[Ficlet] Good Daddy, Good Husband

kesayangan

GOOD DADDY, GOOD HUSBAND

An absurd fiction by, Acu

Kwon Jiyong [GD of Bigbang] – Yoon Seomin & Kwon Jiseo [OC] – Yoon Sanha [Astro]

Family || Ficlet || PG15

I Just own the storyline

Summary
“Sepertinya aku akan terjaga malam ini,”

..

©ACU 2016

Duar.. Duar..

 

Bunyi petir yang menyambar langit menelan malam, beserta suara batuk Yoon Seomin. Tidurnya wanita itu tiada lelap. Pikirnya masih terus meratap. Selain petir dan batuknya, tangisan bayi montok berumur tujuh bulan yang berada di dalam pelukan sang suami membuatnya bingung. Mengingat ia sedang sakit, tidak ada yang bisa ia lakukan selain memantau tanpa menyentuh.

“Ah, eotteokhe? Jiseo-ya, maafkan Ibu yang tidak bisa menyusuimu, heung,” kata Seomin dengan nada yang penuh penyesalan.

Jiyong–sang suami–terus berusaha menenangkan Jiseo. Ia mengusap punggung bayinya dengan lembut sembari bersenandung pelan. Namun, usaha itu gagal, bayi itu tidak mau tenang, tangisannya semakin membuat Seomin sedih.

“Aku akan membuatkannya susu. Aku ke kamar Sanha dulu, meminta bantuannya,” tanpa mendengar jawaban dari Jiyong, ia langsung bergegas keluar kamar.

Sementara hujan begitu deras yang–masih–diiringi petir menyambar, gemuruhnya membuat bayi itu semakin meninggikan suara tangisannya. Jiyong semakin gusar, matanya terus melihat ke arah pintu kamar, berharap Seomin cepat muncul dari balik pintu itu.

Tiba-tiba, Jiyong menidurkan Jiseo di tempat tidur, sementara ia berlari kecil ke arah lemari pakaian, mengambil sweter tebalnya. Lantas, ia kembali ke arah Jiseo yang terbaring dan menangis meraung dengan mata terpejam. Ia membentang lebar sweter tersebut ke atas kasur, tepat di sebelah Jiseo.

Entah apa yang akan dilakukan pemuda berumur duapuluh delapan tahun itu. Ia menanggalkan baju tidurnya, juga membuka baju tidur Jiseo. Jiyong mengangkat tubuh Jiseo dan memindahkannya ke atas sweter yang ia bentang tadi. Kemudian, ia menunduk seakan menindih Jiseo, kedua tangannya berusaha masuk ke baju sweter itu. Sesaat kemudian, ia mengangkat dan menelungkupkan Jiseo ke dada bidangnya.

Sweter itu membungkus tubuh Jiseo hingga lehernya, membiarkan bahu dan punggung Jiyong terlihat begitu saja. Perlahan-lahan, suara tangis Jiseo mereda, bayi itu seakan merasa tenang berada dipelukan sang Ayah. Jiyong tersenyum, ia mendekap erat anaknya yang sempat merintih. Ia terus memeluknya erat sembari bersenandung.

Tak berapa lama, bayi itu terlelap. Tepat pada saat itu juga, Seomin kembali ke kamar digandeng oleh Sanha. Wanita itu terlihat lemah. Sanha menempatkan sang kakak ke atas sofa, lalu berjalan mendekat ke tempat tidur, meletakkan botol yang berisi susu ke atas meja kecil yang terdapat di samping ranjang.

“Bagaimana kau menenangkannya?” tanya Seomin lemah. Ia terbaring lemas di atas sofa.

“Apa yang terjadi? Kenapa kau begitu lemas, sebelumnya tidak?” Jiyong balas bertanya dengan suara yang sangat pelan.

“Katanya kepalanya pusing. Tadi terjadi insiden kecil di dapur. Makanya aku membuat susu Jiseo sedikit lama. Bayi besar butuh pertolongan. Hhe,” sahut Sanha.

Ya?” Seomin menginstrupsi. Ia menahan suaranya agar tidak terdengar lantang, dan mengganggu ketenangan anaknya.

Sementara Sanha terkekeh kecil, ia membelai lembut kepala Jiseo. Setelah itu, ia berjalan mendekati Seomin, menyelimuti wanita itu hingga lehernya. “Sedang sakit saja masih bisa-bisanya berteriak, Noona.. noona,” Sanha menelengkan kepalanya sembari berdecak kecil.

