[LET ME BE A HERO] MICKEY BOT

MICKEY BOT

(Remake Big Hero 6)

RenAcu’s Colaboration

@renff3 @acu2994

.

Kim HanBin [B.I iKON] – Lee HaYi – Kwon JiYong [GD BigBang]

.

Hero – Action Family – Comedy – Fantasy – Event

.

One Shoot (General)

.

**Mickey Bot**

Di depan sebuah gedung putih yang berplang POLICE terdapat seorang pria berdiri membelakangi gedung itu dengan gelisah. Ia berjalan mondar-mandir sambil menggigit ibu jarinya. Di depan gedung tersebut juga terdapat dua penjaga sedang melihatnya.

“Hai, Jiyong-hyung,” suara seorang laki-laki menghentakkannya. Jiyong spontan membalikkan badannya. Lalu ia memeluk seorang laki-laki yang masih dianggapnya bocah, Kim Hanbin. Dan juga seorang perempuan di sebelah bocah itu, Lee Hayi. “Apa kalian tak apa? Katakan jika kalian tak apa!”

“Ya, kami tak apa,” jawab mereka lemah.

Jiyong melepas pelukannya dan masing-masing dari tangannya memegang pipi Hanbin dan Hayi. “Oh, Bagus. Lalu apa yang kalian berdua pikirkan, bodoh?” kedua tangannya langsung menarik telinga Hanbin dan Hayi.

Ack,” kedua anak itu menjerit kesakitan sambil memegang tangan Jiyong yang menarik telinga mereka dengan keras.

Selama perjalanan belum ada yang bersuara. Hanbin dengan wajah takut dan kesakitan memegang telinga kanannya, sedangkan Hayi memegang telinga kirinya mendelik ke arah Jiyong yang masih dengan ekspresi wajah mengerikannya sambil fokus menyetir. Lalu pada akhirnya…

“Selama enam tahun aku selalu melakukan yang terbaik untuk merawat kalian.” Jiyong menoleh sambil menunjuk kedua adiknya itu.

Mobil itu berhenti di sebuah gedung bertingkat empat dengan desain yang tidak sempurna atau abal-abal. Namun, sudah empat tahun terakhir ini melindungi mereka, dengan alasan ‘Murah’. Jiyong turun dari mobil sambil melanjutkan ocehan-ocehannya.

“Oh. Astaga. Apa aku telah sempurna? Tidak. Apa aku paham soal anak-anak? Tidak. Haruskah aku membaca buku tentang pengasuhan? Mungkin,” Jiyong mengeluarkan kunci dari saku jaketnya dan memasukkanya ke knop pintu dan memutarnya. Lalu ia melanjutkan ocehan terakhirnya. “Aku harus kemana? Aku punya ide.”

Hanbin dan Hayi memandangi Jiyong yang masih berdiri di ambang pintu.

“Maaf, hyung,

“Kami menyayangimu, oppa,

“Aku juga,” ucapnya masih dengan nada kesal, lalu ia langsung masuk ke dalam rumah.

Hayi menoleh ke arah Hanbin dengan tatapan kesal. “Semua ini gara-gara kau, Kim hanbin. Jika saja kau tidak mengikuti pertarungan robot yang ilegal itu, semua tidak akan seperti ini.”

“Hei, pertarungannya tidak ilegal, taruhannya yang ilegal.” bantah Hanbin.

“Sama saja, bodoh.” Hayi menatap Hanbin kesal begitupun dengan Hanbin.

“Aku harus menutup tokoku lebih awal hanya karena kalian,” Jiyong masih bersuara dari dalam dan langsung menghentikan aksi tatap-tatapan kesal Hayi dan Hanbin. Mereka langsung masuk ke dalam berdiri di belakang Jiyong. Jiyong berbalik sambil menggigit kue donat ke arah mereka berdua.

“Aku makan jika stress. Ini semua gara-gara kalian.” lalu ia kembali berbalik dan berjalan ke arah kamarnya sambil mengajak anjingnya. “Ayo, Gaho. Kita ke kamar. Uhm, rasanya sangat nikmat,” gumam Jiyong pada kue donatnya.

Hanbin dan Hayi kembali ke kamar mereka masing-masing. Tapi Jiyong menghentikan langkah mereka. Sebenarnya hanya Hanbin, karena Jiyong hanya memanggil Hanbin. Dan Hayi hanya refleks berhenti.

“Kembalikan robot itu pada tempatnya,” kata Jiyong sebelum melanjutkan langkahnya menuju kamar.

Hayi memandang Hanbin dengan tatapan menang dan langsung berlalu begitu saja ke kamarnya.

**Mickey Bot**

Hanbin duduk di depan komputernya. Hari sudah malam, namun sedikitpun ia tidak mengantuk dan masih fokus mengamati komputernya.

“Baiklah,” ia memutar kursi dan mendorong kursinya ke meja yang berada di sudut ruangannya.

Di atas meja itu terdapat beberapa kertas dengan gambar dan tulisan-tulisan yang sangat tidak dipahami orang awam. Hanbin melipat kedua tangannya ke atas meja itu dan mengamati gambar pada kertas.

