[Ficlet] Nice Day

Nice Day

Nice Day

LatifahNL999 || Cast : Daesung of Big Bang – Kim Aerin (OC) || Romance – ComedyFluff || PG12 || Ficlet

.

.

I just own the plot. Daesung’s belong to God, His Parent and Agency.

Kim Aerin’s just belong to @asteriaesmerald. Special dedicated for her ♥

.

.

Tidak ada hari yang lebih baik selain menghabiskan waktu yang aneh, dan menyenangkan.

.

.

*** Nice Day ***

Sudah hampir satu minggu berlalu sejak Aerin dan Daesung terakhir kali bertemu dan berbicara. Semua karena ketika Aerin harus bekerja selama satu minggu demi mendapat uang selama liburan dari Ayahnya. Meskipun ia juga harus mengorbankan keinginannya yang ingin menghabiskan waktunya bersama Daesung.

Aerin berjalan tanpa tujuan di sekitar kampus. Ia berjalan dari gedung ke gedung, dari kelasnya ke perpustakaan, dari perpustakaan ke aula. Akhirnya ia berhenti di halaman kampus, duduk di bangku panjang di bawah pohon. Ia mengeluarkan ponsel dan menatap benda itu sambil menarik napas, lalu pada akhirnya mengutak-atiknya.

“Menghubungi siapa?”

Kkamjjakiya! Hya, Kang Daesung! Ah, Jinjja,” Aerin tersentak karena mendengar suara Daesung yang ternyata sudah berdiri di belakangnya.

Daesung duduk di sampingnya. Wajahnya terlihat ceria seperti biasanya.

Aerin menjauhkan ponselnya dari telinga dan menatap kesal laki-laki itu. “Darimana saja kau, kenapa selama satu minggu ini tidak menghubungiku? Atau jangan-jangan kau berkencan dengan wanita lain ketika aku bekerja? Huh?” tuduh Aerin.

“Aku tidak punya uang untuk berkencan dengan wanita lain,” sahut Daesung acuh tak acuh.

“Katakan saja jika kau tidak punya pulsa untuk menghubungiku, cih,”

“Hehe,” Daesung menyengir. Ia mengangkat kedua tangannya ke udara dan menarik napas dalam-dalam . “Haah… cuaca hari ini indah sekali, bukan? Ayo kita makan ice cream dan jajanan-jajanan yang lainnya?”

Aerin melirik Daesung. “Apa kau ingin meneraktirku? Heol! Apa Kang Daesung sedang memiliki banyak uang?”

Ah, Aniyo, kau kan sedang banyak uang,” celetuknya santai.

Seketika bahu Aerin melesak sangat rendah ketika mendengar pernyataan Daesung.  “Aigoo,” Aerin mengacak-acak rambut depan Daesung hingga berantakan. Aerin tahu itu akan mengundang kemarahan Daesung. Tapi sebenarnya dia merindukan omelan Daesung ketika ia mengacak-acak mahkotanya itu.

HYA! Apa kau tahu berapa lama aku menata poni ku?” omel Daesung sambil merapikan poninya kembali.

Aerin melengkungkan bibirnya ke bawah sambil menggoyang kepalanya ke kiri dan kanan tidak peduli.

“Sebagai gantinya kau harus meneraktirku sepuasnya,”

Aerin beranjak dan berlalu diikuti oleh Daesung. “Lalu, kapan kau akan  meneraktirku, Kang Daesung?!” celetuk Aerin yang membuat Daesung langsung menyerangnya dari belakang.

Daesung seperti pria kebanyakan sekarang, kekar, lumayan tinggi untuk wanita Asia. Dia memiliki wajah tampan yang lumayan, namun memiliki pesona tersendiri bagi Kim Aerin, yang notabene adalah kekasihnya.

Daesung suka berbicara seenaknya, cuek, polos dan sangat kere. Tapi sebenarnya dia adalah orang yang baik hati, meski terkadang menyebalkan. Yah, dia tidak pernah berhenti menggoda wanita di kampus, meskipun Aerin berada di sisinya. Jadi wajar saja jika Aerin bertanya kemana saja dia selama satu minggu tanpa Aerin.

