[Vignette] a Big Decision

a Big Decision poster [Gitahwa @ Poster Order]

a sequel of Kotak Sepatu

Scriptwriter : Aoko Cantabile [ @watashiwaisti ]

Main Cast : Sandara Park (Dara 2NE1), Choi Dongwook (Se7en), Park Sanghyun (Thunder ex MBLAQ)

Slight Cast : Lee Donghae (Donghae Super Junior)

Genre : Hurt, Comfort, Sad, Love Life, Slice of Life, OOC

Duration : Vignette (± 1224 words)

Rating: PG-12

Disclaimer :

I just own my storyline. The casts belong to GOD, YG Entertainment and themselves.

Warning :

 Fic ini hanya bersifat menghibur belaka. Tidak bermaksud untuk menuntun reader ke prilaku yang tidak baik.

Thanks for the awesome’s poster Gitahwa @Poster Order

#paragraf yg dicetak miring di awal cerita merupakan flash back.

**********

apapun keputusanmu itu, aku akan selalu mendukungnya.

**********

Choi Dongwook ingin memberikan kejutan pada tunangannya, Sandara. Setelah hampir dua tahun mereka terpisah karena Dongwook harus menjalani wajib militer, Dongwook merasakan perasaan cintanya untuk Dara semakin mendalam.

Dia tak mengabarkan siapapun, termasuk kedua orang tuanya bahwa hari ini, ia resmi menyelesaikan tanggung jawabnya kepada negara. Maka dari itu, ia meminta tumpangan menuju Seoul kepada rekan sejawatnya, bermaksud untuk membelikan macaroon –cookies kesukaan Dara di toko kue langganannya. Setelah tiba di toko kue tersebut, aroma khas pembakaran kue telah menyambut kedatangan Dongwook. Dengan langkah percaya diri, ia memasuki toko tersebut. Tapi kedua netranya menangkap suatu pemandangan ganjil, di pojok toko kue tersebut, Dongwook melihat Dara sedang bercengkerama dengan pria lain.

Seketika itu juga, kedua tungkai Dongwook melemas. Dia kemudian memundurkan langkahnya, mencari posisi terjauh dari lokasi Dara, mengamati setiap gerak-gerik Dara, dan berharap bahwa dugaannya salah.

Tapi, takdir tak berpihak padanya. Yang ia lihat adalah Dara menggandeng erat lengan pria yang tak dikenalnya, sambil sesekali pria itu membelai punuk rambutnya. Dahi Dara bahkan dikecup mesra oleh pria itu sebelum mereka meninggalkan toko kue.

Yang dirasakan Dongwook saat ini adalah hatinya sakit, remuk redam melihat sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh wanita yang dicintainya.

……….

Suara ketukan pintu berirama, menyadarkanku bahwa orang yang kunanti telah tiba. Aku berlari sesegera mungkin, tak sabar menemui orang di balik pintu rumahku.

Oppa.” pekikku dengan nada yang sedikit meninggi, menyunggingkan senyum termanis, lalu merangkul pria di hadapanku.

“Hai, Dara. Kau merindukanku?” tanya pria itu. Dia membuka kedua lengannya lebar-lebar, menyambut pelukanku. Kuhayati kedua badan kami yang bertaut. Ah, sudah lama rasanya, aku tak mendekap pria ini, pikirku.

“Kapan kau kembali dari Amerika Serikat? Kenapa tak mengabariku? Aku kan bisa menjemputmu di bandara.” Unek-unek yang selama ini terpendam di hatiku, tak sabar kuluapkan. Sedangkan, manusia yang kutanya malah tersenyum simpul sambil mengangkat bahu.

“Kau membiarkan kekasihmu berdiri di depan dan mendengarkan segala celotehanmu, Dara-ya?” Singkat, jelas dan padat. Itulah khas Choi Dongwook –tunanganku yang akan resmi menjadi calon suamiku minggu depan.

“Maafkan aku, Oppa. Ayo, masuk! “ Kupersilahkan Dongwook oppa masuk ke dalam rumah. Dia memasuki rumahku, bergerak menuju ruang keluarga, lalu duduk di sofa depan TV. Kebiasaan yang tak pernah berubah!

“Aku tak mengabarimu karena aku tak ingin merepotkanmu. Sudah cukup aku membiarkan Dara-ku yang cantik ini disibukkan oleh persiapan pernikahan kita. Sekarang, ceritakan padaku mengenai apa saja yang telah kau urus! Mungkin, aku bisa membantumu mengurus hal yang belum selesai.”

