[Vignette] BATTLE CRY

Battle Cry (fix version)

SLIPSTREAM SAGA#2

Scriptwriter : Aoko Cantabile [ @watashiwaisti ]

Main Cast : Jung Chanwoo (Chanwoo iKON), Shin Haljung (OC)

Slight Cast : Kim Hanbin & Kim Jiwon (B.I & Bobby iKON),

Jung Chanhee (OC) <just mention her name>

Genre : Fantasy, AU, Crossover, Action, Tragedy, Angst,  OOC, Songfic

Duration : Vignette (± 2049 words)

Rating: PG-12 (for some harsh words)

Disclaimer :

I just own my storyline.

The casts belong to GOD, YG Entertainment and themselves.

Shin Haljung belongs to Vris & Jung Chanhee belongs to Asti

Don’t judge story by title & poster!!

Let’s Read & Review !!!

**********

_Nobody can save you now. It’s do or die!

[Imagine Dragons ; Battle Cry]

**********

Gemuruh langit terdengar lantang, bernafaskan amukan kilat serta deru pesawat yang memenuhi horizon kota. Seorang pemuda dengan tubuh tegapnya menatap angkasa tanpa kedip, berkali-kali menghela nafas -mengatur detak jantung yang berdenyut lebih cepat dari biasanya. Kembali terbayang di memorinya, dia telah diinstruksikan untuk menghancurkan Abyss -sebuah planet yang letaknya bermilyar-milyar cahaya dari posisinya sekarang, yang konon katanya adalah sebuah planet yang tak terikat dimensi ruang dan waktu serta dijaga oleh seorang penyihir yang kekal abadi. Dan beruntunglah dia, Jung Chanwoo terpilih sebagai salah satu dari kesepuluh pilot sekaligus pasukan elit terbaik yang dimiliki oleh tanah airnya itu.

Kedua manik Chanwoo berkedut, lelah menyangsikan cakrawala tak terbatas. Dia telah meminta restu pada satu-satunya keluarga yang ia miliki, kakak perempuannya–Jung Chanhee dan meminta keikhlasannya untuk melepas kepergian Chanwoo yang niscaya tak akan pernah kembali. Ya, siapapun penduduk di negara itu pastinya mengetahui bahwa misi menghancurkan Abyss adalah sebuah kesia-siaan. Berpuluh kali misi dititahkan oleh sang pemimpin diktator namun hasilnya tetap saja gagal total. Bahkan menjejakan kaki di Abyss pun tak pernah ada yang bisa. Abyss bagai tak terjamah, penuh jebakan dan akan selalu lestari dalam perlindungan.

Kini, tungkai Chanwoo bergerak menuju hanggar, berniat untuk mengakrabkan diri dengan pesawat yang akan menemaninya menuju pertempuran tak terbatas. Sebuah pesawat tempur jet bermesin tercanggih yang pernah dimiliki negara. Besok, adalah hari paling bersejarah dalam kehidupan Chanwoo. Ia telah menyerahkan sepenuhnya takdir yang ia miliki pada burung besi tersebut. Jika…jika saja ada keajaiban..-dan Chanwoo percaya dengan keajaiban-, dia tidak akan mati semudah itu tanpa mengetahui alasan kenapa dia harus menghancurkan Abyss. Chanwoo tak ingin mati konyol sebelum menemukan jawaban. Dia telah puas bertanya pada mentor, senior hingga komandan tertinggi angkatan dirgantara negaranya, dan Chanwoo selalu saja diminta bungkam dan melupakan pertanyaan itu. Chanwoo sendiri sudah terlalu capek hidup tanpa kebebasan di negara tirani.

Secara hati-hati, kedua kaki super jenjang milik Chanwoo meniti pax step[1]. Dia ingin menuntaskan tidur terakhirnya di ruang kokpit[2]. Sayup-sayup, kedua netra Chanwoo memejam, dan Chanwoo telah berlayar ke pulau kapuk.

