[The Black Shadow of iKON] New Friend

newfriend-bbon

Title:NewFriend

Author: RetnoP.P

Length: Ficlet

Genre: Horror

Rating: PG13

Cast: KimDongHyuk ‘iKON’ & Goo Jun Hoe ‘iKON’

Credit poster: Bbon

Disclaimer: Fanfiction ini murni karya author. Segala usaha plagiat tentu sangat dilarang. Diharapkan kepada readers untuk memberikan penilaian berupa kritik dan sarannya. Terimakasih sudah bersedia membaca karya author^^

Summary:Ketika kau mendapatkan teman baru yang tak diharapkan dengan cara tak terduga.

***

“Lewati lorong itu kalau kau berani. Sebagai hadiah, aku akan mentraktirmu makan daging di Gangnam.”

Perkataan DongHyuk tadi siang terus terngiang dipikiran JunHoe. Bagaimana tidak, penawaran atau bisa disebut tantangan dari teman seperjuangannya itu benar-benar menggiurkan. Bagi JunHoe yang seorang mahasiswa tingkat akhir dan selama bertahun-tahun tinggal di flat lusuh, makan daging di Gangnam adalah kenikmatan luar biasa yang sulit digapai.

Dulu, sekitar dua tahun yang lalu adalah untuk pertama kalinya ia mencicipi lezatnya daging lokal Korea disana. Itupun setelah ia mengkorupsi uang untuk membeli buku kuliah. Dan hingga sekarang ia belum pernah berkunjung kesana lagi. Kantongnya tidak bisa memuaskan keinginannya untuk kembali. Ia hanya mampu mengisi perutnya dengan ramyun.

“Kapan?”

“Tentu saja nanti malam. Atau kalau tidak, kau bisa memikirkannya dulu malam ini. Besok malam silahkan mulai petualanganmu.”

JunHoe berpikir keras. Ia butuh asupan gizi lebih untuk mengerjakan semester akhir kuliahnya. Tapi melewati lorong itu hingga keujung terdengar sangat mengerikan. Ia bahkan hampir lupa jika lorong itu masih ada. Manusia mana yang berani melewatinya? Setahunya tidak ada. Apa mungkin ia manusia pemberani itu?

***

“Bagaimana? Kau siap?”

Di hadapan JunHoe dan DongHyuk sudah terpampang sebuah lorong yang gelap dan sempit. Bau tidak sedap pun turut melengkapi.

Inilah lorong yang akan menjadi lokasi uji nyali untuk JunHoe. Lorong tersebut terletak di ruas kiri sebuah jalan menuju flat tempat tinggal mereka. Sebenarnya, jika melewati lorong tersebut akan lebih cepat sampai ketimbang melewati jalan besar.

Tapi, berbaga ispekulasi dandesas-desus masyarakat yang tinggal di sekitar membuat lorong tersebut tidak pernah digunakan. Masyarakat terlanjur percaya dengan adanya setan penunggu lorong tersebut, atau versi lainnya mengatakan lorong itu merupakan tempat persembunyian seorang pembunuh.

JunHoemenelansalivanya,gugup.

“Kalaukautidaksanggup,jangandipaksakan.Akutidakbertanggungjawabataskerugianyangakankaualami.”

“Diamlah. Aku sedang berpikir.”

“Kau sudah kuberi waktu satu malam untuk berpikir. Masih mau berpikir lagi? Terus saja berpikir sampai tahun depan.”

JunHoe menatap garang pada DongHyuk. Mulut laki-laki satu itu benar-benar cerewet.

“Aku siap.” ujar JunHoe akhirnya.

“Kau yakin?”

“Berhenti menanyakannya lagi.”

DongHyuk terkekeh pelan.

“Kalau begitu masuklah. Aku akan menunggu di ujung lorongs ana.Jangan coba-coba berbuat curang.”

DongHyuk menepuk pundak JunHoe. Entah bermaksud memberi semangat atau merendahkan. Ia kemudian berjalan melewati jalan besar meninggalkan JunHoe yang siap melewati malam paling bersejarah dalam hidupnya.

***

DongHyuk melangkahkan kakinya dengan santai. Jalan yang ia tempuh tentu memiliki suasana yang berbeda 180 derajat dibanding lorong yang harus dilewati JunHoe.

Lampu jalan senantiasa menerangi perjalanannya. Tidak ada bau-bau aneh dan yang pasti ia tidak perlu takut .DongHyuk menghentikan langkahnya tiba-tiba. Tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya sekarang.

JunHoe tiba lebih dulu.

Laki-laki itu tengah bersandar di dinding samping lorong sembari memainkan kukunya. Wajahnya sama sekali tidak menyiratkan ketakutan. Ia terlihat biasa saja. Seolah-olah, melewati lorong itu adalah kebiasaannya setiap hari.

“JunHoe?” DongHyuk menghampirinya dengan hati-hati.

“Aku sampai sekitar lima menit yang lalu.”

“Cepat sekali.”

