[Ficlet] Apology Series – B.I

BinNa

APOLOGY SERIES

 

Ficlet || General || Family, Hurt/Comfort, Angst

Kim Hanbin/B.I [iKON] x Kim Shina [didi92’s OC] as a twins!

I just own the storyline. Inspired by iKON’s song, Apology.

 

Saat itu adalah hari dimana pertama kalinya Shina mengajakku bertemu. Bertemu di sebuah taman yang biasa kita kunjungi untuk sekedar melepas penat jika ada waktu senggang. Menghabiskan waktu untuk sekedar berbincang, atau bahkan hanya berdiam dalam pikiran masing-masing sampai bosan.

Jarum jam menunjukkan pukul 12 siang, tepat ketika panas sang surya tak segan-segan membakar ubun-ubun sampai ke tulang belakang. Shina sudah duduk manis di sebuah kursi dengan pola bunga sebagai hiasan. Wajahnya tampak lelah akibat terlalu lama tersengat terik matahari. Membuatku merasa bersalah karena mau-maunya menerima tantangan Jiwon untuk bermain basket beberapa jam yang lalu.

Yo!”

Hampir kehabisan nafas karena berlari sejak tadi, aku menyerukan nama saudari kembarku itu dari kejauhan.

“Kenapa gak ngobrol di rumah aja? Panas gini.” kataku lagi setelah mendapat sambutan yang sama sekali tidak memuaskan darinya. Bisa dikatakan kalau Shina adalah wanita terjudes sepanjang masa, mengalahkan level Mama yang sering uring-uringan tetapi masih bisa dimaafkan.

“Duduk sini deh, Bin.”

Raut wajah Shina sama sekali tidak berubah. Bisa kuartikan jika suasana hatinya sedang tidak baik sejak tadi. Bukan karena keterlambatan 30 menitku dari waktu yang ditentukan. Tapi ada yang lain, sesuatu yang membuat wajahnya khawatir tingkat akhir.

Lagi ‘dapet’ ya, Shin?”

“Apa sih?”

“Ya, terus kenapa?”

Mata Shina membulat, menatapku lekat. “Aku mau ngebahas masalah serius, Bin. Jangan ketawa, loh.” ancamnya dengan telunjuk yang teracung di depan wajahku.

Setelah mendengar perkataan Shina barusan, sepersekian detik aku merasa mual. Jantungku berdegup kencang sampai-sampai ingin segera kuhentikan. Tapi aku masih belum mau mati. Bagaimana nasib Shina nanti jika dia kutinggal pergi?

“Bin!”

Uh-oh, ya?”

Ada jeda panjang setelah perkataanku barusan. Shina berkali menghela nafas keras-keras. Membuatku perutku semakin mengejang.

Hidup bersama selama 16 tahun tidak lantas membuatku selalu bisa membaca pikirannya. Tentu saja, karena gender kami berbeda. Walaupun banyak orang menganggap jika saudara kembar itu sangat terikat satu sama lain, tapi tetap saja, kepekaan pria tidak sekuat wanita.

“Bin, aku mau ikut Papa ke Thailand.”

Sejemang, aku cuma bisa menatapnya. Pupilku melebar seiring dengan degupan jantung yang semakin membabi buta. Memoriku langsung terbawa pada kejadian beberapa minggu yang lalu. Saat Mama dan Papa saling melempar kekesalan di hadapanku dan Shina. Keduanya dirasuki setan. Melempar perabotan di sekitar untuk meluapkan emosi yang sudah bertahun-tahun mereka pendam, demi kebaikan anak-anaknya.

Entah mengapa hatiku mendadak resah. Rasanya mendidih dan ingin memuntahkan semuanya di hadapan Shina. Tetapi dia tidak salah, gadis kesayangku yang sedang berwajah pias tidak sepantasnya terlimpahkan amarah.

Aku beranjak dari sana, mengulurkan tanganku ke arahnya. “Ayo pulang, kita ngomong di rumah.” ajakku.

Shina menatapku dengan air yang sudah membendung di pelupuk mata. “Gak mau, Bin. Aku mau selesein semuanya di sini. Sekarang.”

Ini adalah kali pertama Shina memberi kejutan bukan main dalam hidupku. Mengatakan tekadnya yang sudah bulat tanpa sekalipun megajakku untuk bertukar pikiran. Di satu sisi aku sungguh bisa mengerti mengapa dia lebih memilih pergi bersama Papa ke Thailand ketimbang tetap hidup bersama di rumah yang layaknya neraka. Tapi dia tidak memikirkan aku dan Mama. Dia sama sekali tidak memikirkannya.

“Shin, kita selesein di rumah, okay?” untuk kedua kalinya aku beranjak dan menarik paksa lengannya.

“Bin! Aku mau se-“

ARGH! PLEASE!!”

Sungguh tak tahan rasanya untuk tidak memekik frustasi. Walaupun setelah itu rasa bersalah seketika menyelubungi dadaku saat melihat lengan Shina menampakkan semburat merah sebab kulepaskan dengan kasar.

Terus, aku harus gimana, Bin? Kamu gak mungkin ikut Papa ke Thailand, kan? Kamu gak mungkin tinggalin Korea dan batalin kontrak trainee kamu, kan?”