^^

Seberkas cahaya tersirat menghalangi kornea milik Chanwoo. Aroma kembang lavender menguar, membaui penciuman Chanwoo, membuatnya sempat terbuai sesaat. Ketika cerebrum[3]nya kembali berfungsi, Chanwoo lantas menajamkan penglihatan dan menangkap siluet ramping dengan rambut panjang sepinggang berwarna hitam arang terurai begitu saja. Angin memainkan anak-anak rambutnya dan menyeruak tabir wajah seorang gadis rupawan, yang tak pernah Chanwoo lihat sepanjang hidupnya. Walau selama ini Chanwoo telah jatuh cinta berkali-kali, tetap saja kecantikan gadis di hadapannya itu tak dapat mengalahkan pesona perempuan yang selalu bersama Chanwoo selama ini –termasuk ibu dan kakaknya.

Berulang kali Chanwoo mengerjapkan mata, memastikan bahwa itu bukanlah sebuah fatamorgana. Dan, lesir angin meniupkan suara halus si gadis yang menelusup ke dalam rungu Chanwoo, membisikan godaan agar dia tak perlu menghancurkan Abyss. Detik itu juga, batin Chanwoo menuranikan bahwa gadis di depannya itu adalah sang penyihir Abyss. Takut-takut, Chanwoo membuka mulut, bersiap menanyakan segelombang pertanyaan yang selama ini bermukim di dalam otaknya.

“Kau sang penyihir Abyss kah? Mengapa kau menampakkan rupamu di ambang wajahku? Tak tahu kah engkau bahwa aku kesini untuk membumihanguskan kediamanmu?”

“Shin Haljung atau Haljung. Kau bisa memanggilku seperti itu. Aku ingin menampakkan pencitraanku padamu karena ku menyadari bahwa kau bukanlah pengikut setia Caesar[4] dan aku menawarkan solusi perdamaian padamu. Kau tak perlu bergerak menuju Abyss dan abaikan saja perintah tak masuk akal dari pimpinanmu.” Jawaban sang penyihir terpatri dalam benak Chanwoo. Kedua manik mereka saling beradu pandang dan desau angin menjadi saksi bahwa kedua makhluk berbeda eksistensi telah berinteraksi.

“Aku memerlukan sebuah argumen logis untuk bisa menentang mandat Caesar. Anggaplah saja nanti aku akan menerima tawaranmu itu, apa kau bisa menjanjikan padaku, sebuah balasan yang jauh lebih baik dari sekedar penghargaan dari Caesar?”

“Kau ternyata adalah seorang manusia yang realis. Aku akan menjamin keselamatanmu apabila aku akan menyerang negaramu itu. Abyss sudah terlampau lama mendiamkan tindakan tak beradab rekan-rekanmu itu. Sudah saatnya, aku memberikan pelajaran pada Caesar untuk tidak menganggu kestabilan Abyss lagi.”

“Itu tidaklah cukup wahai Sang Penyihir Abyss. Aku ini adalah seorang prajurit dan pantang bagi prajurit untuk bertekuk lutut demi menyelamatkan nyawanya sedangkan ribuan nasib penduduk negaraku masih belum jelas kepastiannya. Aku bersiap mati demi menuntaskan misi. Aku takkan menerima solusi perdamaian darimu.”

Iris mata milik Penyihir Abyss lalu berganti warna menjadi kelabu. Aura agung yang terpancar dari wajahnya memberikan tekanan dan dorongan pada raga Chanwoo sehingga Chanwoo terbangun dari tidur lelapnya.

Sebuah mimpi yang aneh. Bunga tidur yang menyebabkan mental Chanwoo sedikit goyah. Bagaimana jika mimpi tadi adalah sebuah pesan dan Sang Penyihir Abyss akan menyerang negaranya?

^^

Sepuluh pesawat ulang alik membentuk formasi finger-four –sebuah formasi empat pesawat tempur yang membentuk selayaknya empat jari tangan kanan manusia, tanpa jempol- yang dikomandoi oleh dua bersaudara Kim, Kim Hanbin dan Kim Jiwon. Kesemua pesawat tempur tersebut telah menjajal perjalanan menuju Abyss selama tujuh hari, enam malam tanpa beristirahat.

Perjalanan mengarungi ruang hampa udara -tanpa gaya gravitasi- itu mencapai batas saat beberapa anggota didera kelelahan akut. Kim Hanbin selaku pimpinan utama skuadron terpaksa meminta perubahan formasi, mengingat tujuan menuju Abyss semakin dekat. Melalui walkie-talkie, Kim Hanbin memerintahkan beberapa anggotanya untuk mengganti daya pesawat mereka menjadi mode otomatis dan beristirahat bergiliran untuk beberapa jam.