Otaknya sudah berjalan, gambaran-gambaran di kepalanya mulai tersusun. Seulas senyum sedikit demi sedikit mulai mengembang di bibirnya.

~~~

Yeah, Hyung,” Hanbin menjerit sambil berlari tergesa-gesa masuk ke dalam toko robot Jiyong. Banyak pengunjung berkerut samar melihat tingkahnya.

“Ada apa dengannya?” gumam Jiyong pelan. Ia tersenyum ke arah salah satu pelanggannya dan permisi untuk meninggalkannya sebentar.

Hyung,

“Ada apa? Kenapa kau memanggilku berteriak tanpa tahu rasa malu itu?” tanya Jiyong ketika mereka sudah berada di luar toko.

“Aku berhasil membuat robot!” serunya tanpa pikir panjang. Wajahnya mendekat ke arah Jiyong dengan menunjukkan barisan gigi-giginya yang rapi.

Jiyong sedikit memundurkan badannya dan menatap Hanbin dengan bingung. “O..Okay.”

Hanbin memundurkan tubuhnya dan mengeluarkan benda berbentuk kotak persegi berukuran sedang dengan variasi warna hitam, merah dan kuning.

“Apa ini?”

“Katakan Ah.”

Ah?” kotak yang berada di tangan Jiyong bergerak-gerak, membuat Jiyong langsung meletakkan benda itu ke tanah. Kotak itu terbuka, dan keluarlah sebuah robot berbentuk ‘Mickey Mouse’ berukuran setinggi Hanbin. Hanya lebih gendut.

Sejenak Jiyong melongo melihat robot dihadapannya saat ini. Apa ia sedang melihat kontes robot? Atau sedang menonton acara Disney? Robotnya berbentuk benar-benar seperti ‘Mickey Mouse’. Kerangka yang berwarna hitam dengan telinga yang lebar, mata yang besar, mulut yang panjang, memakai baju berwarna merah, dan sepatu kuning. Apa yang harus ia katakan? Tertawa dulu atau berkomentar dulu? Jiyongpun bingung. Ia hanya ingin tertawa. Tapi harus ia tahan.

“Bagaimana, hyung dengan ‘Mickey Bot’ ku?”

Mickey Bot?” tanya Jiyong terkejut. Sungguh, ia tidak tahan lagi untuk menahan tawanya atau ia akan mati. “Buahahahaha,”

Hanbin tercengang melihat reaksi Jiyong. “Hyung!” Hanbin jengkel, ia menyadari jika Jiyong meledek robot buatannya.

Setelah Jiyong puas tertawa, ia meminta maaf kepada Hanbin. “Haha, aku minta maaf. Aku hanya merasa lucu saja,” Jiyong menarik pipi ‘Mickey Bot’ milik Hanbin. ‘Mickey Bot’ mengembangkan senyum kepada Jiyong, itu sedikit membuat Jiyong kagum.

“Bahan Vinil -bahan plastik yang tahan api-“

“Ya, tidak mengancam, dan bisa dipeluk.” jawab Hanbin. Semangatnya kembali terbit.

“Seperti ‘Marshmallow’ berjalan. Jangan tersinggung,” Jiyong mendelik ke arah Hanbin dan tersenyum bangga.

“Aku robot,” suara dari ‘Mickey Bot’ mengagetkan Jiyong. “Aku tidak bisa tersinggung,”

Jiyong mendekatkan diri ke ‘Mickey Bot’ dengan menarik kepala ‘Mickey Bot’, lalu ia memeriksa mata dari ‘Mickey Bot’ sangat dekat. Ia mengetuk mata ‘Mickey Bot’. “Kamera Hyperspectral?”

“Ya,” Hanbin menjawab dengan santai.

Rasa penasaran Jiyong belum sampai di situ, ia menekankan wajahnya ke perut ‘Mickey Bot’. “Kerangka titanium,”

“Serat karbon,”

“Ya, bahkan lebih ringan. Wow, Aktuator-nya keren. Darimana kau mendapatkannya?”

“Jinhwan hyung, hehe.”

“Benarkah?” Jiyong mengangkat wajahnya dari perut ‘Mickey Bot’.

“Iya, ‘Mickey Bot’ bisa mengangkat berat 1000 pound.”

Daebak,

“Kau ­hyung yang baik, aku punya lolipop untukmu,” Mickey memberi Jiyong satu lolipop kecil.

Gomawo,” Jiyong membuka bungkus pada lolipop dan membuangnya sembarangan. Mickey menunduk, memungut bungkusan permen yang di buang Jiyong. Dengan linglung, ia mencari tempat sampah di sekitar. Ia menemukannya dan berjalan ke arah tempat sampah.

“Dia akan menghibur banyak orang, Oh iya, aku juga akan mengikutinya ke kontes robotika YG Universitas,” Hanbin berdiri di sebelah Jiyong dan memperhatikan ‘Mickey Bot’ bersama-sama.

Jiyong tersenyum bangga. “Uhm, baterai apa yang kau gunakan?”

Lithium-ion,”

“Seharusnya kau menggunakan baterai Cupercapacitor, karena mengecasnya lebih cepat,” imbuh Jiyong. Hanbin hanya tersenyum.

“Kalau begitu aku permisi dulu, aku harus melayani pelangganku. Cepat bawa pergi ‘Mickey Bot’ nanti stok lolipopnya habis karena anak-anak itu,” Jiyong menepuk pundak Hanbin sebelum berlalu pergi meninggalkan Hanbin dan kembali ke dalam tokonya.

Sebelum ia benar-benar masuk ke dalam tokonya, ia melihat ‘Mickey Bot’ yang masih menghibur anak-anak di luar tokonya. Tidak ada tatapan bangga. Tidak ada senyum bangga. Tidak ada, sungguh benar-benar tidak ada, tidak seperti tadi, tersenyum kepada Hanbin. Tatapannya sungguh menyiratkan tidak suka kepada mahakarya adiknya itu.

Ia menoleh ke arah Hanbin sesaat dan kembali membuat senyum indah menghiasi wajahnya.

**Mickey Bot**

Hari ini Jiyong pulang lebih awal dari biasanya, karena ia harus mengikuti kontes robotika di sebuah kampus YG. Sudah dua tahun ia menanti hari ini. Ia tidak boleh gagal lagi. Kali ini ia harus berhasil. Ia harus bisa masuk ke Universitas itu.

Tapi semua usahanya sia-sia, harapannya musnah. Ia harus menunggu dua tahun lagi. Ia tidak bisa mendapatkan juara untuk robotnya. Ia pun menjadi berang. Tidak, bukan berang karena tidak mendapat juara, tapi berang dengan sang juara.

Di atas panggung berdiri seorang pria dengan robotnya sambil menebarkan senyuman sepanjang acara. Kekaguman dari penontonpun tidak pernah berhenti.

Yeah, setelah dua tahun yang lalu dimenangkan oleh Lee Seungri. Dan tahun ini dimenangkan oleh Kim Hanbin dan ‘Mickey Bot’. Kita beri tepuk tangan yang meriah sekali lagi kepada juara kita.”

Cukup, suduh cukup ia menyaksikannya. Sekarang, ia hanya perlu keluar dari gedung itu. Dan melakukan sesuatu untuk membalas rasa sakit hatinya kepada orang-orang terdekatnya. Tidak, tapi kepada dunia. Karena sudah berlaku tidak adil kepadanya atau tidak berpihak kepadanya. Terutama ‘Mickey Bot’. Ia harus menghancurkan ‘Mickey Bot’.

**Mickey Bot**

“Hanbin-ah, apa kau sudah bisa menghubungi Jiyong-oppa?”

Hanbin menggeleng sambil mengutak-atik ponselnya. Begitupun dengan Hayi, ia juga sibuk menghubungi orang-orang yang mengenali Jiyong. Namun nihil, tidak ada yang mengetahui keberadaan Jiyong.

“Apa kalian membutuhkan bantuanku?” ‘Mickey Bot’ berseru dan bergabung dengan Hayi dan Hanbin.

Hayi kaget ketika melihat ‘Mickey Bot’. Tapi setelah itu ia malah memeluk Mickey. “Mickey, Apa kau bisa mendeteksi keberadaan seseorang?” tanya Hayi.

“Tunggu! Mickey? Kenapa kau bisa keluar? Bukankah?” Hanbin tampak berpikir.

“Hehehe, kau lupa Tuan. Kau yang mengeluarkanku. Ketika kau bangun pagi, kau mengerang ‘Ah’. Aku bersusah payah keluar dari kolong tempat tidurmu. Lain kali jangan menaruhku di kolong tempat tidur.”

“Maafkan aku, tapi sepertinya kau bisa kembali ke dalam kotak.”

“Tunggu,” Hayi mencegah tindakan Hanbin. “Siapa tahu dia bisa membantu?”

“Itu tidak mungkin, Lee Hayi. Karena aku tidak menaruh pendeteksi keberadaan seseorang dalam program memorinya.”

“Benarkah?” Hayi menunduk lemah.

“Izinkan aku ikut membantu mencari hyung baik itu, Tuan.” pinta Mickey

