[Ficlet] MINE

Mine (fix version)

 

Cast : Kim Jennie (Jennie YNGG), Nam Taehyun (Taehyun WINNER) & I

Slight Cast : Kim Jinwoo (Jinwoo WINNER), Gong Minji (Minzy 2NE1)

#just mention their names

Genre : AU, Love Life, Dark, Psycho, Crime, OOC & a little bit Fantasy

Duration : Ficlet (± 842 words) | Rating : PG-15

a fic by : Aoko Cantabile 

read also : IT , YOURS

**********

MINE

 

 

Aku merogoh benda tipis yang bergetar di saku celana, menengok pasal yang menyebabkannya beresonansi, dan ternyata Kim Jennie tengah meneleponku. Kujawab teleponnya dengan setengah hati dan menebak bahwa dia ingin curhat padaku. As usual! Dia memintaku datang ke rumahnya karena memiliki sebuah rencana yang dapat menyebabkan seluruh saraf nadiku berhenti berdenyut. Well! Aku tak suka dengan analogi yang ia utarakan.

Kedua tungkaiku melangkah dengan berat. Raut wajahku kutekuk berlapis-lapis laksana pie apple buatan ibu tadi pagi yang belum sempat kusantap. Salah satu jemariku kemudian menekan bel rumah Jennie dan tak lama waktu berselang, dirinya menyambut kehadiranku dengan senyuman lebar yang membuatku mual.

“Asal kau tau sahabatku, aku memiliki sebuah rencana hebat dan ku yakin rencana ini akan berhasil jika kau mau membantuku.” ucap Jennie seraya membimbingku masuk ke kamarnya. Aku menengok ke sekeliling, mengamati tak ada satupun penghuni lain di rumah itu kecuali Jennie.

‘Kemana orang tua dan abangmu? Aku harus menyapa mereka terlebih dahulu.” Basa basi busuk ku lontarkan demi menjaga etika. Jennie menoleh sesaat padaku dan melengos.

“Ayah sedang bekerja di luar kota, ibu berkunjung ke rumah bibi dan….. Kim Jinwoo… mungkin dia tengah menginap di rumah salah satu sahabatnya. Besok hari pertama ujian akhir semester, dia pasti belajar giat agar menyelamatkan beasiswanya.” jawab Jennie dengan acuh. Ia kembali menarik pergelangan tangan kananku dengan keras, memaksaku mengikuti langkahnya untuk duduk di pojok kamarnya yang gelap.

Aku lalu duduk di hadapan Jennie, menunggu aba-aba karena Jennie tengah mencari sesuatu di bawah tempat tidurnya. Tiba-tiba, kedua netraku membelalak saat melihat sebuah benda yang Jennie tunjukan padaku.

“Lihatlah! Aku berhasil mencuri salah satu jam tangan kesayangan Nam Taehyun. Kupastikan kali ini, aku akan memantrai Taehyun agar menjauh dari Gong Minji dan berpaling padaku.” Ucapan Jennie membuat bulu kudukku merinding. Kalbuku terusik kala ia bermaksud untuk merebut perhatian pria idola kampus dengan cara kotor.

Jennie kemudian menyasar pandangannya yang dingin padaku. Aku menggigil membayangkan mungkin nasibku akan berakhir tragis layaknya Nam Taehyun. Namun, senyuman itu kembali tergaris di bibir mungilnya..

“Dan, kau sahabatku yang baik. Kau harus membantuku dengan mengorbankan setetes darahmu demi kawanmu ini.” Aku reflek berdiri dan mundur menjauhi Jennie.

“Tidak, Jennie. Aku tak ingin meneteskan darahku barang sedikit hanya untuk memenuhi ambisimu yang gila. Sadarlah, Jennie! Taehyun itu sudah resmi bertunangan dengan Minji. Kau harus menerima kenyataan itu dengan hati yang ikhlas!”

“TIDAK!!! Aku takkan menyerah. Aku akan melakukan segala cara agar bisa menjadi pasangan abadi Taehyun termasuk melenyapkan nyawa Minji dan siapapun yang menghalangiku.” Pekikan Jennie menggelegar, menambah ketakutanku. Ia lalu mengeluarkan sebuah pisau saku dari balik dasternya. Dengan tatapan membunuh, ia berjalan seinchi demi inchi mendekatiku.

