[The Black Shadow Of iKON] Geurimcha (The Most Beautiful Shadow)

piZap_1442397927726

Judul                : Geurimcha (The Most Beautiful Shadow)

Author             : Lilik Eka Pratiwi

Length             : Ficlet ( 3.074 word)

Genre              : Mystery, psyco.

Rating              : PG 15

Cast                 : iKON B.I, iKON Bobby, iKON JinHwan and OC Geum Rim Cha

Disclaimer       : Ini murni hasil pikiran author sendiri. No copy copy. Ini pertama kalinya author  nulis genre yang kayak gini, biasa nulis comedy romace soalnya hihihi xD

Summary         : Ketika cinta mengalahkan akal, merubah cara fikir seseorang. Membuat orang waras menjadi gila. Sebegitu hebatnya kah cinta?

Seorang pria muda dengan setelan jas lengkap dengan satu bucket bunga mawar di tangannya berdiri di depan pagar sebuah rumah. Dengan mantap dia menekan bel. Tak sampai 2 menit pagar itu terbuka secara otomatis pertanda sang tuan rumah mempersilahkannya masuk. Dia melangkahkan kakinya dengan mantap memasuki rumah yang terlihat minimalis layaknya perumahan di tengah kota besar.

“RimCha – yya, na waseo”

Tak lama seoarang wanita dengan dress selutut dan rambut hitam panjangnya yang dia biarkan tergerai turun dari lantai 2 rumahnya dengan anggun. Senyum manisnya membuat pria yang sudah menunggu tak berkedip selama beberapa saat mengagumi kecantikannya.

***

Suasana kelas sangat senyap, hanya suara seorang wanita paruh baya yang entah dia sedang menerangkan pada murid – murid nya atau sedang berbicara sendiri di depan kelas. Hanbin hanya berusaha menahan kelopak matanya yang terasa berat agar tetap terbuka. Tiba – tiba seorang wanita memasuki kelas dengan nafas terengah – engah. Seperti sebuah magnet, semua mata tertuju pada wanita itu, tidak terkecuali Kim HanBin “Cheonsa waseo” ucapnya “anya anya” Bobby yang duduk di sebelahnya juga ikut terpana “dia itu monalisa yang keluar dari lukisan” ucapnya tanpa melepas pandangannya pada wanita itu.

“maafkan saya prof, saya terjebak kemacetan”

“kamu terlambat 1 jam” professor itu memandangnya dengan tatapan sedikit kesal “sekalian saja kamu tidak usah ikut kelas saya”

“jeosonghaeyeo, saya tidak akan mengulanginya” ucapnya menyesal

“siapa nama kamu?”

“Geum RimCha” jawabnya

“aahhhh, jadi kamu si primadona kampus itu, saya sudah dengar banyak tentang kamu” professor itu menurunkan sedikit kacamatanya. RimCha hanya tersenyum kaku.

“Tapi maaf, saya tidak akan mentoleransi hanya karna kamu cantik”

“apa gunanya kamu cantik kalau kamu tidak punya otak?” ucapnya merendahkan RimCha. RimCha hanya menunduk. “tapi setidaknya kamu punya wajah cantikmu itu untuk melamar pekerjaan. Kalau kamu di perusahaan, kamu bisa jadi sekretaris dan menggoda bos mu” sambungnya dengan senyum sinis dibibirnya.

“prof kang benar – benar kejam” bisik Bobby pada Hanbin

“kamu bisa pergi keluar dari kelas saya? Saya masih mau memberi informasi pada mahasiswa – mahasiswa yang masih mau belajar ini” usir sang professor. RimCha pun melangkah keluar dengan wajah tertunduk kecewa.

30 menit kemudian kelas selesai. Hanbin dan bobby keluar kelas dan melihat RimCha duduk di bangku sendiri. Tak lama, seorang pria datang

“gwenchana?” tanyanya

“ne” RimCha menjawab sambil tersenyum ramah

“sudahlah, tidak usah difikirkan, professor kang hanya iri dengan kecantikanmu” RimCha mengangguk pelan “mau makan bersama?” tanya pria itu “tidak, terima kasih” tolak RimCha dengan halus. Pria itupun pergi.

