[Vignette] The Light

DIAS

The Light

Didi92 & Astituidt First Collaboration

Cast : [OC]  Seomin [Big Bang] Seung Hyun (TOP)

Vignette || Family, Angst, Hurt/Comfort || G

We just own the plot. Seomin milik Tifa dan cerita ini kami dedikasikan untuk @acu2994 (Tifa)

.

Summary : Anggap saja jika matahari yang terbit dari ufuk timur adalah ayah. Ada kalanya dia menghangatkan. Dan ada kalanya kau harus siap, ketika dia redup karena digantikan bulan.

Happy Reading ^^

Jika kau bertanya tentang siapa orang yang paling aku sayangi, ketika aku masih di Sekolah Dasar aku akan menjawab, ibu. Ketika aku dibangku menengah pertama, aku akan menjawab ChanHee, YiLin, dan Cassie. Dan ketika aku beranjak ke bangku menengah atas, Jiyonglah yang mendapat predikat tersebut.

 

Lalu, tanpa pernah terpikirkan olehku, sosok ayah mulai mengisi masa mudaku.

 

Jika semua orang mengenalku dengan sosok yang pendiam dan suka mengurung diri di kamar, itu semua karena ayah. Karena aku mewarisi sifat kaku dan susah mengekspresikan emosi dari ayah. Karena aku adalah anak ayah.

 

 

Petang, 13 September 2012

Aku dan ayah yang tidak pernah merasa sedekat ini..

 

Hari itu aku sungguh sedang dalam mood yang tidak baik. Ditandai dengan perubahan sikapku yang tiba-tiba menjadi sensitive dan seakan tidak mempunyai kekuatan sama sekali untuk bangkit dari kasur dengan sprei berpola bulan dan bintang kesayanganku. Bukan karena aku sedang dalam periode ‘bulanan’ saat itu. Tapi karena ujian kelulusan yang akan segera datang dengan hanya tinggal menghitung hari.

 

Saat itu ibu sedang pergi kerumah nenek dan berniat menginap disana selama beberapa hari. Rindu kampung halaman katanya. Dengan menjinjing sekoper pakaian dan kulihat ibu pergi dengan hati riang, kurasa ibu benar-benar lupa jika beberapa hari lagi anaknya ini akan mengikuti ujian kelulusan.

 

“Seo-ah.., makan.”

 

Itu adalah kata-kata pertama yang ayah lontarkan sejak 10 jam yang lalu. Tangan kekarnya mengetuk pintu kayu kamar dengan pelan dan sukses membuatku bergerak, – setelah sejak pagi tadi hanya tidur dan melamun – atau lebih tepatnya berjingkat kaget.

 

“Iya, ayah.”

 

Dengan sedikit terhuyung, akhirnya aku berhasil membebaskan jeratan posesif kasurku dan melangkah keluar kamar.  Ayah tidak suka dibantah. Jad iaku yang sebenarnya sama sekali tidak lapar, dengan terpaksa keluar dari sana untuk setidaknya menjejalkan beberapa suap nasi kemulutku.

 

Makan berdua dengan ayah seperti ini entah mengapa membuatku canggung. Mungkin karena aku dan ayah sangat jarang mengabiskan waktu berdua. Biasanya ada ibu diantara kami. Dan tentu saja, aku lebih sering menghabiskan waktu dengan ibu daripada ayah.

 

Aku dan ayah makan dengan tenang, karena ayah memang orang yang sangat benci kegaduhan. Mata ayah terfokus pada mangkuk nasi  dan sumpitnya tanpa sedikitpun beranjak dari sana. Bibirnya mengecap dengan perlahan, dan tak lama kemudian ayah menuangkan air kedalam gelasnya, lalu kedalam gelasku.

 

Ayah meneguk airnya, lalu melihat ke arahku.

 

“Ujian kelulusan tinggal 2  hari lagi, kan?”

 

Aku melirik ayah dengan posisi kepala yang menunduk. Setelah mengangguk, aku memilih kembali berkonsentrasi dengan sumpit ditanganku.

 

“Belajarlah lebih tekun.”

 

“Ya, ayah.”

 

Ayah meneguk airnya lagi dan beranjak dari tempat duduknya dengan membawa piring kotor dari atas meja.

 

“Ibu baru akan pulang hari senin depan, Seo.”