Aish,” Seomin hanya mencibir. Ia kembali melihat Suami dan anaknya. Ada kebanggaan tersendiri di dalam diri Seomin, sampai-sampai ia tidak mampu untuk tidak tersenyum. “Darimana kau mendapatkan logika ilmiah itu, Ji?” tanyanya.

Jiyong tersenyum. Ia menunduk melihat Jiseo yang benar-benar sudah terlelap di pelukannya. “Meolla, aku tiba-tiba saja melakukannya. Ternyata ini sensasi menjadi seorang Ayah, begitu membahagiakan.” Katanya bangga.

“Benarkah?” Seomin memiringkan tubuhnya, menghadap Jiyong berdiri di depannya.

“Aku juga ingin merasakan sensasi sebagai samchoon seperti apa. Heung,” Sanha terkekeh kecil, merasa geli sendiri ketika diumurnya yang masih sangat muda sudah menjadi seorang paman.

“Sepertinya malam ini aku akan terjaga,” kata Jiyong setelah ia menempatkan Jiseo kembali ke atas tempat tidur. Diciumnya kening lembut bayi itu, dan membungkus bayi itu dengan sweternya, lalu menyelimutinya. Ia juga kembali mengenakan baju tidurnya.

“Cepat besar, Jiseo-ya,” kata Sanha pelan sembari memandangi wajah polos yang menggemaskan itu.

Jiyong berjalan ke arah lemari, ia membuka lemari kecil berwarna putih yang tersembunyi di samping lemari pakaiannya. Tangannya mengambil stick thermometer dan berjalan mendekati istrinya. Lantas, ia menyuruh wanita itu membuka mulut, menyuruhnya mengulum stick itu sesaat.

Ketika telapak tangan lebar itu ingin menyentuh kening kecil Seomin, wanita itu dengan cepat memeundurkan bola kepalanya. “Jangan menyentuhku, nanti kau tertular,” katanya.

Jiyong tersenyum. Lantas, kembali menurunkan tangannya. Sesaat kemudian, ia mengambil stick thermometer dari mulut Seomin. Stick itu menunjukkan suhu tubuh Seomin yang menyatakan kalau ia belum membaik.

“Aku sudah minum obatnya loh, Ji.” Kata Seomin cepat ketika mata elang pria itu menangkap mata Seomin.

Jinjja?” tanya Jiyong dengan mengangkat sebelah alisnya. Pria itu langsung menangkup kedua pipi istrinya.

Ya!” pekik Seomin pelan. “Bukankah sudah kukatakan jangan menyentuhku.” Lanjutnya sembari melotot galak kepada Jiyong.

Namun pria yang dipelototinya menyeringai manis. “Sebenarnya aku memang tidak ingin menyentuhmu. Tetapi bagaimana lagi, istriku juga harus sembuh,” Jiyong mendekatkan wajahnya lebih dekat ke wajah Seomin.

Seomin bisa merasakan hembusan napas hangat Jiyong menerpa wajahnya. “Jangan coba-coba,Ji! Itu tidak akan mampu membuatku sembuh dalam sekejap,” gertak wanita itu.

“Apa yang kalian lakukan?” sergah Sanha. “Ya! Apa kalian berencana untuk membuatku menjadi pengasuh anak kalian?! Shireoyo! Besok aku ada latihan basket bersama Jinjin hyung,” kata Sanha kesal.

Seomin dan Jiyong menoleh ke arah Sanha yang saat itu sudah menatap mereka dengan frustasi. Sedetik kemudian, Jiyong kembali menyeringai manis. “Sepertinya itu ide bagus, Sanh.”

Mwo?” seketika Sanha membulatkan kedua matanya dengan sempurna.

 

Chu~

Jiyong mendaratkan bibirnya ke kening Seomin singkat, dan langsung mendapat tatapan yang membunuh dari Seomin. Sedetik kemudian, ia kembali mendaratkan bibirnya ke pipi tirus Seomin.

“Kwon Jiyong,” Seomin menahan kening Jiyong dengan jari telunjuknya ketika pria itu ingin mendaratkan bibirnya ke bibir pucatnya. “Berhenti menggoda adikku,” bisiknya dengan kekehan kecil.

