[Ficlet] Silly Boyfriend

Silly Boyfriend

Silly Boyfriend

LatifahNL999 || Cast : Lee Seunghoon of Winner  – Jung Chanhee (OC) || slight cast : Kim Hanbin – Jung Chanwoo of iKON – Seomin (OC) || Comedy || PG12 || Ficlet

.

.

I just own the plot. Seunghoon’s belong to God, His Parent and Agency.

Jung Chanhee’s just belong to @astiasti94 . Special dedicated for her ♥

.

.

Chanhee tidak tahu apa lagi yang harus dilakukannya. Ia kehilangan kata-katanya seketika.

.

.

*** Silly Boyfriend ***

Jam sembilan kurang lima menit. Seunghoon belum juga terlihat batang hidungnya. Hampir seharian Chanhee duduk di rumah Seomin, menunggu Seunghoon untuk menjemputnya. Ia membolak-balik majalah dengan kesal.

“Kau yakin tetap mau menunggu Seunghoon oppa, Chan?” tanya Seomin menghampirinya.

Chanhee mendongakkan kepala dan mengangguk ke arah Seomin.

“Apa tidak sebaiknya kau pulang bersama Hanbin?! Sekarang sudah jam sembilan malam lewat lima menit. Bukankah Chanwoo sendirian saja di rumah?” kata Seomin.

“Aku tidak bermaksud untuk mengusirmu, tapi sekarang kau menjadi orang yang bertanggung jawab atas adikmu itu selama Ayah dan Ibumu pergi,” lanjutnya.

Chanhee berpikir sejenak. Ia mengalihkan pandangannya ke arah jam dinding yang tergantung tepat di hadapannya. “Baiklah,” serunya pasrah. “Argh, Lee Seunghoon!” gerutu Chanhee dengan kesal sambil membawa dirinya keluar dari rumah Seomin.

“Kau akan aman bersama Hanbin,” kata Seomin ketika ia mengantar mereka keluar dari rumahnya.

“Aku percaya, terimakasih, Seomin. Aku pulang dulu, sampai jumpa nanti,”

Chanhee masuk ke dalam mobil Hanbin. Beberapa menit kemudian mobil Hanbin sudah lenyap dari halaman rumah Seomin.

** Silly Boyfriend **

Keesokkan harinya, pagi-pagi sekali Seunghoon sudah berada di rumah Chanhee. Chanhee diam membisu sambil membersihkan piring-piring yang kotor tanpa menganggap ada Seunghoon di belakangnya.

Chanwoo yang sedang asyik menonton acara kartun kesukaannya, harus dilewatinya hari ini. Ia langsung buru-buru masuk ke kamarnya ketika mendengar dentingan piring yang bertubrukan dengan keras.

“Chan…”

Akhirnya. Batin Chanhee.

Chanhee melepas sarung tangan cuci piringnya dan menghempaskannya di atas piring-piring yang masih dibalut busa-busa yang diciptakan oleh sabun.

Sekarang ia sudah duduk di depan Seunghoon dengan wajah ditekuk dan wajah sedingin biang es.

“Apa?” tanya Chanhee ketus.

Seunghoon tersentak dan memberanikan diri untuk menatap manik menyeramkan yang diciptakan Chanhee sekarang.

“Aku…”

“Sudah menemukan alasan yang pas untuk membela diri?”

“Belum! Apa kau punya ide? Karena masalahnya aku tidak pandai berbohong,”

Chanhee menempelkan telapak tangan ke dahinya. Ia benar-benar kesal dengan kepolosan Seunghoon.

“Hoon…” panggil Chanhee dengan menggeram. Seperti serigala berhadapan dengan mangsanya.

“Aku tidak punya alasan apa-apa. Maafkan aku, maafkan atas kecerobohanku,” ucapnya langsung.

“Ini lebih dari sekedar ceroboh, Seunghoon. Ini soal tanggung jawab,” meledaklah amarah Chanhee.

Seunghoon merasa semakin terpojok. Matanya menatap kosong ke depan. Dan sampai lima belas menit berikutnya, Chanhee terus berkicau dengan kecepatan suara yang sukar diukur dengan stop watch sekalipun. Sampai akhirnya, ia kelelahan sendirian menatap Seunghoon yang sama sekali tidak bereaksi.

“Sekarang terus terang saja, kenapa kau tidak menjemputku di rumah Seomin?” tanya Chanhee pelan.

Seunghoon terlihat ragu. “Aku…”

Ppalli!!” desak Chanhee sambil menghentak meja.

“Aku lupa jalan ke rumah Seomin…” sahut Seunghoon dengan suara yang pelan.

MWO? LUPA?!” Chanhee terbelalak. Ia merasa tulangnya hilang entah kemana ketika mendengar pernyataan Seunghoon. Ia menyandarkan punggungnya sambil menatap Seunghoon melongo.

“Maafkan aku, aku memang bodoh. Aku malu dengan kebodohanku yang ini. Aku sama sekali tidak sadar jika aku tiba-tiba lupa dengan alamat rumah Seomin. Maka dari itu aku tidak menjemputmu. Bahkan aku juga lupa untuk sekedar menghubungimu” suaranya semakin pelan. “Apa kau mau memaafkan ku?”

Beberapa saat, Chanhee tidak tahu apa lagi yang harus dilakukannya. Ia kehilangan kata-katanya. Maka ia lebih memilih melanjutkan kegiatannya mencuci piring.

“Chan…”

~End~

 

Pada bosen gak sih, sebenarnya dengan kehadiran Acu terus. Wkwkwkwk.. 😆

Yessoooww, Chanhee harus celebrate ni dengan Acu. Soalnya Chanhee gak nista lagi di tangan Acu. Hahaha, Hoorraaayyy… 🎊 🎉 🎈

Tapi, Hoon yang sekarang harus dinistakan. Bhaks :V

Ini udah cukup bodoh belum, As?? 😆 😋 😂 😘

 

Ppyeong!!!

See you bhay-bhay,, 😘

Review juseyooooo 💕

 

💕 ㅅ ㅏ ㄹ ㅏ ㅇ ㅎ ㅐ ㅛ 💕

 

♥ A C U

 

M U A C H 💋

 

Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet] Silly Boyfriend

  1. KYAAAAA PACARNYA CANI KENAPA MENGGEMASKAN GIDUUUUUUWWW HIKS MAKIN CINTA WALAUPUN DIA BEGO/? TAPI KIYOWOOO. HALALIN CHANI SEGERA JUSEYOOONGGGG

    EMANG PANTES BANGET KOK HOON DI NISTAIN GINI. SETELAH PASANGAN CANI YG SEBELUMNYA DINISTAIN SECARA MENGENASKAN(atau lebih tepatnya mati)

    THANKSEUUU URI TWINS-NIM YANG UDAH BIKIN KUMAKIN CINTA SAMA HOON HIHI SEMOGA BISA CEPET LUPAIN MANTAN TERINDAHKU HUHU/KEMUDIAN BAPER ❤ SALANGEYO SALANGEYOOO

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s