[The Black Shadow of iKON] Bloodlust

Bloodlust

Bloodlust

a fanfiction by darkchocobee

.

Jung Chanwoo and OC as the main cast

Ficlet | Thriller, Crime | PG-17

.

Poster by imjustagirls

.

Chanwoo anak baik-baik.”

.

Chanwoo anak baik-baik, sungguh. Setiap malam mengulang materi pelajaran yang disampaikan. Ialah yang paling awal mengumpulkan tugas. Datang pagi untuk melaksanakan piket kelas, kala sore pulang paling akhir untuk belajar di perpustakaan.

Kurang rajin apa Jung Chanwoo itu?

Kini, seperti hari-hari biasa, Chanwoo tengah mencatat materi pelajaran yang disampaikan guru kimianya. Ia berusaha menjejalkan pelajaran tersebut akibat otaknya yang masih belum bisa menelan materinya. Netranya terfokus kepada papan tulis, sebelum beralih ke sesosok gadis yang membenamkan wajahnya di antara dua lengan.

Berani sekali ia tidur di pelajaran kimia, batin Chanwoo heran. Sedikit kesal juga, karena di saat ia berusaha keras, gadis itu malah enak-enaknya tertidur.

Chanwoo mengenal betul siapa gadis yang tengah melarikan diri ke alam mimpi itu. Jika Chanwoo adalah definisi dari kata rajin, maka gadis itu antonimnya. Acapkali ia tertidur di kelas, atau sekadar mencoret-coret buku tulisnya tanpa mendengarkan penjelasan guru. Ia jugalah orang yang berada pada urutan pertama pada daftar orang-yang-harus-dihindari-bila-bekerja-kelompok.

Namanya Kim. Hanya itu yang Chanwoo tahu.

.

.

.

Matahari sudah terbenam saat Chanwoo selesai mengerjakan tugasnya. Jarum pendek jam dinding menunjuk ke angka sepuluh. Sebuah pertanda bahwa ia pulang terlalu malam. Ini pertama kalinya ia tinggal di sekolah sampai semalam ini.

Gelapnya perpustakaan melintaskan sebuah pikiran mengerikan. Bagaimana kalau ada sesosok makhluk lain yang bersembunyi di dalam kegelapan? Bagaimana kalau makhluk itu menunggu, bersiap untuk menerkamnya?

Saat itu juga, Chanwoo merasakan bulu kuduknya berdiri. Samar, terdengar suara langkah kaki dari koridor sekolah, juga suatu suara yang terdengar seperti kekehan kecil seorang gadis.

Lalu, terdengar sebuah teriakan yang menusuk telinga.

Kini, Chanwoo membeku. Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Otaknya memerintahkan untuk kabur dari tempat ini. Namun, tubuhnya tidak ingin bekerjasama. Setiap inci tubuhnya seakan berhenti bekerja, meneriakkan ketakutan yang mencekam jiwa.

Lagi-lagi, Chanwoo mendengar sebuah kekehan yang kira-kira berasal dari depan perpustakaan. Sangat dekat dengan letak kursi yang didudukinya sekarang–di samping pintu perpustakaan.

“Diamlah, Pak,” ujar pemilik suara kekehan itu. “Sejujurnya, aku tidak membencimu. Hanya sedikit terganggu. Itu saja.”

Bibir Chanwoo mengatup rapat, menolak untuk mengeluarakan suara sekecil apapun. Tangannya mengepal hingga buku-buku jarinya memutih, menahan segala rasa yang tengah dirasakan hati kecilnya.

Akhirnya, batin Chanwoo lega. Tubuhnya sudah terbebas dari keterkejutan. Itu artinya, ia bisa kabur dari sini secepat mungkin.

Sayangnya, Chanwoo gegabah. Kursinya menghasilkan suara akibat gesekannya dengan lantai. Sosok mengerikan itu menyadarinya.

“Lihat siapa yang belum pulang.” Suara itu menyapa indra pendengarannya. “Jung Chanwoo, rupanya.”

Sosok itu menampakkan dirinya, menunjukkan identitas aslinya. Seorang Kim berdiri di hadapannya, lengkap dengan pisau dapur yang berada di tangannya. Kedua obsidian Chanwoo tidak sengaja menangkap yang lainnya–seorang pria yang ia kenali sebagai penjaga sekolah yang tengah tergeletak tanpa nyawa. Chanwoo kembali membeku.

