[The Black Shadow of iKON] Exsecratus

Exsecratus

Exsecratus

A sequel of Ghost of You

Scriptwriter : Aoko Cantabile [@watashiwaisti]

Main Cast : Kim Donghyuk (Donghyuk iKON) & Lalisa Manoban (Lalice of trainee for YGNGG)

Slight cast : Kim Jinhwan (Jinhwan iKON)

Genre : Horror, Mystery, Psychology, Angst, Sad, Tragedy, OOC

Duration : Vignette (±1500 words)

Rating : PG-15

Disclaimer :

I just own my storyline. The casts belong to GOD, YG Entertainment & themselves.

I’m inspired by the novel & anime Another

**********

Let’s read & review!!!

**********

Fortis est ut mors dilectio

_Love is as strong as death_

Kala mengingat peristiwa kematian kakaknya tiga tahun lalu, Kim Donghyuk serasa ingin memuntahkan semua isi perut yang bersemayam di dalam organ vitalnya. Mengenaskan, miris, dan menyedihkan –kata-kata tersebut merupakan kata yang sesuai untuk menggambarkan asumsi Donghyuk pada kejadian yang mengakhiri hidup Kim Jinhwan. Maka dari itu, ia memutuskan untuk berpindah ke kota yang jaraknya ribuan kilometer dari rumah lamanya, berusaha melupakan kenangan indah juga tragis yang melingkupi hubungan dirinya dengan sang kakak.

###

Saat mengenalkan diri sebagai siswa baru di sebuah sekolah pinggiran provinsi Kangwon, kedua manik Donghyuk tak lepas-lepasnya memandang sosok gadis yang duduk di pojok kelas. Dia cantik, anggun dan misterius –sebuah deskripsi yang pantas karena wujudnya bagai tak terjamah keriuhan kelas. Donghyuk memang tak bernasib beruntung karena dia tidak ditempatkan sebangku dengan gadis tersebut, tapi Donghyuk yakin seratus persen bahwa dia dan gadis itu memiliki keterikatan yang lebih.

Dibimbing rasa kuriositasnya, Donghyuk mendekati dan mencoba mengenal si gadis lebih dekat. Sayangnya, si gadis malah mengabaikan keramah-tamahan yang ditawarkan Donghyuk. Donghyuk pantang menyerah, dia tanpa segan bertanya pada kawan kelas juga pada guru. Namun nihil hasilnya! Semua orang bersepakat bahwa Donghyuk berhalusinasi, sosok yang Donghyuk persoalkan hanyalah imajinasi Donghyuk belaka.

Trauma? Jelas! Donghyuk sangat anti sekali dengan cap ‘halusinasi’. Dia sangat percaya dengan pencitraan yang terpancar pada indera penglihatannya mengenai persepsi si gadis nyata. Dia terus bertanya, bertanya dan bertanya hingga tepat sebulan ia resmi menjadi siswa di sekolah tersebut, ia mendapatkan jawaban terkait dengan identitas si gadis.

“Namanya Lalisa Manoban, aku biasa memanggilnya Lalice. Dia merupakan siswi pindahan dari Thailand semenjak 18 bulan lalu. Keberadaannya tak pernah diterima di sekolah ini karena wujudnya yang berbeda dari wanita Korea umumnya serta namanya yang serupa dengan tokoh utama dari legenda sekolah ini.” jelas si Tukang Kebun, yang mengaku pada Donghyuk telah mengabdi di sekolah itu selama puluhan tahun.

“Legenda sekolah? Maksudnya?”

“Dulu…dulu sekali, saat aku baru saja bekerja disini. Salah seorang siswi ditemukan tewas tergantung di ventilasi toilet wanita. Ketika diusut, alasan kematiannya adalah dia korban pemerkosaan seorang guru yang bejat. Kematian yang mengerikan itu sangat terpatri dan kisahnya selalu diwariskan di setiap generasi.”

“Lalu? Apa keterkaitan antara Lalice dengan siswi itu?” tanya Donghyuk seraya menahan nafas saking geramnya. Dia masih bingung dengan polemik yang terjadi di lingkungan sekolah barunya.