Sekonyong-konyongnya, dua pesawat tempur dari tim Kim Jiwon diserang. Seketika itu juga keadaan panik melanda, formasi berubah acak kadut. Chanwoo sebagai anggota termuda dan juga ditempatkan di posisi terakhir formasi kemudian terpisah dari rombongan. Hubungan komunikasinya bersama Kim Hanbin maupun Kim Jiwon juga terputus sedangkan tembakan beruntun dari arah yang tak dapat diperkirakan berkali-kali menembak badan pesawatnya. Dengan sedikit keahlian yang dimiliki pemuda itu, dia dapat mengelak dari tembakan-tembakan tersebut.

Chanwoo lalu mengamati radar display, sistem GPS menunjukan letak Abyss tinggal beberapa kilometer lagi. Chanwoo bersorak kecil di hati. Jika ia bisa mendarat di Abyss tanpa diketahui, dia dapat meluncurkan torpedo berdaya ledak nuklir di core planet Abyss. Sayangnya, Chanwoo lengah. Dia tak melihat system information display telah menunjukkan sinyal bahwa tangki bahan bakar pesawatnya bocor –akibat salah satu serangan sebelumnya. Tanpa aba aba lagi, pesawat miliknya melakukan pendaratan darurat ke daratan terdekat –yang tanpa Chanwoo ketahui adalah bagian dari wilayah Abyss.

^^

Cermin danau milik Shin Haljung berguncang. Haljung yang tengah bermeditasi kemudian membuka matanya perlahan, berniat untuk melihat pertanda yang dikirimkan oleh si cermin.

Kedua netranya membelalak saat mengetahui pasukan Caesar telah memasuki kawasan terluar dari planet miliknya. Sang penyihir kemudian murka, ia berjalan meninggalkan singgasananya, bergerak keluar menuju altar pengawasan dan mengamati semuanya melalui kaca-kaca -pantulan sinar surya.

Kalbunya lalu terhubung pada semua makhluk yang mendiami Abyss. Mereka harus waspada atas pergerakan –sekecil apapun dan melakukan pertahanan diri apabila dirasa ancaman mendekati mereka.

Namun, takdir berkata lain. Sang Penyihir sendiri terkecoh dan tak menyangka moncong senapan laras pendek-terakul telah disasarkan ke pelipisnya. Ketika dia menoleh ke arah pelaku, bibir tipisnya bergaris asimetris, tersenyum picik melihat Chanwoo berdiri kokoh di hadapannya.

Long time no see, Jung Chanwoo.” sahut lirih Penyihir Haljung.

“Kau mengenalku? Bagaimana mungkin??” tanya Chanwoo terbata-bata. Sungguh ini adalah hari teraneh yang pernah dilewati Chanwoo! Dia tak menyangka kendaraan tempurnya mendarat di kawasan hutan lindung, berjarak beberapa meter dari tempat persembunyian Sang Penyihir. Dan lagi-lagi, Chanwoo harus merutuk, mengakui kecantikan gadis di depannya.

Dengan tenang, Sang Penyihir menggeser moncong senjata yang digenggam erat oleh Chanwoo, menyasar dua maniknya, “Kau mengabaikan pesanku dan meragukan kemampuanku. Kuakui kenekatanmu yang ingin meledakan otakku. Sayangnya, sumber kekuatanku ada pada bola mataku ini. Jika ingin menghabisiku, tembaklah secara pelan kesini…..” Chanwoo menegak salivanya susah payah. Situasi tersulit yang tak dapat Chanwoo putuskan sesingkat mungkin. Pengalaman tempur bertahun-tahunnya tak membantu Chanwoo sama sekali untuk menemukan solusi. Chanwoo tak akan menembak seseorang –apalagi seorang wanita tanpa perlawanan- semudah itu.

 ……dan, kuyakin kau pastinya ingin mendengarkan alasan mengapa Caesar bernafsu sekali untuk melenyapkan Abyss beserta keberadaanku ini kan?” lanjut Penyihir Haljung. Ia semakin sumringah melihat kebingungan Chanwoo. Sedikit demi sedikit, tungkai gadis itu merajut ke arah Chanwoo sehingga jarak keduanya hanya terpisah beberapa senti.

