[Vignette] A Late Night Date

a-late-night-date-2

— A LATE NIGHT DATE —

.

by aiveurislin starring chanwoo x haljung duration vignette. –counted 1115 words genre romance, fluff rating T

disclaimer I only own the plot.

summary Time decides people who you meet.

.

Jemari Hal-Jung kembali meramas kuat white coat yang melekat di tubuhnya. Scarf cokelat madu yang melilit leher jenjangnya pun juga tak mampu menghalau terpaan angin malam yang menghujamnya bertubi-tubi. Bahkan, udara napasnya pun kini terlihat memutih membentuk guratan kabut kecil di sekitar wajahnya. Suasana stasiun Yongsan malam ini begitu sepi. Hanya terlihat beberapa cleaning service dan security berlalu-lalang di beberapa sudutnya.

Hal-Jung menghentak-hentakan kakinya di tempat ia berpijak. Ia masih berusaha menghangatkan tubuhnya yang hampir kaku membeku. Bayangkan saja, sudah hampir empatpuluh menit Ia berdiri melawan hawa dingin seorang diri di stasiun ini. Perlu kalian ketahui jika stasiun Yongsan akan menjadi tempat paling mengerikan di musim dingin seperti sekarang ini. Apalagi musim dingin telah melampaui periode awal musim yang artinya suhu akan semakin meranjak turun hingga mencapai titik terdinginnya. Tapi sepertinya Hal-Jung mengabaikan fakta yang satu itu dan tetap nekat menantang maut dengan mendatangi tempat ini seorang diri!

Tujuannya hanya satu. Pergi ke Chunchoon bersama kekasihnya –yang sampai sekarang tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

“Hal-Jung-ah!”

Gadis itu menoleh. Kedua netranya mendapati sesosok pemuda dengan balutan Striped Sweater yang dipadukan dengan Jeans dan SBENU High Top Sneakers tengah melangkah tergesa-gesa sembari melambaikan tangan kepadanya. Hal-Jung tersenyum lalu membalas lambaiannya.

“Maaf, aku terlambat. Sudah lama menunggu?” Pemuda itu lalu merangkul kekasihnya. Bermaksud menetralisir hawa dingin yang terasa menusuk hingga ke tulang rusuknya. Hal-Jung sendiri tak berusaha untuk menepis jarak tubuh mereka yang sangat dekat –bahkan mungkin menempel lekat saat ini. Ia juga tak marah atas keterlambatan kekasihnya malam ini. Lagipula itu juga salahnya karena datang lebih awal dari kesepakatan mereka. Dan juga, ia tak ingin memancing percikan pertengkaran yang akan mengganggu kencan mereka malam ini.

“Cukup lama. Sekitar empatpuluh lima menit yang lalu, mungkin juga lebih,” balas Hal-Jung. Gadis itu terenyak sejenak mengamati kekasihnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. “Yak Jung Chan-Woo! Bagaimana bisa kau hanya memakai sweater di musim dingin seperti ini? Aku saja yang memakai pakaian tebal seperti ini masih menggigil, apalagi kau?”

Pemuda bernama Jung Chan-Woo itu membekap mulut Hal-Jung dengan telapak tangannya yang telah memutih menahan dingin, “Aku baik-baik saja, Nona Shin. Jadi, jangan bertanya lagi, oke?”

Chan-Woo lalu membelai pelan surai legam gadisnya dengan senyum manis yang terukir di bibirnya. Hal-Jung mendesah jengah. Gadis itu akhirnya melepas lilitan scarf yang membelit lehernya dan melilitkan benda itu ke leher kekasihnya.

“Kau tidak perlu-”

“Diamlah, Jung! Bibirmu bisa saja berucap tidak. Tapi tubuhmu tidak bisa berbohong. Kau tahu aku bisa merasakannya saat kulit telapakmu menyentuhku,” ujar Hal-Jung menginterupsi. Chan-Woo pun akhirnya menyerah dan membiarkan gadis itu berada dalam jarak dekat dengannya. Kedua maniknya menatap lembut gadis yang telah mengisi hari-harinya selama beberapa bulan ini. Tak dapat dipungkiri jika Hal-Jung adalah tipe gadis yang sangat perhatian –menurutnya.