“yeoksi, Geum RimCha terlalu cantik dan baik untuknya yang hanya bajingan busuk” komentar Bobby yang sejak tadi memperhatikan RimCha bersama Hanbin. Hanbin hanya memandangi kecantikan RimCha yang tidak bisa membuatnya tidak melihatnya. Dia dan Bobby pergi.

“Hanbin” belum beberapa langkah, sebuah suara memanggilnya, Hanbin membalikan badannya. Seperti tersihir, hanbin mendadak tidak bisa menggerakan badannya begitu melihat RimCha tersenyum kepadanya “apa kau mau makan bersamaku?” tanya RimCha “neo ddo Bobby” sambungnya “ne” Bobby tampak antusias. RimCha tersenyum puas “khajja” ajaknya. Bobby pun mengikutinya, tapi dia kembali lagi karna Hanbin yang masih terpaku di tempatnya “cepat, bodoh!” ucap Bobby sambil menarik Hanbin.

***

Mereka makan ber tiga di sebuah kafe “jadi kau ini hidup sendiri di seoul” ucap Bobby “ne, orang tuaku tinggal di luar negri” jawab RimCha “pasti berat hidup sendirian di kota besar” ucap Hanbin “hmmmm, begitulah” RimCha mengiyakan ucapan Hanbin “kau tidak punya teman?” tanya Bobby “aku masih baru disini, jadi aku belum banyak mengenal orang” jawab RimCha “aku dan Hanbin bisa menjadi temanmu” tawar Bobby “jinjja? Aku akan senang jika kalian mau berteman denganku” RimCha bahagia mendengar ucapan Bobby. Hanbin hanya bisa bersorak sorai dalam hati karna gadis yang dia suka sejak pertama kali masuk kampusnya selangkah lebih dekat lagi padanya.

Hari ke hari, Hanbin, Bobby dan Rimcha berteman semakin dekat, terutama Hanbin dan RimCha yang mulai menunjukan gelagat lebih dari hanya sekedar berteman. Dari mulai mengirim pesan, sampai menelpon setiap malam, itu adalah jadwal rutin mereka. Bobby yang memang tahu hanya ikut mendukung mereka. Semua tampak indah sampai suatu hari saat Bobby sedang pergi tanpa Hanbin bersamanya. Dia sedang mengunjungi salah satu temannya dari Amerika yang sedang berlibur di korea “Hello jay” sapa Bobby “long time no see ya” ucap temannya sambil memberi pelukan pada bobby. Mereka mengobrol di restoran berdua sambil di temani secangkir kopi dan snack – snack kecil.

“bagaimana? Apa kau tidak mau pindah saja kesini?” tanya bobby pada temannya

“aku sudah terlalu lama disana, rasanya berat meninggalkan Amerika”

“jadi kau lebih memilih meninggalkan kampung halamanmu?”

“aku akan sering mengunjungi korea” ucap jay lalu tertawa kecil “oh ya, biasanya kau bersama temanmu sejak SMA itu, siapa namanya…..” jay berusaha mengingat – ingat.

“B.I, Kim Hanbin” jawab Bobby

“yes, B.I”

“dia mungkin sedang berkencan” ucap Bobby

“aahhh, jadi kau ditinggalkan sendiri setelah dia mulai punya pacar” goda jay

“biarkanlah, dia sedang jatuh cinta, lagian aku dan pacarnya saling kenal karna kami satu kampus” ucap Bobby santai “kau mau aku tunjukan fotonya? Wanita itu adalah gadis tercantik di kampus” Bobby tampak antusias.

“sure, let me see” jay tak kalah antusias.

Bobby pun menunjukan foto – fotonya bersama Hanbin dan RimCha yang ada di ponselnya.bukannya kagum, Jay malah tampak terkejut melihat foto yang di tunjukan Bobby.

