[Ficlet] Stupid Choice

Mirror

by S. Sher

Lee Seunghoon (Winner) || failed!Horror, failed!Comedy || Ficlet || Note: Bayangkan Seunghoon masa SMA.

Seunghoon sih sudah siap melakukan ritual Bloody Mary (atau apalah itu) tapi memang dia berani menghadapi apa yang akan datang setelahnya?

– Stupid Choice –

Ada sebuah legenda yang mengatakan ketika kita berdiri di depan kaca kamar mandi tengah malam dan mengucapkan nama Bloody Mary tiga kali sambil membawa lilin, si gadis menyeramkan ini akan keluar entah dari mana untuk mengunjungi kita. Ada yang percaya? Aku tidak.


Oh, tolong, dia sudah meninggal berpuluh-puluh tahun, bahkan jika ia bisa muncul pasti akan terkejut terlebih dahulu dengan kemewahan dunia ini. Atau… ia berada di Amerika, jika saja aku yang berada di Korea harus ia kunjungi tidak mungkin bisa secepat itu, yang namanya pesawat saja belum tentu ia tahu. Cerita itu bullshit. Pokoknya semua obrolan anak-anak tentang wanita menyeramkan yang akan datang itu hanya omong kosong, semua hanya cerita belaka yang sedang menjadi hits entah darimana. Tololnya, kebanyakan anak tidak berani sama sekali untuk melakukan ritual itu dan bahkan melarangku untuk membuktikannya.

Ha! Baiklah, aku mau menjadi yang pertama.

Maka malam itu aku mengambil lilin dan korek dari dapur secara sembunyi-sembunyi. Pukul sepuluh malam aku masuk ke dalam kamar—tentu sebelumnya berusaha meyakinkan ibu juga ayahku kalau aku akan sungguh-sungguh tidur karena kelelahan. Beberapa lampu di rumahku dipadamkan jam sebelas malam untuk menghemat listrik. Telingaku bisa mendengar pintu kamar orang tuaku ditutup, menandakan mereka berdua telah bersiap-siap tidur. Hingga jam setengah dua belas aku mendengarkan musik atau membaca buku demi membunuh waktu. Kalau bukan untuk membuktikan ketiadaan Bloody siapapun itu aku sudah tidur mungkin.

Wake up! Wake up!

Ponsel di atas mejaku berbunyi, mengingatkanku bahwa waktu sudah menyentuh tengah malam, bahwa ini saatnya pembuktian. Tanpa ragu-ragu lenganku menyambar batangan lilin sekaligus menyalakannya dengan korek, kemudian tungkaiku berjalan kebawah, ke kamar mandi. Langkahku bergerak hati-hati di kegelapan, berusaha sama sekali untuk tidak menimbulkan keributan—yang pada akhirnya hanya akan memberikan tanda tanya pada kedua orang tuaku. Jamku berpendar dalam kegelapan menunjukan pukul 12:08, ketika itu juga aku telah berdiri di dalam kamar mandi.

“Bloody Mary.”

Sebagian wajahku yang tertimpa cahaya lilin tercetak di kaca.

“Bloody Mary.”

Semuanya masih sama, kecuali lilin yang mulai memendek ini.

“Bloody Mary.”

Hening. Tidak ada apa-apa. Aku berdiri di sana selama beberapa saat, menunggu sesuatu.

Tetap… hening.

Satu menit.

Dua menit.

Lima menit.

Tujuh…

Lelah menunggu, aku memutar badan dan kala itulah aku merasakan sesuatu bergerak-gerak di luar, ada sebuah suara ringan yang berjalan. Sial. Tubuhku membeku sementara jantungku bertalu-talu semakin keras, aliran darahku begerak terlalu cepat di dalam nadi. Ragu-ragu tanganku menggapai daun pintu  namun segala pergerakan untuk membukanya tertahan oleh hormon adrenalinku. Ketakutan. Amigdala1 sialan, harusnya aku membuang organ itu entah sejak kapan.

Nekat—walaupun aku tahu sesuatu berjalan di luar—jemariku membuka pintu cepat, memberikan suara rusuh yang cukup mengganggu. Ketika itulah aku sadar, seharusnya aku tidak pernah membuka pintu seperti tadi karena sekarang seorang wanita dengan muka marah berdiri di hadapanku. Mata melototnya membuatku sungguh ingin lari karena rasa takut yang tidak berhasil aku bendung lagi. Belum lagi teriakkannya yang—

“YA! LEE SEUNGHOON SUDAH IBU BILANG JANGAN MEMBUKA PINTU SEPERTI TADI! DAN KENAPA KAMU MEMBAWA LILIN? MEMANGNYA LAMPU MATI!? TADI KATANYA MAU TIDUR!? SUDAHLAH SANA NAIK.”

—mengerikan.