“Apakah kau jatuh cinta padaku, Jung Chanwoo?” desah Penyihir Haljung. Terakul andalan Chanwoo bergetar hebat, menimbulkan sebuah resonan statis.

“Kenapa kau diam, Jung Chanwoo? Kurasa aku juga tertarik padamu…”

“DIAM!!! DIAM PENYIHIR BEDEBAH! Aku takkan segan-segan menekan pelatuk ini jika kau masih mencoba merayuku. Cepat katakan padaku, apa kalimat terakhir yang ingin kau sampaikan!” teriak Chanwoo yang malah mengejutkan Haljung. Haljung tak menyangka bahwa Chanwoo akan mendesaknya seperti itu. Ia lalu terduduk lemas dan memandang Chanwoo sendu.

“Sudahlah Jung Chanwoo! Tembaklah saja kedua bola mataku!! Aku bahkan tak memiliki siapapun di jagad raya ini. Aku dibuang, diusir dari tanah kelahiranku demi melegalkan kekuasaan Caesar atau yang biasa aku sebut sebagai pengkhianat. Asal kau tahu, aku adalah keturunan penguasa negara kalian sebenarnya! Pengkhianat itu adalah panglima kepercayaan ayahku dan malah mengkudeta tahta Rajanya. Dia sungguh tak bermoral, membunuh semua keluarga Kerajaan yang tersisa. Dan aku diungsikan oleh beberapa pengikut ayah yang setia ke Abyss ini. Malangnya, rakyat-rakyatku tak lagi mengenal sejarahnya karena telah dicuci otak dan didoktrin oleh Caesar. Apa yang harus kulakukan Jung Chanwoo? Tak bisakah aku menikmati sisa hidupku dengan tenang disini tanpa harus terganggu? Tolong jawab aku!!!” pekik balik Haljung. Kedua manik birunya basah oleh likuid bening yang mengalir dari pelupuknya. Dia histeris, menjerit selantang-lantangnya, mencoba menenangkan jiwanya yang tersakiti.

Sedangkan Chanwoo diam membeku, tak berkutik melihat polah yang tak bisa ia terka. Benarkah apa yang dikatakan gadis di depannya? Jadi dia dan semua penduduk di negara itu adalah manusia hasil manipulasi orang yang mereka junjung selama ini?

“Kau…Jika kau merasa berhak atas kedudukan di negara kami…Kenapa kau tak menghadapi Caesar dan menantangnya secara langsung? Kekuatanmu itu sangatlah luar biasa dan kuyakin kau bisa mengalahkannyya.” Chanwoo akhirnya berucap.

Haljung menatap Chanwoo kembali, “Aku tak seperti yang kau kira, Jung Chanwoo. Aku tak sehebat itu! Kemampuanku hanyalah menyembuhkan bukan membunuh. Aku dipercaya oleh leluhur sebagai Pelindung bukan Perusak. Maka dari itu, aku tak dapat melakukan serangan balik pada Caesar karena keterbatasan kemampuanku ini.” Haljung yang lebih tenang, kemudian mengusap air mata yang tersisa. Setidaknya, dia telah menyampaikan kenyataan pahit yang menimpa dirinya dan keluarganya pada Jung Chanwoo, -lelaki yang semula musuh menjadi seseorang yang Haljung percayai sepenuhnya. Entahlah apa yang ada di pikiran Haljung sehingga ia dapat membeberkan masa lalu kelamnya pada manusia yang tak ia kenal sama sekali.

“Aku bisa membantumu, Shin Haljung. Akan kubawa kau kembali ke negaraku dan kita akan menyusun rencana demi melengserkan kekuasaan Caesar.” ujar Chanwoo optimis.

“Tidak semudah itu, Jung Chanwoo. Dasar bandit kecil! Kau berniat untuk melawan Kepala Negaramu sendiri. Takkan kubiarkan itu terjadi.” Suara lain ikut menyambangi percakapan Chanwoo-Haljung. Sesaat Chanwoo menoleh ke arah sumber suara, Kim Hanbin dan Kim Jiwon telah berdiri di samping kirinya dengan menopang dua combat shotgun di masing-masing pundaknya dan mengarahkannya pada Chanwoo serta Haljung.