“are you sure your friend is dating with this girl?” tanya jay sambil menunjuk foto RimCha

“ya”

“aku fikir kau harus menyelamatkan B.I” ucap jay dengan nada khawatir

“maksudmu?” Bobby tampak bingung

“this girl…..” jay tampak ragu mengatakannya pada Bobby “she is Crazy, psyco” jay berbisik pada Bobby. Bobby diam sesaat “hahahaha” kemudia Bobby tertawa geli “your jokes is damn boring, jay” ucap Bobby datar.

“hey, I’m so serious, namanya Geum RimCha, kan?” jay berusaha meyakinkan Bobby “dia itu gila, sangat gila, kau harus menjauhkan B.I darinya, atau B.I akan berakhir seperti korban – korbanya yang lain.

***

Bobby berjalan sendirian setelah selesai bertemu dengan Jay. Dia masih memikirkan cerita jay tentang RimCha yang begitu membuatnya kaget

“dia memang cantik, sangat cantik, sampai saat dia masih di amerika, semua anak laki – laki di kampus menyebutnya THE GIRL WHO CAN MAKE EVERYONE FALLING IN LOVE JUST WITH HER SHADOW” Jay berkisah “dia sempat punya pacar selama 2 tahu. Mereka saling mencintai, sampai banyak anak laki – laki di kampus yang iri melihat pacar RimCha”

“iri?” bobby tampak bingung

“iya, namanya Kim Jin Hwan, sama – sama berasal dari korea, dia sekolah dibidang tekhnik computer” jelas Jay “mereka bilang JinHwan tidak cocok dengan RimCha yang cantik, karna JinHwan hanya seorang mahasiswa beasiswa miskin dan jelek, sampai mereka sering membully JinHwan”

“lalu, apa yang terjadi selanjutnya?” Bobby tampak tertarik

“Suatu malam saat RimCha dan Jin Hwan sedang berkencan, beberap mahasiwa laki – laki yang menyukai RimCha mengepung mereka, dan Baaaannnggggg” Jay membuat pistol dengan tangannya “mereka menembak tepat pada jantung JinHwan, dan seketika JinHwan tewas di depan mata RimCha” sambung Jay. Bobby hanya termangu mendengar cerita Jay “sejak saat itulah, RimCha menjadi sedikit terganggu jiwanya karna kematian kekasihnya tepat di depan matanya sendiri” ucap jay melanjutkan kisahnya “lalu, apa orang tuanya tidak mengobatinya? Tanya Bobby “ini masalahnya, saking gilanya dia, dia membunuh kedua orang tuanya, alasannya, dia ingin mengganti jantung JinHwan yang sudah hancur dengan jantung orang tuanya” pernyataan Jay membuat Bobby membuka lebar mulutnya “sebelum dia membunuh kedua orang tuanya, dia sudah membunuh beberapa anak laki – laki di kampus” sambung Jay lagi “modusnya dengan mengajak si korban makan malam di rumahnya, lalu diminumannya ia sudah mencampur obat bius agar korbannya tak sadarkan diri, barulah dia memulai aksi gilanya” Bobby hanya diam mendengar cerita Jay. Dia tidak tahu harus berbuat apa.

Bobby berusaha menghubungi Hanbin, tapi nomernya tidak aktif. Di kepalanya sekarang hanya ada bayangan Hanbin yang di operasi asal oleh RimCha lalu diambil jantungnya untuk diberikan pada mantan pacarnya yang sudah mati itu. Karna khawatir, Bobby berlari menuju rumah RimCha untuk mencari sahabatnya itu.

“Kim Hanbin” Bobby berteriak – teriak memanggil Hanbin di depan rumah RimCha

Si tuan rumah keluar dengan tatapan bingung, malam – malam begini siapa yang berteriak – teriak di depan rumahnya “Bobby – yya, whae irae?” tanyanya bingung “hanbin eoddiseo?” tanya Bobby “Hanbin?” Dia balik bertanya “dia sudah pulang” jawabnya “jinjjayeo?” Bobby tampak tak percaya “eoh, cobalah kau telpon dia” ucap RimCha. Bobby mengeluarkan ponselnya dan mencoba kembali menghubungi hanbin.