Setelahnya aku membungkuk dalam, meminta maaf dengan muka memelas, dan segera lari ke kamar. Aku mematikan lilin, lalu melemparnya ke atas lantai. Sayup-sayup, telingaku masih bisa menangkap suara ibuku menggurutu. Ah, besok pagi aku pasti akan habis-habisan diinterogasi oleh ayah dan ibu.

Sial.

Sepertinya melakukan ritual itu memang bukan hal baik.

– Stupid Choice –

 1. Amigdala adalah bagian otak yang mengatur rasa takut dalam diri manusia.

Aku nax kurang ngajar banget kayaknya menghilang tanpa kabar, pffft. Jadi bersama tulisan ini aku cuman mau bilang kalo aku lagi sibuk acara pra-kuliah jadi ya gitu….

Advertisements

10 thoughts on “[Ficlet] Stupid Choice

  1. sudah kuduga yang mengandung seunghoon pasti ga akan jauh-jauh dari konyol. pendeskripsian tentang bloody mary terlalu curhat kayaknya ya dari sisi si hantu. wah curiga jangan-jangan sher mainannya sama hantu hantu /plok/ /digampar langsung/

    walaupun aku udah memprediksi bakal konyol tetep aja aku parno duluan huehehehe… untung akhirnya malah mama mertua yang keluar dari pintu. mama mertua lebih serem dari bloody mary kali ya. kalo bisa diganti jadi bloody mommy aja biar horor /abaikan/

    oke sekian komentar kurang garem ini muahh

    Like

    1. Hi, long time no see kak 🙂

      Emang kalo yang Seunghoon apapun yang diatur terjadi kemungkinan gak bakal jadi (!?) abis dia somplak gitu sih HAHAHA. Bloody Mary kan emang kayakyha bakal norak gitu kalo jaman sekarang xD

      MAMA MERTUA APA? JANGAN MIMPI KAK. BANGUN. :p Aku gak bisa bikin horror jadilah gini :”” Sesungguhnya amukan Bloody Mommy >>>>>>>>>>>>> Bloody Mary.

      Makasih sudah datang kaak 😀

      Like

  2. astaga, Sher! Udah ngarepin s Bloody Mary narik Hoon ke dalam kaca, ternyata emaknya Seunghoon datang begitu aja, itu sangat seram ketimbang Bloody Mary.

    Selalu, Sher. Kamu selalu bisa merangkai fic dengan diksi yang pas & ide cerita yang tepat, Ku akan belajar banyak darimu.

    Kutunggu kisah horror benerannya ya… kali aja Bu DiRut @astiasti94 bisa jadi cast hantunya.. 😛

    see U soon, @scailissher.

    Like

    1. HAHAHA. Aku serius gak bisa bikin horror soalnya yang ada ngeri sendiri nanti >,< Tapi emang terkadang amukan Mama itu menyeramkan, kan? Abis itu kicep sendiri kayak Seunghoon nih xD

      Makasih kak, aku juga belajar dari kakak 🙂

      Kapan-kapan Bu Direktur @astiasti94 aku jadiin hantu yang gentayangin Hongseok deh (!?!?)

      Okay kak 🙂

      Like

  3. Nyengir waktu baca awalannya Sher “Oh, tolong, dia sudah meninggal berpuluh-puluh tahun, bahkan jika ia bisa muncul pasti akan terkejut terlebih dahulu dengan kemewahan dunia ini” Yakalik setannya kaget wkwkwk gak ngebayangin si setan kaget trus gamau balik sini lagi ahah.
    Entah kenapa kalo si pacarnya Chani ini yg jadi cast bawaannya bayangin di lagi ngelawak wkwk miyanee~
    Tapi ini horrornya dapet kok walaupun sebenernya dibikin nge twist tapi kusuka banget soalnya ini sukses bikin merinding pas mas hoon di dalem kamar mandi~
    Keceeee Sheeerrr. Kutunggu kambeknya~ sukses buat Ospeknya Sarangeee ❤

    Like

    1. HAAA KAK! AMUK SAJALAH AKU, UDAH 3 MINGGU TERNYATA COMMENT KAKAK BELOM KUBALAS. HUFT.

      Iya, jadi Bloody Mary udah terlalu lama gak update dijamin shock dulu kak HAHAHA. Aku gak tau sih dia mau langsung pergi apa nyoba datengin Seunghoon dulu xD

      Pacarnya Chani siapa sih sesungguhnya? Aku makin pusiiing. Emang kalo Seunghoon jatohnya pasti gak bener sih LOL.

      Makasih ya kak ♥ 🙂

      Like

  4. Ternyata itu ibunya, toh? Ya ampun, ngakak banget masa😂
    Dih, Hoon durhaka, ya.. Masa ibu sendiri dibilang menyeramkan, duh..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s