“AKU YANG HARUSNYA TANYA! AKU YANG HARUS GIMANA?! APA KAMU PENGEN AKU LANGSUNG SETUJU? I’M YOUR TWINS, SHIN. TAPI KAMU SAMA SEKALI GAK PUNYA NIATAN BUAT NGAJAK AKU BERUNDING SEBELUMNYA!”

Samar-samar, kudengar tangisnya mulai pecah. Seraya mencengkram sebuah tiket penerbangan dalam gengaman, Shina mulai sesenggukan. Tembok pertahanan yang kuyakin sudah dibangun beberapa hari sebelumnya, mulai runtuh. Menyisakan material-material berupa penyesalan yang seharusnya masih belum boleh ditampakkan sekarang.

Sis, do you hate me that much?”

Siang ini, pukul dua lewat tiga puluh menit. Menggunakan lengan sweater merah bata yang dikenakannya, Shina mengusap leleran air mata yang tersisa. Tak berani sedetikpun menatap mataku yang sudah penuh likuid hangat layaknya dia.

I’m sorry, Bin. I’m so sorry.” jawabnya pelan, hampir tak terdengar.

 

-fin-

Hellaw!

Yosh! Setelah bergalau-galau ria pengen bikin series ficnya Apology, finally selesai juga satu cerita, versinya uri lidernim dan his twins 😀

Thanks to Kak Diah yang udah ngebolehin Asti pake OCnya, dan juga buat review-review berharganya sebelum fic ini dipublish hiks! Saranghaeyo/tebar winkeu membabi buta/

Selamat membaca dan ditunggu review2nya yaa~

Ps : Jangan terlalu nungguin apology series fic selanjutnya ya~ Keluarganya Papa Waiji emang diwajibkan ngetroll/ga/

See ya!

 

 

Advertisements

7 thoughts on “[Ficlet] Apology Series – B.I

  1. ini menyesakkan, karna sesungguhnya jauh dari keluarga itu memang nggak enak *curcol ceritanya.

    well, ini d luar kebiasaan, dimana biasanya cast Hanbin-Shina itu biasanya genre lawak atau berantem, ini sedih…puk..puk.. Hanbin-Shina..

    betewe, boleh ya review sedikit, bu dirut. *maafkan jika lancang,
    ada beberapa kata yg typo, yg mungkin kurang terlihat tp ak-nya aja yg terlalu ngeh..wkwkwkwk..
    dan, kurasa, akan lebih pas, kalo apology series ini d visualisasi dngn poster cast masing2 member iKon d mv apology dengan nuansa kelabu..serta disisipi sedikit lirik lagunya..
    maafkan kakak yg bawel ya Ast, cuman visualisasi seperti itu akan lebih terasa dan genre apology dan mv-nya.. ini sekedar saran kok, Ast. bisa d abaikan jika tidak memungkinkan.
    wkwkwkwkwk

    well, kakak aja nge-troll nih, jadi nggak bisa nuntut lanjutannya secepat mungkin, but, keep writing & kutunggu next series dngn hati yg riang.. hihihi..

    Like

  2. demi apa ceritanya sedih bgt.. tpi pngen lnjutanx.. *mntaditabok*

    btw readers bru ni
    chika 92L.. slm knal..
    😀
    btw mian bru bsa ninggalin jejak pdhl udh 4 hri sy bolakbalik bca ff dsni.. XD XD

    Like

  3. Hanben sabar ya, masih ada saudaramu yang nemenin :’)
    Aku baper hiks. Jangankan sama kembaran /padahal gapunya kembaran/, sama saudara sendiri aja kalau pisah rasanya nyesek gitu ya 😥

    Meski di troll, aku tetep nunggu deh kak.

    Ps.kalo misalnya ini dilanjut, pas bagiannya booby dipairing sama Hanji yha kak hihi

    Keep writing kak As ❤ ❤

    Like

  4. KAK ASTI HELLAWH~~

    aduh bawa bang lider yang hobinya ngiler ini, pas baca cast aku langsung dugeun-dugeun gimana gitu~

    jadi, intinya aku baper. udah kak gitu ajha gapake dibungkus. Pokoknya apalah ini daebaque syekalee. Eh ya, aku seneng sama point of view yg kakak gunain dari sudut pandangnya mbin, hih keren lah aku gapernah bisa bikin yang keak begitu.

    two thumbs up foyaaa~~

    p.s. meski ditroll, aku bakal tetep nunggu ❤

    p.s.s kalo bagian juned pairingin sama aku ya, kalo gak chanu juga gapapa/kemundian digampar/gatau diri/pakek rikues segala/ngacir

    Like

  5. Ini harusnya sedih pedih gimana gitu ya, Ast.
    Tapi pas mendadak tiba-tiba keinget OC sendiri aku merasa Seomin akan aman sementara waktu tanpa sister in the law nya.
    Aku boleh berpikiran gtu ya, Ast. Boleh kan ya?/gak, pergi lu/ XD

    Hanbin-Seomin juseyooooo/digelinding/ngilaaaaang/

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s