~~~

“Mickey, Mickey. Tunggu!” Hayi dan Hanbin mengejar Mickey yang sudah berada jauh di depan mereka.

Mereka terus berlari dan berlari mengejar Mickey yang terus berjalan tanpa arah. Mereka berhenti di seberang jalan untuk mengatur napas mereka. Mata mereka berkeliling mencari keberadaan Mickey yang baru saja hilang. Lalu lewat mini bus terbuka di belakang mereka. Hayi melihat Mickey dan terlonjat kaget.

“Astaga, Hanbin, lihat!” Hayi menepuk punggung Hanbin dan menunjuk ke arah bus yang ditaiki oleh Mickey. Mereka langsung buru-buru kembali mengejar Mickey yang berada di mini bus itu.

“MICKEY….” teriak Hanbin dengan sangat keras.

Mereka menyeberang tanpa melihat kiri kanan. Hampir tertabrak mobil mewah, mobil truk, motor, bahkan sepeda. Bunyi klakson dan teriakan awas meramaikan jalan itu. Mereka sungguh dibuat repot oleh Mickey hari ini.

Bus yang mereka kejar berhenti, dengan cepat mereka masuk dan memeriksa bus. Mickey sudah tidak berada di bus lagi, mereka langsung keluar lagi. Belum hilang rasa letih, mereka diharuskan berlari lagi.

“MICKEY!!” kini mereka berada di jalanan gang-an yang sempit, bau dan kotor mengikuti arah jalan Mickey.

“Ha..ha..ha..ha..ha..” mereka kelelahan. Syukurlah jika Mickey sudah berhenti.

Keletihan mereka sedikit menghilang. Tubuh yang sedikit tertunduk perlahan menegak. Gedung tua yang berada di depan mereka seakan menghipnotis. Di depan pintu gedung Mickey berhenti.

“Mickey?” mereka menghampiri Mickey

“Apa kau gila? Apa yang kau lakukan?” marah Hanbin.

“Aku menemukan kemana hyung pergi.”

Ye?” Hanbin dan hayi melongo melihat Mickey, lalu ke gedung 2 lantai itu.

Hanbin mendekat ke arah pintu. Dan mendapatkan pintu gedung itu dirantai dan digembok. “Ini dikunci, tidak mungkin Jiyong hyung di sini. Itu sangat mustahil.”

“Ada jendela,” Mickey menengadahkan kepalanya.

“Mickey sepertinya kau memang benar-benar sudah gila. Sebaiknya kita pergi, sudah cukup untuk bermain-main.” kata Hanbin kesal dan hendak meninggalkan area gedung itu.

“Tunggu, Hanbin,” Hayi mencegat tangan Hanbin. “Kita harus masuk,”