“Lewat lorong ini memang lebih cepat.”

“Aku tahu. Tapi seharusnya kau butuh waktu sedikit lebih lama karena di dalam pasti-”

“Aku ingin istirahat. Jangan lupa imbalannya.”

JunHoe berjalan lebih dulu menuju flat mereka yang berjarak sekitar seratus meter lagi sembari memijat pundaknya. Sementara DongHyuk masih dengan kebingungannya. Apa JunHoe benar-benar melewati lorong itu?

***

DongHyuk mengetuk pintu flat JunHoe berkali-kali, namun si empunya tidak kunjung membukanya, menyahut pun tidak. DongHyuk berniat mengajak JunHoe ke Gangnam untuk makan daging sesuai janjinya. Tapi sepertinya JunHoe sedang pergi.

Ia memutuskan untuk mampir lagi nanti sore. Mendadak ia ingin membawa pulang saja daging hadiah tersebut dan memakannya bersama di flat JunHoe.

***

DongHyuk pulang dengan sekantung daging lezat yang siap dilahap. Ia menuju flat JunHoe. Berharap kali ini kehadirannya tidaksia-sia. Tepat saat ia akan mengetuk pintu,JunHoe keluar.

“Eh? Kau sudah pulangt ernyata. Dari mana saja tadi?” DongHyuk hendak menerobos masuk keflatJ unHoe, tapi JunHoe lebih dulu menghalanginya dengan merentangkan tangannya.

“Aku tidur. Apa yang kau bawa?”

DongHyuk sedikit cemberut. Namun tetap menjawab pertanyaan JunHoe senormal mungkin, “Daging yang kujanjikan. Sepertinya akan lebih enak kalau kita makan diflat saja. Lebih santai.”

Untuk kedua kalinya DongHyuk akan masuk, namun lagi-lagi JunHoe berhasil mengurungkan niat laki-laki berwajah manis itu.

“Di flatmu saja.” JunHoe segera menutup pintu flatnya dan entah mengapa wajahnya langsung berubah cerah.

DongHyuk menurut saja. Kemudian keduanya berjalan beriringan menuju flat DongHyuk yang terletak satu lantai di atas flat JunHoe.

***

DongHyuk menyumpit sepotong daging dan meloloskannya ke dalam mulut. Begitupun JunHoe. Daging memang sangat nikmat bagi anak muda pas-pasan seperti mereka. Entah dari mana DongHyuk mendapatkan uang untuk membeli daging mahal tersebut, JunHoe tidak mau tahu, yang penting ia bisa makan gratis.

“Nah ceritalah.” perintah DongHyuk.

“Cerita apa?” JunHoe masih asyik dengan dagingnya.

“Yang kau alami semalam. Aku penasaran kenapa kau bisa sampai begitu cepat dan dalam kondisi yang biasa saja. Jadi.. apa yang kau temui di lorong itu?” DongHyuk meletakkan sumpitnya dan menatap JunHoe seksama, iabutuh penjelasan.

JunHoe terdiam sesaat. Seperti sedang menimbang-nimbang, apakah harus bercerita pada DongHyuk atau tidak. Dan DongHyuk mendapati JunHoe seolah sedang melirik pada seseorang/sesuatu. Mendadak bulu kuduknya berdiri. Oh..ada apa ini?

“JunHoe-ya..” DongHyuk beringsut lebih dekat pada meja. Ia sedikit takut.

“Ehm..” JunHoe berdehem sekali, kemudian menarik napas dan menghembuskan dari mulut dengan bersuara. Ia sedang mengambil ancang-ancang sebelum menceritakan semuanya.

“Apa kau pernah dengar, manusia yang membuat perjanjian dengan setan?”

Deg.

Jantung DongHyuk berdetak lebih cepat. JunHoe bahkan baru memulai, tapi kenapa ia begitu takut dan tegang.Lagipula, apa itu perjanjian dengan setan?

“Ti-tidak pernah.”

“Kalau begitu kau akan mendengarnya sekarang.”

“Jika kau berniat menakutiku, berhentilah. Itu konyol.”

“Kau memintaku untuk bercerita kan? Kau cukup diam dan mendengarkan. Ini tidak menakutkan.”

DongHyuk ragu untuk mendengarkan cerita JunHoe lebih lanjut tapi rasa penasaran meruntuhkan keraguannya segera.

“Lanjutkan!”

JunHoe tersenyum singkat kemudian melanjutkan ceritanya.

“Kemarin.. saat melewati lorong. Aku tidak menemukan apapun. Tidak orang ataupun setan dan sejenisnya.”

“Benarkah?Jadi tidak ada apa-apa disana?”

“Diamlah! Biar aku menyelesaikannya dulu.”

DongHyuk mengatupkan bibirnya cepat. Sulit sebenarnya untuk diam bagi seorang yang cerewet seperti DongHyuk.

