[Ficlet] Auf Wiedersehen

CLPGISbUcAAcLkr

A short story by IvyJung (@riyoungiii)

starring by; [WINNER’s] Song Mino

Ficlet || AU! Romance, Sad, Hurt/Comfort ||PG-15

I just own the storyline

.

“Kau bohong! Nyatanya kau berbohong, Sayang.”

.

.

.

Tungkainya berhenti merajut langkah. Menetapkan pijakkan pada koordinat ideal untuk melayang pandang. Surai hitamnya melambai diterpa bayu. Deburan ombak yang bersahut menggerus kebisingan di sekitar. Ia terhanyut, membiarkan separuh dirinya bernostalgia dengan kenangan terkelam yang pernah menorehkan luka terdalam. Mengorek kembali sisa sayatan hati yang—sejatinya—telah kering setelah sebelumnya hampir membusuk di relungnya.

Song Mino diam tergugu.

Satu jam berlalu tanpa ucap kata. Satu jam pemuda itu memilih untuk membisu. Biarlah gulungan air laut yang berkejaran menjadi latar pemecah geming. Sekali ini saja, ia ingin membuka topeng yang telah lelah dipakainya. Ia hanya ingin menjadi dirinya yang sesungguhnya; Song Mino—pemuda menyedihkan dengan takdir memilukan.

Tak ingin bersusah payah menyeka, Mino membiarkan fluida tumpah dari pelupuknya, tercecer di pipi lalu kering diterpa angin. Ia terlampau lelah. Sekuat itu ia bertahan, sekuat itu pula luka yang membiru kian membusuk di hatinya. Lalu, salahkah jika kini pertahanannya akhirnya runtuh?

“Biarkan aku sendiri, Cass!” Ia tahu betul siapa yang datang walau mata tak bersua. Jejak langkah pelan yang mendekat dari arah belakang, serta aroma stroberi dari parfum yang menguar mempermudah otaknya untuk menyimpulkan; itu Cassie—karibnya.

Langkah Cassie terhenti seketika. Masih menjejakkan kaki di belakang punggung Mino, ia menghela napas panjang. Benar sekali bahwa saat ini Mino yang sedang menyapa luka lama. Namun kenapa dadanya turut terhimpit perih yang menyesakkan? Lebih dari sekedar loyalitas, ia merasa turut berbagi kepedihan yang sama.

“Pantai ini indah ‘kan, Mino?”

Gadis itu maju beberapa jengkal, menyejajarkan posisi dengan pemuda Song sahabatnya. Jemarinya terangkat melepas kacamata hitam yang ia kenakkan. Pun sesekali menyibak sulur-sulur poni yang teracak dipermainkan angin.

“Pergilah ke mobil terlebih dahulu. Aku akan menyusul. Kita pulang sebelum petang.”

Cassie memajukan bibir beberapa mili. Mendengar keputusan sepihak Mino, tentu bibirnya gatal untuk tidak memprotes dengan sejuta kekesalan. Namun acap kali Mino berkata seserius barusan, Cassie hanya bisa diam. Dia tahu kapan Mino dalam keadaan untuk didebat, atau dituruti tanpa lidah bersilat. Maka, tanpa ingin melanjutkan konversasi yang tersisa, ia melenggang meninggalkan sang sahabat bergumul menyapa kenangan.

Sekon demi sekon kembali termakan senyap. Namun raganya masih belum mampu beranjak. Mino menangis lagi. Entah untuk yang keberapa kali, ia larut dalam pedihnya bayang kelam yang menghantui. Takdir memang tak pernah berbuah manis bagi mereka yang tak menerima dengan lapang dada. Tak terkecuali untuk Mino. Hatinya terlalu sempit mengikuti skenario yang Tuhan tuliskan. Jiwanya terlalu rapuh untuk siap kehilangan. Kekasihnya mati mengenaskan. Tertelan hamparan lautan yang—baru saja Cassie bilang—sarat keindahan. Dan merelakan adalah ujian terberat yang pernah Tuhan hadapkan.

“Kau pasti kedinginan ‘kan? Maafkan aku…”

Ia terisak hebat. Monolog sederhana itu berhasil mencerkam hatinya hingga rasanya ingin pecah saat itu juga. Sakit sekali. Tatkala tangan kurus itu melambai-lambai meminta pertolongan, serta tubuh porselennya hanyut dicumbu ombak, ia bahkan tak sanggup menyelamatkannya. Hingga jasad gadis yang paling dicintainya dinyatakan hilang oleh tim evakuasi pantai, ia hanya bisa berlutut meratapinya—tak kuasa berbuat apa-apa.