“yeoboseyeo” ucap Hanbin di telpon. Bobby bisa bernafas lega masih bisa mendengar suara sahabatnya.

“yeoboseyeo, KimBap whae?” tanya hanbin lagi

“any, aku akan kerumahmu setelah ini” Bobby pun mematikan sambungan teleponnya. Dia memandang RimCha dengan tatapan prihatin, waspada, juga ngeri “aku akan mengawasimu” ucap Bobby lalu pergi.

RimCha yang semula bingung berubah ekspresi wajahnya menjadi sedikit sinis melihat Bobby yang sudah berjalan menjauh “aku yang akan mengawasimu” ucap RimCha datar.

RimCha kemudian masuk ke sebuah kamar yang agak terpisah dari ruangan lain yang ada dirumah, disana terlihat ada satu kursi yang sedang di duduki seorang laki – laki. RimCha mendekatinya dan membelai rambutnya lembut “JinHwan – ahh” ucap RimCha pada laki – laki yang hanya menutup matanya dan terlihat pucat itu “apa kau belum bisa bangun juga? ini adalah jantung milik seorang laki – laki yang sehat, dia tidak merokok, dan tidak minum alcohol, dia juga rajin berolahraga, apa kau juga tidak menyukainya, eoh?” oceh RimCha “bukalah matamu JinHwan – ahh” pintanya melas. Tapi apa daya, JinHwan memang sudah tidak bernyawa, semua orang tahu itu. Hanya RimCha yang masih belum bisa menerimanya. “JinHwan – ahh, apa kau menginginkan jantung Hanbin?” tanya RimCha “aku akan mendapatkannya untukmu” ucap RimCha dengan semangat dan senyum manis di bibirnya

***

“KimBap, kau marah karna aku sekarang lebih dekat dengan RimCha?” Hanbin tampak emosi setelah mendengar cerita Bobby “anya Hanbin – ahh, aku hanya mengkhawatirkanmu, tolong kau jauhi dia” pinta Bobby “kau ini sedang mabuk, bercanda, atau jangan – jangan kau yang gila” ucap Hanbin ketus. Bobby tampak kewalahan memberi pengertian pada Hanbin “apa kau punya bukti kalau RimCha melakukan hal konyol yang kau sebutkan tadi?” tantang Hanbin. Bobby hanya bisa diam. Hanbin tertawa sinis “kau cemburu aku bisa berkencan dengan RimCha?” Bobby sontak memandang Hanbin emosi “geumanhae, kau harus pulang, kau sepertinya sangat mabuk” ucap Hanbin lalu membuka pintu kamarnya mempersilahkan Bobby untuk pergi. Dengan berat hati, Bobby meninggalkan kamar Hanbin ddrrrttt Hanbin menerima pesan. Bobby berhenti melangkahkan kakinya dan melihat Hanbin yang tersenyum saat membaca pesan itu “RimCha?” tanya Bobby “eoh” jawab Hanbin “kalau dia mengajakmu makan malam, sebaiknya jangan kau terima” ucap Bobby. Hanbin memandang Bobby heran “eothokahe arrayeo?” tanya Hanbin bingung “jinjja? Dia mengajakmu makan malam di rumahnya?” Bobby penasaran. Hanbin hanya mengangguk “khajima” ucap Bobby “whae?” tanya Hanbin “itu jebakan, kau jangan pernah berhubungan dengannya lagi” ucap Bobby “apa hak mu” Hanbin langsung menutup pintu kamarnya setelah mengatakan kata terakhirnya pada Bobby dengan nada agak ketus. Bobby semakin khawatir melihat sahabatnya sedang dalam bahaya.