Mwo?”

~~~

Mereka bertiga sudah berada di dalam gedung. Bagaimanapun caranya mereka masuk itu urusan mereka. Hanbin tercengang ketika melihat tiap-tiap tembok di dalam gedung itu. Bukan kotornya yang membuat ia tercengang, namun gambar pada dinding itulah yang membuat Hanbin tercengang. Kenapa ada gambar ‘Mickey Bot’ di situ. Apalagi ditambah dengan garis ‘X’ berwarna merah tepat di gambar ‘Mickey Bot’.

Tiba-tiba indra pendengarannya menangkap bunyi sesuatu di ujung ruangan.

“Suara apa itu?” Hayi mengeluarkan suaranya

Hanbin hanya menggeleng, seperti memberi isyarat “aku juga tidak tahu”. Mickey dengan cepat berjalan ke arah sumber suara. Semula Hanbin tak sadar bahwa Mickey mencari suara itu.

Ehm, Mickey dimana?” saat Hayi menanyakan itu, barulah Hanbin sadar bahwa Mickey tak berada bersama mereka.

“MICKEY!!” mereka berteriak mencari Mickey.

Saat sampai di ujung ruangan, barulah mereka menemukan Mickey sedang berusaha membuka pintu yang berada di ruangan.

“Mickey, apa yang kau lakukan?” tanya Hanbin.

“Mencoba membuka pintu ini, Tuan.”

“Jangan sembarangan membuka, Mickey. Orang yang berada di dalam situ akan merasa terganggu.” Hanbin menasihati Mickey, kemudian mencoba menarik tangan Mickey.

“Tapi, Tuan. Aku yakin di dalam sini ada hyung yang baik itu.” Mickey seakan enggan pergi dari gedung tersebut.

“Mickey, lain kali saja kita mencari Jiyong oppa?” Hayi mencoba membujuk Mickey. Disaat itulah baru Mickey menurut.

Hanbin terkejut melihat Mickey begitu patuh pada Hayi. Tapi setidaknya Hanbin bersyukur Hayi bisa menghentikan aksi bodoh Mickey. Dengan cepat mereka keluar dari gedung tersebut.

**Mickey Bot**

Malam ini, Hanbin dan Hayi, berserta Mickey masih mencoba menghubungi Jiyong. Tak ada satupun yang aktif. Hal ini membuat Hayi frustasi.

“Jika Jiyong oppa tidak ada, siapa yang akan mengurus kita? Kita harus segera mencari Jiyong oppa!” sepertinya sebentar lagi Hayi akan menangis.

Dengan cepat Mickey mengambil sekotak tisu, kemudian menyodorkan tisu itu kepada Hayi yang telah mengeluarkan cairan bening dari kornea miliknya.

“Hapus air matamu, noona.”

Hayi menerima tisu itu, kemudian memeluk Mickey. “Gomawo, Mickey-ya. Besok kita mencari Jiyong oppa,”

“Aku masih penasaran dengan gambar yang berada di dinding gedung kemarin. Kenapa gambarku berada di sana?” tanya Mickey.

Oh?” Hanbin dan Hayi melongo lalu saling menatap.

Tiba-tiba ponsel Hanbin bergetar. Dengan cepat Hanbin mengeceknya. Dan ada pesan dari seseorang yang mereka cari-cari. Ya, siapa lagi kalau bukan Jiyong?

“Jangan pernah kalian mencariku. Dan jangan pernah mengkhawatirkanku. Cukup hidup dengan baik, arra?”

Hanbin tercengang melihat isi pesan dari Jiyong. Apa maksudnya untuk tidak mencarinya? Apa dia gila? Walaupun Hanbin hanya sebagai adik angkatnya, tapi setidaknya Jiyong harus memikirkan nasib Hanbin dan Hayi.

“Apa ini? Hayi, lihatlah ini. Ini pesan dari Jiyong hyung.” Hanbin menyodorkan ponselnya, menyuruh Hayi membaca pesan dari Jiyong.

Hayi menerima ponsel itu, kemudian entah mengapa, hatinya terasa miris. Tangisannya pecah lagi.

“Hayi, untuk apa kau mengangisi orang seperti Jiyong hyung? Dia terlalu egois.” entah mengapa, perkataan itu meluncur begitu saja dari mulut Hanbin. Mengapa Hanbin menganggap Jiyong egois?

“Dimana rasa terimakasihmu, Kim Hanbin?! Dia yang telah mengurus kita selama enam tahun terakhir ini. Kim Hanbin, kau tidak tahu terimakasih!” seketika itu, Hayi murka.

Hanbin salah apa? Ia hanya mengatakan bahwa Jiyong egois. Apakah dia salah?

“Mickey, besok temani noona mencari Jiyong oppa. Arratseo?”

Ne, noona.

Argh,” Hanbin hanya bisa mencengkram wajahnya.

**Mickey Bot**

Pagi ini, Hayi bersiap untuk mencari Kwon Jiyong ditemani oleh Mickey. Hayi masih bertekad untuk menemukan Jiyong.

Kajja, Mickey-ya.”

Saat Hayi hendak berjalan, seseorang menahannya, bisakah kalian menebaknya? Jika tebakan kalian itu Hanbin, kalian sepenuhnya benar. Hanbin memamerkan giginya yang rapi, kemudian menggandeng Hayi. Hayi bingung. Bukankah Hanbin tak ingin mencari Jiyong?

“Sedang apa kau?” Hayi bertanya.

Lagi-lagi, Hanbin tersenyum lebar. “Aku ingin mencari Jiyong hyung. Tidak mungkin aku biarkan kalian berdua pergi mencarinya sendiri.” jelas Hanbin.

Cih,” Hayi mendecakkan lidahnya lalu tersenyum. Mereka melangkahkan kaki mereka bersamaan. Mickey terlihat sangat antusias mencari Jiyong.

Namun baru beberapa langkah mereka berjalan, indra pendengaran mereka dipenuhi oleh suara teriakan orang-orang. Beberapa sekon kemudian, terdengar suara ledakan. Hanbin terlonjak. Mickey lagi-lagi berusaha mencari sumber suara. Mau tak mau, Hanbin dan Hayi mengikuti Mickey.

“Astaga. Ya Tuhan!”

Begitu kagetnya Hanbin saat melihat robot naga. Semua orang terlihat panik, berlarian, dan berhamburan. Satu orang tertawa puas.

“Jiyong hyung? Apa yang dia lakukan? Dia tak sadar diri? Cepat suruh dia menyelamatkan diri! Ini bahaya!” Hanbin panik melihat Jiyong yang tak kunjung menyelamatkan dirinya dari robot naga yang besar itu.

Jiyong masih tetap tertawa. Kemudian tawa itu berubah, membentuk senyum sinis yang tak bisa diartikan oleh otak Hanbin dan Hayi.

“‘Dragon Bot’, cepat hancurkan robot bertelinga besar itu. hahahaha..” Jiyong tertawa.

“Hanbin,” Hayi meraih tangannya dan segera hendak membawa Hanbin pergi menjauh dari Jiyong dan robot buatannya.

“Hanbin! Apalagi yang kau lihat? Kita harus segera pergi. Kurasa dia bukan Jiyong oppa. Ayo!” Hayi menarik paksa tangan Hanbin untuk pergi dari situ.

Mereka kembali masuk ke dalam rumah mereka. Meskipun kurang aman setidaknya mereka masih bisa berpikir bagaimana menghadapi robot itu.

“Dia bukan hyung yang baik!” Mickey berseru lemah.

Hayi mendekat ke arah Mickey. “Mickey, jangan pernah berkata seperti itu. Itu bukan Jiyong oppa, itu seseorang yang hanya mirip dengan Jiyong oppa. Jiyong oppa orang baik.”

“Tapi dia menatapku dengan penuh kebencian.” Serunya lagi. Tiba-tiba ia teringat wajah mengerikan Jiyong dan kata-kata Jiyong yang ia dengar tapi tidak oleh Hayi dan Hanbin.

Hancurkan telinga lebar itu, Dragon Bot!”

“Otakku benci melihat semua ini,” seru Hanbin.

Hayi menoleh ke arah Hanbin. “Jangan sembarangan berasumsi, Kim Hanbin. Kita bahkan tidak tahu siapa dia. Aku masih yakin dia bukan Jiyong oppa,” tegas Hayi. Ia masih belum terima jika itu adalah Kwon Jiyong.

“Aku benci melihat keadaan di luar sana, Hayi. Aku tidak bilang aku membenci Jiyong hyung. Apa yang harus kita lakukan? Kita harus melakukan sesuatu,”

Di tengah-tengah kesedihan dan kekhawatiran mereka, Dragon Bot makin membuat kota rusuh. Hanbin, Hayi dan Mickey melihat ke luar jendela kekacauan itu ketika mendengar ledakan yang cukup hebat.

“Kim Hanbin, cepat keluarkan ‘Mickey Bot’ mu! Apa kau tidak ingin bertarung dengan Dragon Bot?” suara Jiyong yang bergema di luar seakan membuat Hayi takut. Dan membuat Hanbin semakin membenci keadaan ini.

“Hayi, cepat bawa Mickey menjauh! Aku yang akan menghadapi Dragon Bot!”

“Tapi, Hanbin.. Itu..”

“SUDAH CEPAT PERGI SAJA! LARI LEWAT PINTU BELAKANG, PPALLI!!!”

Hayi terkejut mendengar perkataan Hanbin. Gadis itu segera berlari membawa Mickey dari Dragon Bot. “Mickey, ayo cepat. Kita harus pergi.”

Ciiuuuhhh. Suara tembakkan keras menjatuhkan Hayi dan Mickey. Hayi menutup telinganya dengan kuat dan Mickey melindunginya.

“CEPAT PERGI!” teriak Hanbin.

“BAGAIMANA MUNGKIN KAMI BISA PERGI MENINGGALKANMU, SEDANGKAN DI LUAR JUGA BAHAYA UNTUK KAMI,” Hayi membalas teriakan Hanbin.

Darr.. Bom.. suara ledakan semakin ramai di luar sana.

“Keselamatan kita jauh dari kata aman, kita harus berlindung.”

Hanbin & Hayi menghentak-hentakkan kaki mereka. Lalu mereka menjetikan jari mereka bersamaan. “GUDANG ROBOT!”

