[YGEFF] (UN)PERFECT – FICLET

unperfect

 

2016©

chloeshy’s present

___

(UN)PERFECT

Main cast:
Koo Junhoe

Other cast:
Kim Jinhwan

Genre: Angst | Length: Ficlet (±700 words)
Rating: PG-1
5

Disclaimer:
Plot is mine.
The cast belong to God, family, YG, iKON, and fans.

.

.

It feels like alone is better than with friends.”

.

.

.

 “Koo Junhoe, kau memang tampan.”

Suara seorang lelaki tinggi di depan kaca terdengar keras di kamar yang berukuran kecil miliknya.

“Rambutmu juga sangat indah.”

Katanya lagi sambil membetulkan rambutnya.

“Saatnya pergi ke kampus yang penuh dengan manusia menyebalkan, orang tampan.”

Lalu ia pergi keluar rumahnya dan berjalan ke arah kampusnya.

Koo Junhoe. Itu namanya. Tidak ada yang tidak tahu siapa dia. Maksudku, semua perempuan menggilainya dan semua lelaki mencoba mendekatinya. Tidak hanya tampan dan tinggi, dia juga termasuk orang ‘keturunan’ yang pasti memiliki banyak uang di rumahnya, dan dia lumayan pintar, oleh karena itu hampir semua murid di sekolahnya mengetahui siapa Koo Junhoe. Dia juga disebut ‘Si Sempurna Koo Junhoe’. Namun, semua kesempurnaan itu tidak mengartikan ia memiliki banyak teman. Bisa dibilang dia orang sempurna satu-satunya yang tidak memiliki teman. Beberapa teman sekelasnya mencoba untuk mengajaknya bermain, makan, atau belajar bersama namun Ia menolaknya.

“Tidak.”

“Aku sibuk”

“Kalian kekanakan.”

Itulah tolakan yang selalu ia berikan kepada siapapun yang mengajaknya. Tidak peduli dia lebih tua atau lebih muda. Orang menyebut itu rude, namun Koo Junhoe menyebut itu ciri khas.

“Koo Junhoe!” panggil seseorang yang memiliki name tag bertuliskan ‘Kim Jinhwan’. Junhoe hanya melirik seniornya yang sekarang berjalan di sebelahnya.

“Jika kau mengajakku untuk makan siang bersama, kau sudah tahu jawabannya.” Kata Junhoe dingin.

“Kau ini mengapa sangat dingin?” tanya Jinhwan sambil menyikut pelan lengan Junhoe.

“Ini hak-ku.” Jawab Junhoe, masih dengan nada dinginnya.

“Hey, aku ini senior-mu!” kata Jinhwan yang masih bertahan dengan nada ramahnya.

“Aku tidak peduli.” Kata Junhoe lalu masuk ke dalam kelasnya.

Berjalan pun ada yang meneriakiku, apalagi bernapas? Pikir Junhoe bangga.

Hari-hari Junhoe berjalan seperti biasa. Berjalan dengan earphone yang memutar lagu kesukaannya yang berjudul ‘Baby Baby’ berulang-ulang, dan menolak semua ajakan tanpa memikirkan perasaan orang lain.

 

Hari berikutnya, Junhoe duduk di taman karena hari ini hari Sabtu. Ia melihat beberapa anak kecil sedang bermain bola dengan riangnya bersama ketiga teman kecilnya. Junhoe hanya melihat mereka sambil memutar satu lagu kesukaannya. Entah lagu itu memang kesukaannya, atau dia hanya memiliki lagu itu di dalam handphone-nya.

Lagu ‘Baby Baby’ terputar di telinganya saat melihat beberapa pasangan sedang berjalan di taman tersebut.

“Sialan.” Gumamnya saat melihat sang ibu juga berada di sana bersama lelaki yang bukan ayahnya. Junhoe menghembuskan napasnya pelan. Pemandangan ini sudah sering ia lihat, ini bukan pertama kalinya. Ayahnya bahkan tidak pernah mempedulikan keluarganya, yang dia peduli hanya pekerjaannya dan uang. Memikirkan keluarganya yang miris Junhoe hanya tertawa kecil. Jika kalian bertanya mengapa Junhoe tidak memiliki teman atau tidak ingin memiliki teman, jawabannya adalah trauma.

Dulu, Junhoe kecil memiliki banyak teman hingga saat dia pergi bersama teman-temannya, dia melihat ibunya untuk pertama kali dengan lelaki lain. Saat itu Junhoe yang baru berusia 14 tahun hanya mengira kalau lelaki itu adalah temannya. Hingga 3 hari setelah hari itu, Junhoe kecil pergi keluar di malam hari untuk membeli makanan ringan bersama dua temannya, Yunhyeong dan Chanwoo. Ia melewati sebuah jalan kecil dan mendengar suara sang Ibu berteriak. Mengira sang ibu dalam bahaya, Junhoe kecil berlari mencari sumber suara. Namun, hatinya teriris saat melihat sang Ibu sedang bercumbu bersama lelaki yang berbeda dengan lelaki yang ia temui 3 hari yang lalu. Esoknya, Junhoe kecil dijauhi oleh Yunhyeong dan Chanwoo bahkan oleh seluruh murid di kelasnya. Ia bahkan dijuluki ‘Anak Pelacur Koo’. Semenjak itu Junhoe selalu sendiri dan selalu berpikiran kalau sendirian lebih baik daripada mempunyai teman.

 

Mengingat masa lalunya yang kejam, Junhoe lagi-lagi menghembuskan napasnya pelan.

“Itu dulu, Koo. Kau sekarang ‘Si Sempurna Junhoe’ bukan ‘Anak Pelacur Koo’.” katanya kecil. Ia kembali menelusuri taman dengan matanya.  Ia melihat teman sekelasnya sedang makan dan beberapa sedang bermain di taman.

“Hey, bukankah itu Koo Junhoe? Hey, Koo Junhoe! Kemarilah!” panggil seorang temannya.

“Kau pikir dia akan kemari? Aku rasa dia sedang menolak ajakanmu dengan tatapan tajamnya.” Kata teman yang lain.

Dalam hati Junhoe berharap tidak ada yang bilang begitu, Ia ingin kembali seperti dulu namun ia tidak bisa.

 

Setelah dari taman, Junhoe mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata ke sebuah jalan yang tepat di sebelahnya adalah jurang. Ia masih memutar lagu ‘Baby Baby’ di mobilnya. Junhoe menginjak pedal gasnya keras saat melihat belokan di depannya. Junhoe tidak membelokkan setiran mobilnya, dengan tekad yang kuat ia mengendalikan mobilnya lurus ke arah jurang. Dengan cepat mobilnya menembus pagar penghalang di depannya.

 

“Terima kasih atas julukan ‘Si Sempurna Junhoe’-nya.”

 

End

Advertisements

3 thoughts on “[YGEFF] (UN)PERFECT – FICLET

  1. Hai hai 🙂

    Keren jalan ceritanya, coba kalau dibuat agak panjang..

    Saya selalu miris liat june, bener deh. Itu anak lari lari sendiri di mv aja ngeliatnya udah serem serem gitu.. Haha /abaikan

    Ditunggu karya selanjutnya! Tetap menulis!

    Like

  2. KYAAAAAA FEI HYOOOONG~~~ Akhirnya kamu berani masukin ff kesini huhuhu kuterharu~~ btw, june daripada bunuh diri mending ama aku hehehehe.g

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s