“Nama siswi yang bapak ceritakan tadi adalah Lalisa. Ya…Lalice menjadi korban ketidakadilan dari legenda sekolah. Semua orang di sekolah ini selalu menganggap Lalice tak ada, percaya bahwa Lalice pembawa kutukan yang nantinya akan menyebabkan kesialan bagi mereka semua. Saya pribadi tak mempercayai omong kosong itu, selalu beranggapan Lalice adalah siswi yang baik dan sabar –dia tak pernah menuntut padahal dia selalu disakiti baik secara fisik dan psikis.”

Donghyuk bertanya setengah teriak, “Dan tak ada yang berpihak pada Lalice, Pak?” Dengan lemah, si Tukang Kebun menggelengkan kepala, lalu pergi meninggalkan Donghyuk.

###

Detik itu juga, Donghyuk selalu berada di sisi Lalice. Meski ia dipandang sinis oleh puluhan pasang mata, dijauhi oleh beberapa kenalannya bahkan dicemooh terang-terangan karena aksi kenekatannya, tak membuat Donghyuk gentar barang sedikitpun asal ia bisa meringankan beban Lalice. Sedangkan Lalice, yang juga telah lelah mengusir Donghyuk, perlahan menerima Donghyuk dan mulai membuka dirinya.

……….

Sebuah rumor menyebar tanpa kendali, Tukang Kebun yang telah bertugas lama di sekolah, tewas tertikam garpu tanah. Tak ada yang mengetahui siapa dalang dibalik insiden ini. Yang pasti semua sorotan mata tertuju pada Lalice. Kabar burung itu loncat dari satu bibir ke bibir lain, dilengkapi bumbu pemanas, menghasilkan sebuah gosip tak menyenangkan mengenai Lalice. Lalice telah resmi menyandang status sebagai si gadis kutukan. Tak segan-segan, mereka menyebut Lalice dengan status hina itu secara langsung di hadapannya.

Donghyuk berang, kesal bahkan sudah tak dapat menahan gejolak emosi yang terkungkung di dalam raganya. Jika bukan karena kebesaran hati Lalice yang menerima celaan itu, Donghyuk bersiap menuntut semua siswa beserta guru dan staf-stafnya atas tindakan bullying di hadapan hukum.

Kedekatan Donghyuk dan Lalice memang sesuai dengan ekspektasi Donghyuk. Donghyuk telah membagi semua rahasia hidupnya termasuk perasaan traumanya pada perkara masa lalu juga penyakit pneumonia –penyakit yang telah Donghyuk idap sedari kecil. Begitu juga Lalice, yang menceritakan masa kecilnya di Thailand serta impiannya untuk menjadi penari.

Mereka dekat sedemikian rupa bagaikan api dan asap, tak terpisahkan. Dan, ketika kegiatan liburan ke pantai saat akhir tahun ajaran dilaksanakan, Lalice kembali tak diikutsertakan, eksistensinya ditolak dan terabaikan. Donghyuk geram, dia juga memutuskan tak akan lagi terlibat dalam semua acara dan event kelas jika Lalice masih diperlakukan tak adil.

Mereka lalu berjanji untuk menghabiskan liburan berdua, menyusun semua agenda apa saja yang akan mereka lakukan selama seminggu. Kalbu mereka bahagia, tersisip sebuah harapan bahwa hubungan mereka lebih dari sebuah pertemanan di dalam hati mereka masing-masing.

Namun, hal itu harus ternodai dengan sebuah kabar. Bus yang membawa teman sekelas mereka jatuh ke jurang, menyebabkan supir beserta seluruh penumpang disana tewas di tempat. Kabar itu sungguh pedih karena diekspos di seluruh media massa baik elektronik dan cetak. Tiga hari Korea dirundung nuansa duka, mengheningkan cita untuk mengenang kematian tragis siswa-siswa tersebut.

Yang justru paling terpukul adalah Lalice. Dia satu-satunya orang yang disalahkan atas peristiwa tersebut. Semua orang tua murid, guru-guru juga masyarakat di lingkungan sekitar sekolah berbondong-bondong mendatangi kediaman Lalice, menuntut pertanggung jawaban Lalice atas nasib sialnya. Kutukan Lalice dianggap sebagai malapetaka yang menghasilkan kejadian naas itu.

