[Vignette] Rhapsody of Rain

a6e91573d5f94000

a sequel of BAD

Scriptwriter : Aoko Cantabile  [@watashiwaisti]

Main Cast : Lee Seunghyun (Seungri Big Bang), Yamada Aoko (OC)

Slight Cast : Kang Daesung (Daesung Big Bang)

Genre : Sad, Hurt, Love Life, Slice of Life, OOC, Songfic

Duration : Vignette (± 1571 words)

Rating: Teens

Disclaimer :

I’m really inspired by the lyrics of The Rhapsody of Rain’s song of Epik High

I just own my storyline. The casts belong to GOD, YG Entertainment and themselves.

Warning :

The early conversation written in LINE’s chatting format.

Left one is Seunghyun and the right one is Aoko.

**********

It’s been raining since morning
The skies are grey and puddles form on the ground
The wind blows, and though I’m shivering in the cold

**********

Rrrrt…..

Getaran yang bersumber dari benda berlayar tipis itu mengagetkan Aoko yang tengah menganalisa tugas wajibnya -makalah mata kuliah Neurobehavioral Systems. Ia mengerutkan dahi, heran melihat nama Seunghyun tercantum sebagai pengirim chat LINE di preview message.

Kau berjanji akan membalas kebaikanmu padaku kan?

 

Sebuah pertanyaan yang melempar kembali memori Aoko pada kejadian setelah upacara pernikahan Daesung, dua minggu lalu. Dengan malas, ia mengetik balasan pada Seunghyun.

Ya. Memangnya kenapa?

Temani aku minum di kedai langganan Daesung hyung ya!

 

Hei! Aku tak minum sake.

Kau kan tau aku ini mahasiswi Keperawatan.

Aku anti minuman yang merenggut kesadaran seseorang.

 

Aku butuh teman mengobrol.

Tolonglah….

Aku sekarang sendirian disana.

 

Kenapa kau tak meminta bantuan pada Daesung-kun?

Dia kan sahabatmu.

Pasti dia lebih memahamimu dibandingkan aku.

Daesung hyung sedang berbulan madu dengan Mikan-san di Okinawa.

 

Aoko menghela nafasnya. Dia bingung harus berkelit seperti apa lagi. Sebenarnya dia malas untuk keluar dari flat –hawa dingin sedang bertiup, tampaknya akan hujan sebentar lagi. Selain itu, lusa, dia akan ujian pra semester. Dia hanya memiliki waktu dua hari untuk merapal materi-materi sistem saraf. Tapi., dia lebih tak tega -membiarkan manusia yang suntuk, hanya ditemani minuman alkohol. Tak butuh waktu lama untuk berpikir, Aoko menyambar jaket yang tergantung di hanger lemari, bersiap-siap untuk menemui Seunghyun.

……….

Though I live with a blurred vision of reality
And try hard to forget everything by drinking
Please don’t mistake my painful, shackled life as the life of an animal
Affection or obsession? The crash landing of love
Perhaps I’ve reached the end without even having started
I’m confused and going crazy
My heart feels like it’s about to explode

Siluet wanita yang dikenalnya muncul di ambang pintu kedai. Seunghyun tersenyum lebar, puas karena berhasil membujuk Aoko datang ke kedai tersebut. Dia berdiri, melambaikan tangan pada Aoko, mempersilahkannya untuk duduk di bangku sebelahnya.

Air muka kesal menghiasi wajah Aoko. Dia tak habis pikir pada orang-orang yang mau melepas stress di tempat seperti ini. Aoko memilih untuk berteriak atau menangis tersedu-sedu di tempat yang jauh dari orang –apabila dirinya sedang terjangkit galau.

“Ckckckck….lihatlah dirimu itu, Seunghyun-kun! Kau terlihat berbeda saat mabuk.” Sebuah sindiran memulai percakapan antara Aoko dan Seunghyun. Seunghyun merespon dengan senyuman, terkikik kecil.

“Alkohol adalah ramuan ajaib yang bisa membuang kepenatan dan masalahmu seketika kau mereguk gelas pertama.” Jawaban Seunghyun membuat Aoko menggeleng-gelengkan kepala, percaya bahwa manusia di sampingnya benar-benar mabuk.

“Jadi, apa yang membuatmu bersikeras untuk minta ditemani?’ Pertanyaan Aoko berdampak pada raut wajah Seunghyun yang mendadak mendung. Seunghyun  menegak segelas sakenya –entah gelas keberapa.

“Aku bertengkar dengan pacarku. Hara memintaku untuk pulang ke Korea secepatnya. Katanya, dia rindu padaku. Tapi……aku merasa berat sekali mengabulkan keinginannya. Aku sedang tak ingin melihat wajahnya saat ini. Entahlah…sepertinya aku  merasa kesal dengannya sekarang.”