~~~

“Sekarang apa yang harus kita lakukan?” Hayi bertanya kepada Hanbin yang sedang fokus dengan komputernya.

Hayi berdiri dengan gelisah. Ia berjalan mondar-mandir tak tenang. “Ini tak masuk akal,”

Hanbin duduk dengan lesu di kursi sambil memijit pelipis matanya. “Aku merasa sakit,” ucap Hanbin lemah tapi didengar oleh Mickey.

“Kulihat tak ada luka fisik pada dirimu,” kata Mickey.

Hanbin memutarkan kursinya dan memandang foto di dalam bingkai di atas meja. “Ini sakit yang berbeda,”

“Aku ingin membantu,”

“Kau tak bisa perbaiki yang ini, kawan,” imbuh Hanbin.

Terdengar suara yang menarik perhatian Hanbin dan Hayi. Hanbin memutar kursinya sedangkan Hayi mendekati mereka.

“Apa yang kau lakukan, Mickey?” tanya Hanbin bingung.

Mickey yang meletakkan tangannya di atas komputer berkata. “Men-download database kehilangan seseorang. Database sudah di-download.” Mickey menurunkan tangannya dari komputer.

“Hanbin-ah, apa itu artinya dia bisa menemukan Jiyong-oppa?” tanya Hayi penasaran.

“Jiyong-hyung sudah ditemukan. Dia berada di luar sedang berusaha menghancurkan bumi juga aku,” kata Mickey,

“Itu mustahil,” bentak Hayi.

“Maafkan aku, Noona.

“Mickey!” Hanbin memutar kursi dan melihat Mickey. “Aku tahu apa yang harus aku lakukan,” ia berlari ke arah lemari mencari alat-alat robot yang tidak digunakan Jiyong.

Hayi mengikuti Hanbin. “Apa yang kau lakukan?”

** Mickey Bot **

“Untuk menghentikan Jiyong-hyung, kau butuh diperbarui,”

Mickey merentangkan kedua tangannya. Hanbin menyalakan scanner dan menggerakkannya ke tubuh Mickey. Setelah selesai dengan tubuh Mickey, Hanbin mulai berkutat dengan komputernya.

“Kita perbaiki gerakanmu, Hanbin mengklik tulisan yang bertuliskan pada layar monitor ‘Click to browse videos’.

Kemudian ini mulai mengutak-atik keyboard. Muncul sebuah video aksi bela diri dari Jepang. Ia mengklik pause lalu memindahkannya ke komputer lain yang sudah terdapat gambar Mickey.

“Selesai,” Hanbin memutar kursinya dan tersenyum kepada Mickey yang sudah berdiri dihadapannya. “Sekarang kita urusi ini,” Hanbin menunjuk perut Mickey. Hanbin mendorong kursi hingga ke meja yang lainnya.

Mickey menunjuk perutnya dan menekan-nekannya. Hayi tak kuasa menahan tawa ketika melihat aksi lucu Mickey.

Hanbin mendorong kursinya dari meja satu ke meja satunya lagi lalu ke meja yang lainnya. Dan setiap kali Mickey ingin mendekatinya hanbin selalu beralih ke meja lain.

“Selesai,” Hanbin berlari ke ruangan desain robot. Lalu ia mengambil kerangka baja yang baru saja ia buat. Lalu ia memasangkannya ketubuh Mickey.

Rencana Hanbin adalah mengubah sistem yang ada pada memori Mickey menjadi lebih tangguh. Jika sebelumnya sistem memorinya hanyalah untuk menghibur anak-anak dan orang tua. Maka sekarang ia menjadi pelindung untuk orang-orang banyak.