Lalice depresi, frustasi, kecewa bahkan mulai meragukan dirinya sendiri. Benarkah dia adalah biang keladi –yang selalu merugikan orang-orang di sekitarnya? Lalice tak dapat lagi berpikir jernih, ia menghubungi Donghyuk, memohon agar Donghyuk dapat membantunya melewati cobaan yang ditimpakan padanya.

Sayangnya, pahlawan yang dinantikan oleh Lalice tak kunjung datang. Hari demi hari hingga berminggu-minggu dilewati Lalice sendirian, Donghyuk tak pernah datang untuk menghibur Lalice.

Di saat gumpalan awan mendung berarak, yang menyiratkan hujan nan deras akan datang beberapa saat lagi. Lalice berdiri di depan rumah Donghyuk dengan raut muka datar, tanpa emosi. Dia mengetok pintu rumah Donghyuk sebanyak tiga kali, sampai pintu itu dibukakan oleh Donghyuk sendiri.

“Lalice, kenapa kau tak memberitahukan terlebih dahulu kalau kau ingin bertandang ke rumahku?” tanya Donghyuk, menahan rasa kagetnya, tak menyangka Lalice berkunjung ke rumahnya.

“Bisakah aku masuk ke rumahmu sekarang?”

“Oh tentu saja! Lagipula kedua orang tuaku sedang ke luar kota selama seminggu ini, kita bisa mengobrol banyak di dalam. Ayo, Lalice, masuklah!” Donghyuk mengajak Lalice masuk ke rumahnya dan mempersilahkan Lalice duduk di sofa ruang keluarganya.

Manik Lalice berkeliling, mencerna sebuah situasi ketika Donghyuk meninggalkannya sebentar untuk membuatkan minuman. Dia lalu mengeluarkan sebuah tabung plastik berisi sebuah cairan transparan dari tas kecilnya, lantas mengenggamnya dengan erat.

Tak lama kemudian, Donghyuk datang membawa nampan dengan dua cangkir cokelat hangat, menempatkannya di meja dan duduk bersisian di samping Lalice.

“Apa yang membuatmu mendatangiku hari ini Lalice?”

“Ku hanya merindukanmu, Donghyuk-ie. Kemana sajakah kau beberapa minggu ini? Apakah kau lupa dengan rencana kita?”

“Aku tak bermaksud melupakan rencana kita, Lalice. Beberapa minggu yang lalu, penyakitku kembali kambuh. Aku terpaksa dirawat inap di rumah sakit untuk meredakan rasa sakit itu “

Lalice memalingkan wajahnya, menatap Donghyuk secara pekat. Netranya beradu pandang dengan kedua pupil gelap milik Donghyuk. Tangan kanannya berangsur mengelus wajah Donghyuk, yang berdampak Donghyuk tak kuasa terhadap perlakuan Lalice yang tak biasa.

“Kenapa kau tak menceritakan padaku kalau kau sedang tertimpa musibah? Mungkin aku bisa membantumu…”

“Aku hanya tak ingin membuatmu khawatir. Sekarang aku sudah melewati fase kritis itu dengan baik.” Donghyuk menggariskan senyuman termanis yang ia miliki pada Lalice, mengirimkan pertanda bahwa ia baik-baik saja.

“Taukah dirimu, Donghyuk-ie, aku sangat mengkhawatirkan dirimu. Kukira kau meninggalkanku untuk selamanya. Jika hal itu benar-benar terjadi, aku tak tau apakah diriku ini pantas hidup di muka bumi ini.” Sebuah likuid jatuh dari pelupuk Lalice, ia dengan sigap menyuntikan cairan yang sedari tadi disembunyikannya di leher Donghyuk, berdampak Donghyuk panik atas polah Lalice.

Donghyuk meraba luka bekas suntikan Lalice, mencoba menerka guratan wajah Lalice yang tampak penuh misteri, lalu mempertanyakan alasan Lalice melakukan tindakan itu.

Lalice kemudian tersenyum lebar, “Itu adalah antasida dosis tinggi, sebuah zat pemicu penyakit pneumonia-mu. Ku kira aku tak ingin terjebak lagi pada perasaan kalut dan khawatir kehilanganmu apabila aku dapat memilikimu selamanya. Setidaknya dengan mengakhiri nyawamu, aku bisa selalu berdampingan denganmu meski kau tak ingin bersamaku.”