Ke esokan harinya, Bobby semakin khawatir melihat RimCha dan hanbin tidak ada di kampus. Berulang kali dia menelpon Hanbin, tapi tetap tidak di angkat. Akhirnya dia memutuskan menelpon rumah Hanbin

“yeoboseyeo” suara seorang wanita menyapa Bobby dari seberang telepon

“ahjuma, Bobby – eyeo” ucap Bobby

“Bobby, whae irae?” tanya ibu Hanbin

“apa Hanbin dirumah?” tanya Bobby

“ne, dia tidak mau ke kampus, katanya dia tidak enak badan” jawab ibunya

“ahhh, yausdah kalau begitu, aku akan mengunjunginya segera” ucap Bobby

Tanpa buang – buang waktu lagi, Bobby menuju rumah Hanbin, benar saja, dia mendapati Hanbin tengah asyik menonton TV dirumah “whaeyeo? Kalau kau mau membicarakan masalah kemarin, kurasa lebih baik kau pergi, aku tidak bisa mendengarmu” ucap Hanbin datar “Kim Hanbin, tolong dengarkan aku, aku melakukan ini karna kau sahabatku” ucap Bobby memohon “kalau begitu aku mohon padamu, kali ini saja, aku selalu mendengarmu, biarkan kali ini saja aku tidak mendengarkanmu, jebal” Hanbin balik memohon “geum RimCha, tidak seperti yang kau katakan, aku percaya itu” ucap Hanbin tegas “Kim Hanbin, kau benar – benar sudah dibutakan oleh nya” ucap Bobby “bahkan kau sudah tidak mau mendengarku” sambung Bobby lagi “seharusnya kau yang mendengarku sekarang, aku selalu mendengarkanmu sejak dulu, bukankah kau terlalu egois memintaku terus mendengar perkataanmu?” balas Hanbin “arraseo, lakukan sesukamu, kalau nanti kau mati, setidaknya aku sudah memperingatkanmu” Bobby kemudian pergi meninggalkan Hanbin sendiri.

***

Seorang pria muda dengan setelan jas lengkap dengan satu bucket bunga mawar di tangannya berdiri di depan pagar sebuah rumah. Dengan mantap dia menekan bel. Tak sampai 2 menit pagar itu terbuka secara otomatis pertanda sang tuan rumah mempersilahkannya masuk. Dia melangkahkan kakinya dengan mantap memasuki rumah yang terlihat minimalis layaknya perumahan di tengah kota besar.

“RimCha – yya, na waseo”

Tak lama seoarang wanita dengan dress selutut dan rambut hitam panjangnya yang dia biarkan tergerai turun dari lantai 2 rumahnya dengan anggun. Senyum manisnya membuat pria yang sudah menunggu tak berkedip selama beberapa saat mengagumi kecantikannya.

Mereka berdua makan malam dengan lampu lilin yang menyala di tengah meja makan yang menambah kesan romantic makan malam mereka “apa kau memasak ini semua?” tanya Hanbin pada RimCha “ne, eothae? Masiseo?” tanya RimCha “wanjon masiseo” ucap hanbin puas “semalam Bobby datang” ucap RimCha di tengah makan malam mereka “dia menanyakan keberadaanmu” ucap RimCha lagi “dia sedang gila sekarang, sudahlah biarkan dia” ucap Hanbin tak ambil pusing “apa kalian sedang bertengkar?” tanya RimCha “eoh, semalam dan pagi ini kami sempat berselisih paham” ucap Hanbin. RimCha hanya mengangguk dan tampak enggan menggali lebih jauh lagi “kau mau wine?” tanya RimCha “ne” jawab Hanbin. RimCha lalu kembali kedapur dan mengambil sebotol wini dan 2 gelas di tangannya. Dia lalu menuangnya dan memberikannya pada Hanbin. “cherss” ucap Hanbin sambil menyentuhkan gelasnya pada gelas RimCha lalu meminumnya. RimCha tersenyum puas melihat Hanbin meminum Wine yang sudah dia campur obat bius “aku mau kekamar mandi” ucap Hanbin “itu, kau jalan saja lurus, nanti kau akan menemukannya” jelas RimCha. Hanbin pun pergi mengikuti petunjuk RimCha.