“Pantas saja, Caesar menyuruh kita untuk mengawasi segala aktivitas Jung Chanwoo. Ternyata dia memang berpotensi menjadi pembelot ya… Ckckckck…. Kau dijanjikan apa sih oleh wanita busuk ini hah? “ tanya Kim Jiwon melengking.

“Apa kalian tidak mendengar penuturannya tadi? Caesar telah memutarbalikan fakta dengan menyatakan bahwa dia adalah orang yang seharusnya dimusnahkan karena diduga akan mengancam kedaulatan negara kita. Tapi faktanya, dia sengaja disingkirkan dan malah ingin dibunuh agar tak ada lagi yang akan mengganggu kekuasaan Caesar. Seharusnya kita membantu dia untuk kembali ke tempat seharusnya.” Chanwoo berkoar-koar dengan gagah, menyampaikan pemikirannya pada dua seniornya itu.

“Hah! Aku tak perlu kebenaran, Jung Chanwoo!! Aku hanya membutuhkan pengakuan Caesar agar aku bersama Jiwon dapat menduduki posisi penting di pemerintahan. Aku telah lama mengetahui sejarah mengenai Kerajaan yang digulingkan agar Caesar dapat berkuasa. Orang-orang seperti kalian memang seharusnya hilang dari permukaan karena sangat meresahkan kehidupan kami. Selamat tinggal Jung Chanwoo! Terima kasih atas dedikasimu terhadap Angkatan Bersenjata selama ini!!” Kim Hanbin lantas menarik pelatuk bersamaan dengan Kim Jiwon. Sepersekon kemudian, proyektil berupa buliran timah panas melesat keluar dari moncong senapan dan membidik jantung Chanwoo sekaligus manik kanan Haljung.

Nobody can save you now. It’s do or die!!”

Sebelum peluru tersebut merenggut nyawanya, Haljung telah mengeluarkan semua kekuatan yang ia miliki untuk menenggelamkan Abyss beserta semua penghuninya ke dalam pusaran dimensi waktu dengan harapan dapat menjaga keberadaan Abyss.

Abyss tinggalah kenangan. Dan tersimpan dalam memori kita semua…

Fin.

[1] Tangga pesawat

[2] Ruangan tempat pilot mengendalikan dan mengontrol pesawat

[3] Bagian otak besar yang membuat manusia memiliki kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual.

[4] Yang berarti Kaisar. Dan Caesar yang dimaksud disini adalah pimpinan tertinggi negara tersebut.

 

* Aoko‘s Note :

Hellas, everybody. Aoko kembali lagi disini, dengan seri slipstream kedua ‘Battle Cry’. Sedikit berbeda ending dengan slipstream#1  ; maafkan kakak, Vris. endingnya nggak bahagia kayak kisah2 fluff romance-mu. Hiks! Moga2 kakak di waktu mendatang ada ide & kesempatan untuk bikin kisah fluff HalChan..

gimana tebakan clue-nya? pada tepat kah? [secara clue-nya mencolok gitu…]

sedikit cerita mengenai penulisan di awal, sudah tergambar memang aku pengen s Boo Couple yg jadi cast utamanya. mengingat s Vris itu pernah proyek action bersama Asti yg belum kunjung dilanjutkan dan dia juga penggemar fantasi (koreksi kalo salah!).

Trus alur cerita yang sedikit rumit ini terinspirasi dari banyak hal (bacaan buku, film-film yg pernah ditonton dan materi kuliah) *bhaak… jadi gabungan dari beberapa hal absurd itu menjadi fiksi yang campur aduk kayak es cendol.

sekali lagi maaf atas poster yg merusak mata & cerita yg sulit dicerna mungkin.

maklumin lah saya cuma serbuk marimas yang diteguk tandas oleh Jae Day6 *plakkk…

Saya akhiri terlebih dahulu celoteh tak bermutu ini. As usual, kritik & saran sangat dinantikan olehku!! 😉

Nantikan slipstream#3 di waktu lain!

