[The Black Shadow of iKON] Happiness

happiness-copiy

-Happiness-

a present by l18hee

Kim Jinhwan / slight Jung Chanwoo & OCs

Ficlet / AU / Dark / lilHorror / Mystery / Psyco / Thiller / PG-15

 

I own the plot

Credit Poster: Ken’s@Overfiction’s

Hanya satu kalimat pasti, Jinhwan benci bahagia.

Jinhwan tak pernah lupa memakai kaus kaki hangatnya jika suhu sudah mencapai titik rendah. Seperti sekarang, selagi salju semakin menumpuk di halaman rumah ia lebih memilih membalut kaki dengan kaus kaki dan duduk di samping jendela. Memandang bagaimana butiran putih itu jauh seraya menyesap coklat panas yang menghangatkan kerongkongan.

Semenjak Ayah dan Ibunya memutuskan untuk berpisah, Jinhwan lebih memilih seperti ini jika musim dingin datang. Tidak ada kue hangat, selimut baru yang dibeli dengan wajah sumringah, tawa renyah pengusir dingin. Entah kemana perginya semua itu. Dunia sudah berubah, omong-omong.

Bukan dunia namanya jika terus saja di keadaan yang sama. Jinhwan tahu persis jika dunia penuh bunga-bunganya sudah kadaluwarsa. Giliran dunia suram seperti ini yang datang padanya. Dunia penuh garis-garis hitam yang menghiasi setiap sudut ruang.

Jinhwan tak mencoba melontar protes barang sedikit. Dia sudah lelah melakukannya semenjak tak ada sedikit pun perubahan yang didapat. Jadi lebih baik ia duduk tenang seperti ini, menyesap coklat panas seraya memandang keluar jendela tanpa memedulikan belenggu sakit yang semakin nyata di hati.

Belenggu sepi yang justru semakin ingin ia enyahkan. Dia benci jika mengingat bagaimana kesepiannya ia selama ini. Tangannya akan gemetar, giginya akan gemertluk hebat, menahan luapan emosi yang mendadak muncul.

Jinhwan benci kesepian.

Lihat saja cairan coklat dalam cangkir yang mulai bergerak kesana-kemari kala tangannya menahan gemetar hebat. Tidak, bukannya dia takut atau tertekan. Sorot matanya bahkan menyiratkan keinginan membunuh setiap orang yang mengganggu.

Mengganggu dalam artian seenanya tersenyum dan tertawa gembira selagi ia sendiri menderita. Jinhwan suka penafsiran ‘mengganggu’ dalam kamusnya.

Perlu bukti?

Baiklah.

Jangan menyesal telah menanyakan bukti yang ada oke?

Sekarang, coba lihat siapa yang ada di meja makan. Duduk manis seraya menggenggam sumpit dengan panci berisi ramyeon yang entah telah tersaji berapa lama. Lihat wajah memarnya, lihat sayatan melintang di pipi dan lehernya. Itu Chanwoo, tetangga sebelah rumah yang suka tertawa walau lelucon yang dilontarkan sangat jauh dari kata lucu. Jinhwan benci bagaimana Chanwoo masih bisa tertawa kala ia melontar lelucon. Seharusnya Chanwoo diam saja dan tak perlu berpura mengatakan bahwa lelucon Jinhwan lucu.

Karna Jinhwan yang sekarang tak pernah melucu.

Jadi, bukan salah Jinhwan ‘kan jika sekarang Chanwoo tak bisa tertawa lagi? Itu salah Chanwoo sendiri.

Ah, ada satu lagi.

Singkirkan Chanwoo, sekarang lihat gadis manis yang duduk tepat di depan Jinhwan. Gadis bersurai hitam pekat yang punya senyuman paling manis di dunia. Selalu bisa membuat Jinhwan berdegub lebih kencang. Setiap untaian kata yang terlontar dari katup bibir sang gadis selalu bisa membuat Jinhwan menyungging senyum.

Perkenalkan, Moon Yunhee. Gadis paling sempurna yang pernah Jinhwan temui.

Gadis paling sempurna seharusnya bisa mengerti bagaimana Jinhwan tak menyukai hal-hal yang berbau kebahagiaan. Gadis paling sempurna seharusnya bisa tahu jika tertawa dan tersenyum bukanlah sesuatu yang Jinhwan suka. Gadis paling sempurna seharusnya tahu jika membuat Jinhwan tersenyum adalah kesalahan besar.

Jinhwan benci bagaimana jantungnya terus berdegub begitu tak normal, jadi yang ia lakukan hanya membuat Yunhee berhenti menampakkan senyum memabukkan. Dengan beberapa sayatan di tangan dan bekas tambang di leher sudah cukup melancarkan semua.

Lihat ‘kan? Yunhee sudah tidak tersenyum lagi. Jinhwan harus memberi hadiah karena gadis itu sudah rela menemaninya dalam sepi.