 

“Hmm..” aku mengangguk sambil terus mengunyah makanan di dalam mulut, merespon perkataan ayah yang berdiri membelakangiku dan sedang mencuci piring kotor.

 

Aku tidak pernah melihat ayah melakukan pekerjaan rumah sebelumnya. Mungkin karena itulah, dadaku berdesir saat aku melihat ayah mencuci sendiri piring kotornya.

 

“Karena ibumu sedang tidak ada di rumah, kau boleh langsung meminta pada ayah kalau butuh sesuatu.” kata ayah.

 

Dadaku lagi-lagi berdesir mendengar perkataan ayah. Kelopak mataku mulai memanas dan tak lama, likuid hangat berhasil lolos dari sana.

 

Entah mengapa, pada saat itu aku merasa sangat dekat dengan ayah..

 

 

 

Winter, 31 Desember 2012

Interaksiku dan ayah bertambah…

 

 

Sore itu aku masih duduk di sofa ruang tengah dalam balutan selimut tebal yang melindungiku dari udara dingin akhir tahun yang seakan enggan enyah meski ruangan ini sudah terpasang penghangat ruangan yang nyaman. Berteman setoples keripik kentang aku tak berniat beranjak barang satu sentipun dari layar televisi tempat movie marathon akhir tahun terputar dari tadi pagi. Sampai sebuah suara berat menginterupsi.

 

“Ini malam pergantian tahun. Apa kita akan melewatkannya di rumah seperti biasa?” itu suara ayah. Sepertinya ayah dan ibu sedang bicara di dapur.

 

“Ya, begitu lebih baik. Kau dan Seomin kan tidak tahan dingin. Aku tidak mau mengambil resiko kalian sakit nantinya.”

 

Sepertinya malam ini akan sama dengan sebelumnya. Aku menghela napas sebelum mengembalikan fokusku pada televisi.

 

“Tapi Seomin terlihat bosan. Haruskah kita keluar untuk makan malam saja sebentar?”

 

Apa? Ayah mengkhawatirkanku?

 

Tanpa sadar sudut-sudut bibirku terjungkit, entah mengapa aku bahagia hanya dengan mengetahui jika ayah mengerti perasaanku.

 

Hhh.. baiklah. Tapi hanya makan malam. Aku akan memberitau Seomin dulu.”

 

“Tunggu, bilang pada Seomin jangan lupa sarung tangan dan penutup telinganya.”

 

“Ya Tuhan. Kau ayahnya, kenapa mengatakan hal seperti itu saja harus melaluiku?”

 

 

Dan malam itu jadi malam pergantian tahun paling menyenangkan dalam hidupku.

 

 

 

Autumn, 17 Mei 2013

You are my real hero..

 

Yang benar saja! Ini hari minggu dan dosen gila itu menyuruh kami untuk mempresentasikan hasil penelitian minggu lalu? Apa ia tidak punya hari kerja lain yang bisa di gunakan? Bukankah salahnya sendiri kemarin tidak hadir, kenapa jadi kami yang repot. Iiisss

 

Gerutuan demi gerutuan keluar dari orisku sedang tanganku juga tak berhenti bergerak membereskan barang-barang yang akan ku bawa ke kampus. Pemberitahuan dadakan ini benar-benar mengganggu hari liburku.

 

“Seo-ah, jadi ke kampus?”

 

Aku menoleh ke sumber suara, ayah sudah berdiri di depan pintu kamar yang ku biarkan terbuka. Aku hanya mengangguk lalu kembali berkutat dengan ransel merah di depanku.

 

“Mau ayah antar?”

 

“Tidak usah, yah. Nanti aku di jemput teman.”

 

“Hmm..” gumam ayah seraya membalikkan tubuhnya menjauh dari kamarku.

 

“Aku pergi dulu yah.” pamit ku buru-buru, lalu berlari keluar rumah.

 

~

~

 

“Seomin-ah, maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang. Ibuku barusan menelepon minta di jemput.”

 

“Tak apa, aku bisa pulang sendiri.”

 

Selang beberapa menit setelah temanku pergi, hujan turun dengan derasnya. Membuatku harus berdiam diri di halte lebih lama.

 

Oh, sial sekali nasibku hari ini.” ujarku saat menyadari jika sudah nyaris 2 jam aku berdiri di sini. Sendiri dan tidak ada satu pun bus yang lewat.

