[Vignette] MY BAD

2

MYBAD

A vignette by nokaav3896

Starring [WINNER] Song Minhoand [OC] Song Minju

It’s a family story and every one can read because it’s labeled as General

OCs and plot are mine. Members belong to you, Inner Circle.

 

Keuntungan memiliki saudara kembar cewek bagi Mino adalah; bisa dijadikan pacar bohongan saat beberapa cewek genit mencoba mendekatinya. Sayangnya, keuntungan itu menjadi kesialan tersendiri bagiku –hari ini.

.

Farewell Party SMA Seungri tinggal beberapa jam lagi dan aku tengah berada di salah satu salon di daerah Gangnam untuk berdandan; mempersiapkan diri untuk hadir sebagai salah satu siswinya sekaligus sebagai kekasih Song Minho yang populer.

Seorang perempuan muda dengan kaos putih dan celana hitam panjang tengah merapikan rambutku saat layar handphoneku menyala, menunjukkan sebuah pesan masuk dari nomor Mino.

Aku sudah menemukan jas untuk nanti malam. Kau dimana? Biar kujemput lalu kita beli gaun untukmu bersama-sama. Aku yang bayar.

Oh, sungguh saudara kembar yang baik! Untuk hal-hal seperti inilah kadang aku merasa sangat berterimakasih karena dilahirkan kembar bersamanya.

Salon langganan di Gangnam. Cepat kemari aku sudah hampir selesai.

.

Tiga puluh menit kemudian, tepat saat perempuan muda tadi mematikan hair-dryernya, Mino melangkah masuk ke dalam salon. Dengan santai menarik kursi di sampingku; menatap dengan kagum seolah aku ini wanita paling cantik yang pernah dilihatnya –atau mungkin memang seperti itu.

“Sempurna untuk menjadi pendamping Song Minho nanti malam.” Ujarnya pelan. Senyum manis itu masih terpatri disana seolah enggan meninggalkannya selama aku masih berada dalam jangkauan mata. “Aku beli jas berwarna hitam. Kau nggak keberatan pakai hitam ‘kan?”

“Sebenarnya, aku mau pakai silver. Hitam nggak akan kelihatan untuk acara malam hari ‘kan? Tapi ya sudah, kita bisa mengakalinya dengan menambahkan sesuatu yang nge-blink nanti. Sebuah tas –mungkin?”

“Wanita.” Mino melempar smirk­-nya –berusaha menyindir. Aku sadar sih, sayangnya aku nggak peduli dengan sindirannya. Siapa juga yang menyuruhku berakting menjadi pacarnya. “Oke, sebuah gaun dan sebuah tas! Ada lagi, nona?”

“Tolong bayarkan biaya salonku barusan. Terima kasih. Kutunggu di mobil.” Jawabku sembari menyambar tas tangan keluar dari salon. Oh, tenang saja. Aku nggak lupa mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipinya sebagai tanda terima kasih, kok.

.

“Sebentar lagi ada salam perpisahan dari Kim Jinwoo. Kau nggak mau mendengarkan?” Aku langsung menoleh begitu merasakan sebuah jas tersampir di pundakku sekaligus dua kalimat pendukung yang menjelaskan keberadaan Mino. Dia tersenyum kecil sembari menelengkan kepala ke kanan –kearah Jinwoo.

“Aku akan mendengarkan.”

Hening.

Sekelilingku memang sangat ramai, namun entah kenapa aku merasakan keheningan menyelimuti wilayahku dan Mino begitu dia membuka percakapan soal Jinwoo. Mino tahu siapa Jinwoo dan kelihatannya dia sedang menyesali sesuatu.

“Mau mengakhirinya sekarang?”

“Mino…”

“Hari ini adalah kesempatan terakhir, Songju-ya. Kalau kita nggak mengakhirinya sekarang, kau mungkin nggak akan pernah punya kesempatan lain. Kim Jinwoo akan selalu menganggapmu sebagai kekasihku.”

“Aku baik-baik saja dengan itu.”

“Nggak mungkin.” Sanggah Mino cepat. “Kau sudah naksir Kim Jinwoo sejak kelas satu, dan saat cowok itu bilang dia suka padamu –kau sudah terjebak dalam permainan pacar-bohongan denganku.”

Aku diam saja berusaha mengabaikan kebenaran dalam rentetan kalimat Mino barusan. Aku memang menyukai Kim Jinwoo –namun Mino sama pentingnya untukku. Masalah pacar-bohongan ini bukan sekedar untuk menghindari cewek-cewek genit yang mengejarnya. Ada sesuatu yang lebih penting daripada itu.