#clue of next stories : penyanyi yg akan debut di US dalam waktu yg dekat & leader dari sebuah grup yg bakalan comeback di bulan November, songfic. 

Warm Regard,

Aoko Cantabile

Advertisements

23 thoughts on “[Vignette] BATTLE CRY

  1. LAH KAK LAH KAK. Aku telat sekali sampai ke sini LOL.

    Badai banget deh kak pokoknya 👍👍 bisa bikin fantasi ampe beres, dengan cerita yang cukup bikin penasaran. Speechless sama ceritanya :” aku mah hanya remahan kue kalo cerita fantasi.

    Review dikit aja kak, IMO ada paragraf yang nama castnya diulang-ulang, padahal mungkin bisa diapus atau diganti: ia, gadis dengan surai coklatnya, lelaki itu, dll. Tapi sisanya udah badai kok 👍👍

    Keep writing kak! Ditunggu surrealnya juga xD

    Liked by 1 person

    1. Demi apa Sher nungguin surreal kakak? Kakak jadi nyesel ngomong pengen surreal di grup chat. wkwkwkwk…

      Thankseu Sher telah mampir.
      Ini juga adalah sebuah keajaiban! Kakak aja takjub kenapa kakak bisa nyelesain nih fic! Biasanya imajinasi kakak seperti apa, tapi yang ditulis malah beda dan nggak sesuai yg dibayangkan *sulitnya nulis fantasi!

      Yeah, @scailissher!! Makasih atas reviewnya!! Akan kakak perbaiki di fic-fic selanjutnya. 🙂

      Kakak tunggu kambek Sher dengan bizzare-nya ya!! mungkin bisa pake cast Aoko-Seungri 😛

      See U soon, Sher!
      ❤ U!

      Like

      1. Hahaha, aku mah menunggu apapun yang bisa ditunggu (?) tapi terserah kakak mau buat apa enggak.

        Tulisan kakak emang kayaknya nyaman di crime atau fantasy. Sama-sama kak 🙂 Dan jangan menungguku LOL.

        Liked by 1 person

  2. as always, fiksi kak Aoko selalu bikin geleng-geleng kepala. KEREN-DAEBAK-BINGGO.
    ku pengen berguru /emot mata kucing/

    dah ah,,
    ku tak bisa meriew atau berkata apa2 lagi. ini Daebak..Daebak..Daebak..

    bye

    ppyong~

    Liked by 1 person

        1. makasih Acu atas pujiannya. syukurlah imajinasi yg kakak maksud tersampaikan… hahahahaha…

          oh iya, s Hanbin jadi cast antagonis disini bareng Mbob, maaf y Seomin @acu2994.. maklumlah s Seomin sih pengaruhin Hanbin..

          [kabur secepatnya…]

          Like

  3. WAAAHHHH INI WARBYASAAHHH KAK AOKO ASTI SAMPE CENGO MASA BACANYA. FANTASY BANGET TRUS PAS PERTAMA2 DENGER SONKLOTNYA KENAPA HORROR WKWK TAPI KERASA BANGET KALO LAGI DI LUWAR ANGKASA IHHHH DAEBAK SEKALI..

    JUNG CANUUUU KESAYANGANNYA CANI SINI PELUK DULU HIKS MAEN PERGI2 DARAI RUMAH BIKIN BAPER SEKETIKA TAU GA KAK WAKTU AWAL2 TAPI GAPAPALAH KUTETAP SAYANG BOO COUPLE WKS @aiveurislin

    CERITANYA KEREN. BAHASANYA KEREN DIKSINYA APALAGI. ASTI SAMPE GA BISA BERENTI BACANYA SAKING PENASARAN SAMA NASIB ADEKU HUHU..TAK ADA REVIEW KAK. KEREN BANGET POKOKNYA!