Bukan mayat sang pria yang membuatnya membeku, melainkan bagaimana kondisinya saat ini. Isi perutnya berceceran di lantai, wajahnya memiliki goresan-goresan pisau, dan detail-detail mengerikan sekaligus menjijikkan lainnya yang takkan ingin kauketahui.

Tidak dapat dipercaya bagaimana Kim dapat membuat luka-luka itu dalam waktu sesingkat ini. Detik sebelumnya, pria itu berteriak. Detik berikutnya, tubuhnya telah menjadi seonggok mayat semengerikan ini.

Sejujurnya, Chanwoo merasa mual.

“Kamu takkan menceritakan ini kepada siapapun. Mengerti?” tanya Kim, menunjukkan senyuman tipis mematikannya. “Atau kau akan bernasib sama.”

Chanwoo mengangguk kaku. Kim tersenyum puas.

“Kau boleh pulang, jika kau bisa menjaga rahasia,” ujar Kim santai.

Lagi-lagi, Chanwoo mengangguk kaku.

“Baiklah. Kurasa aku juga harus pergi untuk membersihkan ini.”

Namun, sebelum melangkahkan kaki lebih jauh, Kim berbalik.

“Oh, iya. Chanwoo, kau harus tahu.”

Sebuah senyuman mengerikan lainnya terukir di bibir tipis Kim.

“Aku suka membunuh.”

.

.

.

Chanwoo bersumpah secangkir susu hangat tidak dapat membuatnya tertidur.

Wajahnya masih pucat. Kejadian mengerikan kemarin belum bisa dilupakannya. Sampai sekarang pun jantungnya masih berpacu hingga menghantam tulang rusuknya.

Yang dilihatnya kemarin menghantuinya. Chanwoo berusaha memasuki alam mimpi, hanya untuk diingatkan lagi oleh pemandangan itu. Melaporkannya ke polisi pun dirinya tak sanggup.

Ini tidak bisa dibiarkan.

Chanwoo harus bertindak. Ia tidak bisa membiarkan jantungnya terus berdetak dengan kecepatan abnormal, juga keringat dingin yang membanjiri tubuhnya.

Esok hari, ia akan berbicara kepada Kim.

.

.

.

“Kim.” Chanwoo berhasil berujar.

Kim menoleh, memasang sebuah senyum mengerikan yang tampak sama persis ketika kejadian itu berlangsung. Tangannya tersilang di depan dada, menebak-nebak apa yang akan Chanwoo katakan.

“Ada apa, Jung Chanwoo?”

Chanwoo memejamkan mata. Ritme detak jantungnya semakin cepat. Ia harus mengatakannya sekarang.

Sejak Kim menunjukkannya darah segar, Chanwoo tidak bisa melupakannya. Faktanya, cairan kental berwarna merah itu melekat di otaknya. Bau anyir yang sama tidak pernah terhapus dari memorinya, pun penampilan sang korban ketika Kim memutuskan untuk bermain-main dengannya. Mengeluarkan semua isi perutnya. Merobek mulutnya untuk mengukirkan sebuah senyuman di bibirnya secara harfiah.

Tidak bisa disembunyikannya bagaimana jantungnya berdetak cepat yang akhir-akhir ini diketahuinya sebagai rasa gembira. Bagaimana penampakan merah dan bau anyir itu mengacak-acak kerja otaknya, membuatnya ingin menciumnya lagi.

Chanwoo ingin membunuh.

Matanya berkilat merah penuh nafsu membunuh, menatap tajam Kim yang tengah menyeringai lebar kepadanya. Nampaknya Kim tahu, karena matanya penuh dengan kemenangan.

Bukan. Lebih tepatnya, bangga.

Chanwoo mendekat, memeluk Kim dalam dekapannya. Menghirup bau anyir yang tertinggal di tubuhnya. Entah dari kegiatan Kim sebelumnya, atau dari pisau lipat karatan milik Chanwoo yang menancap di perutnya.

Kim terbelalak, tidak menyangka Chanwoo akan melakukannya. Intensitas rasa sakitnya bertambah ketika Chanwoo sengaja memutar pisau itu, mengacak isi perut Kim. Gadis itu memekik keras, mengakibatkan Chanwoo terkekeh. Fakta bahwa pisau karatan itu sedikit tumpul tidak membantu meredakan sakit.

Chanwoo mencabut pisaunya hanya untuk menancapkannya kembali.