 

“Kemana semua bus itu?! Astaga…” keluhku lagi dan mendesah pasrah saat mengecek smartphone yang ternyata sudah kehabisan daya.

 

Baru saja aku hendak melangkah keluar halte – berpikir untuk hujan-hujanan saja dari pada berdiam diri di sana tanpa tujuan– klakson dan teriakan dari seberang menghentikan niatku.

 

“Tunggu di sana, Seomin-ah!”

 

“Ayah?”

 

Ayah keluar dari mobil – setelah mobilnya sampai di depan halte tempatku berdiri– dengan jaket yang di pakai untuk menutupi kepalanya. Tidak bawa payung rupanya.

 

“Ayo masuk mobil.” ujar ayah sambil membentangkan jaket itu di atas kepalaku, menutupi seluruh tubuh bagian ataskudan membiarkan dirinya kehujanan. Memang hanya berjalan sedikit keluar halte, tapi dengan hujan sederas ini jelas akan tetap basah.

 

“Ayah basah.” ucapku saat kami sudah berada di dalam mobil.

 

“Tak apa. Ayah bisa mandi di rumah,” jawab ayah seraya mengibaskan pakaian yang sudah basah seluruhnya “Kenapa tidak menghubungi ayah jika tidak ada yang mengantar pulang?” tanya ayah kemudian.

 

“Baterai handphoneku habis. Lagi pula kupikir masih bisa pulang dengan bus. Tapi entah mengapa sama sekali tidak ada bus yang lewat.”

 

“Ada kecelakaan bus parah di depan sana. Kau tau betapa khawatirnya ibumu dirumah?”

 

“Maaf.”

 

Ayah menatapku sekilas”Syukurlah kau tidak apa-apa.” gumamnya sambil membebatkan seatbelt ke tubuhnya.

 

Ya Tuhan, aku menangis lagi. Entah mengapa, setiap aku menyadari begitu banyak cinta yang di simpan ayah dalam topeng tegasnya membuatku tak kuasa menahan rasa haru.

 

 —

 

Summer, 7 maret 2015

Semua telah usai..

 

Penyakit sialan itu sudah menggerogoti tubuh ayahku. Mengambil senyumnya, mengambil tatap teduhnya, sentuhan hangatnya, bahkan suara tegasnya. Meluluhlantakkan sosok gagahnya. Membuat ayah terbaring lemah tak berdaya dengan asupan penopang hidup yang aku sendiri tak mengerti itu apa.

 

Sudah hampir setahun ayah berjuang melawan penyakit yang bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera enyah daritubuhnya. Menjadi konsumen tetap obat-obatan yang terus bertambah jumlahnya. Demi tuhan aku tak sanggup melihatnya di kelilingi alat-alat medis beserta kabel-kabelnya. Syukurlah ibuku wanita hebat yang sabar merawat ayah dengan penuh cinta. Senyum tak luntur dari bibirnya meski aku tau hatinya hancur.

 

“Apa rasanya sangat sakit, ayah?”

 

Ayah menggeleng, mata teduhnya mengerjap pelan seakan mencoba memberiku ketenangan.

 

Aku cuma bisa tertunduk. Menahan bulir-bulir hangat yang sudah hampir tumpah. Aku tidak boleh menangis di depan ayah.

 

“Seo-ah. Apa kau masih punya mimpi yang belum terwujud?”

 

“Tidak, aku sudah jadi pengacara dan itu berarti mimpiku sudah terwujud.”

 

Hmm, kau benar,”  jawab ayah dengan mengulas senyum tipis di wajahnya. “Kalau begitu, rasanya ayah sudah bisa pergi dengan tenang.”

 

Dadaku berdesir. Jantungku berdetak lebih cepat dan membuat air mata yang sejak tadi berusaha kubendung akhirnya tumpah seketika. Entah kenapa aku merasa marah. Aku merasaTuhan tak adil, begitupun ayah.

 

“A-ayah, t-tidak bisakah k-kau menemaniku sampai aku m-menikah kelak?” aku terisak. Menundukkan kepalaku seraya terus terisak.

 

“Ibu yang akan menemanimu, Seo.”

 

A-ania..aku m-mau ayah y-yang menemaniku. T-tidak bisakah a-ayah?”