Yang membuat menarik dari dirinya adalah rambutnya, rambut depan yang panjang menutupi matanya. Well, terlihat sexy, bukan? Jika kalian lebih memperhatikannya dengan seksama lagi. Hehehe…

Kim Aerin. Kekasih ‘sah’ Kang Daesung. Sering dijuluki makhluk absurd ciptaan Tuhan. Yang akan menghancurkan dunia normal yang mereka ciptakan. Yah, terdengar sangat kejam. Tapi itu memang kejam dan kenyataannya. Sebenarnya bukan absurd, dia hanya sedikit gila dan suka menjahili teman-temannya termasuk Daesung tanpa ampun.

*** Nice Day ***

“Ayo makan,” ujar Daesung sambil menyodorkan satu cup ice cream ke arah Aerin. “Sesuai janji, kau yang akan meneraktirku dengan sepuasnya,” lanjutnya lagi dan membuat Aerin mendecakkan lidahnya.

Aerin segera menyambut ice cream itu dengan senyum melebar. Tanpa berpikir panjang, ia melahap sesendok demi sendok. Dingin. Ia sedikit bergidik ketika ice cream itu menyentuh lidahnya.

Chalkkak!

Aerin langsung mengangkat wajahnya ketika mendengar suara jepretan kamera. Daesung baru saja menurunkan kameranya. “Kau terlihat lucu.”

Oppa,” Aerin berdecak kesal.

Daesung tertawa geli. “Foto itu lebih bagus kalau alami,” ujarnya sambil mematikan kamera, dan kembali melahap ice cream-nya. Ia tersenyum ke arah Aerin.

Entah kenapa Aerin tidak mampu untuk memprotes ketika melihat senyum Daesung.

Ketika Daesung kembali menikmati ice cream-nya, Aerin langsung bertanya dengan nada yang sangat khawatir.

Oppa, apa kau menyisihkan uang barang lima puluh ribu won saja?”

Daesung menggeleng cepat. “Apa kau lupa jika kekasihmu ini sangat kere?!” Daesung mengeluarkan dompet dari kantong jeans-nya, lalu membuka dompetnya yang kosong seketika hawa dingin berhembus mencekam.

Tidak ada wajah kepanikan di wajah Aerin. Ia memeriksa tasnya. Daesung terus menatapnya heran.

“Masalahnya, Oppa,” serunya ketika membuka suara lagi. “Sepertinya dompetku tertinggal,”

MWO?” seru Daesung terkejut juga dengan mata yang membulat sempurna. Tapi tidak terlihat oleh Aerin atau siapa pun. Mungkin hanya Tuhan dan segenap malaikatnya yang melihat.

Aerin membekap mulut Daesung dengan telapak tangannya. “Kecilkan suaramu,” Aerin melirik kiri dan kanan.

Daesung baru sadar jika sudah beberapa orang di tempat itu menatap mereka. Tapi sudah terlambat bagi Daesung untuk menutup kepanikannya. “Lalu apa yang akan kita lakukan,” bisiknya pelan.

“Kita bisa melakukan sesuatu,” ucapnya sambil mengangkat bahu santai. Membuat Daesung semakin tak mengerti.

Bibi pemilik toko ice cream itu mendatangi mereka. Daesung tidak tahu mengapa pada situasi seperti ini bibi penjaga toko tiba-tiba muncul. Apa itu karena mereka terlalu terlihat mencurigakan.

“Ah, bibi….”

Belum sempat Daesung merangkai kata, ia merasakan Aerin menyentuh tangannya. Ia menoleh ke arah gadis itu. Tatapan matanya menunjukkan sebuah kode. Sebuah masalah bagi Daesung, karena ia sama sekali tidak tahu maksud dari kode itu. Aerin terlihat membenahkan barang-barangnya, ia mulai mengalungkan kamera Daesung, membuat Laki-laki itu semakin bingung.

“Bibi, kami.. kami..” Daesung merasa seperti orang bodoh karena tiba-tiba kosakata bahasa koreanya hilang begitu saja.

Oppa, lari!” teriak Aerin sambil menarik tangan Daesung kuat-kuat dan berlari secepat yang ia bisa.

“Bibi, maafkan kami!” seru Daesung dari kejauhan. Hanya itu yang bisa ia katakan pada bibi yang terlihat terkejut.

Aerin melepas genggamannya dan berlari dengan sangat cepat. Daesung ikut berlari di belakang Aerin.

“KIM AERIN, MICHYEONYA!!!”