Hanbin berjalan lurus sampai dia menemukan beberapa pintu. Hanbin sedikit bingung ruangan mana yang terdapat kamar mandi. Dia akhirnya masuk ke satu pintu yang tepat berada di ujung ruangan “eoh, jeoseonghaeyeo” ucap hanbin ketika sadar dia salah masuk ruangan. Hanbin hendak akan keluar ketika dia merasakan ada yang aneh “RimCha bilang keluarganya di luar negeri” ucap Hanbin sendirian “chogi, nuguseyeo?” tanya Hanbin. Tapi tak ada jawaban dari orang yang terlihat sedang duduk tenang di bangku dengan menghadap kejendela. Hanbin memberanikan diri mendekatinya “chog…..” hanbin kaget ketika menyentuh orang itu dan dingin yang dia rasakan pada orang yang dia sentuh. Hanbinmelihat wajah orang itu dari dekat. Sontak hanbin kaget melihat wajah seorang lelaki pucat pasi dan tubuh yang dingin sedang duduk tanpa membuka matanya. Hanbin masih belum percaya dan memeriksa denyut nadinya. Dia tidak merasakan apa – apa. Tiba – Tiba Hanbin ingat cerita Bobby tentang RimCha “apa bobby benar? RimCha itu sakit jiwa?” Hanbin menatap wajah mayat laki – laki itu. Sontak bulu di sekujur tubuhnya merinding. Dengan tangan gemetar dia mengambil ponselnya hendak menelpon Bobby. Tapi entah kenapa ponselnya bisa jatuh dari tangannya, dia berusaha mengambil ponselnya, kepalanya tiba – tiba terasa berat dan pandangannya mulai kabur. Dengan susah payah dia berusaha menghubungi Bobby agar bisa menolongnya keluar “Kim Bobby angkat teleponku” ucap Hanbin panic.

“Kim Hanbin” sebuah suara yang terdengar Horor untuk Hanbin “jebalyeo, Bobby” Hanbin makin panic.

“yeoboseyeo” akhirnya Bobby mengangkat teleponnya.

“Bobby – ahh, salyojuse….” Belum selesai Hanbin bicara, RimCha sudah mengambil dan membuang ponsel Hanbin jauh – jauh.

“jadi kau sudah bertemu oori JinHwan” ucap RimCha dengan senyum yang terlihat menakutkan untuk Hanbin sekarang “kau bilang kau cinta padaku, kau pasti mau kan memberikan jantungmu untuk JinHwanku?” Hanbin yang sudah dibawah pengaruh obat bius hanya bisa diam berharap bantuan segera datang.

***

Hanbin terbaring lemah dengan pakaian yang sudah di lepaskan semua. Hanya kain putih yang menutupi tubuh kekarnya. RimCha sudah siap dengan pisau bedah di tangannya. Disamping Hanbin, JinHwan juga terbaring pucat.

“Tunggu sebentar lagi JinHwan – ahh, jantungmu akan aku gantikan dengan jantung yang baru” RimCha tersenyum manis pada jasad JinHwan “Kim Hanbin, anggap saja ini pembuktian cintamu padaku”

Setelah meracau sendiri, RimCha mulai menyayatkan pisaunya tepat pada dada bagian kiri Hanbin, tempat jantung Hanbin berada. Darah segar mulai mengalir, sedikit demi sedikit RimCha menyayatkan pisaunya. Hanbin yang sudah terbius, tidak bisa melakukan apa – apa lagi. Hal yang dia ingat saat terakhir kali sebelum menitup matanya adalah penyesalannya karna mengabaikan ucapan sahabatnya, Bobby.