 

Lalu tiba-tiba, kurasakan tangan hangat ayah menggenggam jemariku.

 

“Seo-ah, jadilah wanita kuat seperti ibumu. Belajar yang baik dan jadi orang yang berguna bagi orang lain. Hanya kau kebanggaanku nak.”ucapnya dengan senyum paling hangat yang pernah ia perlihatkan padaku, meski kentara pucat masih mendominasi wajahnya. Aku dapat melihat setitik air mata jatuh dari obsidian tegasnya yang kini redup tak bercahaya.

 

“A-ayah, kau m-mau kemana?”

 

“Ayah mau menunggu ibu dan Seomin ditempat yang lebih indah. Ayah titip ibu. Jaga ia dengan baik. Berikan kebahagiaan untuknya hingga maut mempertemukan kita kembali.”

 

“A-ayah, k-kajima..”

 

“Maaf, anakku. Sampaikan pada ibu, aku menyayangi kalian. Kau tidak boleh menangis, Seo. Kasihan ibumu.”

 

Aku menggigit bibirku kuat-kuat. Berusaha menuruti perintah terakhir ayahku. “Maafkan aku, ayah.” gumamku pelan.

 

Saat ini aku hanya bisa menggenggam erat tangan ayah yang mulai kehilangan hangatnya sebelum bunyi panjang itu menginterupsi pendengaranku. Menandakan waktuku sudah habis. Ayah hebatku sudah pergi, tidur kembali di pangkuan penciptanya.

 

“Aku juga menyayangimu ayah. Sangat.”

.

.

.

Aku menutup buku harianku yang sudah beberapa bulan ini tidak ku buka.

 

Aku memutuskan untuk menggantinya dengan yang baru saat aku sudah bisa bangkit dari kesedihanku akan kehilangan sosok panutan yang menjejaki posisi pertama-bersama ibu-dihatiku. Kini ia sudah damai di sana, terlepas dari beban hidup yang mungkin saja memberatkan dirinya.

 

“Aku akan selalu jadi kebanggaanmu ayah. Aku janji.”

 

-fin-

 

 

Asti :

Fyuh~ Akhirnya selesai juga fic kolab estafet bersama kak Diah 😀 Sarange kak Diah~ maaf kalo asti sungguh cerewet dan minta ini-itu padamu hikseu kuberdosa.

Fanfic ini kita dedikasikan khusus untukTifa. Keep seterong dear! Maaf kalo fic ini membuatmu semakin baper. Kusayang Tifaa ❤ Kusayang kakDiah ❤ Kusayang Ayahku juga ❤ Kusayang temen2 YGEFF ❤

Diah :

Alhamdulillah akhirnya kesampean kolab sama budir XD (hasrat terpendam) walaupun aku tau partku tidak semulus bayanganmu. Uhuk aku harap kamu ga kapok. XD

Buat Acu keep strong ya !! Tetap jadi Acu yang lucu kesayangannya author YG ent FF, tetap jadi Tifa kebanggaan keluarga, dan tetap jadi gadis manis kesayangan ayah.

Love You Acu ❤ Asti ❤ Ayahku ❤ dan teman-teman YG ent FF ❤ ^^

Advertisements

40 thoughts on “[Vignette] The Light

  1. Sukses buat liquid hangat mengular dipipi tembam ku :’ OMG, keren bgt .-. Feelnya berasa KYAAAAA! Ngebayangin muka TOP dingin-dingin gimana gitu tiba2 mau makan bengbeng dingin/?

    Like

  2. kak pira tau ini telat but gapapa khan ya? :p

    FIRSTLY, INI BENER-BENER BIKIN HATI REMUK INGET PERJUANGAN AYAH YANG BESAR T^T aku sendiri juga gak deket banget sama ayah, jadinya ini nge-fit sama realita aku T^T

    worth to read banget karena aku suka cara kak asti sama kak didi nyampein alurnya, enak banget buat dibaca ❤ dan well, kakak-kakak hebat ini bisa bikin aku mewek bawang pagi-pagi T^T

    Liked by 1 person

    1. Hallo fira.. ga telat kok.. lagian telat juga gapapa.. kan ga pake durasi… hihi 😆😆

      Iya.. kadang sosok ayah yg keras bikin kita jd segen mau deket, trus jd gatau deh klo sebenernya begitu2 ayah care banget sama kita… 😊 ayo peluk ayahnyaaaa…😄😄😄