“Mino-“

Aku menoleh untuk menanyakan pendapatnya tentang penampilan Jinwoo malam ini saat menyadari cowok itu sudah menghilang entah ke-

-atas panggung.

Demi Tuhan! Song Mino sudah memegang mikrofon di atas panggung dan melihatku dengan tatapan meminta maaf.

SMA Seungri hening seketika. Benar-benar hening.

“Selamat malam. Aku Mino –Song Minho dari kelas tiga-dua. Sebelum Kim Jinwoo menyampaikan salam perpisahannya, ada sesuatu yang harus kusampaikan kepada kalian.”

Nyaris semua pasang mata menatapnya –termasuk Kim Jinwoo.

“Selama hampir tiga tahun ini kalian mengenalku sebagai kekasih Songju. Aku benar ‘kan? Menakjubkan sekali melihat kalian mempercayainya sementara pada kenyataannya; Songju adalah adik kembarku.”

Berbagai macam ekspresi tak percaya mulai memenuhi lapangan SMA Seungri. Terbagi menjadi dua, sebagian masih menatap Mino diatas panggung –sebagian lagi menatapku tak percaya.

“Teman-teman, kalian yang sekelas denganku dan Songju seharusnya tahu nama kami sangatlah sama. Song Minho dan Song Minju. Kami hanya menggunakan nama panggilan yang berbeda. Tapi diluar itu –kami adalah saudara kembar dan hubungan kami selama tiga tahun ini hanyalah akting belaka.”

Mino tersenyum.

“Aku ingin minta maaf kepada kalian semua baik yang menyukaiku; ataupun menyukai Songju; ataupun merasa dirugikan karena akting sempurna kami. Aku melakukan ini karena berbagai alasan yang tidak bisa kuceritakan pada kalian. Alasanku mengakuinya malam ini –karena aku menyayangi Songju. Aku tahu dia menyukai seorang cowok dari kelas tiga-satu sejak pertama kali kami masuk SMA Seungri. Suatu hari, cowok itu menyatakan perasaannya pada adikku –sayangnya, Songju tidak bisa menerimanya karena terjebak dalam akting ini denganku. Malam ini adalah kesempatan terakhir yang dia miliki. Jadi-“ Mino melirik Jinwoo yang berada di dekat panggung. “-Kim Jinwoo, naiklah. Aku ingin mendengar ulang ungkapan perasaanmu pada adikku. Akan kupastikan kalau hari ini dia akan menerimanya.”

Uh, memalukan! Pilihlah kalimat yang mendukungku, Song Minho! Kau menjatuhkanku dengan mengatakan ‘aku-tahu-dia-menyukai-seorang-cowok-dari-kelas-tiga-satu-sejak-pertama-kali-kami-masuk-SMA-Seungri’ tahu! Gadis-gadis itu menatapku sekarang.

Nggak ada gunanya menutup wajah ‘kan? Toh mereka semua sudah hafal wajahku sekarang. Jadi-

“Uh, okay.”

Jinwoo mengambil alih mikrofon dari tangan Mino dan berdiri canggung di sebelahnya. Agak lucu sih mengingat Mino jauh lebih tinggi darinya.

“Jujur saja aku terkejut mendengar yang barusan, hyung.

APA?

Nyaris seluruh siswa kelas tiga yang datang ke farewell party membaur dalam tawa begitu mendengar Jinwoo memanggil Mino dengan embel-embel hyung. Bahkan Mino sendiri nampak tertawa puas sembari merangkulkan lengannya di pundak Jinwoo. Sementara Jinwoo hanya merilis senyum manis sembari menatapku.

“Ya, karena Songju adalah adik kembarmu; bukankah seharusnya aku memanggilmu hyung?

“Yeah.”

“Aku menyukai Songju dan luar biasa patah hati saat mendengar kabar Songju adalah kekasih Mino hyung. Kalian bisa lihat aku kalah besar dilihat dari sisi manapun dibandingkan dengannya.” Jinwoo menyenggol Mino pelan, mengundang tawa seluruh siswa. “Tapi, mendengar pengakuan Mino hyung barusan-“

Ya, Kim Jinwoo, berhenti memanggilku hyung.” Potong Mino setengah kesal, setengah geli. “Meski aku lebih tua dua menit dari Songju, kau bahkan lebih tua nyaris satu tahun daripadaku.”

“Okay, Mino. Jadi, pada intinya aku berterimakasih padamu tentang pengakuan yang barusan, dan Songju-ya-“ Jinwoo mengarahkan telunjuknya padaku. “Kau mau jadi pacarku, eh?”

Hening.