“Penumpang kereta eksekutif dengan tujuan Choonchun harap segera bersiap-siap. Sekali lagi, penumpang kereta eksekutif dengan tujuan Choonchun harap segera bersiap-siap.”

Senyum Hal-Jung merekah seiring deru roda-roda kereta yang terdengar bergemeruduk semakin mendekat. Ia melongok sejenak ke lorong kereta yang menampakkan siluet tanda keberadaan kereta yang ia tunggu-tunggu.

“Keretanya datang, Chan!” pekik Hal-Jung saat lampu kereta terlihat berpendar menyilaukan menembus pupil matanya. Gadis itu lalu meraih tangan kekasihnya kemudian menggenggamnya dan menenggelamkannya ke salah satu saku yang ada pada coat-nya. Chan-Woo sendiri mengerti jika itu adalah cara Hal-Jung membuatnya tetap merasa hangat.

Setelah menunggu beberapa penumpang kereta turun, Chan-Woo dan Hal-Jung langsung masuk ke kereta dan memilih untuk tempat duduk yang letaknya agak jauh dari pintu masuk. Mereka memilih tempat di dekat kaca jendela. Setidaknya posisi mereka sedikit menguntungkan untuk menghalau hawa dingin yang terasa menusuk sekaligus mendapat sudut terbaik untuk menikmati panorama alam lewat kaca jendela.

“Kau terlihat sangat bahagia malam ini, Halboo,” sahut Chan-Woo ketika netranya mendapati rekahan senyum kekasihnya yang tak kunjung pergi dari gurat wajah gadisnya. Hal-Jung merasakan jemari kekasihnya bergerak semakin mengeratkan genggamannya.

Sirat mata Hal-Jung bersitatap dengan sirat kelembutan milik Chan-Woo, “Tentu saja. Kau tahu, aku sampai harus berpura-pura marah pada Ayahku dan merelakan perutku kosong selama setengah hari! Untung saja Ayah tak membiarkan putri kesayangannya ini berhibernasi mendadak tanpa persiapan. Ayah akhirnya mengizinkanku pergi setelah aku menyebutkan namamu. Ayah mungkin saja sudah bisa mempercayakanku padamu,” ucap Hal-Jung dengan satu tarikan napas.

Chan-Woo mencubit gemas hidung kecil gadisnya, “Ayahmu sungguh menyayangimu, Halley. Jadi, jangan menyalahgunakan kasih sayangnya, oke? Dan juga jangan mengabaikan orang sungguh-sungguh peduli padamu.”

Hal-Jung mengangguk mengerti, “Ayahku akan baik-baik saja. Bukankah putrinya sedang bersama orang yang tepat? Aku juga tidak khawatir. Kita bertindak dalam batas yang wajar bukan?”

Gadis dengan nama keluarga Shin itu tak mendapat balasan dari pemudanya. Ia lebih memfokuskan perhatiannya menatapi bagian gerbong yang ia tempati. Terdapat bangku-bangku kosong yang membisu tanpa ada yang mendudukinya. Gerbong ini terasa sunyi, hanya terisi oleh suara geruduk roda-roda yang bergesekan dengan besi-besi panjang rel di bawah sana. Balok panjang yang bergerak ini juga hanya di tempati oleh dirinya, Chan-Woo dan seorang pria gemuk yang tengah tertidur dengan secarik kertas koran menutupi wajahnya.

“Kenapa kau ingin sekali berkencan di Choonchun, eum?”

Hal-Jung menoleh mendapati pertanyaan Chan-Woo, “Kata Seung-Hee unnie, matahari terbit di Choonchun sangat cocok untuk pasangan muda. Yun-Hyeong oppa pernah mengajaknya pergi ke sana. Aku ingin membuktikan perkataannya saja. Apa aku salah?”

“Hal itu akan menjadi kesalahan besar jika kau melihatnya bersama pria lain. Apalagi jika kau melihatnya bersama Yun-Hyeong hyung atau Mino hyung,” ucap Chan-Woo. Hal-Jung terkesiap dan kekehannya terdengar bergema debum di telinga Chan-Woo. Oh yeah, mungkin Hal-Jung menganggap ucapannya ini hanya sekadar candaan belaka. Padahal….