“Kau bilang, kita akan bersama selamanya. Kau bohong…”

Ia mengerjap kilat. Menjatuhkan kembali likuid yang mengaburkan penglihatan. Bibirnya dipaksa menjungkit beberapa derajat. Tidak, ia tidak sedang menertawai gadisnya yang berkhianat—meninggalkannya hidup merana, tetapi mengejek kondisinya yang sedemikian menyedihkan; bangkit pun Mino tak sanggup.

“Apa perlu aku yang menyusulmu, huh?”

Ombak berdebur menyahut ucapan sarkatisnya. Mino kembali tergelak. Tawa hampa yang sarat keputusasaan itu menggaung terbawa udara. Pecah, seiring pecahnya hati Mino menjadi kepingan-kepingan tak bermakna tanpa gadis pujaannya.

“Kau tak pernah berubah, selalu saja membuatku mengejar. Tapi bukankah ini keterlaluan? Kau jauh sekali, Sayang.”

Mino menggelengkan kepalanya. Membenamkan jemari pada kedua saku jeans belel yang dikenakan. Air matanya telah mengering sejak beberapa menit yang lalu. Perasaannya mulai menghangat setelah tumpahan emosi ia cecerkan sedemikian rupa. Napas yang semula menderu tanpa ritme yang teratur, kini telah menggapai intonasi yang selaras. Mino tak lagi gelisah.

“Baiklah, kuharap kau tak lupa mengucap selamat datang padaku nanti.”

.

.

.

BYUUUURRRRR!!!                    

.

.

.

TAMAT-

Advertisements

13 thoughts on “[Ficlet] Auf Wiedersehen

  1. Cassie lu dimanaa? kenapa temennya nyemplung lu malah asih-asikan uduk di mobil? /DISURUH MINOH GUE AS PLISS JAN SALAHIN/okebhay~
    Jadi yaa py, w bayangin banget kalo mino galau gini ekspresinya cem di color ring, cuman sayangnya gaada gerimis. Coba kalo ada……yaa gaada juga gapapa sih :D/lu ngomong apa ga penting as-_-
    Oh..jadi ini yg lu bilang ficnya gagal? tapikok tetep kece yaa? tetep bikin pen geleng-geleng kepala liat diksinya. Yoksi ipyjung punya lah pokoknya.
    Deskripnya selalu bikin pembaca masuk ke dalam cerita. Ikut ngerasain galaunya sampe dugun-dugunnya..
    Ahhhh nomu chowaa pokoknya ❤

    Dituggu kambek dumb and dumbernya py wkwkw sara-ngeeeekk ❤

    Like

  2. IPPPUUUUULLLLLL…BKIN YG FLUFF GITU KEK..AQ BERSAMA SANG SUAMI *HIKS 😭😭😭
    INI BKIN AQ NANGIS BOMBAY😭😭 KEBAYANG MUKA MINO YG GALAU NGOMONG SNDIRI BRHARAP AQ JAWAB 😭 //ipy: kak eling kak😒

    ALWAYS LAH MAKNAE @ivyjung KITA SELALU BIKIN ATI INI RONTOK -SERONTOK-RONTOKNYA- 😭😭

    Ayank MINO ayo qta berpelukan aq ga mau kmu cedih kayak gitu *kecup

    Udah ah ramein komennya 😑 pagi ini bergalau ria dah 😫😫
    Lope lope untukmu syelalu dedekku cuyung😘😘😘😘

    Like

  3. Eeh? BYUUURRRR ??!!! kenapa byur coba ??? /maap yg ini aku ngekek padahal udah siap mewek di atas.. 😆😆

    Song mino kenapa ? Ditinggal siapa ?? Hiks 😂 apa mungkin mino pergi menemui nyi roro kidul ?? (Ipy: apaan si lu kak ? Plak!)

    Kenapa aku kebayang bat muka galaunya mino ya py ?? Menyedihkan tapi tampan.. hiks 😢 sedih setelah ditinggal mati kekasih hati..
    duh.. durhakalah aku menyabet gebetan kanjeng mami..

    Cassie kembali membawa sang sahabat karib.. ini cecinguan mau nyabet gelar rookies award keknya… bhaaakk 😂😂

    Maafkan lah komen absurdku ini dek ipy.. maklumlah ini ngetiknya ditengah sawah (plak) ❤❤❤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s