Netra Jinhwan kembali terdampar keluar jendela. Menatap jembatan gantung di dekat rumah. Tidak terlalu besar, hanya jembatan gantung biasa yang memudahkan orang mencapai tepi seberang.

Jembatan penuh kenangan dimana pada Minggu pagi sekitar pertengahan musim gugur kemarin Jinhwan mendorong sang Ayah ke sungai. Berakhir dengan pemakaman bernuansa sendu akibat dugaan bunuh diri. Sebut Jinhwan beruntung karena alih-alih mendapat interogasi, dia justru mendapat segudang bela sungkawa. Menepukkan kata-kata penguat karena Ayah yang penuh semangat sudah hilang. Jinhwan tidak butuh penguat, dia sudah kuat dengan dirinya sendiri.

“Aku benci bahagia, sayang. Kau tahu itu ‘kan?” Jinhwan memulai monolognya. Dia tersenyum simpul sembari menumbuk pandang pada sesosok gadis yang berdiri di tengah jembatan gantung.

Gadis dengan pakaian penjaga mini market terdekat. Surai hitam pekat sebahu. Dan sepatu merah mengkilat. Jinhwan tertegun sejenak menyadari sesuatu.

Gadis itu… Yunhee.

Moon Yunhee.

Iya, Yunhee yang itu. Yang sekarang juga sedang duduk di hadapannya.

Hyung, mau aku buatkan ramen? Kau pasti lapar,” seketika Jinhwan menoleh. Mendapati Chanwoo yang baru saja meletakkan panci penuh ramen di meja makan. Dengan sayatan melintang yang masih terpampang. Suasana semakin terasa sunyi. Suhu semakin rendah. Siapa pun pasti akan meremang di keadaan seperti ini. Jinhwan baru akan menyudahi tolehannya ketika-

“Hei, nak. Biarkan Ayah masuk, di luar dingin.”

-wajah sang Ayah menempel tepat di kaca jendela. Paras pucat pasi dengan tetesan air di ujung rambut yang mulai kelabu. Bibirnya sudah membiru, kerutan di wajah masih sama seperti yang lalu.

Sejemang, Jinhwan diam sebelum pada akhirnya melepas tawa keras. Dia terbahak begitu lepas seakan ada hal yang sangat menggelitik perutnya. Tawanya mengudara, memecah rajutan sunyi yang semula hadir.

“Aku tidak tahu akan sebahagia ini,” Jinhwan terus terawa hingga ia rasa rahangnya akan lepas. Pipinya sudah pegal, perutnya begitu sakit karena tawa tak kunjung berhenti. Di masih terus tertawa walau langkahnya teripta. Menuju dapur, melewati Chanwoo begitu saja untuk mencapai kompor sederhana peninggalan Ibu.

Seraya terus memegang perut dan tertawa, Jinhwan menyeka air mata. Hidungnya mulai mencium aroma khas yang tak asing sejak ia menikmati coklat panas tadi.

“Oh, astaga! Aku benar-benar bahagia,” dia hampir kelelahan karena tertawa. Tangannya meraih sesuatu dalam kantung celana. Beberapa sekon kemudian ia menjulurkan benda yang baru diraih ke kompor. Bersamaan dengan pematik kesayangannya dihidupkan, Jinhwan membuka suara,

.

.

.

“Dan orang bahagia tidak boleh hidup di dunia,”

.

.

.

Itu adalah ucapan terakhir dari seorang Kim Jinhwan. Esoknya wajah lelaki itu sudah terpampang jelas di koran dengan latar belakang potret sebuah rumah yang terbakar.

.

.

.

fin!

Advertisements

25 thoughts on “[The Black Shadow of iKON] Happiness

  1. NIDAAAAA !!!! DEMI APA INI KEREN BANGET SUMPAH !!!
    JINAN YANG GILA.. JINAN YANG SAIKO TAPI AKHIRNYA NYAIKOIN (?) DIRINYA SENDIRI… HAHAHA AKU JUGA BAHAGIA JINAN !!! TAPI SETELAH KAMU MATI.. JADI AKU MASIH BISA HIDUP !!! (LALU DI TUBLES DARI ALAMBAKA)
    (lupa matiin caps, biarin aja nida sakit mata bacanya) hahahha

    ini cerita ngalir aja bikin dag dig dug duar.. mana lagi sendirian yakaaaann… duuuhh

    aku tau ini telat banget.. tapi ku suka.. sangat !!! XD

    Like

    1. KAK DIAH ATI ATI JANGAN TERLALU BAHAGIA NANTI DIBURU JINAN LOH
      IYA JINAN NYAIKOIN DIRINYA YANG SAIKO (?)
      *jangan ditiru ya kak/plak!
      hayoh hayoh sendiri hayoh hati hati hayoh wkwk
      duh, dari sudut mana telatnya kak xD gak telat kok kak xD soalnya ini ff gak bakal kemana mana hehe
      makasih kak diaaaah udah mampir xD