“Kenapa kau kesal dengan pacarmu? Kau saja tidak bertemu dengannya selama enam bulan ini. Kau aneh!”

“Aku merasa kalau pacarku itu tidak tulus menyayangiku. Dia sepertinya menerima pernyataan cintaku karena aku adalah sahabatnya dan….. dia mungkin kasihan melihatku.” Lagi, Seunghyun menuangkan cairan sake dari botol kecil itu ke dalam gelasnya. Ia kembali menandas habis larutan berbau pekat itu. Aoko berdecak melihat kelakuan Seunghyun.

“Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?” tanya Aoko lagi.

“Itu karena aku beranggapan Hara masih mencintai mantan kekasihnya. Aku memergokinya beberapa kali, tengah mengirim pesan pada mantannya, mengunjunginya apabila mantannya sedang dalam kesulitan, memandang lekat foto mantannya. Ah…pokoknya aku cemburu sekali melihatnya!”

“Itu asumsimu saja, Seunghyun-kun.”

“Tidak! Aku melihat muka Hara yang berbinar-binar apabila dia bercerita tentang Junhyung. Aku ini adalah pria yang tak suka memaksakan perasaan seseorang. Kalau memang Hara masih mencintai Junhyung, dia seharusnya berkata jujur denganku. Aku bisa saja melepaskannya, walau dengan berat hati, hik.” Seunghyun cegukkan. Terlihat bahwa tubuhnya telah berada di ambang batas. Kedua netranya sayup-sayup memejam, kepalanya pusing serasa dihantam sebuah godam. Perutnya mulas, seakan ingin memuntahkan semua isi yang bersemayam dalam tubuhnya. Dan akhirnya, sake telah menidurkan Seunghyun. Membuatnya tertidur lelap, mengantarkannya ke dunia mimpi.

Sedangkan Aoko, tak tergerak untuk membangunkan Seunghyun. Ia memilih untuk menyibukkan diri dengan membaca beberapa materi kuliah yang tersimpan di memory handphone-nya.

Dua jam berlalu sangat cepat. Pemilik kedai sake sedang berkemas, berancang-ancang untuk menutup kedainya. Pundak Aoko ditepuk oleh sang pemilik, membuatnya tersadar bahwa dia harus meninggalkan tempat itu secepat mungkin. Aoko lalu menghentikan kegiatannya, mengguncangkan badan Seunghyun, bertujuan untuk membangunkannya. Tetapi, tak ada respon. Seunghyun masih pulas.

Aoko bingung bukan kepalang. Bagaimana mungkin dia meninggalkan Seunghyun di kedai? Dan…sepersekon kemudian, dia memapah badan Seunghyun -yang tingginya tentu jauh darinya dengan langkah yang terseok-seok. Saat ini, Aoko sangat kesal. Dia tak menyangka harus terjebak situasi, membopong orang mabuk di dini hari. Yang membuatnya sangat kesal lagi adalah tak ada satupun taksi yang lewat –ketika ia bermaksud untuk menyetop dan membawa pulang Seunghyun ke flatnya.

Tiga puluh menit telah berjalan. Keringat mengucur deras dari pelipis Aoko. Sudah tak terhitung lagi, keluhan juga sungutan yang ia lontarkan tatkala memanggul Seunghyun. Dan, apesnya lagi! Hujan tak ayal turun tanpa permisi, membasahi tubuhnya dan Seunghyun. Aoko berteriak frustasi, merutuk segala kesialan yang menimpanya.

Karena butiran hujan yang menghujam badannya dengan brutal, Seunghyun terbangun. Remang-remang penglihatannya. Ia melepas bopongan Aoko, berjalan lemah, kemudian berdiri menghadap Aoko yang gamang dengan tindakannya yang tiba-tiba.

In this bitter life, all I have is pain
Thousands of pages of untitled poems and endless rain, rain, rain
The rough road swallows me up
Scars, written in bold in the autobiography of my past 

In the storm that I can’t outrun, there’s rain, rain, rain
You’d hear of my sad story
Upon seeing the moonlight, I spit out a maniac laughter inside
And in it is the sorrowful symphony of my twisted life

“Definisi pengecut menurutmu seperti apa?” tanya Seunghyun. Mulut Aoko menganga, tercengang menanggapi pertanyaan Seunghyun.

“Haruskah aku menjawab sekarang, Seunghyun-kun? Sekarang ini kita sedang kehujanan!!” pekik Aoko. Suaranya samar-samar terdengar di telinga Seunghyun. Tak ada tanggapan dari Seunghyun, dia hanya menatap lurus Aoko, menunggu jawabannya walau hujan turun amat deras.