      Syukur deh klo kamu suka.. semoga ceritanya berkesan ya firaaaa 😊😊

      Makasiii sudah mampir di lapak diah-asti.. 😄😄❤❤❤

      Liked by 1 person

  3. Bunuh aj aq yg baru nongol di lapak kece ini *hiks
    Ap aq blg kan, bca stengah nangis bombay apalagi pull kek gini 😭😭😭😭
    Papaku abis ultah di bulan ini, ahh jdi inget jln b2an di mall ma papa, gandengan trus aq jailin “aku kaya bini mudanya papa” 😆😆😆 kita b2an ketawa-ketiwi dan twrus aq dibeliin es krim..
    OMAYGOT BAPER GA KETULUNGAN!!!

    Cium jauh untuk papaku disana 😚😚😚😚
    Papa kita lagi senyum disana yem @acu2994 jadi kitanya ga bole baper / iyem: pan lu yg gi baper kak 😂

    Lope lope untuk kedua adikku tercintah 😚😚😚😚😚

    DAN LOPE LOPE UNTUK SEMUA YGENT FAMILY 😚😚😚 AQ SAYANG KALIAN SEMUA😚😚😚 (juga kecup Mino+Jinwoo😁)

    Liked by 1 person

    1. Jan bunuh atuh kaaaakkk nnti yg ngeramein grup siapa ? Hihi 😆😆

      Pasti papanya kadel geleng2 kepala liat anaknya jd mami anak orang… hahaha jd kangen ya sama momen2 sama papa ??? Aku juga kangen (bapakku jauh) hiks😢

      Trus..trus aku senyam senyum sendiri baca obrolan kadel sama acu ttg papanya yg pd ngopi sambil cekikikan liat anak gadisnya jd kang rumpi di ygentff… hihi

      Semoga ceritanya berkesan ya kak…

      Makasiii sudah mampir di lapak sederhana diah-asti… love you 😊😊❤❤❤

      Liked by 1 person

  4. KAK. Ini kenapa topiknya sensitif abis, sedih banget bacanya :”” kenapa harus gini kenapa? Pedulinya ayah emang agak tesembunyi gitu, tapi tetep aja peduli :”)

    Hebat banget deh kakak-kakak berhasil ngebawain cerita yang bagus kayak gini, terus bikin orang-orang nangis.

    Liked by 1 person

    1. Peluk asti sana yg pny ide emejing macem gini sher… hihi 😆😆 aku juga langsung mendadak baper pas di kasi ide sama asti..

      Makasiii… 😊😊 syukur deh kalo kamu suka.. maaf kalo pembungkusannya (?) belum sempurna yaaa… semoga bisa diperbaiki di karya berikutnya..

      Makasii udah sempetin mampir kesini sher.. 🙆🙆

      Like

  5. AKKK INI BIKIN BAPHER SUMPAH 😢😢
    Aku jadi keingat bapak yg udh almarhum. Miss you bapaaak 😢😢😢
    Kalo pribadi aku, aku deket sama bapak dan ga kaku seperi seomin dan ayahnya
    Good fic😍keep writing! 😉

    Liked by 1 person

    1. Maaf ya jadi bikin keinget… tapi pasti ayah kamu senyum2 disana liat kamu baper karna kangen sama ayah.. hihi 😆😆

      Iya sama.. aku juga deket sama bapakku kek temen… (ayo tos) 😊😊

      Makasiii ya udah sempetin mampir kesini 😄😄

      Like

  6. Firsie telat ga ya baca ini?._.

    Emm kak. Kayaknya Firsie nangis deh baca ini 😂 iya emang nagis kok ): Firsie sayang Papa 😭😭😭

    Diksinya kak ): jebhal ): firsie nyesek bacanya kak ): aku sampai bingung harus berkata apa karena ff ini sangatlah indah dan menyentuh ):

    Terima kasih untuk kak asti dan kak diah yang menyadarkan Firsie akan besarnya kasih sayang Papa ke Firsie :”)

