[Ficlet] My Happiness

my happiness

My Happiness

A prompter fic by Siskarikapra © 2015

iKON’s Goo Junhoe and a girl

Ficlet (830+ WC) || Dark, Surreal || PG-15

Last sentence by @aokocantabile

“Karena kebahagiaanku berotasi padamu.”

Junhoe melayang di udara dengan sepatu Nike bersayap buatan Hermes sembari memegang tablet yang tertera tulisan TODAY’S DEATH SCHEDULE pada layarnya. Ia mendecak—yang entah sudah ke berapa kalinya ia lakukan pada hari ini kemudain menekan ‘panggil’ pada nomor ke-770 di daftar jadwal.

Tak lama setelah jarinya pisah kontak dengan layar tablet, pemandangan di bawahnya berubah menjadi super riuh. Junhoe terseyum, getir. Kemudian mengarahkan tubuhnya menjauh dari tempat sebelumnya Nike bersayap itu menapakkan dia di udara.

Sama seperti kebanyakan monster—meski dia bukan, Junhoe bisa mewujud menjadi apapun sesukan hatinya dan jujur, itu membuatnya senang. Tugas yang ia emban juga tidak terlalu sulit, tetapi terkadang membuatnya merasa kesal, bahkan jijik. Pribadinya heran, kenapa Thanatos1 memilihnya untuk dijadikan asisten. Dengan tampang dan sifatnya yang memang sinkron pada hal-hal yang berbau dengan siksa dan kesakitan harusnya ia mengabdi kepada kembaran makhluk tua itu, Ker2.

Tetapi apaboleh buat? Masih dapat merasakan indahnya dunia setelah pintu ajal terbuka untuknya saja sudah merupakan suatu hal yang patut untuk disyukuri, kan? Tentu saja.

Satu hal yang Junhoe sukai dari kehidupannya yang sekarang adalah, ia dapat memanipulasi jadwal kematian. Meski ia sadari bahwa Thanatos mengetahui aksinya, Junhoe tidak merasa bersalah sama sekali. Toh, ia tidak ditegur. Jadi, tidak masalah, kan?

Setelah bosan berjalan-jalan di udara dan tugasnya hari ini sudah rampung,  perlahan Junhoe menapakkan tungkainya pada daratan. Tubuhnya bertransformasi menjadi manusia normal dengan setelan kasual. Sayap pada sepatunya menghilang. Poninya terangkat tinggi serta jaket kulit hitamnya menambah kesan manly pada wujudnya yang demikian.

Langkah kakinya membelah kesunyian di lorong sebuah apartemen. Kali ini, Junhoe membuat dirinya tak kasatmata. Sayap pada Nikenya tidak melebar, ia berjalan seperti kebanyakan manusia hanya saja tidak terlihat. Sesuatu dalam dadanya membuncah kala ia telah berada di depan sebuah pintu bernomor 219, kamar mantan gadisnya.

Junhoe masuk, tanpa perlu membuka pintu tentunya. Ia yakin dengan wujudnya yang seperti ini ia tak ada bedanya sama sekali dengan arwah kebingungan di padang Asphodel3. Lagipula, siapa peduli?

Setelah berada di dalam, netranya membidik sebuah panorama yang entah kenapa membuat hati—tunggu, apakah ia masih memiliki hati?—nya terasa begitu sesak. Satu sudut bibirnya terangkat naik menyebabkan wajahnya melukiskan sebuah kurva yang sumpah mati tidak dapat dijelaskan apa maksudnya.

Tangan besarnya merogoh kantong jaket kemudian mengeluarkan tablet. Jemari lentiknya menari di atas layar kemudian membuka aplikasi pendeteksi umur. Junhoe memotret kenampakan di hadapannya kemudian mendapatkan data secara rinci dari dua sejoli yang sedang asik bercumbu itu.

Sistem otomatis pada tablet yang memang dirancang untuk menjadwalkan kematian itu memperlihatkan batas usia dan bagaimana cara manusia menemui ajalnya. Lagi, Junhoe tersenyum getir. Layar menunjukkan si lelaki masih memiliki waktu 34 tahun untuk menghirup udara di dunia. Sedang si perempuan memiliki 40 tahun sebelum pintu ajal terbuka untuknya.

Junhoe berkelit dari pikirannya tentang kematian yang damai dan tentram. Persetan, pikirnya. Lantas segera melancarkan aksi yang sangat ia senangi. Tak banyak memakan sekon, lelaki yang sedang sibuk dengan gadis di hadapannya itu tiba-tiba saja napasnya terputus. Sontak gadisnya membulatkan mata, kaget.