Seluruh pasang mata menatapku, sementara aku melempar death glare pada dua cowok tampan di atas panggung. Mino hanya mengedikkan bahu seolah tak terjadi apa-apa, sementara Jinwoo melihatku dengan tatapan memohon yang lucu sekali.

Aku mengangkat tangan kananku perlahan –memberikan simbol ‘okay’ sebelum mengedikkan kepala dan tersenyum, diikuti teriakan ricuh dari siswa yang lain. Mino dan Jinwoo tersenyum lebar.

“Terima kasih Song Minho dan Song Minju! Kalian benar-benar saudara kembar yang penuh kejutan!” Ujar Jinwoo antusias. “Sekarang, bagaimana kalau kau kembali kesana dan menjaga pacarku? Aku harus memberikan pidato perpisahan, omong-omong.”

.

“Kau nggak menyesal melewatkan tawaran kencan pertama dengan Jinwoo?” Tanya Mino saat kami sedang berhenti di lampu merah. Dia menatapku dari kaca mobil sembari tersenyum. Jemari kanannya menggenggam tanganku dengan sangat erat.

“Nggak, terima kasih. Kau akan melewati hari yang berat mulai besok. Jadi biarkan aku denganmu sekarang, ya?”

“Waktu aku memutuskan untuk bicara di panggung tadi, aku sudah bertekad untuk mengambil semua resikonya. Jadi, jangan mengkhawatirkanku, ya?”

Aku tertawa –melepaskan tanganku dari genggamannya dan meninju lengannya pelan. “Kau menderita sister complex, Mino. Kau selalu butuh aku di sampingmu. Kita pernah mencobanya –berjauhan. Nggak ingat apa yang terjadi kemudian?”

“Aku nyaris bunuh diri, ya, aku ingat. Tapi kupikir aku lebih baik sekarang. Aku bisa mengendalikan segalanya. Perasaan cemburu itu jarang datang lagi meski keinginan untuk memujamu belum sepenuhnya sirna.”

“Aku nggak keberatan, Pemujaanmu menguntungkanku, kok.” Aku tertawa pelan. “Semoga kau baik-baik saja, Mino-ya. Aku sayang padamu.”

“Aku juga sayang padamu, Songju, dan maafkan aku karena sudah mengambil kebahagiaanmu selama ini.”

.

 

Advertisements

6 thoughts on “[Vignette] MY BAD

  1. EEEAAAAA, ABANG PAPORIT NIH MINO EAAA EAA KU INGIN BERANJIR-ANJIR RIA. KYAAAA /acu, kepslock, lu/ XD
    ini hubungan saudara yg kyutiiee cekaliii /gemes sendiri/

    udah itu aja, kembali lagi dengan cerita yang unyu, ya, Nokav. hehehe

    salam kenal, salam sayang,

    Acu ❤

    ppyong~

    Like

  2. AAAA SUKA BANGETTTTT!!! AKU NGAKAK PAS JINU TETIBA MANGGIL MINO ‘HYUNG’ ANJIR MALU2IN BGT MAS JINU SINI CIUM DULUU HUHUHU/dibuang sunghun/
    CERITANYA NGALIR BANGET. MANIS. NGESELIN. KOCAK. SWEET. DLL. NANO-NANO BANGET PFTT AKU GABISA BERENTI MUJI MASA!!!!!/plis as/
    TRUS TRUS YANG SI MINO TERNYATA SISTER COMPLEX ITU SUMPAH DILUAR DUGAAN BANGET AKU……….YODAH AKU CUMA BISA BAPER JHA HUHU~
    KEEP NULIS NOKAV KAMU WARBYASA~~~~~~/kemudian dibalang gegara pake kepslok semua/

    Like

    1. Haloo kak astii~~~~
      Hahaha sekali-kali lah yaa jinwoo malu2in wkwk biasanya diem mulu kan kzl ngeliatnya pengen sekali2 liat jinwoo ngebanyol /? Hahaha btw aku malah selalu merasa mino itu lebih tua dari jinwoo masa ;;-;;
      Wkwk btw makasih yaa komenan supernyaaa da aku mah apa atuh dibanding senpai-senpai disini aku cuma butiran jasjus wkwk :p

      Like

  3. kalo aku jadi Songju, aku bakalan mencekik Mino sehabis dia ngungkapin pernyataan itu di depan umum.. Njir… malunya!!
    Well, at least!! Beruntung sekali Songju punya penggemar Jinwoo & abang Minho..

    nice fic… ini manis & imut bersamaan, mungkin karna ini cerita adik-kakak kembar y.. jadi manis..

    ditunggu ya.. fic kamu yg lain..
    🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s