    With luv, for luv,

    Azzurachan a.k.a Firsie

    Liked by 1 person

    1. Ga telat ko firsie.. lagian telat juga gapapa.. kan ga pake kejer2an waktu… hihi 😆😆

      Samasamaaaa… kita semua sayang ayah, cuma kadang sosok ayah yg lebih tegas dr ibu bikin kita jd keliatan ga deket.. pdahal ayah jagain kita dr jauh.. ayok peluk ayahnyaaaa.. 😊😊😊

      Makasiiii sudah mampir ya firsie 😊😊

      Like

  7. Aku udah baca semalem,,, lalu kubaca lagi dan nangess lagi,,,, hiks
    ayah…entah kenapa aku lemah sekali kalo ada cerita tentang perjuangan seorang ayah.
    ini sedih, saat kita ketawa ketiwi menikmati hidup yg berkecukupan, ada ayah yg berjuang mati2an,,,
    ah, kujadi rindu ayahku,, huhuuu
    kakakku tersayang @diiahuii92 sama cecinguanku paling gesrek @astiasti94 oke ini fic terbaper yg pernah kubaca,, lebih baper dari kisah cinta jincass yg gak kelar2,, lebih baper dari ngurusin jiyanie yg gak debut2,,, waks
    dedikasi yg luar biasa,,, kip setrong ya @acu2994… kusayang ygeff selalu,,, huhuyyy

    Liked by 1 person

    1. Maap ya kalo bikin baper py.. sesungguhnya aku juga baper pas bikin part aku.. tapi entah kenapa asti lebih dapet feelnya… jadilah ini d bungkus rapih sama asti… 😂😂

      Iya.. aku juga sedih kalo inget bapak, skr aku belum bisa kasi apa2.. hiks 😢

      Jan baper mikirin jincass sama jian.. kasi ketangan2 ajaib yg jago fluff juga mereka pasti bahagia 😊😊

      Makasii sudah mampir ke lapak sederhana ini ya mba ipy… lope yuuuu ❤❤❤

      Like

  8. Bu DiRut @astiasti94 & @diiahuii92, kalian sukses bikin aku nangis. huhuhuhu….aku lemah sekali ama genre family.. tetiba kangen sama ayah, jadi home sick… hiks!
    baca fic kalian, aku langsung keingetan perjuangan ayahku dan sikap tegas ayahku sama persis kayak sosok ayah yg kalian gambarkan. aku memang nggak dekat ama ayah, tapi sisi peduli dan perhatiannya ayah bikin aku selalu berharap mendapatkan pasangan yang sama persis kayak ayah.. *maafkan aku yang curcol ya..

    @acu2994… Keep strong ya! Kamu adalah anak baik yang pastinya telah membanggakan ayahmu. Beliau pasti telah tersenyum bahagia melihat kamu mandiri. Aku sangat iri padamu, Cu.

    Love U always YGEFF crews, I’m proud to be part of yours.
    ❤ from Aoko.

    Liked by 2 people

    1. Gak nyangka banget kalo bakal bikin kak aoko nangis. Maafkan kita berdua yg gak bisa menyajikan dgn sempurna kak soalnya ini kolab sungguh dadakan dan kebut2an hehe gomawo kak buat pujiannya 🙆

      Aku juga lemah sama genre family dan ga kebayang gimana rasanya ditinggal ayah huhu belom siap. Tapi mau gamau suatu saat pasti dateng waktunyaaa andwaeeee 😭

      Kakaoko jan baper yaa~ kalo kata lagunya birdy “if you are homesick, give me your hand and i’ll hold it”/genggem tangan kak aoko/

      Love you too kak aokoo 🙆 ❤ Thanks for always spending your time for us 🙆

      Liked by 1 person

    2. aoko jan nangis :’) (pukpukaoko)

      aku juga sebenernya sensi banget sama genre angst fam gini.. kalo boleh jujur aku juga hampir nangis pas bikin (mendadak kangen bapakku) hiks /ikutancurcol

      pada dasarnya kita semua sayang ayah, cuma kadang pencitraan sosok ayah yang seterong banget bikin anak perempuan lebih terkesan canggung sama ayahnya. tapi gapapa, skr kita udah tau kalo hal-hal kya gitu ga bisa ngilangin rasa sayang. jadi tunjukin aja rasa sayang kita sama ayah dengan cara terbaik. 🙂

      makasih udah mampir ya aoko.. semangat buat kuliahnya.. 🙂
      sarangeeeeee ❤

      Liked by 1 person

  9. KAK ASTI! KAK DIDI!

    Kakak-kakak pada tahu, nggak? Aku nangis baca ff ini. Ini mengingatkan aku sama Papa yang udah kerja keras untuk menafkahi aku dan keluarga aku.. air mata aku gak bisa berhenti keluar, kak.. Mana papa lagi keluar kota lagi, aduh.. ((curcol))

    Aku beneran nangis kak, aku jadi kangen sama papaku, banget..

