.

 

Ingin menghampiri Yunhyeong, tapi kemudian ia menghentikan langkahnya. Lebih baik ia berdiam diri saja.

 

Keesokan harinya, Yunhyeong menghampiri Hyunmi ke kelasnya, karena mereka berada di kelas yang berbeda. Hyunmi diam, mengabaikan Yunhyeong.

 

“Hyunmi-yaa, wae gurae?” tanya Yunhyeong ketika Hyunmi berjalan melewati dirinya. Yunhyeong tetap mengikuti langkah Hyunmi. Pandangan Hyunmi lurus ke depan tanpa menjawab Yunhyeong.

 

Hyunmi akhirnya berhenti pada ruang musik, ia berencana berlatih sendiri karna ini waktu istirahatnya.

 

“Hyunmi-ssi, ayo kita ke kantin untuk makan siang, kenapa kau masih ingin berlatih?” tanya Yunhyeong dan masih di abaikan oleh Hyunmi.

 

Kemudian Hyunmi membuka pintu ruangan dan masuk tanpa sepatah kata-pun untuk Yunhyeong. Yunhyeong tertegun, memikirkan apa yang baru saja terjadi – tumben – gadis imut itu mengacuhkannya.

 

“Aku memintamu menemaniku ke toko alat musik untuk membantuku memilih piano yang akan ku beli, tapi malah berdusta. Mengesalkan!” Hyunmi bersandar pada pintu ruangan yang baru saja menjadi saksi antara kediaman-nya pada Yunhyeong.

 

Yunhyeong, seorang lelaki penggila game itu – tak menyadari kesalahannya sama sekali.

 

Setelah berhari-hari di abaikan oleh Hyunmi, akhirnya Yunhyeong mempunyai rencana untuk mendatangi rumah Hyunmi, dan bertanya tentang alasan Hyunmi berdiam.

 

 

Tok tok tok …

 

 

Beberapa kali mengetuk, pintu akhirnya di buka kan oleh Hyunmi. Mereka saling menatap sekitar lima menit tanpa berbicara apapun. Yunhyeong segera berdehem, tujuannya untuk mencairkan suasana. Dan ia mulai mengajak Hyunmi berdialog.

 

“Boleh kah aku masuk terlebih dahulu?” tanya Yunhyeong.

 

“Tidak. Oppa berdiri saja di sini, ada apa?” jawab Hyunmi ketus. Yunhyeong hanya menelan ludah – tak berkutik. Kemudian bertanya, ada apa gerangan sehingga Hyunmi berdiam.

 

.

.

.

.

 

Oppa masih tidak tau juga kenapa aku berdiam? Baiklah, aku akan memberitau. Aku tidak suka kalau oppa lebih mendahulukan game daripada aku. Selama ini aku selalu bersabar, bersabar, dan bersabar. Oppa banyak membohongi aku kan demi game?”

 

“Itu hobi ku, Hyunmi-ssi… Jangan larang aku…”

 

“Aku tidak melarang mu, oppa. Aku hanya ingin oppa jujur, tidak berbohong demi hobi oppa itu. Aku tidak suka jika oppa berbohong, arra?”

 

Akhirnya – mereka berdua sepakat, bahwa Yunhyeong tidak akan berbohong demi game, dan Hyunmi tidak akan berdiam lagi jika ada problem kecil seperti itu. Tanpa disadari – Hyunmi merasa dirinya terlalu kejam, melarang Yunhyeong memasuki rumahnya, namun ia tak menyesali hal itu.

 

 

(( ❤ ❤ ❤ ))

 

 

 

Lee Seung Hoon   ❤ Jung Chan Hee  (Asti’s OC)

 

 

“Chan Hee-ku tersayang, maafkan aku. Ku mohon lupakan insiden tercela itu sayang. Aku tidak bermaksud melakukan hal itu, neomu mianhae chagy…” Seung Hoon memohon maaf pada Jung Chan Hee, yang tak lain adalah calon istrinya – melalui telepon. Wanita di seberang sana hanya diam, kemudian memutuskan percakapan dengan tega. Seung Hoon menggaruk kepalanya – merasa sangat frustasi juga depresi.

 

Kejadian tercela yang membuat Chan Hee tak mau berbicara, dan menganggap Seung Hoon tidak ada di muka bumi ini adalah ; satu : Seung Hoon latihan dance di ruang yang sama dengan Lee Hayi – artis se-agensinya ; dua : awalnya Seung Hoon berniat menolong Lee Hayi untuk belajar dance sedikit ; tiga : terjadilah insiden tercela – Lee Hayi jatuh dan Seung Hoon menopang tubuh Hayi, mereka menatap satu sama lain masih dengan posisi Seung Hoon seakan memeluk tubuh Hayi – seperti di sinetron-sinetron – sepasang manusia yang terpesona akan lawan jenis, tanpa disadari, Chan Hee melihat insiden itu, segera keluar dari ruang latihan dengan membanting pintu yang merupakan benda paling tak bersalah.