Aoko menelan salivanya susah payah. Matanya menyipit, karena tak bisa melawan pergerakan tetesan-tetesan air langit.

“PENGECUT ITU ADALAH AKU. YANG TAK BISA MENYATAKAN CINTA PADA ORANG YANG DISUKAINYA. YANG TAK BISA JUJUR PADA PERASAANNYA. YANG MENYAKITI HATI ORANG YANG DICINTAINYA. YANG BERTINGKAH KEKANAKAN HANYA UNTUK MEMBUAT ORANG ITU CEMBURU. DAN……YANG TAK BISA MENGUCAPKAN SELAMAT SAAT PERNIKAHANNYA. ITULAH PENGECUT MENURUTKU.” teriak Aoko sekencang mungkin -yang bisa saja membangunkan orang-orang jika tidak turun hujan.

“Pengecut itu adalah aku. Yang jatuh cinta pada sahabat sendiri. Yang menyatakan cinta saat melihat sahabatnya terluka karena orang lain. Yang berjanji konyol akan membuat orang yang dicintainya tersenyum sepanjang hari tapi hati terasa sakit melihat cintanya tak terbalas. Yang melarikan diri karena tak mau menghadapi kenyataan bahwa kekasihnya mencintai orang lain. Yang tak bisa memutuskan perasaan cintanya karena tak ingin kehilangan orang yang dicintai. Itulah pengecut sebenarnya.” Dalam keremangan malam yang disertai derasnya hujan, Seunghyun mengucapkan kalimat-kalimat itu secara datar. Dia kemudian tertawa keras, menertawakan kebodohan yang ia perbuat. Di hadapannya, Aoko bersedekap -mendengarkan segala ucapan keputusasaan Seunghyun, mendekati posisi Seunghyun, merangkulnya, menepuk pundaknya perlahan.

……….

Trapped inside, I exhale
Feel the pressure, though it keeps wetting me
The vain thoughts stay on my starving mind
The curtain that hides my inner self, deeper and deeper
I’ll pull everything out by the roots and fill it up with pain

 

Merawat pasien adalah salah satu tugas utama dari perawat. Berulang kali, Aoko memindset pikirannya saat ia dengan terpaksa membawa Seunghyun pulang ke kediamannya. Dia tak pernah tau dimana alamat pasti Seunghyun menetap. Aoko pun tak ada niat untuk menanyakannya pada Daesung, walau ia tau Daesung pasti akan menjawabnya.

Dengan sisa kekuatan yang ada, ia menjatuhkan tubuh Seunghyun ke kasurnya. Baju Seunghyun yang basah, telah ia ganti dengan jersey milik Seunghyun –yang sebelumnya ia pinjam. Tak lupa, ia tutupi tubuh Seunghyun dengan selimut kesayangannya. Tangannya tanpa sengaja menyentuh dahi Seunghyun. Suhu badan Seunghyun di atas normal. Aoko panik. Dia juga melihat bibir Seunghyun yang pucat serta keringat dingin membanjiri lehernya.

Setelah mengeringkan badan, Aoko bergegas menghidupkan pemanas, merebus air, lalu mengompres dahi Seunghyun –berupaya untuk menurunkan demamnya. Berulang-ulang, Aoko mengompres, walau jam berdetak cepat -membuatnya terjaga hingga pukul 04.00 JST. Karena ngantuk dan lelah yang mendera, Aoko pun tertidur.

###

Sinar mentari menyiratkan kilauan yang hangat, menyadarkan Seunghyun dari tidurnya. Lamat-lamat, ia memperhatikan ruangan tempat ia terbangun. Berekspresi heran karena tak mengenalnya. Ia kemudian melirik meja sudut yang telah dipenuhi semangkuk bubur, dua gelas air putih dan beberapa obat-obatan seperti aspirin dan paracetamol.

Tetapi, sesuatu yang menarik perhatiannya adalah secarik notes post-it berwarna kuning yang menempel di sebuah botol minuman mineral. Dia kemudian berjalan lemah, mencoba membaca isi tulisan di dalam notes itu.

Jika kau telah bangun. Jangan kaget!! Kau sedang berada di kamarku.

Maaf  aku harus buru-buru meninggalkanmu yang sedang sakit karena ada kelas kuliah pagi ini.

Di meja sudah kusiapkan makanan dan obat-obatan.

Kau bisa kan mengurus dirimu sendiri?

Jangan pulang sebelum tubuhmu baikkan!!

 

Semoga cepat sembuh!!

Aoko.

 

Seunghyun tersenyum saat melihat catatan itu. Rasa sakit dan perih yang menyerangnya tadi malam hilang dan menguap tatkala melihat masih ada orang yang peduli padanya.