    Fic kalian sukses banget bikin nangis. Aku jadi makin tambah sayang sama papa ❤

    Dan keep strong kak @acu2994
    Aku juga sayang sama semuanya, mulai dari kakak-kakak, temen-temen, dan adek-adek, makasih telah menjadi bagian dari hidup aku. Saranghae ❤

    Liked by 1 person

    1. Hai reeen~ miyane ya kita udah bikin kamu nangesss huhu tapi emang tujuannya bikin fic kan emang supaya readersnya terbawa alur cerit yaa heheh miyanee 🙆 Ren sayang sama ayahnya kan? Jangan nakal2 yaa kalo gitu~ sayang2in ayahnya kalo lagi dirumah. Jan lupa ditelponin terus kalo ayahnya lagi luar kota gini 🙆

      Love you too ren🙆 Makasih sudah mampir kesini yaaa ❤

      Like

    2. Reeeennn…. jangan nangis (mpokmpok punggung ren) :’)

      coba telp ato sms papa nya.. iseng aja nanya apa gitu.. trus kalo papa nanya kenapa bilang aja kangen.. walaupun awalnya aneh tapi pasti papanya seneng.. hihi

      makasi udah mampir..

      sarangeeee ren 🙂 ❤

      Like

  10. Aku terharu, kalian berhasil bikin aku baper lagi. Tapi gk papa, aku berterimakasih,
    Aku sayang kalian semuanya keluarga YGEntFF ❤ ❤

    kasih sayang, perhatian dan kepedulian kalian tidak ada bedanya sama keluarga utamaku. dan aku semakin merasa tidak ada keluarga kedua, kalian sudah masuk menjadi keluarga utamaku.

    Kak @bebhmuach90 @aokocantabile @diiahuii92 kakak2 ku yang dewasa, baik, ngegemesin, penuh kasih sayang. aku berterimakasih banget sama kalian ({}) <3.

    utk @astiasti94 @ezraelisabetvip @ivyjung sodara satu Line yang absurdnya gk ketulungan, aku juga berterimakasih banget sama kalian, disaat dadaku penuh dan sesak, kalo bbman ama kalian, selalu buat aku ktwa, dan sesaknya sedikit menghilang. ❤

    utk adik2 ku juga @asteriaesmerald @renkim00 @azzurachan @aiveurislin @heerara @bibblessi @scailissher @hidenseek01makasih udah buat aku ngerasain jadi kakak. kalian adik2 yg gk kalah absurd dan nyebelinnya XD

    Putri & Rara [Tetua Bully], RAVSquad gesreknya ampun, tapi terkadang mereka buat aku ngerasa dewasa, terkadang ya, (terkadang) hehehe… kalo bin gak salah panggil nama XD XD

    Pira, Sher ama Ninda, meskipun kenalnya gk lama2 banget, tapi kalian ternyata absurd juga, pokoknya, kalian semua tuh the best lah.

    SARANGHAE @ygentertainmentfanfiction ❤ ❤ ❤ ❤ ❤

    Liked by 7 people

    1. Sama-sama tifaa~ maaf yaaa kalo dicerita ini ada yg gak berkenan. Kita berdua cuma pen kamu lebih semangat lagi kok!!! Sarangeeee💕💕🙆🙆🙆

      Makasih yaa udah nyempetin dateng ke YGEFF terus. Kusangat terharu 🙈 🙆

      Liked by 1 person

      1. Gak kok kak, As. ini keren sekali, karakternya pas banget buat aku.
        yg bikin aku baper adalah disaat moment hujan2an dan kata terakhir :’) krena gk pernah ngerasain dan gak ngadepin :’)
        Aku Always strong demi ayah yg udah bahagia dan ibuku yg tegar ❤

        I Love You guys, ❤ ❤

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s