Kedua iris Donghyuk membesar, nyeri di dadanya kembali datang. Ia membungkuk, menahan rasa nyeri yang jauh lebih parah dari biasanya. Beberapa sekon kemudian, dia batuk hebat yang diiringi dengan lendir dan dahak berdarah yang keluar dari kerongkongannya. Tubuhnya menggigil, basah oleh keringat dingin.

Kepala Donghyuk terasa berat, pandangannya buram berbayang-bayang kemudian jatuh ke lantai pualam. Secara sekilas, Donghyuk melihat Lalice muram dan menangis tersedu-sedu. Sebelum matanya menutup untuk selamanya, dia berujar bahwa dia mencintai Lalice segenap hatinya.

Lalice lalu menempatkan kepala Donghyuk di pangkuannya, dan kemudian berbisik lembut di kedua rungunya, “Tenang saja, sayang. Aku juga sangat mencintaimu. Aku tak akan membiarkan badanmu membusuk secara alamiah. Ku akan simpan tubuhmu secara utuh di kamarku dan perasaanmu secara mendalam di dalam lubuk hatiku. Love is as strong as death!”

Fin.

Aoko’s Note :

Holla! Akhirnya, ku bisa menyelesaikan misi ini dengan sukses. Walau terpaksa di nomor berapakan karena tugas kuliah yang datang layaknya perang dan kondisi badan yang akhir-akhir ini tidak sehat. #Mohon doanya ya agar aku bisa kembali sehat seperti sediakala.

Thanks a lot untuk Bu DirUt Asti yg sangat berbaik hati dan maha mengerti atas diriku. Huhuhuhu…aku sangat berhutang maaf padamu.

Makasih untuk adikku, yang ikut menyumbangkan ide dan mau diajak diskusi sehingga cerita nan absurd ini akhirnya bisa terselesaikan.

Dan…thanks juga buat papa YG yg akhirnya menepati janji dengan mendebutkan iKON [I think I’ll became pedonoona bacause of Bobby’s smile & Junhoe’s voice ; but I’m still wait for another song, hopefully it will be hip hop song]. Berharap girlgroup-nya juga akan terealisasikan [ku sedang menunggu Lalice & Jennie beraksi].

Thanks also buat teman-teman kuliahku yg sampai bosan mengingatkanku untuk menjaga kesehatan & bersabar atas kebandelanku karena meluangkan bikin fanfic di tengah-tengah gerombolan tugas. Hahahahaha…. Sorry, guys, aku mencoba merefresh otak dengan menulis ; its became habit when I’m stress.

Last but not least, thanks buat reader & teman-teman author sekalian yang telah menyempatkan diri untuk membaca fic abal ini. Kumohon kritik & sarannya ya apabila kalian merasa ceritaku ini buruk dari segala aspek. Ku sangat menghargai karena itu demi perkembanganku di masa mendatang.

See U at another strories… and

Warm Regard,

Aoko Cantabile

Advertisements

19 thoughts on “[The Black Shadow of iKON] Exsecratus

  1. Aokocantabile istri riri sungriri… huwaaaahhh ini sungguh misteri dari awal sampe akhir bikin kepo tapi takut juga… aku kudu otoke ??

    jadi itu cewe bukan pembawa sial, tapi lama-lama jadi merealisasikan diri sebagai kesialan dongdong gtu kan ya sakin frustasinya ??? (pukpuk dongdong) nasibmu sungguh tidak mujur anak ganteng… hahahahah

    ini keren sekali aoko.. penjabarannya sukses bikin ketar-ketir ini mau nerus baca ato udahan aja saking degdegannya… bhaaakkk XD

    aku pikir ini bakal berakhir kek cerita taiwan ato man deh dulu yang cwenya dateng dari masa lalu… etapi ternyata oh ternyata sampe tamat aja masi misteri banget..

    nomu cowayo istiiiiii….
    lopyuuuhhhh :*

    Liked by 1 person

    1. gomawo my lovely dear chingu ever @diiahuii92 telah mampir di lapakku. hihihihi….