“Hayolah…kau sudah berteman denganku dari SD. Masa kau tak ingin membantuku… Aku hanya membutuhkan setetes darahmu agar bisa melengkapi semua persyaratan sihir itu.”

Keringat dingin membanjiri tubuhku. Aku tak mau mati konyol karena perkara remeh temeh Jennie. Naasnya, aku terjebak di kamar Jennie. Pintu dan jendela telah ditutup Jennie, yang tanpa kusadari agar memblokir pergerakanku.

“Nah…kau kemana lagi? Hihihihi…aku terpaksa menghabisimu karena kau tak ingin bermain halus padaku. Maafkan aku ya….kupastikan aku akan selalu mengenang persahabatan kita.” Jennie mengenggam pisau itu dengan kedua tangannya dan bersiap menusuk leherku. Aku memejam mataku dan berkomat kamit berdoa….

Dan…crash!!!! Semburat likuid kental berwarna merah menyembur, membasahi badanku. Tubuhku lengket oleh benda menjijikan itu.

.

.

.

.

.

.

.

“KAU…” ujar Jennie patah-patah tak percaya dengan apa yang terjadi. Mata besarnya lalu membelalak dan ia resmi menghirup nafas terakhirnya di detik ke tiga belas.

Aku melengkungkan kurva asimetris di bibir, tersenyum penuh kemenangan. Kulirik tangan kiriku yang masih memegang sebilah kapak.

“Hah! Teman macam apa dirimu yang lupa kalau aku ini kidal! Sekarang pergilah dengan tenang ke neraka dan akan kukenang selalu persahabatan kita yang manis.” ucapku seraya menendang tubuh bawah Jennie ke samping karena mengganggu jalanku.

Dengan tenang, aku merogoh jam tangan Taehyun yang menggeletak di lantai, lalu menaruhnya di meja altar yang telah Jennie persiapkan untuk ritual sesatnya. Aku menelisik boneka voodoo yang bertuliskan huruf hangul NAM TAEHYUN, serta buku mantra yang terbuka lebar, seakan-akan menantangku untuk membacanya.

Secara perlahan, kuhidupkan lilin merah disana, mencelupkan boneka voodoo ke kolam darah milik Jennie-sahabatku dan merapal mantra yang tertera disana.

Gemuruh kilat lalu berkumandang, hujan turun seketika itu juga dan ponselku kembali bergetar.

Kulempar kapakku ke sembarang arah agar leluasa melihat penyebab ponselku berdentang. Tertera nama Nam Taehyun di LCD-nya, ku jawab panggilan itu.

“Sayang, kau dimana sekarang? Aku ingin makan malam bersamamu. Jam delapan aku akan menjemputmu di rumah dan…. I LOVE YOU.” Seuntai kalimat mesra menghiasi pendengaranku. Aku menjawab panggilan Taehyun dengan hati yang riang dan berbunga-bunga.

Setelah menutup telepon kekasih baruku. Aku mengambil kapakku kembali dan duduk jongkok di depan mayat Jennie yang telah terbelah dua.

“Jenn…Terima Kasih atas bantuanmu. Berkat darah dan rencanamu, aku sekarang telah menjadi kekasih Taehyun. Oh iya, aku juga ingin membeberkan rahasia yang selama ini kupendam darimu. Sebenarnya, aku telah lama menyukai Nam Taehyun…tapi.. aku terpaksa bungkam karena kau ternyata juga menyukainya. Aku selalu mengikuti semua kemauanmu untuk dekat dengan Taehyun juga berharap agar memiliki kesempatan untuk menyingkirkanmu. Hahahaha…ternyata kesempatan itu akhirnya datang. Selamat beristirahat dengan tenang, Jennie. Selamat tidur wahai sahabatku!!”

.Fin

*Aoko‘s Note :

Wooooho~~ Jangan bosan-bosan ya ama kehadiranku yg terlalu sering nampang d beranda

kali ini aku hadir dengan Pronoun Series yg ketiga setelah IT & YOURS, sangat berbeda dengan genre2 sebelumnya, dan entah kenapa saat nulis fic ini, ku ingin sekali muncul dengan genre psycho.. hohoho…

yg pernah baca FATUM, pasti ngeh dengan cast Jennie adiknya Jinwoo & dia pasangan Taehyun… ya sedikit disambungkan saja dengan fic sebelumnya, jadi harap maklum ya jika imajinasi saya memasangkan mereka seenaknya.. wkwkwkwk…

as usual, mohon kritik & sarannya atas fic ini.. jika ada yg kurang berkenan ceritanya, disampaikan saja.