Junhoe tertawa, hampir terpingkal. Dalam satu jentikan jari lelaki tak bernyawa yang napasnya berhenti beberapa waktu lalu itu memudar menjadi leburan abu. Junhoe manampakkan dirinya. Refleks lensa gadis yang pakaiannya setengah berantakan itu menipis diikuti pupilnya yang membesar begitu menyadari suguhan yang ia terima pada pandangnya.

“J-Jun..”

“Halo, sayang.”

Sepasang tungkai jenjang milik Junhoe melangkah mantap mendekati gadis yang kini air mukanya berubah ketakutan. Oh, ya, perlu aku beri tahu bahwa bukan sekali atau dua kali kejadian semacam ini dialami oleh gadis itu dan pelakunya pun tidak lain dan tidak bukan adalah Junhoe. Ya, Cupid terlalu kejam padanya karena menancapkan panah cinta terlampau dalam hingga membuatnya seperti ini, meski ia bukanlah manusia fana lagi.

Terlebih dengan kekuatan serta kemampuannya kini, Junhoe bebas melakukan apa saja semaunya yang bersangkutan dengan kematian. Ia senang bukan main, membuat orang yang dekat dengan mantan gadisnya lenyap menjadi kepulan partikel-partikel yang berbaur dengan udara hampa.

“J-Junhoe, k-kau..”

“Iya, manis. Ini aku.”

Gadis tak berdaya itu menggeleng cepat sembari menutup telinga serta berteriak,”Tidak mungkin!”

Jari panjang nan dingin Junhoe mengelus pipi mulus gadis itu. Menggali memorinya tentang kehangatan yang selalu ia rasakan kala ia bersama gadis itu dulu. Ia tersenyum, tetapi bukan tersenyum yang manusiawi.

“Tahukah kau aku bertemu ajal setelah melihatmu berbuat kotor dengan lelaki brengsek? Semacam perlakuanmu barusan.”

Perlahan gadis itu mulai terisak sambil bergetar hebat.

“Hei, jangan menangis.”

Junhoe mengerahkan tenaganya agar si gadis bergerak sesuai kehendak pikirannya. Wajah gadis itu terangkat paksa lantaran Junhoe memerintah. Masih dengan kelopak mata yang tertutup rapat, sebulir cairan meretas dari mata indah gadis itu.

“Buka matamu.” Kata Junhoe

Perlahan kelopaknya beringsut naik dan pandang mereka saling bersirobok. Kendati Junhoe tahu kelakuannya ini salah, ia tidak peduli. Karena satu-satunya yang membuat ia bahagia adalah gadis ini. Bukan yang lain.

Tubuh gadis itu melemas serta keseimbangannya mulai berkurang sebab maniknya terbidik oleh iris abu-abu kelam milik Junhoe yang ada kekuatan magis di dalamnya.

BUKK

“Maafkan aku, sayang. Tak ada seorang pun boleh bersanding denganmu kecuali aku. Aku harus melakukan semua ini seumur hidupmu—“

Junhoe beranjak dari tempatnya memijak. Sayap pada Nikenya mulai melebar kemudaian membawa tubuhnya membumbung tinggi entah kemana.

“—karena kebahagiaanku berotasi padamu.”

 

-fin

 

Note :

1Dewa kematian dalam mitologi Yunani. Membawa kematian yang tenang dan damai.

2Saudara kembar Thanatos. Membawa kematian yang menyakitkan.

3Suatu tempat di dunia bawah dalam mitologi Yunani. Tempat bagi roh yang jumlah kebaikan dan kejahatan selama hidupnya hampir setara.

 

Rika/n HAIYYYAAHHH INI APAAAAA?!!!!

Ampun, sungguh ampuni aku 😥 terutama buat kak Aoko, maapkeun promptnya jadi absurd gini, yaowoh T.T

Duh, serius gatau lagi mesti gimana haha yang jelas, AKHIRNYA AKU DEBUT!

Review ditunggu 🙂

Rika ❤

Advertisements

11 thoughts on “[Ficlet] My Happiness

  1. kasih confetti dulu buat Rika @siskarikapra yg akhirnya bisa debut…. yeah!!! tebar confetti..

    ini sungguh diluar ekspektasi, karna kupikir kamu bakalan mengolah promptku dengan genre fluff atau romance, ternyata KEREN!!! Ku bangga sekali, Rika. ini benar2 surrealism yg kudambakan, kunantikan.. Ihik, kuterharu, *nangis bareng Junhoe.

