[Ficlet] The Twist of His Hope

8XNlRy1

The words from her mouth was a lie, and I sensed nothing.”

Mino & Hera || Sad, Bitter/Sweet (or Sweet/Bitter?) || Ficlet || PG – 15


Ia sedang ditinggal sendirian di ruang tengah, menunggu Hera yang selalu melakukan ritual mencuci kaki dan tangan di kamar mandi, lantas mengganti atasannya. Maka, Mino menyandarkan pundak pada sofa apartemen kekasihnya, menatap dinding yang baru pertama kali ia temui. Oh, ini apartemen yang berbeda dari yang suka ia singgahi, biasanya mereka bercanda di Korea, semantara sekarang ia berada di Inggris. Kenapa? Lelaki itu punya jadwal di Inggris dan kebetulan daerah asal gadisnya adalah negara ini—jadi ia sekalian berjumpa.

Inginnya Mino langsung saja ke rumah Hera—di Birmingham—tapi sepertinya perjalan menuju tempat tersebut memakan waktu yang cukup lama dari posisi Mino menyelesaikan tugas pun gadis itu punya janji temu dengan temannya malam ini di daerah utara London, jadilah Hera menyuguhi apartemen keluarganya sebagai tempat bertemu. Bukan tempat yang buruk juga untuk dinikmati; sudut-sudutnya memiliki hiasan tersendiri yang tidak membuat apartemen itu terkesan kosong, kendati demikian, ruang hampa di hadapannya yang menarik atensinya.

Pupilnya bertemu perapian yang bersih dari abu maupun kayu-kayu tebal, menyenangkan jika di musim dingin beberapa tahun lagi aku bisa memeluk Hera diiringi gemeretak kayu yang terbakar api. Bibirnya melengkung; membayangkan semua hal manis yang mungkin bisa ia temui di negara ini bersama Hera atau mungkin juga di rumahnya di Korea sana—bukan masalah, yang penting adalah mereka. Dan matanya masih terpejam memimpikan kisah masa depan kala dering ponsel menyerbu senyap.

Kelopak matanya terbuka hampir seketika, sedangkan tangannya segera meraba saku celananya juga kantung baju. Nihil. Di mana ponselnya? Ia mengangkat bantal-bantal di atas sofa, mencari di pojoknya-pojoknya; masih tidak ada. Kemudian ia menoleh ke bawah, lalu menemukan layar ponselnya bersitatap dengan karpet coklat muda, membuat getarannya tenggelam oleh beludru.

Jari telunjuknya menekan lingkaran hijau di kotak hitam itu tanpa terlebih dahulu melihat nama di layar. Ia mendekatkan bagian atasnya ke cuping telinga.

“Hey?”

Mino membeku, ia tahu dengan suara ini, tapi bukan jenis suara yang orangnya ia kenal dekat. Ponsel tersebut ia jauhkan beberapa centi dari telinga dan ia baru sadar, bahwa benda yang tengah digenggamnya adalah milik Hera, bukan ia. Pupilnya membaca sederet huruf yang membentuk nama di layar ponsel, lantas alisnya bertaut dalam rasa bingung. Dominic, mantan kekasih? 

“Milady,” bariton itu kembali bersuara pun Mino tidak berniat mengklarifikasi siapa yang menjawab panggilan tersebut, tapi malah terus mendengarkan. “Milady, I just want to remind you that we have a dinner tonight.”

“Siapa?” suara Hera memecah udara.

Ponsel tersebut hampir jatuh karena campuran rasa kaget akan suara Hera yang menghampiri tiba-tiba juga ucapan Dominic yang menekan telinga Mino. Lelaki itu menurunkan ponsel si gadis ke sofa, kemudian memberi tatapan tajam pada Hera. “Dominic.”

Untuk sejemang Hera memasang raut kaget; pupil matanya membesar dan alisnya naik, tidak signifikan memang, tapi tetap saja itu ekspresi yang tidak sering Mino temui—apalagi melihat gelagat si gadis yang berusaha mengontrol diri. Hera mengarahkan bola mata ke kanan sesaat, sebelum pada akhirnya kembali pada wajah Mino sambil memasang wajah minim ekspresi peduli—sok tidak mengerti soal Dominic—pun ia hanya mengangguk pelan sembari berkata, “Oh, tutup saja.”

Tungkai gadis itu melanjutkan gerak yang sempat terhenti menuju kamar, meninggalkan Mino yang diterpa emosi marah juga kecewa. Pandangannya berubah tidak percaya, ia butuh penjabaran lebih—bahkan ketika Dominic tidak menyebut Hera dengan Milady, ia masih bisa mempertanyakan kenapa mantan kekasih yang tidak berniat Hera singgung selama ini, menelponnya begitu saja. Kini, laki-laki itu hanya bisa mengacuhkan dua kalimat di otaknya, mencerna sesuatu yang sempat ia lewatkan.

“Malam? Tidak bisa, aku ada janji dengan temanku,” ucap Hera dengan nadanya yang sedikit menyesal—bersama tanda keraguan. 