Yak, Yun-Hyeong oppa sudah memiliki Seung-Hee unnie. Mereka sudah lengket macam permen karet. Lalu Mino oppa sedang mencoba metode kencan buta. Dan juga, jawaban macam apa itu?! Dasar gombal!” Hal-Jung membuang muka –acuh. Tatapannya kini terpagut pada hamparan padang salju yang terbingkai dengan apik di kaca jendela.

“Matahari terbit di manapun, atau terbenam di manapun, selama kita tetap bisa melihat matahari bersama-sama, itu tidak akan menjadi masalah,” tukas Chan-Woo. Senyum Hal-Jung pun merekah. Oh sungguh, Hal-Jung berani bertaruh jika jantungnya akan meletup jika terus berada dalam perbincangan ini.

Gadis Shin itu membisu. Begitu pula kekasihnya. Hanya menyisakan keheningan yang diisi oleh kegaduhan suara roda-roda kereta.

“Apa aku pernah mengatakan bahwa aku sungguh-sungguh mencintaimu?” Hal-Jung menoleh. Ditatapnya manik Sang Kekasih yang membuat degup jantungnya semakin berpacu padu. Oh, tak tahukah pemuda itu jika jantung Hal-Jung kini bagaikan bom atom yang siap meledak kapan saja?

Hal-Jung terdiam sembari memikirkan jawaban atas pertanyaan Chan-Woo, “Eumm… aku tidak tahu. Mungkin belum,”

“Kau benar-benar ingin kudepak, Shin Hal?!” Hal-Jung lagi-lagi terkekeh. Chan-Woo benar-benar sangat mudah untuk digoda. Chan-Woo yang sudah terlanjur kesal karena digoda akhirnya mengecup bibir Hal-Jung. Setidaknya hal itu justru membuat bibir Hal-Jung terkatup saat Chan-Woo menciumnya. Gadis itu terpaku diam dan tak bergerak. Oh, ini terlalu mendadak!

“Ini caraku mendepakmu! Keberatan?”

Lengan Hal-Jung pun terulur memeluk tubuh kekasihnya, “Aku akan lebih mencintaimu, Chanboo.”

 

-–fin.

  • Maaf karena lagi-lagi nyodorin fluff lagi. Bilang aja karena mood lagi bersahabat jadinya gini deh #wkwkwk
  • Kalo ada typo dan semacamnya, bilang aja deh. Maklum ini FF yang justru lama ngendep(?) di laptop dan belum sempet diedit. LOLZ
  • HalChan is back everybody!!
  • Happy debut buat Kim Hanji (Ren’s OC, Shin Haljung’s twin, Bobby’s bae) 😀
  • Wanna review? Sure!
  • Buat Kak Aoko, sabar dulu ya. Blue victory-nya masih dalam awangan. Nanti kalo udah ketulis Vris kabarin kok 😉

Warmest regards,

IVRISLE
Advertisements

15 thoughts on “[Vignette] A Late Night Date

  1. Ahhh…halchan kiyowooooo bangettt. Relationship goals gini yaaaaa aakkkk yaampun chanu manis2 terus gini nunanya kapaaan punya pacar cem canu yg romantis/ga usah brother compelx gitu juga chani wkwk

    Bogosipooooo boo couple. Akhirnya….setelah sekian lama….kambeknya fluff bikin gigit jari wkwk. Jadi keingetan pas pertama kalo canu ketauan buka diarynya haljung masih malu2 skng udah sweet banget hihi

    Kutunggu boo couple dikambek selanjutnya yyaaaaa virsie sarangeeee ❤

    Like

  2. Udah lama gak liat Halchan, dan kayaknya dari kemaren aku yang rese nanyain mereka hahaha. Lucu ya, lucu aja LOL.

    MASIH MAU NGAKAK SAMA PANGGILAN MEREKA MAAFKAN AKU. Terus aku ngerasa di sini Haljung emang lagi manis sekali dan Chanwoonya juga nyenengin, nerima aja, gak sok-sokan kuat. Terus Haljung kek gombal ngajakin liat sunrise, eh Chanwoonya balik gombal lagi HAHAHA.

