[Ficlet] The Ring

The Ring

The Ring

LatifahNL999 || Cast : Mino of Winner – Shim Yilin (OC) || Romance – Hurt/Comfort – Engage life || PG15 || Ficlet

.

.

I just own the plot. Mino’s belong to God, His Parent and Agency.

Shim Yilin just belong to @ezraelisabetvip . Special dedicated for her ♥

.

.

“Cincin ini sudah berada di jari orang yg tepat. Sangat terlihat cantik, bukan?”

.

.

*** The Ring ***

Gedung apartemen milik Yilin  sudah cukup gelap. Tak banyak lampu menyala. Hanya beberapa lampu redup di setiap koridor. Yilin berjalan cepat menaiki tangga hingga mencapai lantai apartemennya. Musim dingin membuat Yilin semakin merapatkan mantelnya. Ia berjalan sampai sosok itu membuatnya tercekat.

 

Yilin berjalan mendekat untuk melihat sosok itu lebih jelas. Seketika matanya terbelalak ketika melihat Mino meringkuk di sana, di depan pintu apartemennya. Wajahnya penuh luka, bajunya kotor dan sebagian kecil terpercik cairan merah kental. Tubuhnya membungkuk dengan lemah, seakan tak kuat mengangkat bahu dengan tegak.

Yilin buru-buru berlari menghampiri Mino. Belum sampai berada di di dekatnya. “Mino!” serunya membuat Mino mengangkat wajahnya perlahan.

 

Terlihat pelipis matanya lebam, pipinya tergores, dan cairan merah kental mengalir di sudut bibirnya.

 

Hya! Kau kenapa?” tanya Yilin langsung.

Mino tidak menjawab. Ia bergerak pelan mendekati Yilin.

Napas Yilin nyaris terhenti saat Mino menyandarkan dagu di bahunya. Napas Mino yang hangat merambat di tubuh Yilin.

“Aku baik-baik saja,” katanya yang lebih terdengar seperti bisikan serak.

Yilin berusaha menarik tubuhnya, namun tangan Mino masih gesit, ia segera menarik tubuh mungil Yilin kembali. Dengan lembut ia melingkarkan kedua lengan kekarnya ke tubuh gadis itu, memeluknya dengan erat.

Yilin diam sejenak, membiarkan tubuhnya beristirahat sejenak di pelukannya. Sesaat kemudian, Yilin merasakan otot tegang Mino mulai mengendur dan segera menarik lepas tubuh gadis itu. Ia berusaha untuk tersenyum.

Au!” serunya kesakitan .

“Katakan padaku siapa yang melakukan ini padamu?”

Mino tidak menjawab. Ia mengeluarkan  sebuah cincin berlian yang pernah dimintainya dua minggu yang lalu dari saku jaketnya. Lalu, ia meraih tangan mungil Yilin. “Maukah kau menikah denganku?” tanpa menunggu jawaban dari Yilin, ia langsung menautkan cincin itu ke jari manis Yilin. Ia tersenyum getir. “Cincin ini sudah berada di jari orang yg tepat. Sangat terlihat cantik, bukan?.”

“Mino, inikan sangat mahal…”

Mino menunduk menghindari tatapan Yilin saat ini. “Maafkan aku, Yilin…”

“Kau…” ia ragu sejenaknya. “…tidak merampok, ‘kan?”

Mino semakin menunduk, dan sangat terlihat jelas jika Mino mengiyakan apa yang dipertanyakan Yilin.

Gadis itu terdiam. Ia membekap mulutnya, berusaha menghilangkan bayangan buruk. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Kau gila, Mino!” serunya pelan dan bergetar. Ia menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.

Tiba-tiba setetes demi setetes air mata sudah membasahi pipi Yilin. Dengan sentakan cepat ia menyeka air matanya dan menahan isak tangisnya yang mulai terdengar.

“Maafkan aku yang sudah mengecewakanmu, Yilin. Semua kulakukan hanya untuk membahagiakanmu. Aku tahu caraku salah.

Air mata mulai mengalir deras di pipi Yilin. Ia hampir memejamkan matanya, tak sanggup untuk mendengar kata-kata Mino lagi. Semua kesalahannya, bukan salah Mino. Semua tidak akan seperti ini jika ia tidak memaksa Mino untuk segera menikahinya.

Yilin menangis sejadi-jadinya. Ia tidak tahu harus bahagia atau sedih. Karena kedua perasaan itu menggelut di hatinya. Dia bahagia jika Mino mengabulkan keinginannya. Tapi, dia juga sedih, karena demi kebahagiaannya, Mino harus melakukan hal bodoh yang harus mencelakainya. Dan demi semua itu, ia rela mencuri cincin berlian yang ditaksir oleh Yilin.

Tubuh Yilin kaku, tak tahu harus melakukan apa. Dadanya terasa begitu sesak.

Mino mengusap pipi Yilin yang kebanjiran air mata. Ia langsung memeluk tubuh gadis itu yang masih bergetar hebat sambil berkata. “Gwaenchana! Semua akan baik-baik saja.”

Isakan Yilin semakin terdengar jelas oleh Mino. Tidak ada rasa sesal yg ia rasakan lagi, ia merasa lega karena sudah melamar gadis pujaan hatinya.

Pabo!” ucap Yilin lemah dalam isakan tangisnya.

~End~

 

DRAMA IN HERE!!!!!!

Allowha eperibadeeehhhh,, wkwkwk…

Eli, Miaaaannnn…

Ini aku buatnya ngebut banget, aku gak mampu membuat marriage life, ech tapi, auk ach, aku gak tahu ini genre-nya apa.. Hahaha yang aku tahu, ah itulah…

Semoga suka ya, maaf kalo acara lamarannya harus berderai airmata. Wkwkwkwk,

Apalagi ya??? Uhm, sekian aja deh, XD

Mino datuk maringgi

 

Bhay…

 

Review juseyooooo 💕

 

💕 ㅅ ㅏ ㄹ ㅏ ㅇ ㅎ ㅐ ㅛ 💕

 

♥ A C U

 

M U A C H 💋

 

Advertisements

9 thoughts on “[Ficlet] The Ring

    1. Hahahahahaaaa, iya kak…
      ini ada untungnya buat aku yang menyerah berdiri di samping Mino dan segenap para istrinya, wkwkwkk

      Bad gaya Mino di atas panggung doang kak, aslinya mah sengklak XD XD

      gomawo kakak canteekkk ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s