Because my road, blocked my rain, will clear up one day

Because the sun will definitely rise tomorrow
The saga of my life will continue
This isn’t a menu; it’s my ambition

 

Fin.

*Aoko‘s Note :

Aloha!!! Aoko really really really back!!!

Duh…akhirnya bisa punya kesempatan untuk mem-publish kisah Blue Victory ini sekarang. Padahal nih fic sudah mengendap di Kazuo semenjak akhir Juni. hahahaha..

Well, itulah kisah kedua Blue Victory setelah pertemuan mereka di BAD. gimana fic-nya? terkesan maksa kah? hahahaha..

Pasti ada yg sempat terlintas di pikirannya, kenapa s Aoko dan Seungri selalu dilatari hujan. Karena aku suka ama hujan & berharap ada momen bersama pasangan saat hujan ;keingetan m/v Let’s Not Fall in Love ; Big Bang #digampar author & reader gegara mengkhayal terlalu tinggi. 😀

As usual, ku butuh saran & kritik kalian. jangan segan-segan mencaci diriku apabila banyak hal yang perlu di review.

terima kasih bagi yg setia menanti kisah Blue Victory. tunggu aja tanggal tepat selanjutnya untuk publish sekuel ini. and,

Warm Regard,

Aoko Cantabile

 

Advertisements

7 thoughts on “[Vignette] Rhapsody of Rain

  1. Kak Aoko, aku sebenernya gak tau mau ngomong apa, jujur aja..

    Ini keren banget, kak. Gak nyangka juga si Aoko teriak-teriak pas malem-malam gitu, hah..

    Dan as always, tulisan kakak selalu bagus, dan entah kenapa aku gak ngerasa bosan. Karena fic yang panjang seperti Vignette dan oneshoot aku pasti lewat-lewatin karena bosan, tapi kalo baca fic kak Aoko gak ada bosan-bosannya 😀

    Kakak suka hujan? Wah, sama dong ya hihi 😀

    Liked by 1 person

    1. terima kasih @renkim00 telah mampir.
      hahahaha…pujianmu terlalu berlebihan.

      oh ya? nggak nyangka Aoko bisa teriakkan? dia mah orangnya rame aslinya…suka diingatin ama orang lain saking ributnya.

      kamu suka hujan? wow! semoga kita bisa punya kesempatan untuk hujan-hujanan bareng ya.. hihihihi…

      love U always ❤

      Liked by 1 person

  2. Hai kak aokoooo~
    Akhirnya yaaa ini kopel kambek jugaa hihi. Walaupun kutau pasti ni masih ada sequelnya secara mereka belom officially pacaran hihi 😀

    Sweet kek biasanyaa lah~ aku yang sebenernya akhir-akhir ini sungguh malas baca fic cem vignette dan oneshot dan akhirnya cuma baca awalan atau akhiran entah kenapa kalo di karya2nya kak aoko selalu baca dari awal sampe akhir tanpa kelewatan satu part pun!! seriously, i’m into you kak 😀

    Liked by 1 person

    1. hai, Bu Direktur Utama @astiasti94.
      makacih telah mampir.
      hehehehe…iya, masih ada sekuelnya.

      ku sangat terhormat apabila ceritaku dibaca hingga tuntas. padahal biassa saja lho!
      dan, ini dari Bu DirUt yg ceritanya sudah di level atas.

      hayoklah… Ast. Buat kisah Blue Victory versi-mu. 😉 [semena-mena minta-nya, jangan ditimpuk y!!]
      ku tunggu karya Asti yg lain ya..
      🙂

      love U always ❤

      Like

  3. Kak,,,, ajarin aku buat cerita yg mudah utk readers masuk kedalam imajinasi mereka kak. Ini keren sekali ^^

    Kisah Aoko dan Senghyun itu bikin gimana ya??? ku tak tahu hubungan mereka itu seperti apa, kak? kenalankah? atau karena senasibkah?
    gambaran Aoko tuh mudah aku bayangkan hihi… kata2 seungri juga, hufftt,, ku tak sabar dengan kelanjutan kisah Aoko dan Seunghyun…

    salam cinta dari aku untukmu ka ❤ ❤

    Liked by 1 person

    1. hai…@acu2994
      telima kacih telah mampir. sudah paham hubungan mereka seperti apa kan? an unusual relationship, disatukan oleh kesamaan nasib. hahahaha.. disini Seunghyun masih berstatus pacarnya Hara & mencintainya, juga Aoko yg belum bisa move on dari Daesung.

      pujianmu terlalu berlebihan. cerita aku biassa aja, dan ku masih membutuhkan banyak bimbingan dari orang lain, especially you.

      salam cinta ❤ balik Aoko untuk Seomin…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s