***

Bobby tampak khawatir menunggu polisi dan pihak dari rumah sakit jiwa sedang berusaha masuk kerumah RimCha. Dia merasa bersalah karena tidak bisa menghalangi Hanbin untuk datang ke rumah menyeramkan ini. Sudah 25 menit tapi belum ada perubahan. Entah apa yang sudah wanita gila itu lakukan terhadap sahabatnya. Yang ada di kepala Bobby sekarang hanya fikiran – fikiran jelek tentang sahabatnya “semuanya masuk” komando polisi membuat Bobby ikut masuk walau sebenarnya keadaan masih sangat bahaya. Bobby lari mencari Hanbin “Hanbin – ahh” panggil Bobby “Lepaskan!!!!!!” bobby mendengar suara rontaan perempuan. Dia menuju arah suara. Dilihatnya Hanbin yang sudah tidak berpakaian dan hanya di tutupi kain putih dengan luka sayatan di dadanya. Bobby segera menghampirinya “Kim Hanbin ireona!!” ucap Bobby panic “dia harus segera mendapat perawatan, lukanya sudah cukup besar” ucap tim medis yang ikut menangani kasus ini “lepaskan aku!!!!!” Bobby kini beralih pada RimCha yang sedang meronta “Jangan sentuh JinHwan ku, kalian dengar apa yang aku katakan hahhh!!!!” racau RimCha tak karuan. “lepaskan aku, lepaskan!!!!” RimCha di seret paksa oleh petugas Rumah Sakit Jiwa karna dia yang terus meronta. Bobby memandangnya prihatin.

Di luar keadaan sudah ramai, Hanbin sudah dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan 2 orang petugas membawa sebuah kantong mayat yang berisi mayat JinHwan yang sudah 3 tahun disimpan RimCha. Bobby kembali memandang prihatin. Segera setelah itu dia menuju kerumah sakit untuk melihat keadaan sahabatnya. RimChan sendiri dibawa kerumah sakit jiwa untuk menerima perawatan sebelum di vonis.

1 minggu kemudian

“hey, kau sudah boleh pulang hari ini, kan” Bobby sengaja datang untuk menjemput sahabatnya, Hanbin. Hanbin tersenyum kecil “bagaimana lukanya?” tanya Bobby “masih sakit” jawab Hanbin. Hanbin menerima 20 jahitan di dadanya karna RimCha yang sudah sempat membuka Dadanya saat akan mengambil jantung hanbin “kau membuatku tidak tahu harus berkata apa” ucap hanbin sambil menundukan kepalanya “khamshahabnida Kim Jiwon, saranghaeyeo Kim Jiwon, aku akan selalu mendengarkanmu Kim Jiwon” ucap Bobby yang di balas senyuman oleh Hanbin “gomawoyeo Kimbap, saranghaeyo Kimbap, aku akan selalu mendengarkanmu Kimbap” ucap Hanbin.

Sebelum pulang kerumah, Hanbin dan Bobby menyempatkan diri mengunjungi Rumah sakit tempat RimCha di rawat “Jinhwan sudah dimakamkan sehari setelah dia di temukan” ucap Bobby “kasihan sekali RimCha, orang tuanya pun ikut dia korbankan sampai akhirnya sekarang dia sudah tidak punya siapa – siapa” Hanbin menatap Lirih pada RimCha yang sedang duduk sendiri dengan tatapan kosong di bangku taman Rumah Sakit Jiwa tempat dia dirawat “bahkan dia masih terlihat cantik dengan keadaan seperti itu” ucap bobby sambil tertawa keci “benar, dia memang cantik, bayangannya saja terlihat cantik” Hanbin mengiyakan ucapan sahabatnya “khajja, kau harus cepat pulang” aja Bobby. Mereka pun pergi meninggalkan si Bayangan tercantik Geum RimCha di rumah sakit jiwa agar dia mendapat perawatan lebih baik.

***

Advertisements

3 thoughts on “[The Black Shadow Of iKON] Geurimcha (The Most Beautiful Shadow)

  1. Hihi, terima kasih respon , 🙂
    Ini karya dengan genre thriler psyco pertama aku, jadi maafkan kekurangan dan ke typoan yg masih berserakan.
    Aku tunggu kritik saran yg lainnya 😉

    Btw salam kenal juga 😀 aku lilik 96 line *bow

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s