Mickey sudah dilindungi baju perlindungan yang terbuat dari baja. Hanbin duduk sebentar dan memperhatikan Mickey. Sedangkan Hayi yang tidak mengetahui tentang robot hanya melongo. Ia merasa kehilangan Mickey yang lucu.

“Aku punya beberapa masalah,” ucap Mickey.

Mwo?” tanya Hayi.

“Baju ini bisa merusak desain tak bahaya dan bisa dipeluk milikku” jelas Mickey.

“Benar, memang itu tujuannya, Mickey,” sahut Hanbin. “Kau terlihat sakit,”

“Aku tidak bisa sakit, aku robot. Kau lupa?”

“Itu hanya ungkapan, Mickey hehehe”

Pemindahan data selesai.

Hanbin berlari ke meja komputernya. Dan mengutak-atiknya kembali. Keluar sebuah memori baru untuk Mickey. Setelah Hanbin memasuki memori itu ke tubuh Mickey. Mickey langsung melihat data-data yang baru saja dimasukkan oleh hanbin.

“Wao, aku tidak tahu cara karate, jadikan aku pendamping lebih baik,” ucap Mickey.

“Hem, pukul ini!” Hanbin menunjukkan sebuah papan panjang yang tebal. “Kau bisa melakukannya secara tidak sengaja Mickey. Jika kau berhadapan dengan robot di luar. Kau akan bisa.”

“Kim Hanbin, jjang!!” teriak Hayi yang langsung merangkul Hanbin. “Kau akan menjadi Hero untuk dunia Hanbin,” ucap Hayi dengan penuh bangga.

“Bukan aku, tapi Mickey.” kata Hanbin. “Tidak ada waktu lagi, ayo kita keluar. Kalian jalan belakang. Biar aku yang mengalihkan perhatian Jiyong-hyung,”

Hayi dan Mickey mengangguk.

“AYO!”

Hayi dan Mickey keluar lewat jalan belakang dengan mengendap-ngendap, sedangkan Hanbin dengan keberanian yang penuh keluar menghadap Jiyong dan ‘Dragon Bot’.

“Itu dia,” Jiyong melihat Hanbin yang berlari keluar dan masuk ke dalam mobil. Tapi ‘Dragon Bot’ yang tingginya melebihi tubuh manusia dan bahannya yang terbuat dari baja. Menjatuhkannya ke tanah.

Hanbin ketakutan ketika robot milik Jiyong mendekat ke arahnya. “ANIYA~”

“Mickey keluarkan pembaruanmu,” ucap Hayi.

Mickey berjalan perlahan mendekati robot milik Jiyong untuk melindungi Hanbin. Tapi robot milik Jiyong juga semakin mendekat ke arah Hanbin. Hanbin berjalan mundur untuk menghindari Jiyong dan robotnya yang semakin mendekat.

KYA!” Mickey melompati mobil dan berdiri di depan Hanbin. “Tuan, pergilah!” perintah Mickey.

Hanbin berlari menghampiri Hayi yang berlindung di balik gedung. Dengan gagah Mickey berjalan mendekati Jiyong dan robotnya.

“Halo, Mickey Bot. Lama kita tidak berjumpa. Hei, ada apa dengan bajumu. Hahahahahahaaa,” Jiyong tertawa lucu melihat perubahan dari Mickey. “Dragon Bot, hancurkan dia.”

“Kau bukan hyung yang baik,” ucap Mickey pelan.

Jiyong tertegun mendengar perkataan Mickey. Hatinya terenyuh ketika mendengar itu. Tapi… “Hancurkan dia ‘Dragon Bot’”

Mickey sudah memasang kuda-kudanya, siap untuk bertempur melawan ‘Dragon Bot’.

Tendangan samping,

Tendangan belakang,

Hammerfist

Knifehand

‘Dragon Bot’ tumbang oleh tendangan dan pukulan Mickey. Seolah-olah sudah menang. Mickey menepuk-nepuk kedua tangannya. Lalu ia menoleh ke arah Hanbin dan Hayi sambil mengacungkan jempol dan tersenyum.

Tapi mereka terlalu puas, ‘Dragon Bot’ adalah robot yang tahan pukulan. Dia memiliki sistem yang manual. Dengan pemancar saraf, selama masih dalam pengendalian Jiyong, ‘Dragon bot’ tak bisa dikalahkan. ’Dragon Bot’ kembali berdiri. Tiba-tiba mulutnya berubah menjadi seperti sebuah pistol.

Hanbin dan Hayi membulatkan mulut mereka bersamaan ketika melihat perubahan dari ‘Dragon Bot’. Kemudian pandangan mereka beralih ke arah Jiyong yang sudah tersenyum sinis.

Ciw ciw ciw

Tembakan menuju Mickey. Dengan cepat Hanbin berlari untuk melindungi Mickey. Ia mendorong Mickey hingga terjatuh. Dan beberapa tembakanpun mengenai tubuhnya.

Baik Hayi, Mickey ataupun Jiyong, mereka sama-sama berteriak. “HANBIN~”

Perlahan Hanbin tumbang dan memegang tubuhnya yang sudah penuh darah karena tembakan dari ‘Dragon Bot’. Mickey mendekati Hanbin dan memangkunya. Ia membuka segala kerangka yang melindungi tubuhnya. Dan langsung memeluk Hanbin. Hayi juga mendekati Hanbin

“Tidak,” pekik Jiyong pelan, lalu ia melihat ke arah ‘Dragon bot’. “Apa yang telah kau lakukan? Aku tidak menyuruhmu untuk menyakiti adikku, tapi robotnya. Argh,” Jiyong mengacak-acak rambutnya.

“Tuan, kenapa kau melakukan ini? Mickey sedih, Mickey robot. Seharusnya Mickey…”

“Mickey-ya, sekarang…. Ack, sekarang tugasmu adalah me.. le..le..lepaskan neurotransmiter yang ada di kepala Jiyong-hyung. D..dengan begitu, ‘Dragon bot’ mati secara otomatis.”