    Dan..di awal2 kupikir s Junhoe itu kayak cast cowok d 49Days, ternyata eh ternyata shinigami yg otaknya sengklek ya.. dan, kamu tambahin bumbu2 mitologi Yunani semacam Thanatos dan padang Asphodel *seketika itu juga imajinasiku terbang ke Percy Jackson..semoga aku bukan Persephone ya… hahahaha…

    kalimat terakhirku berasa kece diucapkan oleh Junhoe di akhir cerita.. rada kepo ya tuh cewek udah dikasih nama belum? ntar ada yg ngaku2 lagi.. *lirik @acu2994 -_-

    Nah…reviewku cuman beberapa kata dan kalimat yg typo & lupa dispasi..diksinya beh..cetar membahana.

    Yaoloh, ini komen panjang banget ya?
    yasudah, Rika..ku mampir ke lapak lain dulu.

    see ya untuk kambeknya.
    😉

    Liked by 1 person

    1. Kak Aoko~~ /ngumpet dulu/si empunya prompt dateng/ngintip/keluar lagi

      duuh makasih tebaran confettinya ngkkk
      Nha kan. kujuga mikir kakak akan berspekulasi prompt yg kakak berikan akan kukemas dengan hal hal ngefluff binti romens. tetapi kumau mencoba yg lebih eksktrem, sesekali keluar dari dunia roman picisan 😀 eh ternyata kepedean, hasilnya malah begini maapkeun aku kak kumohon XD

      yha, si juned mah kecakepan dibandingin sama jung ilwoo di 49days, lha dia mah kan seperti yg kakak katakan, shinigami gesrek atuh kalo juned mah XD

      ceweknya? ah ceweknya cuma sekelebatan duang kok, jadi gaperlu dikasih nama hihik

      aduh aku malah seneng sama yg panjang2 kak!/komennya maksudnya ya yaowoh/ gapapa kok kusuka baca komen meski keak maratonan, totally make my day ❤

      makasih kakaknya udh nyempetin mampir, makasih juga promptnya yg luar binasah ❤

      Liked by 1 person

  2. Omo omo aku baru baca ini/miyane/dan ini apa debaque bangettttttttt~~~~~~~~~~
    Selamat debut dengan fic yang kece ah kutaulah kalau rika itu senphay sekali.

    Mas junet emang paantes banget kalo dapet peran kejam2 gitu yha rik. Pas banget mukanya kalo lagi ngeluarin smirk2 gitu.

    Deskripnyanya kece! Aku baca sambil berimajinasi dan itu dapet banget! Hubungan sama promptnya juga….ah…aku suka banget sama kata2 kak aoko itu dan ada story lainnya yang bikin makin cinta.

    Selamat debut Rikaaaa~ Sarangeyoooo 🙆

    Liked by 1 person

    1. Kak Astiiii!!!
      miyane myane hajimaa~ XD ampun apanya yang debaque ini ndak jelaseu tauque~~T.T
      Makasih selametnya aduh aku mah bukan shenphay res2 an kue onde doang:’)

      iya, kak. si Juned memang udah bawaan lahir kali dari sananya cocok sama yg berbau kekerasan. Hatiku aja luntur karena kerasnya cinta yg ia berkan padakuw/lha kok/jadi gombal/digampar

      tbh kumerasa bersalah syekali promptnya kak akoko yg badhay itu jadi absurd begini, huhuT.T

      but tengkyu for read and review anw! ❤

      Like

    1. Kak Achuuuu~~
      Kkk aku ngekek tulung duh syedih ngedh ya jaringan error komen udah setara ficlet malah ga masuk, turut berduka:””

      Makasih kakaknya udah nyempetin baca plus komen meski jaringannya error ngihik sarangeeee ❤

      Like

  3. Hi, Rika! Selamat sudah debut X)

    Ini bagus kok, aku suka sama temanya greek myth gitu, terus deskripsi tentang Junhoe di awal udah jelas 👍 tapi mungkin endingnya, dari part yang cowoknya mati itu alurnya agak kecepetan, lainnya udah kece sih.

    Nice fic and keep writing 👍💝 sekali lagi happy debut Rika!!!

    Liked by 1 person

    1. Heyya Sher! duh ini apanya yg bagus aku aja males bgt review lagi saking absurdnya:’)
      Nah, kan. kukira aku sendiri yg ngerasa kalo emang alurnya rada berantakan pas si juned udah nemuin ceweknya, wkwk sudah kukatakan ini ndak jelas Sher XD
      but, tengkyu komen+selametnya anw, ❤

      Like

      1. Maafkan aku kak Rik baru baca fanfic nya, habisnya jadwal di sekolah padat sekali /curhat/

        Tuh kan… udah aku duga. Kak Rika mah kalau bikin ff kece sekali T.T

        Aku gak tau kenapa, tapi aku seneng kalau june dapet peran yang kejam, habis mukanya dia mendukung (?)

        Pokoknya selamat debut dan ditunggu comebacknya kak 😀 ❤

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s