“Milady, I just want to remind you that we have a dinner tonight.” 

Dominic. Seseorang yang tidak pernah berharap menjadi dan dijadikan mantan kekasih. Seharusnya Mino tahu, seharusnya lelaki itu sudah mencium sesuatu yang salah ketika Hera ke London diikuti intensitas pembicaraan mereka yang berkurang banyak—bukannya malah bersiap memaki dua manusia ini ketika terlambat.

Note:

  1. Kayaknya Song Mino lagi hitz di sini.
  2. Hera Mino mungkin bakal hurt aja genrenya HAHAHA. Tergantung mood sih, suka random.
  3. Mino udah biasa jadi playboy, jarang-jarang kan diselingkuhin.
  4. Review? Atau ada yang mau protes? LOL.
Advertisements

23 thoughts on “[Ficlet] The Twist of His Hope

  1. Mau protes ah!!/padahal telat dateng tapi protes/digetok/

    Mau protes kenapa si badboy jadi pasrah gini sekarang? Huh? Kenapa mereka berdua complicated gini sher? Bikin nunggu2 cerita lainya yang pasti bakal bikin panasaran. Apa lagi dan siapa lagi yang bakal disakitin ni wkwkw. Kamu rapopo mino. Mino kuat masih ada asti kok masih ada/dijewer seunghoon/

    Kutunggu couple in trouble/? ini lagi yaaaaa….salangeee ❤

    Like

    1. Karena segalak-galaknya badboy, pada waktunya akan galau juga LOL. Karena mereka berdua harus complicated, because the two of them are mess. Besok ganti lagi kak yang disakitin LOL.

      Makasih kak ♥

      Like

  2. MAMPUS LU DATUK MARINGGI… wkwkwkwkwkkkkk
    makanya, /Apa?/ ((tidak apa2)) XD

    ini mau komen apa, lupa gegara tau Mino diselingkuhin.. hahahaha

    sukur aja dech buat Mino..

    di tunggu, kisah pedih Mino-Hera nya, ya sher..

    aku cari ide dulu buat couple ini hahaha

    BHAY

    Like

    1. DATUK MARINGGI!? HAHAHA.

      Mino aja bisa selingkuh, ngaps Hera harus diem aja gak nyari sampingan yang lebih ganteng? LOL.

      Eh!? Ide cerita apa? Buat saja mereka sad, jangan biarkan fluff HAHAHA.

      Makasih udah ke sini kak ♥

      Liked by 1 person

  3. Kak Sher, aku gak ngerti ._.
    Bahasa kak Sher terlalu bagus sampe-sampe aku gak paham XD
    Gak ding, aku sedikit ngerti jalan ceritanya. Jadi Hera selingkuh sama Dominic ya? Bener, nggak? Hehe.

    As always, tulisan kak Sher cetar sekali ❤
    Aku tunggu Mino-Hera yang nggak sad ya haha XD

    Pai-Pai kak ~

    Like

    1. Jadi intinya… Mino ngajak Hera ketemuan malem, Hera bilang dia ada janji sama temen, tapi ternyata dia pergi sama Mantan pacar hehehe.

      Maaf ya bingungin & makasih ren ♥

      Like

  4. “Milady, I just want to remind you that we have a dinner tonight.”
    jeng..jeng….entah kenapa @scailissher, kakak suka ama part itu. Jleb se-jlebnya Mino ditikung Hera. Kena lho! siapa suruh tebar benih dimana-mana, yg kemakan pesonannya dia s Hana @bebhmuach90, YiLin @ezraelisabetvip & Hera. Sekarang enak kan diselingkuhin…

    Hahahaha…. as always tulisan Sher aduhai nan indah..
    jangan sering2 genre hurt ya Sher! ku ingin Hera bahagia..

    kutunggu tulisan Sher yg lain..
    love @scailissher

    Like

    1. Kenapa tiba-tiba bagian jleb itu jadi bagian favorit hahaha. Aku lebih suka Hera yang nikung, soalnya Mino menikung mah biasa, sampe kesel LOL. HAHAHA. Benih apa ini, benih? XD

      Makasih kak ♥

      Liked by 1 person

  5. Hiyaaa, Dominic, you rock, boy!

    Aduh, Vris gatau mau ngomen apa soal diksinya Kak Sher yang aduhai ini #wkwkwk Vris mau ngomen ceritanya aja :p

    Entah deh, Vris selalu geregetan kalo liat Dominic-Hera. Ini dua makhluk ga bisa move-on terus xD kasian banget si Mino >.< salam pukpuk buat Akang Mino 😉

    Udah ah, Vris pergi. Keep writing, Kak Sher 😀

    Like

    1. Kenapa ini jadi ada yang team Dominic? LOL.

      Masih banyak yang harus dibenahi dari diksiku :” hahaha. AKU JUGA GAK NGERTI KENAPA JATOHNYA SAD GINI. Padahal Dominic sudah jadi masa lalu LOL.

      Makasih Vris 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s