dan nantikan saya kembali d waktu yg agak dekat… *lha, mau muncul lagi ya? 😀

Warm Regard,

Aoko Cantabile

Advertisements

13 thoughts on “[Ficlet] MINE

  1. Hiya, maygad Kak Aoko jago banget ih kalo genre beginian. Kan Vris semakin merasa ciut karena ga bisa bayangin samsek adegannya /bukannya ga bisa bayangin, tapi ga mau bayangin lebih tepatnya/ xD

    Review dikit yaw kak 😉
    “Hayolah…kau sudah berteman denganku dari SD. Masa kau tak ingin membantuku… Aku hanya membutuhkan setetes darahmu agar bisa melengkapi semua persyaratan sihir itu.” —- Vris ga tau kata ‘Hayolah’ itu kakak typo atau begimana. Vris sebenarnya juga bingung masukin ke review ato gak -_- dan juga klausa ‘…dari SD…’ sebaiknya jangan di singkat kak. Soalnya kita kan ga tau di korea namanya SD atau bukan #bhaks dan sebaiknya konjungsi ‘dari’ diganti ‘sejak’ /soalnya Vris ngerasa itu lebih sreg(?)/ #hihihi

    Overall, Vris suka sekali diksi kakak yang menggambarkan detail suasana dalam cerita. Yah, walaupun Vris sengaja ga mendetail bacanya soalnya takut ngebayanginnya dan malah jadi trauma, hehe dimaklumin aja ya kak.
    Dua jempol deh buat Kak Aoko-ku sayang ❤ ❤

    See you soon in the next fic 😀 😉

    Liked by 1 person

    1. Kyaaaa @aiveurislin mampir.. makasih cantik telah mampir, membaca & mereview tulisan receh kakak..

      sebenarnya kakak enggak typo untuk penulisan kata ‘hayolah’ mungkin memang terkesan tidak baku ya, Vris.. jadi seharusnya ‘Ayolah’. wkwkwkwk..
      sippo, thankseu untuk review SD & dari.

      duh..kakak jd merasa bersalah.. jangan dibaca terlalu mendetail, Vris. kakak nggak mau kamu trauma.

      makasih menunggu seri selanjutnya.. kakak jg tunggu fic dari kamu.. 😉

      Like

  2. Halo kak aoko! Ihihihihi maap tibatiba dateng ngerusuh wkwk. Kebetulan sih aku kangen baca fic beginian trus pas liat genre duh kenapa pas banget yawla…………………..aku suka kaaak! ❤
    Ah, ngga tau kenapa aku malah bayangin 'aku'nya ini cewek keras kepala banget hahaha tapi udah cukup ngenes kak adegan pembunuhannya heu :3
    Ah aku ngga pinter ngereview intinya suka deh sama tulisan kakak! Keep writing kak! ^^)99

    Liked by 1 person

    1. Wuidih..ada pakar genre psycho IFK muncul disini…
      ku sangat merasa terhormat Riris baca fic aku.

      makasih lho, Ris telah mampir & membaca.. duh, tulisanku mah cuman serbuk marimas yg bahkan kalo diseduh tinggal ampasnya doank…

      kutunggu tulisan Riris juga d IFK y.. 😉

      Liked by 1 person

  3. Ih si ‘aku’ licik juga ya.. hfft..

    Gak perlu banyak cingcong bikoz kalau kak Aoko nulisnya udah bagus ga usah diragukan lagi 😀

    Ya, ini ngeri juga sih. Eh aku kidal lho kak, wahahaha xD

    Keep writing kak! ^^

    Liked by 1 person

  4. Kya, dek Jennie co.id kyaaaaa XD

    as always, kak. ku tak punya banyak koment, ini keren, daebakiyaaaaa,

    ini ngeri, yess. baca Jennie kebelah dua, berasa nnton jigsaw.

    masih ada series yang lagi loading kah????

    keep writing kak

    Liked by 1 person

    1. makasih @acu2994 telah mampir, membaca dan pujian terhadap fic receh ini..

      hahahaha…jigsaw ya? nasib Jennie sama lah ya kayak Seomin yg dibelah pake gergaji listrik. wkwkwkwk.. 😀

      sip!! masih ada seri yg lain.. ditunggu saja..

      thankseu atas dukungannya, semangat juga buat Farewell Series-nya!! 😉

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s