[LET ME BE A HERO] Sacrifice

mino

SACRIFICE (Ficlet)

2nd colaboration fiction. bebhmuach & astituidt

[WINNER’s] Song Mino, Kim Jinwoo, Lee Seunghoon

 

Ficlet || Action, Comedy, Friendship || G

 

This plot is ours!!

HAPPY READING 🙂

 

*

 “Akan kuberi tahu rasanya ketakutan padamu, Kepala Song.”

*

 

“LETAKKAN SENJATAMU!!” pekik namja dengan name tag Song Mino diatas dada kirinya.

 

Ia bersiap dengan Baretta 92 dilengan kanannya. Telunjuknya sudah menempel pada pemicu yang akan mempermudahnya untuk memberikan tembakan –bila itu harus.

 

“Kita harus segera bergerak.” bisik Jinwoo –salah satu anggota dari timnya- yang sudah mulai terlihat resah.

 

Mino mengangguk kecil. Netranya tetap tertuju pada pria berjaket hitam itu. Ia bersama timnya harus hati-hati untuk mengambil tindakan saat ini. Salah saja, bisa-bisa nyawa gadis itu melayang.

 

Pria itu masih mengarahkan pistolnya pada kepala sanderanya. Wajah gadis itu memucat, peluhnya mulai bercucuran. Kentara sekali ia merasa sangat ketakutan.

Terlebih lagi ada satu granat di lengan kiri si pria. Sudah pasti akan ia gunakan bila kondisinya terdesak.

 

“Lee Seunghoon!! Kami ulangi, segera letakkan senjatamu dan lepaskan gadis itu!” Mino tetap membujuk lelaki yang terlihat usianya tak terpaut jauh darinya itu.

 

Pria itu bergeming, tak mengindahkan. Ia menyeringai, lebih mengeratkan dekapannya pada si gadis. Ekor matanya menangkap liquid bening yang turun bebas membasahi pipi mulus sanderanya.

 

Don’t be affraid babe. Ini tidak akan terlalu menyakitkan.” bisiknya.

 

Bariton itu menusuk tulang pendengaran si gadis yang terasa horror untuknya. Bukannya tenang, ia makin ketakutan.

Bagaimana tidak, pria yang sudah menjadi buronan polisi selama enam tahun ini dikenal berhati dingin. Ia tak akan segan menghabisi nyawa yang menurutnya tak berharga.

Berbeda dengan si pria yang bernama Lee seunghoon ini. Ia tersenyum sinis karena berhasil memberikan tekanan mental untuk gadis bersurai panjang itu.

 

“Kita tembak saja dia dengan penembak jitu yang sudah bersiap diatas gedung.” Jinwoo geram.

 

Bukan hanya karena kondisi alot ini, tapi karena ia iba pada Mino. Gadis itu Park Injung adalah tunangan Mino. Sudah pasti jika sang atasan –sekaligus sahabatnya- sama sekali tak tenang.

 

Mino menoleh ke arah Jinwoo. “Jangan gegabah! Kau tahu, ada granat ditangan kirinya. Bukan hanya Injung tapi kita semua akan mati.”

 

Mino masih memutar otak mencari cara melumpuhkan Seunghoon. Meskipun pergerakan Seunghoon sudah terkunci, atau dengan kata lain tak ada celah untuknya meloloskan diri. Gedung mall sudah dikepung oleh polisi khusus. Semua telah bersiap dengan senjata di tangan masing-masing.

 

“Kepala polisi Song, ternyata tunanganmu cantik juga.” Seunghoon buka suara. Senyuman mengejek terukir diwajahnya.

“Kau pasti mencintainya kan? Hmm–” Seunghoon memberikan jeda diantara kalimatnya, ia terlihat santai meskipun sudah dipastikan tidak akan lolos dari polisi. “–aku ingin tahu bagaimana perasaanmu bila kehilangan orang yang kau cintai.”

 

Ceklek!

 

“LEE SEUNGHOON!!”

Mino memekik, saat terdengar suara pelatuk ditarik.

 

“Aku menyukai momen ini.” Seunghoon terkekeh geli.

 

Seunghoon puas melihat ketakutan sekaligus kesedihan dari gurat wajah Mino. Sama persis seperti yang ia rasakan saat Mino menembak mati adiknya.

 

“Akan kuberi tahu rasanya ketakutan padamu, Kepala Song.” ancam Seunghoon.

 

“Kau ingin balas dendam, Seunghoon?”

 

“Ahh– ternyata kau pintar. Aku sengaja melakukan perampokan disini karena kutahu tunanganmu ini akan datang kemari. Aku sudah lama membuntutinya.”

 

Jinwoo membidik kaki Seunghoon.

 

“Aku menembak adikmu karena dia tetap kabur.”

 

Doorrrr!!

 

“AAAHHHH!!” teriak Injung seraya menutup kedua telinganya.

 

Seunghoon mengarahkan tembakan ke langit-langit gedung. Suara tembakan menggema ke seluruh penjuru ruangan.

 

“AKU TIDAK MEMBUTUHKAN PENJELASANMU!!”