“Han..bin-ah,” panggil Hayi lirih. Ia langsung menenggelamkan wajahnya di bahu milik Hanbin dan menangis. “Hiks,”

Mickey perlahan-lahan beranjak. Ia berdiri sesaat memandang Jiyong setengah gusar. Mickey berjalan dengan santai mendekati Jiyong. Jiyong belum menyadari itu jika Mickey mendekatinya. Semakin dekat, semakin dekat.

Mickey mengangkat tubuh Jiyong ke udara dengan tatapan yang sangat marah. “Kau benar-benar bukan hyung yang baik. Kau melukai Tuanku yang tidak bersalah. Kau kejam. Aku ingin menyakitimu, tapi Tuanku melarang itu. Jadi,,,”

Mickey melepas neurotransmiter yang berada di kepala Jiyong. Dengan tenaganya ia menghancurkan neurotransmiter itu seperti butiran debu. “Sekarang robotmu hancur, hyung.” Mickey melepas cengkramannya dari leher Jiyong. Lalu ia kembali mendekat kepada Hanbin dan Hayi.

Sedangkan Jiyong berusaha menghirup udara dengan serakah, lalu ia berlari ke arah ‘Dragon bot’ yang sudah tumbang tanpa koneksi apapun. “Dragon bot? Tidak!” Jiyong berlutut dan berteriak sekencang-kencangnya.

~~~

Kota sudah aman. Sirine ambulan dan polisi kini meramaikan kota. Banyak korban jiwa yang harus diselamatkan oleh para medis. Jiyong ditahan oleh pihak kepolisian karena sudah membuat kota hancur.

Sedangkan di balik mobil itu, Hayi menangisi Hanbin yang sudah tidak sadarkan diri. Hatinya merasa pedih saat melihat senyum yang masih melekat di wajah polos Hanbin. Kini tidak ada lagi yang akan menjahilinya. Tidak ada lagi saudara yang melindungi dan menyayanginya. Sekarang dia hanya memiliki Mickey.

** Mickey Bot **

Kota sudah kembali seperti semula. Matahari mencerahkan kota seakan ikut merayakan kebahagiaan kota Seoul. Jiyong kini mendekap di penjara dan di hukum selama dua puluh lima tahun atas perbuatannya.

Sedangkan Hayi menjalani hari-hari bahagianya bersama Mickey.

Heol! Daebak! Kau menistakanku,” Jiyong mengaitkan tangannya ke leher Hanbin. “Setelah membuatku menjadi orang jahat, lalu kau membuatku mendekam di penjara? Sedangkan kau menjadi orang yang paling dikenang?”

Ack, hyung. Mianhaeyo!

“Aku juga tidak akan menangis sesedu itu hanya kepergianmu. Karena sebenarnya, aku lebih menyayangi Jiyong-oppa daripada kau, Kim Hanbin. Jadi tolong buang segala khayalanmu itu.” ucap Hayi sambil melempari ‘Mickey Bot’ kecil buatan Hanbin.

Mwo?” Hanbin menyingkirkan tangan Jiyong dari lehernya lalu melemparkan keripik kentang ke wajah Hayi.

Ya!” Hayi membersihkan wajah dan rambutnya sambil menggerutu.

Sedangkan Jiyong hanya bisa tertawa melihat pertengkaran kedua adiknya itu. “Sudah-sudah, apa kalian ingin ikut denganku. Hari ini aku mengikuti pameran robotika di Kampus YG,” katanya sambil memakai jaketnya.

“Kami ikut,”

Hayi dan hanbin melesat ke kamar mereka masing-masing untuk bersiap. Setelah lima menit mereka keluar dengan pakaian yang sudah rapi.

“Kalian sudah siap? Kajja,

Jiyong melangkah keluar diikuti oleh Hanbin dan Hayi. Hayi mengaitkan tangannya ke lengan Hanbin dan Jiyong. Bahkan ia mencoba bergelantungan di lengan Hanbin dan Jiyong. Sepanjang perjalanan mereka terus bergurau.

Oppa, Hanbin. Kuharap kita akan terus selalu bersama seperti ini. Pokoknya aku tidak ingin kita seperti yang ada di khayalan Hanbin. Itu sangat mengerikan. Aku tidak suka hidup sendiri,”

Jiyong mengusap-usap lembut kepala Hayi. “Itu tidak akan terjadi. Karena Hanbin tidak mungkin mengalahkan robot buatanku,”

Geurae, karena Hanbin hanya bisa mengikuti pertarungan robot ilegal,” celetuk Hayi yang mengundang kemarahan Hanbin.

Neo!

~FIN~

Yeay, finally. \^^/

Colaboration kedua Ren sama Acu selesai

Alhamdulillah, selesai juga.

Terimakasih sekali untuk adminnya sudah memperpanjang waktu publishnya. Hehehe, makin cinta deh ma bu dir nya *Hug Asti erat-erat* ({}) ❤

Terimakasih juga untuk acara eventnya karena ini buat kita kerja keras banget. Kena writer block buat kita berpikir keras. XD Hehehe,

Mohon review, Like-nya ya teman-teman

Salam sayang,

@renkim00 & @acu2994

Advertisements

23 thoughts on “[LET ME BE A HERO] MICKEY BOT

  1. Udah berlinang air mata pas hanbin mati ternyata ……..
    Ini keren pake bgt loh! Serius, gak ketebak gitu >< ngebayangin hayi umur 10/11 pake tas selempang, pake rok rempel, baju kaos, bandana rambut dikuncir kuda lalu pake kaos kaki sampe betis, bah! Hahahaha

    Liked by 1 person

      1. Hayi bawa bonek micky mouse dong hahahaha kalau hanbin selalu pake tas ransel kemana pun dia pergi, pake topi snapback terus pake baju & celana yang kegedean hahahaha 😀

        Sama-sama ({}) Terima kasih juga udah buat ff sekeren ini ❤

        Like

  2. Sungguh kiyowooo kiyowooo kiyowoo~ ngebayangin hayi sama biai jadi kakak adek jadi berimajinasi kalo mereka berdua lagi lucu2nya dengan mbak hayi yang kunciran dua dan mas biai yang mukanya masih kurus -_-