Oh? Kalian lupa, noona aku juga menyentuhmu tadi, bisa saja sebentar lagi aku yang akan tertular,”

Hahaha,” Seomin dan Jiyong tertawa pelan. “Kekebalan daya tahan tubuhmu sangat kuat, Sanh. Kau tidak akan mudah tertular. Lagipula, memangnya kalian pikir aku ini sakit apa, huh? Aigoo,”

“Nah, Sanh, apa kau siap merasakan sensasi menjadi seorang samchoon?” goda Jiyong dan langsung mendapat reaksi berlebihan dari Sanha.

Ige mwoya?”

..

End

..

  • Annyeonghaseyo, Hahaha, mau kasih kabar, kalo gak ada lagi Hanbin – Seomin – Jiyong. Sekarang Seomin sudah sepenuhnya milik Jiyong, sudah bahagia dan memiliki jagoan kecil bernama Kwon Jiseo.
  • WELKAMTUDEJANGGEL, JISEO XD XD
  • Sebenernya gak tau ini apa, lagi gemes ama jidi & Lincoln ajah :V

Kenalan ma Jiseo, Yuuukk,, ^^,

Lincoln Paul Lambert as Kwon Jiseo

Advertisements

17 thoughts on “[Ficlet] Good Daddy, Good Husband

  1. Annyeonghaseyo, Jiseo-ya. Nama kakak Kim Hanji. Sebenernya kamu manggilnya Bibi, tapi kalau Bibi ketuaan wkwk xD

    Fix, ga ada cinta segitiga lagi ‘kan? Tapi kok rasanya gak seru ya ._. Tapi yaudahlah, selamat berbahagia untuk Keluarga barunya kak 😀 btw aku dan Sanha seumuran ‘kan? Salam kenal saja :3

    Om Jiyong manis bat T.T dan baru tau juga ya kalau Seomin bisa sakit, kan biasanya berubah jadi monster *eh

    Maaf kak, aku nyampah wkwk xD

    Liked by 1 person

    1. Annyeong Hanji Imo. Kalo ad yg berbau temenan sama Sanha Sanchoon, harus panggil Imo Titik 😜

      GAK LAGI, GAK ADALAGI. CINTA SEOMIN MA HANBIN SUDAH TIDAK ADALAGI. SEOMIN SKRG CMA SAYANG JIDI, GAK MAU LEPAS JIDI. KARENA SAYANG KALO NGELEPASIN YANG KAYA. Wkwkwkwk /SeominMatre/ 😄😄

      Wuanjayy, Seomin juga manusia, /plak/
      dy gak bakalan jdi monster lagi. Bhay, 😂🔫

      Tengs, Ren 😘😘😘

      Liked by 1 person

      1. Yaudah manggilnya ‘Imo Manis’ aja wkwk /gampar aja gampar xD/

        Wanjeer baru tau laah kalau Seomin matre. Tapi kalau kaya bagus sih, kebutuhan tercukupi. Btw ati-ati kak, nanti kalau Jidi digodain Dara, Kiko, atau Nana Komatsu hahaha xD

        Like

  2. annyeonghaseyo authornim dan admin-nim..
    reader baru ni disini..
    salam kenal utaimnida.. 😊😊
    uwaa.. baca ini berasa pengen jidi oppa nikah aja, tp jgn sama yg sekarang ini, haha.. sama dara eonni aja.. #daragonship

    Liked by 1 person

    1. Annyeong uta, welkantuwaijiepep 😂

      itu itu itu, dy udh nikah itu.. haaaha, udah berbahagia dy 😂🔫

      Yuhuuu, nado, nado daragonship hihihii

      Tengs ya dah mampir 😘

      Like

  3. Sejak kpan lu alih professi bikin ff fluffy?
    Dan gue baru tau klo si seomin itu bisa sakit juga 😂😂😂😂😂😂
    Bang jidi mah emang bapakable, aku jg mau dong bang digendong di peluk diatas dada bidangmu *uhuk

    Liked by 1 person

    1. Sejak gue jatuh cinta lagi ma jehop /apalu/ 😜

      Dy emng bapak+suamiable..
      Musnah lu, cukup cewek jepang yg ggu, cewek dunia laen musnah dana, kembalilah ke tempatmu. 😜

      Like

  4. Haiii kaka acu tercuyung ☺ dew dateng again :v long time no see kita yaa…

    Oh Ji, dirimu selalu membuatku terbang |apaan dah ini| :v tapi beneran deh meskipun udah tuwir lu masih bisa bikin daku klepek-klepek ji 😁

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s