 

Seung Hoon sudah beribu-ribu kali mendatangi Chan Hee, bahkan ia nekat membawa Hayi untuk membantu menjelaskan kepada Chan Hee bahwa wanita itu hanya salah paham. Jung Chan Hee, wanita dengan kewaspadaan tinggi itu – tak pernah membiarkan Seung Hoon berhasil menemuinya, ia selalu sigap untuk menjauh dari Seung Hoon.

 

“Chan Hee-yaa, maafkanlah Seung Hoon. Mungkin dia memang benar, kau hanya salah paham saja. Lihatlah, usahanya yang begitu gigih memperjuangkan hubungan kalian,” nasihat dari ibu Chan Hee. Namun, seperti biasa, Chan Hee tak akan bergeming. Ia akan diam seperti batu.

 

Hari berikutnya – masih sama – Seung Hoon seperti orang bodoh, menunggu  Chan Hee pulang dari kantornya. Chan Hee tau, dan ia menggunakan cara lain agar bisa pulang tanpa bertemu dengan Seung Hoon. Lelaki itu menunggu hingga pukul sepuluh malam, dan tersadar ketika seluruh lampu kantor Chan Hee sudah padam.

 

.

.

.

 

Aku frustasi Chan Hee-yaa… Jebaaaal, mianhae …

 

Seung Hoon akan menjatuhkan dirinya dari  sebuah jembatan, ia ingin mengakhiri hidupnya karna Chan Hee tak juga luluh – merupakan penipuan atau bisa di sebut dramatisasi agar Chan Hee iba melihat keadaan Seung Hoon. Ide gila itu berasal dari Seung Yoon – adik Seung Hoon. “Hyung, jatuhkan saja dirimu ke bawah jembatan itu, toh kau tidak akan mati – kau kan bisa berenang. Nanti, Chan Hee pasti merasa menyesal” itulah saran dari adiknya – dan ia segera mengikutinya.

 

.

.

.

 

Setelah mendapat kabar dari Seung Yoon bahwa Seung Hoon akan bunuh diri – Chan Hee segera pergi menuju tempat Seung Hoon berada. Mobil yang ia kendarai melaju dengan kecepatan tinggi, ia mulai khawatir.

 

Chan Hee keluar dari mobilnya ketika melihat Seung Hoon berdiri di tepi jembatan.

 

Oppa!” teriak Chan Hee, tapi Seung Hoon hanya diam saja.

 

Seung Hoon menatap ke bawah jembatan, ia lumayan menggigil karena ternyata jembatan itu tinggi sekali. Ragu-ragu, itulah yang di rasakan Seung Hoon, namun ia memantapkan hati untuk meloncat, demi maaf dari Chan Hee.

 

Satu …

Dua….

Tiga…

 

Seung Hoon meloncat – namun Chan Hee menarik kedua tangan Seung Hoon untuk menggagalkan usaha Seung Hoon itu.

 

Seung Hoon terkekeh dalam hatinya, ia berhasil membuat yeoja itu luluh.

“Jangan lakukan hal seperti ini lagi! Aku tak menyukai ini!” kata Chan Hee sambil memukul pelan dada Seung Hoon ketika mereka sudah berdiri dengan baik, dan kemudian Seung Hoon menarik kepala Chan Hee – membenamkan wajah Chan Hee di dadanya.

 

“Maafkan aku atas kejadian itu sayang, aku berjanji tak akan mengulang hal bodoh dan membuatmu murka seperti ini lagi,” ucap Seung Hoon sambil membelai rambut Chan Hee dengan lembut.

 

“Aku ingin oppa menjaga hatiku, aku tidak suka tersakiti,” – mendengar ungkapan Chan Hee tersebut, Seung Hoon tersenyum penuh kemenangan dalam hati, namun sangat terkagum akan kelembutan hati Chan Hee – yang sejujurnya tak pernah selembut ini.

 

 

 

(( ❤ ❤ ❤ ))

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “[ONESHOT] WHAT A GIRL WANTS

  1. YEEEE HYUNHYEONG KAPEL…. OTPKU ♡♡♡

    hehehe… makasih udh bikin pakai oc firsie ya kak. Aku suka. yoyo main pokemon go aja padahal biar bisa sambil jalan jalan sama hyunmi. Kkkk~

    gak tau kenapa ngakak baca yang seunghoon. Terus rada baper baca yang mino (karena aku merasakan hal yang sama hikseu). Yang skydragon sweet ya… hihihi. Jadi ingin ikut liburan.

    Good job kak! I like it~~~

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s