    Aku udah nonton big hero sih dan gak nyangka aja kalo ceritanya bakal kalian buat cem gini. Lucunya dapet banget :3 Apalgi pas jidi ngomel2 gitu, jadi keingetan tantenya si pemeran utama di Big Hero (w lupa namanya btw 😀 ) pas ngomelin ponakannya. Tapi kenapa pas ngebayangin mas jidi ngomel gitu w jadi pen memiliki yaaa ihik/PLIS ASTI JANGAN KUMAT/

    Remakenya sukses~ cem baca dongeng sih sebenernya soalnya ini keknya pas banget buat cerita anak2 macam Asti yang kelahiran 2005 ini :3

    Thanks atas kerja kerasnya buat nyelesein event kita ini yaaa~ Sarangeeee Tifa, Ren ❤ Kutunggu fic colab lainnya ❤

    Liked by 1 person

    1. Oalah, XD XD
      aku gk bayangin Biai wjah kurus, dan hayi kuncir dua masa :””

      Bibi Cass, As.
      Ukhuk, utk yg kedua kalinya ya, As, lu bilang pen memiliki Jiyong. Ketiga kali, hoonie gue ajak ke KUA langsung. Awas aja! /peringatan keras XD XD

      2005? gue iyain aja, kali bisa buat Asti bahagia :3

      kembali Thanks XD

      Nado Sarangeee, Uri Asti ({}) :* ❤

      Like

  3. Firsie kembali~~~ lama amat yak._.

    Big Hero 6? Aku cuma nonton bagian akhirnya doang masa._. Yah sudahlah itu gapenting. Yang pasti FF kalian DAEBAK! KECE! KEREN!

    Aku ngebayangin Hanbin ama Hayi umurnya 12-13an. Bener ga? Yang aku liat di ff ini mereka masih kecil-kecil dan polos gimana gitu.Btw, Firsie siap ditabok kalo firsie salah._.

    Jiyong oppa~ kasian sekali kamu dinistain sama Hanbin. Dan Hanbin?!?! Plis, ngapain ngebayangin diri kamu mati?! /efek nyesek pas adegan hanbin mati/

    Hahaha. Segini dulu komentar tak gaje firsie. pokoknya ff kalian kece! Aku suka banget ^^

    Salam Kyut,

    Pacar terang Yoyo, Pacar gelap June

    Liked by 1 person

    1. Haloha, Firsie.

      Kami terhura dengan tulisan DAEBAK! KECE! KEREN! -nya /GUBRAK//

      terserah Firsie mau bayangin mbin ama hayi umur brpa, krena pada dasarnya kita yg nulis gk kebyang mereka umur brpa, terserah yg baca aja berimajinasi kek gimana XD XD

      Hasbin bayangin dia meninggal, krena udah nistain Jiyong, :v

      gomawo firsie, untuk kembali dan komenantnya. Salangeyooo ({}) :* ❤

      Like

  4. oalah ini cuma khayalan Hanbin belaka toh. Hahahaha..

    Ini bagus banget! Kalian sukses me-remake cerita Big Hero 6 dalam fic ini. Aku bisa membayangkan pertempuran Mickey Bot & Dragon Bot, juga alur cerita serta penulisan yang mengalir, enak aja bacanya. pas untuk kisah anak-anak.

    Pokoknya ini bagus..gus..gus..
    kutunggu kolaborasi kalian yang lain juga ya.
    keep love ❤ you guys from,
    Aoko unnie.

    Liked by 1 person

  5. Kak Acu, ini keren. Keren bnget,
    Lucu ya liat jidi jdi kayak pengasuh anak gtu, aku ngebayangin ocehannya kek emak2 persis kek yg di big hero 6 😛
    Pokoknya ini kerenlah, lucu, emosi, sedih ampe ketipu ngebaur.. (Y)

    Liked by 1 person

    1. Aiiihhh, safira ku muncul lagi hehehe
      Aaacckkk gomawo sekali.. Ku terharu masa :”””
      Bayangkanlah sepuas hatimu, nak hihihihiii

      Terimakasih safira udah smpetin baca.. Cipok dulu lah.. Mmmuuuaaaccchhh :* ❤ ❤

      Like

  6. Acuuu !!! Reeenn !!! Ini kece sekaliiiii…. 😍😍😍

    Bisa banget kalian ngeremake big hero 6 jadi segini kerennya… jiyong jd jahat, hayi yang kesepian.. sampe hanbin pake mati segala hiks… 😢

    Aku udh senyum2 di awal.. dugun2 sampe ampir nangis.. elaaaahh taunya cuma khayalannya abin doangan… 😑😑😑

    Disatu sisi bersyukur.. tapi entah kenapa disisi lain kecewa (renacu: jadi kakdi lebih suka abin mati?!) (Lalu dikeplak) 😆😆

    Ini kece lah pokoknyaaaa….
    salam kecup buat mickeybot nyaaaaa… aku sukaaaa bagian mickey bot !!!! 😄😄😄

    Liked by 2 people

    1. kak diaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh…..
      terimakasih atas kehadirannya,
      aku terharu baca kata kece nya =’)

      yah, kok ‘hampir’ nangis sih (jadi lo ngarep gue ampe nangis darah gito, kalo ujung2nya dia gak jadi mati) XD XD

      kenapa harus ada sisi lainnya itu, rela banget gitu mbin mati? X_X

      dih, kak diah, terimakasih sekali lagi, aku baru sadar, aku lupa mencantumkan keterangan ‘remake Big Hero 6’ gomawo sekali kak telah mengingatkan hehehe

      kecup kak diah, mmuaacchh mmmuuaacchhh ❤ ❤ :*

      Liked by 1 person

  7. Udah sedih aja dibagian hanbin mati. Tau2nya cuma hayalan dedekku saja.
    Ampuuuunnnn,
    gk tw mau review apa, aku ga pandei ngereview.
    Sukses ya utk colabnya

    Liked by 2 people

    1. dengan kedatangan kakak aja, aku udah bersyukur banget kak mira, heheheheeee
      ampe nangis gk kak (aku ngarepnya nangis) hahahahaha (tapi akunya sendiri gak nangis)

      sekali lagi, gomawo kak amirah *big hug* ({}) ({}) ❤

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s