      Like

  2. Jinhwan psycho! Aku suka ini! Liat Jinhwan yang gak waras di Mix & Match terus dia jadi begini di fanfiksi ini bener-bener angin baru!
    Mungkin bakal lebih lebih nyess lagi kalo ada nukilan Jinhwan dulu, pas dia nggak membenci kebahagiaan. Atau detail penyiksaan Jinhwan /plak/
    Two thumbs up! (y)

    Like

    1. LEN DATANG AYEH XD
      iya tuh len, jinan kadang bawa bawa angin/eh? *abaikan
      biasalah jinan emang gak waras aslinya, cuman ketutup muka polosnya aja/plak!
      maunya len, tapi…. aku lagi gak bisa bikin fic panjang-panjang wkwk semi wb mungkin *emang ada*
      okeeeee makasih buat len yang udah mampir sini wkwk

      Like

      1. Kenapa nggak pake si cabe-cabean Junhoe aja? XD
        Itu bukan muka polos, tapi tampang blo’on /digampar/
        Don’t mind 😉

        Like

        1. ya bisa bisa XD XD
          anak ikon suruh main crime bagus keknya len.. kecuali canu sama jinan mungkin wkwk
          hahaha pelis len, jangan disebarin takut orangnya liat/plak!

          Like

  3. PLISEUUU, WHAT THE HEEEEEEL?!!!!
    INI KEREEEEN MAXIMAL. JINHWAN, UNTUNG LO GANTENG, MESKI OTAK KURANG LIMA ONS :””
    Ide ceritanya menginduk pada jomblo ngenes yang benci pada org2 yang bahagia diatas ke-ngenesannya. *apaan*abaikan :v

    Huh, many thumbs up deh buatmu say.. meski ini dark pertamamu, kamu sukses mengemasnya dengan apik 😉 bikin ngiler sekaligus ngiri juga merasa kecil (?) XD

    aku ga tau harus komen apa lagi, Nice fic!!! God job! :*
    Kapan2 kita bikin dark-komedi yah, ttg Tae-Jihop-Runa-Sera-Sehun *apaan

    Like

    1. KAK TATA JANGAN SALAHKAN OTAK JINAN, DIA GANTENG NAN CAKEP SOALNYA/PLAK
      menginduk pada jomblo ngenes yang benci pada org2 yang bahagia diatas ke-ngenesannya…. menginduk pada jomblo ngenes yang benci pada org2 yang bahagia diatas ke-ngenesannya….
      aku speechless ._.
      hehe makaih kak pokoknya :* tapi, tapi, di bagian kecil itu kok aku malah kesindir ya kak -__- aku besar soalnya -___- *abaikan plis ini gak mutu*
      dark komedi? haha keknya bagus tuh kak wkwk
      weeeeh lima sekawan yang belum pernah bersama kecuali di tk wkwk

      Like

  4. Ini bagus Nidaaaaaa..
    Psiko banget tuh jihwan 😂😂😂😂
    Cewek senyumnya manis sedunia malah dikasih bekasan tambang di leher..
    Itu si chanwoo diapain?
    Ah diapain aja juga tetep serem..
    Dan konsisten banget, dia bunuh diri setelah dia bahagia..
    Ya ampuuuuuuunnnnnn..
    Bisa ada manusia begituuuu..
    Kereeen 😂😂😂😂

    Like

    1. KAK NEAAAAN XD XD
      iya tuh kak, jinan lagi terlalu stres dia :v yunhee mati, canu mati, bapaknya mati, eh, akhirnya dia mati jugak -_-
      nah, aku suka sifat konsistennya jinan kak wkwk jadi, jangan bahagia kalok deket jinan wkwk

      Liked by 1 person

  5. Oke aku komen ya Nid wekekeke
    Ini bagus idenyaaaa :”
    Aku ga bisa bikin ide macem gini ihik. Dan ini juga bikin aku merinding wekekeke
    Keep writing yau ^^

    Like

    1. KAK NARIN XD
      hehe kebetulan aja ide ini mampir kak hehe, dibisikin juhyuk/plak
      tapi kan.. kak narin kece kece idenyaa :3
      alhamdulillah kak narin merinding wkwk/plak!lagi
      iyap siyap xD

      Like

  6. wah…s Jinan memang sakit jiwa!

    Hellas, Salam Kenal! Aoko, 92L.
    kusuka dengan konsep ide cerita kamu mengenai seseorang yg membenci kebahagiaan & akan melenyapkan siapapun yg bahagia termasuk dirinya sendiri.
    woah! kamu keren!!!

    keep writing!
    dan kutunggu karya lainnya ya..
    🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s