Daesung merasa jantungnya berdegup lebih kencang. Ia merasa agak takut, tentu saja. Tapi, ketika malihat punggung dan sisi wajah Aerin yang tertawa, juga angin yang berhembus menerpanya, membuatnya merasakan kesenangan yang tidak dimengerti oleh dirinya sendiri. Ia bahkan tidak mempedulikan angin menerjang rambutnya hingga menunjukkan close up wajahnya.

Daesung menuntun Aerin menaiki bus yang berhenti di halte. Ia tidak melihat rute bus itu pergi kemana, bahkan mungkin ia tidak peduli. Dan Aerin menurutinya. Mereka berhasil duduk di dalam bus dan menengok dari jendela. Segerombolan orang-orang yang mengejar mereka. Syukurlah jika bus yang meraka tumpangi langsung berjalan.

Napas Aerin terengah-engah. Ia melihat ke arah Daesung yang juga terengah-engah. Aerin tersenyum ke arahnya, dan Daesung ikut tersenyum. Ia mulai tertawa perlahan. Ketika tawanya mulai semakin keras, Daesung hanya bisa ikut tertawa bersamanya. Menertawakan kejadian itu, menertawakan kebodohan mereka.

Mianhae, oppa,” ujar Aerin di sela tawa. “Karena membuatmu malu dan rambutmu menjadi berantakan,”

Daesung  menggeleng, ikut tertawa lagi bersamanya. “Aerin, lalu bagaimana kita membayar bus ini?” tanya Daesung tiba-tiba.

Aerin tersenyum lebar, lalu beberapa detik kemudian ia mendapatkan dirinya tertawa kembali sambil mengeluarkan dompetnya.

“KIM AERIN, Neon…”

~End~

Mpuuuuttttt, 😣 ku minta maaf kalo absurd put, gue udah berusaha pen buat comedy, tapi malah fluff.. 😩

Ziaaalll, 😤 padahal Daesung udah gue buatin peak, Aerin peak, gegara FD ilang, gue lupa jalan ceritanya jebaalll, buat ulang malah ngefluff, itu jga gak tau fluff atau gak.. 😫

Maafkan ketidaksempurnaannya, ya mput.. 😩

Miyane..miyane hajima, naega chora haeji janha, 😂

Bhay…

Review juseyooooo 💕

💕 ㅅ ㅏ ㄹ ㅏ ㅇ ㅎ ㅐ ㅛ 💕

♥ A C U

M U A C H 💋

Advertisements

9 thoughts on “[Ficlet] Nice Day

  1. KAK ACUU!!!!!! KUSENANG AKHIRNYA FFNYA DIPOST JUGA HIKS, DAEDAEKU SAYANG NAE CHAGIYAAA HUEEEEEEEEE ❤❤❤❤❤❤❤
    Aerin nikung mele saoloh, melipir di pair sama siapa aja mah pasrah asal kece, kere kek daedae pun tak masalah /plak/ Anjir komedi bat kak, itu kenapa aerin sama daesungnya nista bet –‘ dan lagi, ada tuh di paragraf keberapa daesungnya kakak bilang cewek :’) saoloh kak acu, daedae cowok tulen kok, manly sgt :”)
    Itu kita pasangan kere(n) kutak kuku bacanya kak, senyum2 sendiri di angkot sampe supirnya keheranan liat owe :”D
    Kak acu, makasih banyak udah dibikinin, nantiin versi jidiku sama kak acu, makasih banyak kak. Kuterharu masa, jauh diluar ekspektasi, ini karakter daesung sesuai dgn khayalan aku banget astaga, kelakuannya tengil wkwkwk xD ini fluff bgt kak, komedinya juga dapet bgt wks xD
    Makasih banyak ya kak acu, kusayang kak acu selalu~ ppyong~ ❤❤❤❤

    Like

    1. Put, keknya lu perlu pergi ke dokter THT dech put, udah 4x baca sebelum post ditambah tadi gue baca ulang, gak ada kata cewek Put, adanya kata cuek. ini yg mesti pergi ke dokter THT gue apa lu put wkwkwkwkwkwkwk

      syukurlah, jika komedy ama fluff-nya dapet, hahaha

      gue nantiin, put… dengan sabar ku selalu menanti Yoondragon versi mput,

      Kusayangmputjuga, muaacchhh ❤ ❤ ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s