    Review dikit aja, IMO, ada beberapa paragraf yang terkesan kurang efektif (?) Kayak “Gadis dengan nama keluarga Shin itu tak mendapat balasan dari pemudanya…”. Tapi menurutku aja mungkin pffft.

    Keep writing, ditunggu Halchan atau Kak Yusrilnya XP Laf laf ♥♥

    Like

    1. KAK SHER! HalChan baper lhoo ditanyain Kak Sher terus. Jadinya muncul dah tiba-tiba :p #wkwkwk

      Hiyaaa diantara semua orang, cuma Kakak yang selalu ngakak sama dua orang ini #kekeke aduh, ini HalChan lucunya apa coba kok bisa bikin kakak berhenti ngakak? xD Mereka kan comel-comel gimana gitu #hueks

      Makasih buat review-nya, Kak Sher. It helps a lot! 😉

      OK! But please don’t mention ‘Kak Yusril’ in here. Aku baper jadinya #hahaha

      Like

  3. ASDFGHJKL ASTAGFIRULLAHALADZIM, HALCHAN… AARGH, TEROBATI SUDAH, KERINDUANKU DENGAN KOPEL KIYUT2 INI… TAPI DEMI APAPUN, SISI IMUT CHANU HILANG TAK BERBEKAS DI KEPALA, GEGARA MV AIRPLANE, SIIUULLL KENAPA PAKE TOPI SEGALA TU ANAK, SEBELUM DEBUT, WAMIL DULU DEK? XD XD XD ((Bin : kepslok lu kak acuuuuuuu XD ))

    ini tu, ini tu, asdfghjkl imut cekaleeeeeeeee XD XD XD

    gak mau komen apa2 lagi.

    bhaayyy

    Like

    1. WAKAKA, KAK ACU UDAH SEHAT NGELIAT HALCHAN ROMANTIS-ROMANTISAN NIH xD WADUH KAK ACU HEBOH NIH!! BIN MAU TAMBAH HEBOH NGELIAT CHANU MAU WAMIL DULU. HALJUNG BELUM SIAP DITINGGAL, BANG. TINGGALLAH DISISI HALBOO LEBIH LAMA LAGI /peluk chanu/ #wkwkwk

      kyehehe, makasih Kak Acu ^o^

      Bhay too 😀

      Like

  4. Yaoloh Chanwoo! Kamu apakan Haljung? Ku tak rela melihat adikku harus kedinginan menuggumu.
    ini Haljung-nya co cweet sekaleee.. menunggu itu adalah hal yg membosankan lho! dan, Haljung menunggu Chanwoo di cuaca se dingin itu… brrrr.

    Kakak tunggu kisah Boo-couple selanjutnya ya..
    It’s okay untuk Blue Victory-nya ya @aiveurislin. sesempat kamu aja 🙂

    love Vris always ❤

    Like

    1. Eciee, Kak Aoko belain Haljung sampe Chanu salah paham jadinya nih #wkwkwk mungkin karena Haljung adeknya Aoko Unnie yang paling manis. Jadi ada yang ngebelain xD
      Namanya juga Shin Haljung, nekad dan nggak bisa ditebak #hmm Haljung mah kalo udah punya keinginan ga bisa ditolak kecuali punya argumen kuat (p.s : hasil penelitian tahun 4000 SM) wkwkwk

      OK Kak 😉 Blue victory-nya udah mau jadi kok. Tunggu aja yap tanggal mainnya :p
      Love you too kak @aokocantabile ^o^

      Liked by 1 person

  5. YEAAAY akhirnya setelah sekian lama menunggu HalChan balik lagi.

    Seperti biasa Bin, ini manis banget~ 😀 ❤
    Ciee Haljung ciee, rela kedinginan demi Chanwoo ciee wkwk.

    Makasih ya, atas ucapannya. Double date bisa kali haqhaq XD

    Aku pergi dulu, paipai ❤ *ngilang

    Like

    1. Ecieee yang rasa kangennya sama HalChan udah kebayar #wkwkwk

      Waduh, Haljung ‘kan rela buat akang Chanu.

      Heum double date? mungkin? wakakak semoga Allah mengabulkan ya, Ren 😉

      See you soon 😀 😀 ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s