Setiap teriakan kesakitan Kim adalah melodi untuknya. Sebuah lagu yang membangkitkan jiwanya. Mengalun indah di indra pendengarannya.

Gadis itu sudah pergi. Chanwoo hanya melihatnya geli. Terkapar lemah di lantai, Kim sudah tidak bernyawa lagi.

“Hei, Kim.”

Sebuah tendangan dilontarkannya ke perut Kim. Chanwoo tersenyum polos, berbanding terbalik dengan matanya yang berkilat mengerikan.

“Aku juga suka membunuh.”

.end.

Advertisements

19 thoughts on “[The Black Shadow of iKON] Bloodlust

  1. Aduh. Chanu. Apa yang kau lakukan?

    totally shocked pas Kim bilang dia suka membunuh. Ini mata hampir loncat dari kelopaknya, sungguh.

    anw, sepertinya sudah masternim sekali di genre ini, (am i wrong?) bahasannya ringan sekaligus gurih! aku sukaaaa ❤

    btw, Rika, 98's^^

    Like

    1. Chanu….ngebunuh orang /lalu kabur sebelum dikeroyok/

      Wks kak ati-ati jangan sampe jatuh matanya ntar jadi The Black Shadow of Kak Rika /lho /plakk

      Nggak, Kak, aku sama sekali nggak masternim di genre ini ;;-;; termasuk pemula di genre beginian ;;-;;

      Makasih ya kak rika X)) Aya, 01L di sini~

      Liked by 1 person

  2. Hi, aku Sher 98Liner 🙂

    Aku suka plot twisnya, gimana si Chanwoo yang saking stressnya malah ngebunuh Kim dan Kimnya gak bisa mikir apa-apa. Terus perubahan Chanwoo yang anak polos di perpustakaan abis ngeliat Kim ngebunuh orang sadis gitu (aku suka part ini!) jadi Chanwoo yang malah sadis itu keren 👍

    Keep writing ya!

    Like

    1. Hai, Kak Sher! Aya dari garis 01 di sini~

      Wkwkwkwk itu juga tercipta saking stressnya aku mikirin plot ga dapet dapet XD Akhirnya, malah mutusin bikin Chanu yang awalnya baik-baik jadi kayak begitu XD

      Hihihihi makasih banyak Kak Sher~~ X))

      Like

  3. Hai, salam kenal! Aoko, 92L.

    sekilas baca, kurasa kamu sudah terjun lama di dunia tulis menulis, dan pas baca komenan, wuidih, seorang level senpai nulis disini.

    kusuka ama gaya penulisanmu dan pastinya diksi yang cakep2 itu dimana2. kamu tampaknya ahli banget dalam genre ini (bener nggak dugaanku? 😀
    dan, saat kutau s Chanu berubah menjadi pembunuh disini, keingetan quote, “to kill or to be killed”. dih, pas banget buat cerita ini.

    detail pembunuhannya juga pas banget. semuannya tepat pas sesuai ukuran. kusuka sama tulisanmu,

    kutunggu karyamu yang lain dan
    keep writing!!
    🙂

    Like

    1. Salam kenal juga, Kak! Aya 01L di sini~

      Emang udah agak lama, sih, kak, terjun di dunia tulis menulis. Cuma belum sampe level senpai XD Senpai apanya…dusta itu, kak. Jangan dipercaya XD

      Plis, kak, aku nggak ahli dalam genre ini ;;-;; Baru kedua kalinya nulis yang kayak gini, malah. ;;-;; Ahahaha quotesnya pas, ya, kak XD aku malah ga kepikiran quotes itu XD

      Aaaaaaaa makasih banyak Kak Aoko X))

      Liked by 1 person

  4. AYA SENPAAAAAAAAAAAAAI INI KEWWL GILAWWW QHU INGIN MENANGEESS /plak/

    jadi, di sini dede canu macam anak culun unyu-unyu :”))) ih jahad kaka kim, hasut-hasut de canu biar jadi pisiko kek dia. /demo yu/ lagian de canu ngapain bawa pisau dapur segala, emak mau masak nyariin sampe mana ntu lagi wkwkwkwk