 

Doorrrr!!

 

Jinwoo menembak salah satu kaki Seunghoon, membuatnya merintih kesakitan. Fokusnya berkurang, jeratan Injung pun mengendur.

 

Seunghoon tak hilang akal ia menarik pin, menekan strike lever dan segera melemparkan granat ke arah Mino dan beberapa anggota tim yang berada di dekatnya.

 

Semua pasang mata membulat melihat granat itu jatuh sempurna diatas lantai. Tanpa pikir panjang Mino segera berlari dan melompat ke arah granat. Menindih benda bulat seperti delima itu dengan tubuhnya.

 

Duuuaaarrrr!!!!

 

Ledakkan tak terelakkan lagi. Semua orang tiarap diatas lantai. Jinwoo yang jeli, segera melumpuhkan Seunghoon. Pria bermata sipit ini akhirnya jatuh juga. Ia terkulai lemas karena mendapat beberapa tembakan.

 

“Ehem.” dehaman seseorang mengalihkan pusat perhatian.

 

Eomma?” manik Mino melihat sosok wanita berusia tiga puluhan sedang berdiri tak jauh dari tempatnya.

 

Terlihat kepala seseorang menyembul dari balik tubuh sang ibu.

Aha, Cassie!

 

“Lihat bajumu, kenapa jadi kotor begitu? Ayo cepat pulang jangan main terus.” jemarinya meraih lengan kecil itu dan mengajaknya pulang.

 

“Teman-teman aku pulang duluan. Besok kita lanjutkan, ya.” ucap Mino seraya melambaikan tangan pada pasukan bermainnya.

 

Mino melirik sinis pada Cassie, ia yakin betul Cassie yang telah mengadukannya. Keusilan anak perempuan itu selalu saja membuatnya kesal, padahal Mino sedang menikmati perannya sebagai Kapten Polisi yang mengorbankan nyawanya.

 

“Awas kau Cass, aku akan menempelkan permen karet nanti di bangkumu.” Mino bergumam kesal seraya memajukan bibir kecilnya.

 

Asal tahu saja, bukan tanpa alasan Cassie mengadukan bocah tujuh tahun itu pada ibunya. Ia lakukan karena, tiga bocah lelaki yang menjadi tetangganya –dan juga teman satu sekolahnya– menggunakan boneka kesayangannya sebagai sandera Seunghoon.

 

Lengan kecil Cassie meraih boneka kesayangannya yang terjatuh di atas tanah. Tangannya mengusap lembut kepala hingga kaki bonekanya membersihkan noda tanah yang menempel.

 

“Jane, eomma datang menyelamatkanmu. Kau aman sekarang, sayang.” ucap Cassie seraya memeluk boneka kesayangannya. Meninggalkan bocah-bocah lelaki yang saat ini sedang memberengut sebab permainan seru mereka diusik oleh seseorang yang lebih menakutkan daripada tawanan polisi 6 tahun sekalipun. Eomma.

 

End.

Advertisements

9 thoughts on “[LET ME BE A HERO] Sacrifice

  1. KAK ASTI KAK ADEL JEBAL OWE DARI TADI BACA DARI AWAL UDAH SERIUS BGT SAMPE KENING OWE BERKERUT2 TAK JELAS TAPI MAKIN KEBAWAH KOK JADI ABSURD BEGITU YAH :”D TAPI KECE SANGAT DOHHH KU TERBODOHI :”D
    Utk review sih kaga ade, karya2 senpai mah emang selalu sempurna kuiri hiks :’) kaks, btw itu bagian actionnya owe suka bgt masa. Mendetail banget dan aku ngerasa kayak baca novel action gitu. Dapet banget di bayangan aku Mino, Jinwoo dan si Hoon keren jadi polisi dan sang penjahat/? Duh sumpah itu keren sangat jebal ><
    Lain kalilah bolehlah kak kita colab bikin ff tembak2an begindang duh kusangat pengen karna kayaknya pengetahuan kakak akan istilah tembak2an itu sangat luas/? /duh ini kungomong apa abaikan saja :"D

    Sudahlah, ku akhiri saja komentar tak bermutu ini. Good joob kakak kakak~
    Salam sayang selalu dariku utk kak Asti dan kak Adel selalu, pyongg~ :* ❤

    Like

  2. Astiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    Kak deeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeellllllllllllllllllll
    huahahahahahaa… ku ngakaks.
    gk ada coment apa2 yg jelas ff ini lucu cekali, haduuhhh,, bocah~bocah, XD XD

    di tunggu kolab kalian berdua lagi ya ❤ ❤ ❤

    Like

  3. ane udah yakin bakalan ada twist di ending. di depan udah dikasih clue ‘comedy’, Hahahaha….

    Yaoloh. imajinasi Mino benar-benar luar binasa sekali. Kasian sekali boneka Cassie jadi korban.

    Bagus banget mah fic kolaborasi Kak Dell ama Asti.
    Bisa aja ngolah aksi action se-kece itu.

    keep love ❤ u, guys
    from Aoko.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s