      wuih….kusuka ama analisa kamu… *prok prok prok… [tapi nggak bakal ku jawab, kuserahkan pada kalian semua untuk menjawab cerita sok misteri ini] bhaak… 😀

      akumahapaatuh….cumanserbukmarimasyangkalodiseduhtinggalampasnyasaja…. punyamulebihkecelebihaduhailebihbohay *Ti, sakit mata diah baca reply kamu #kata Diah.

      love U also my frend,
      salanghe… ❤

      Like

  2. awalnya, udah mulai percaya kalo Lisa bukan biang keladi. Tapi kok makin ke sini malah bingung, shocked juga.

    btw, wajahnya jelas bgt dipikiranku. Apalagi Lisa lebih sering nampilin ekspresi flat kalo di depan kamera.

    Pembawaannya gak berat, aku sukaa ! tapi masih bingung, jadi Lalice bener yg ngundang malapetaka?/seketika ngehang/okbye/

    ini대박! anw, Rika, 98’s^^

    Liked by 1 person

    1. Hai, Rika. Makasih telah mampir.. 🙂

      Hayo, s Lalice beneran gadis kutukan atau……. *smirk smile.. (sengaja dibuat sebuah misteri…)

      makasih atas pujiannya, punya kamu lebih keren kok!!
      hihihihi…

      Like

  3. Hiyaaa maaf Kak Aoko, Vris baru bisa mampir dilapaknya kakak 😦 soalnya beberapa bulan ini terlalu sibuk di sekolah si hehehe.

    I like this story so much ❤ ❤ ❤ ceritanya ga terlalu berat dan psychology-nya kerasa banget walaupun jalan ceritanya ga terlalu ruwet. Good job kak 😉

    Eciee Kak Aoko debutin Donghyuk sama Lalice. Suhyun mana? @renkim00 mana? #wkwkwkwk
    Keep writing ya kak. Jangan lupa sama lanjutin kisahnya Blue Victory sama sekalian HalChan juga #kekeke

    Bye. Much ❤ Vris

    Liked by 1 person

    1. Makacih @aiveurislin sayang udah mampir di lapak kakak. & makasih juga buat pujiannya.. hihihi.. 🙂
      punya kamu juga bagus & masih banyak tulisan author lain yg jauh lebih bagus daripada kakak…

      Heahahahaha…s @renkim00 pernah ngedebutin Donghyuk-Suhyun, cuma sekarang trennya s Hanji-Jiwon.

      duh…sebenarnya, kakak pernah publish kisah Blue Victory sebelumnya, memang belum fluff sih. hahahaha… mungkin Vris yg ahli dalam genre romantic fluff bisa menggambarkan mereka *yaelah, kak. bilang aja mau request #kata Vris.

      HalChan? Kakak jadi kepikiran mereka, hampir terlupakan karena Vris jarang muncul…tapi, akan kakak usahakan bikin cerita tentang mereka.

      Muach ❤ balik buat Vris..

      Liked by 1 person

  4. Ternyata terinspirasi sama anime another toh kak hehe.

    DA HEKKK kenapa dongdong mati kak? Padahal baru aja debut hikss 😭😂

    Kak aku bingung mau ngomong apa lagi, jadi gudbae kak ✋

    Liked by 1 person

          1. Tapi live action sama animenya beda banget 😦 jadinya agak mengecewakan kak hiks 😥

            Iya kak, kukira bakalan sama endingnya. Ternyata enggak. Kak Aoko mah jago 👍

            Liked by 1 person

  5. cie Dongie ketemu Jinan cie, cie yg udah bisa bareng2 lgi ciee, cie udh jadi hantu cie.. XD XD

    Makanya dek, dengerin apa kata org. matex kan jadinya. kalo udh gini Noona harus jelasin gimana ke orang tua kamu, dek. Begimana????

    Lalice? Uhm, belum tertarik dgn jiwa dan raganya, dan wajahnya juga masih samar2 di otakku. jadi ngegambarin wajahnya dy tu, gk dapet, jadi aku pinjem wajah Jennie kekekeee XD XD

    Overallllll, ku sukaaaaaaaaaaaa. kece badai, Kak Aoko emang Daebaklah,

    I Love You, Kak ❤

    keep writing ❤

    Unnie, Saranghae,\

    Komenanku udah lebih dari drabble kak, wkwkwkwk

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s