    Like

    1. HAI KAKAPIRAAAAAA AKU CUMA MAU JADI SENPAI DI HATINYA KAK CHANU KOK /lalu dikeplak/ /melupakan Jimin di sana/

      Iyha, anak culun unyu yang akhirnya kehasut ((ga kehasut juga, sih. wong yang memutuskan untuk suka bunuh juga si Chanu. gaada si Kim nyuruh nyuruh Chanu bunuh orang /ngebelain Kim)) emaknya kan masak pake piso yang baru XD ini yang lama makanya si Canu bawa wkwkwk

      Like

      1. KO BAWA2 KAKA CANU?? KAKA CANU SEORANG CUMA UNTUK DE SYANON //kode keras shipper//
        lha mb kim cari gegara sih ya:”((
        kasyan duut maknya habis cuma buat beli piso baru:”(+

        Like

    1. Halooooo salam kenal juga kawan(?), atau kak? dek? /plakk

      Aku juga suka Chanwoooooo~ siapa yang nggak suka chanu sih? Sini ngaku. Biar didatengin Jung Canu sambil bawa piso karatan. /nggak

      yha kan biar nge-jlebnya lebih kerasa wkwkwkwk makasih ya udah baca dan komen ^^

      Liked by 1 person

  5. AYAAACHAAAAN…….SINI AKU PELUK DULU CANUNYA AKU CIUM DULU CANUNYAA /LAH SALAH/
    Ayaachaaan………..ini demi apa aku bacanya udah dr semalem dan nunggu selesei ngakak dulu baru komen /astaga/ maapkeun ay…….duu gimana ya karakter canu kok ucul sekalee sih aku emesssh. Sini duet sama kakak claire bunuh orang canuu wkwkwk
    Overall ini kecee ^^)9 aku sukaaa ❤

    Like

    1. KAKRIRISONEESAAAAAAAAAAN…..KOK YANG DIPELUK CANUNYA SIH AYANYA KOK NGGAK KAKRIRIS JAAD AKU PELUK JINAN AJA KALO GITU /lah

      Wkwkwkwk karakter begitu malah emesh ((insert emoticon Third World Problems yang kucari-cari di LINE baru ketemu akhir-akhir ini)) Walah kakak claire ngajarin yang enggak-enggak sambadi helep :”)) ntar kak canu makin zaiko lagi…

      mwihihi tengkyu so much kakris~

      Like

  6. Aduuuh kak Ayaaa ini kok bacanya malah menginspirasiku untuk bikin epep😂😂😂 dan aduh bang Canuuu ngapain sih ke sekolah bawa piso karatan? Kenapa gabawa linggis karatan aja? /lah ini malah ngajarim gabener/ XD

    Yodah deh aku mau ngakak aja kak/? XD

    /lalu ngibrit/

    Like

    1. KAKTIR AYO BUAT KAK EPEP NYA BUAT /maksa/ Habisnya Chanu ga punya modal buat beli yang baru, sih. :” Lah, ide bagus itu pake linggis. Siapa tau di rumah ada /lho

      wkwkwk gaboleh ngakak ah gaboleh ntar kaka Chanu marah terus datengin kaktir ke rumah hayoloh XD

      Like

      1. NONOO AKU MAU BERENTI JADI ZAIKOOO
        Canu gamodal nih:’ ke pegadaian dulu gih gadai-in pisau /horor tir/
        Gapapah gapapaah Canu kusambut senang hati dengan sebilah belati:3 /gagal mupon dari zaiko/

        Like

  7. Ayaaaaaa, aku mau ngekek aja tulung boleh kan, boleh kan yaaaaaaaaa/dikeplak/ngapain bocah bocah sma bawa bawa piso dapur ke sekolah ngapaiiiinn, dicariin emaknya trus dijewer pulang tau rasa loh, canu pula, bawanya yg karatan, ketauan sengaja gak modal/ditabok/

    Syudah ay, aku gak pengen komen banyak banyak, masih mau bergelindingan lagi bhak, biarlah nama Kim menjadi misteri abadi (?)

    Liked by 1 person

    1. Perasaan aku udah bales komennya kakippo yang ini….atau aku hanya berhalusinasi? :”
      Plis kakippo Chanu kan diajarin sama kakippo makanya pake bawa bawa piso dapur punya emaknya segala /lalu dikeplak/ Yha Chanu mah apa atuh…mbak Claire-nya pelit, sih, nggak bagi-bagi uang jajan /kali ini dikeplak Kak Claire/

      Kim itu…sebenernya….aslinya…..Kimpossible….. /jeng jneg jeng jeng/

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s