    KUTUNGGU CERITA COMING SOONNYA KAK. MBAK CL KAH?
    MAAP KAPSLOCK JEBOL KAK POKOKNYA KUSARANGE KAK AOKO BHAAAAYYYY~ ❤

    Liked by 1 person

    1. duh ada Bu Dir…jarang2 Bu Dir mampir nih… (disambut pake karpet merah & taburan confetti), makasih telah mampir @astiasti94.

      hahahahaha..tulisan kakak biassa saja, Asti.
      aku mah cuman remahan biskuit malkist abon yg digigit sama Bang Riri.
      Dan, backsong itu memang jadi inspirasi awal untuk bikin fic ini.. pas kan? hihihi…

      hayo, CL bukan ya? ditunggu ya di tanggal yg tepat..
      😀
      Sarangee too Asti ❤

      Like

      1. KEREN AH APALAH KAK AOKO KALO REREMAHAN BISKUIT TRUS ASTI INI APAAA??? CUMA BELEKNYA DAVID NAIF YANG DIUSAP LANGSUNG ILANG/masih tetep ga santai/

        Maapin y kak kujarang mampir hihi ini mumpung kuliahnya libur jadi kublogwalking lagiii mueheheh
        Kutunggu fic unnie swag ya kak….mau dipair sama siapa kyaaaaa

        Liked by 1 person

  4. KAK AOKO, INI GIMANA KOK JADINYA HALJUNG JADINYA NGILANG BARENG JUNG CHANU DAN HANBOB. WAKAKAK~~ ALHAMDULILLAH GA CUMA DAPET SATU~~ HALJUNG BEJO(?) DAPET TIGA SEKALIGUS 😛 /DIGOROK HAYI & REN/ XD

    Ih, Kak Aoko~~ makasih banget sama HalChan’s story-nya yaa… Ini keren banget sumpah. Hehehe, Vris ga pernah nyangka kalo kakak mau bikin fantasy pake cast HalChan 😀 Vris suka fantasy kok. Walaupun lebih condong ke action + sci-fi sih (tapi ini juga nyerempet sci-fi ‘kan?) maapin juga project-nya ga ada kabar. Soalnya Vris bener-bener ga ada waktu dan stuck banget. Jadi malah bingung sendiri xD nanti deh, Insha Allah dilanjut 🙂

    Dan juga, makin kesini, tulisan Kakak makin Vris suka 😉 Review-nya cuman ada kata-kata asing yang lupa di italic aja sih. Selebihnya amazing deh 😀 😀 🙂

    Hehe~~ maap komenan Vris heboh. Yang terakhir, Vris mau minta izin nge-reblog. Boleh ‘kan kak?? 😉

    Thanks a lot for coming with HalChan >o<
    Much Love
    Vris ❤

    Liked by 1 person

    1. Hai Vris sayang…makasih telah memenuhi undangan (?) kakak & me-review tulisan kakak yg ternyata beberapa belum kakak italic, hihihi…

      so lucky you are, menghilang bareng Chanu & HanBob!! [baru ngeh lho, kakak! 😀 ]
      iyap, slipstream disini memang cenderung ke sci-fic, karena sliptream sendiri berarti crossover yg menggabungkan fiksi dengan genre science fiction, fantasy & literary fiction. #nyontek wikipedia.

      silahkan direblog…
      love U too, Haljung-ah..

      Like

  5. Anyeong kak Aoko :3
    Kak Aoko…. Firsie ga tau harus berkata-kata seperti apa… saking bagunya karya Kak Aoko yang satu ini :”3. Kata-katanya sangat wah sekali Kak Aoko… hm… kayaknya Firsie harus berguru sama Kak Aoko soal ini/? wkwkwk

    btw soal clue ff berikutnya… CL sama siapa? Firsie ga tau masa:”

    With Luv, For Luv,

    Azzurachan a.k.a Firsie

    Liked by 1 person

  6. DAEBAK URI CINGU AOKO-chan !!!!

    berasa nonton animasi gundam gtu masaan… hiks
    ceritanya ngalir dengan beberapa istilah keren yang bersangkutan, belom lagi diksi yang cetar… ampuuuunnn dijeeeee… cuma bisa ber-waw ria ajaaaa….
    ini serius aoko.. ga cuma gombalin kamu doang lho yaaaa….
    sarange jung chanu (salah)

    sarangeee aokoooooooo ❤ ❤

    Like

    1. makasih Diah sayang telah mampir disini.. pujianmu terlalu berlebihan @diiahuii92 dear, tulisan kamu & author yg lain jauh lebih bagus dari aku.
      hihihi…
      iya ya? aku baru ngeh lho kalo mirip kisah d Gundam, [padahal suka ama Gundam].

      sarange too Diah.. ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s