“Itulah kenapa aku bisa segera sampai. Tapi setelahnya, pundakku jadi pegal. Kata orang-orang, kalau pundak atau punggung kita tiba-tiba pegal, itu berarti ada makhluk lain yang sedang mengikuti kita.”

“Siapa yang mengatakannya? Aku baru dengar dan itu tidak ada hubungannya sama sekali. Antara diikuti dan pundak yang pegal. Konyol.”

“Belum saatnya kau bertanya. Sudah kubilang diam dulu.”

Kali ini DongHyuk membekap mulutnya. Berharap dengan begitu ia tidak lagi terus bertanya.

“Aku juga sebenarnya tidak percaya. Tapi saat tengah malam.. ada yang ikut tidur disampingku.”

Dong Hyuk melepaskan bekapan tangannya dan hampir berteriak, tapi JunHoe lebih dulu membekap lagi mulut anak itu dengan kencang.

“Diam DongHyuk! Dengarkan akusampai selesai.”

JunHoe melepaskan tangannya yang digunakan untuk membekap mulut DongHyuk.

“Dia ingin menjadi temanku..”

Jeda sejenak untuk JunHoe menarik napas dan memikirkan kata-kata yang tepat. Sementara DongHyuk susah payah menahan untuk tidak berbicara apalagi berteriak.

“Tapi aku tidak bisa. Aku tidak ingin hidupku sulit karena setan itu. Jadi.. aku membuat perjanjian dengannya. Aku akan mencarikannya teman yang lebih baik tapi sebagai gantinya dia tidak boleh mengusik hidupku. Kami sepakat dan-”

“Jangan katakan kalau orang yang kau janjikan adalah aku.” potong DongHyuk dengan wajah yang pucat karena tegang sekaligus takut.

JunHoe memasang tampang sedih. Entah ia bersandiwara atau tidak.

“Maafkan aku..” ujar JunHoe pelan.

“Kau bercanda JunHoe? KENAPA AKU?” DongHyuk tidak terima jika dirinya harus menjadi teman setan. Ini antara JunHoe dan setan itu, kenapa ia ikut dibawa-bawa?

“Karena kau yang membuat tantangan untuk lewat lorong itu.”

“SUDAH KUKATAKAN KALAU AKU TIDAK AKAN IKUT CAMPUR ATAUPUN BERTANGGUNG JAWAB DENGAN KERUGIAN YANG KAU ALAMI. SEENAKNYA SAJA KA-”

“Ssssttt..” JunHoe meletakkan telunjuknya di bibir.

“Dia tidak suka keributan. Kau terlalu berisik.” lanjut JunHoe.

Mata dan mulut DongHyuk serempak membulat. Entah sudah seberapa cepat jantungnya sekarang berdetak. Dan dunia seperti akan kiamat ketika sebuah tangan terulur menyentuh pundaknya dari belakang.

“Aku akan pulang. Terimakasih untuk dagingnya. Kuharap kalian bisa berteman dengan baik.”

DongHyuk begitu sulit mengeluarkan suara. Bibirnya kaku begitu pula tubuhnya. Terlalu sulit untuk mempercayai kenyataan ini. Ia mungkin akan segera gila jika harus berdampingan terus bersama setan.

JunHoe sudah pergi keluar membawa senyum penuh kemenangan sekaligus kelicikan. Tidak ada yang tahu bahwa DongHyuk ia pertaruhkan demi harta. Mulai sekarang, daging adalah hal kecil untuknya.

FIN

Advertisements

9 thoughts on “[The Black Shadow of iKON] New Friend

  1. Horror ini, I swear.

    Jadi degdegan sendiri, haha. tengkyu udah nistain Juned! Aku sukaaaa XD
    btw kasian Dodong, anak kurang di hajar dasar si Juned wkwk nanti kunikahin baru tau rasa diaㅋㅋㅋ

    anw, Rika, 98’s^^

    Like

    1. Hai Rika, makasih ya udah nyempetin rcl di FF ku ^^ Aku telat banget bls komenmu ya XD Duh sampe deg-degan. Udah niat dari awal mmg mau nistain June 😀 Silahkan kalo mau nikahin June, ikhlas lahir batin saya..hahaha.

      Retno, 96line.

      Like

  2. Hai, Aoko, 92L disini. Salam Kenal!!

    pertama2, aku bingung. bingung antara mau nyalahin Junhoe atau Donghyuk. ckckckck…ku tau Donghyuk itu isengnya kelewatan, tapi sungguh Junhoe bener-bener ya..

    ceritaku lumayan fresh..jarang ada yg mengangkat kisah perjanjian dengan setan. huahahahaha…
    *ketawa mengingat pengkhianatan Junhoe.
    bahasa yg kamu tulis juga ringan, enak dan mengalir aja dibacanya..

    kutunggu karyamu yg lain.
    keep writing!!
    🙂

    Like

  3. hai ka retno/?

    dudududududu bang juned kan muka pengkhianat macam preman nyebelin gitu, ga heran nipu sahabatnya sendiri. kaka, semangat nulis yaaaaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s