“Gedung serta undangan telah kupesan, Oppa. Aku juga telah memesan catering makanan, menghubungi teman-teman, keluarga dan pendeta. Persiapan sudah mencapai 70%, aku tinggal memastikan undangan telah disebar, gedung pemberkatan telah didekorasi juga gaun pernikahan yang telah siap.” ucapku seraya mengingat apa saja yang telah kulakukan selama sebulan ini. Dongwook oppa menganggukan kepala mendengarkan penjelasanku.

“Firasatku memang tepat! Kau memang bisa diandalkan dalam hal seperti ini. Tadi, kau belum menyebutkan mengenai cincin pernikahan. Apakah kau sudah memiliki gambaran bentuk cincin seperti apa yang kau inginkan? Aku akan memesan secepatnya!”

“Terserah kau saja, Oppa. Kali ini aku mempercayakannya padamu. Asal jangan saja, kau membelikan cincin yang tidak pas di jariku.” Dongwook oppa tertawa kecil mendengar selorohku. Dia kemudian sibuk merogoh saku kanan celana bahannya, seperti ingin mengambil sesuatu.

Dia mengambil kotak cincin yang sedari tadi disembunyikannya, membuka tutupnya perlahan, lalu menampilkan cincin dengan mutiara hitam khas Tahiti yang menghiasi mata cincin. Kedua bola mataku membulat sempurna mengagumi mahakarya yang digenggam oleh Dongwook oppa.

“Bagaimana dengan cincin ini? Apakah kau suka?” Kuanggukkan kepala sekuat mungkin. Tentu saja, aku suka. Mana ada wanita yang menolak dihadiahi cincin dengan mutiara se-langka itu.

“Aku membelikannya khusus untukmu. Kuarungi Kepulauan Karibia, kulalui hambatan demi hambatan dan aku terpaksa bertempur dengan Jack Sparrow, hanya untukmu.” ujarnya dengan mimik wajah serius yang dibuat-buat. Aku merespon candaan kekanakannya itu dengan tertawa keras.

Gomawo, Oppa. Aku beruntung memilikimu sebagai pendamping di masa tuaku nanti.”

Ucapanku membuat suasana hening. Air muka Dongwook oppa seketika berubah menjadi datar. Aneh! Ini di luar tabiatnya. Biasanya, saat aku mulai melontarkan perkataan yang gombal ataupun serius, dia akan meresponnya.

Dongwook oppa malah beranjak dari sofa, berdiri meninggalkanku yang masih gamang dengan tingkahnya.

“Dara, aku meletakkan cincinnya di meja ini ya. Aku ingin pulang dulu ke rumah. Kurasa, tadi ibu memintaku menemaninya belanja di pasar. Sampai jumpa, Dara. Aku akan menemuimu kembali besok.” Singkat, jelas, padat dan terasa terburu-buru. Dongwook oppa berpamitan tanpa menengok wajahku. Seusai berucap, dia berjalan lurus menuju pintu, dan pulang.

###

Noona, kau tidak apa-apa?” tegur Sanghyun. Aku masih memikirkan sikap aneh Dongwook oppa tadi siang, sehingga melupakan keberadaan adikku yang minta ditemani makan malam.

“Sanghyun-ah. Menurutmu, apakah noona siap menikah ya?” Sanghyun memiringkan wajahnya, mencoba membaca raut muka yang telah kutekuk.

“Astaga, noona! Jangan bilang, saat ini kau terkena sindrom. Kau merasa takut untuk menjalani pernikahan.” Aku hampir tersedak mendengar pernyataan Sanghyun. Aku menghela nafas, memijit keningku perlahan.

“Aku bukannya takut menjalani sebuah pernikahan, Sanghyun-ah. Aku hanya merasa aku bukanlah wanita yang tepat untuk pria sebaik Dongwook oppa.”

“Memang!” ceplos Sanghyun. Kupelototi dirinya. Adikku ini tak bisa diajak serius kah?

“Menurutku, noona harus menyelesaikan urusan noona terlebih dahulu dengan Donghae hyung. Jika noona masih berhubungan dengannya, itu pertanda noona belum siap menjalin pernikahan dengan Dongwook hyung.” Aku terkesiap mendengar pernyataan dari Sanghyun. Bagaimana dia bisa tau kalo sumber kekhawatiranku adalah Donghae?

“Sanghyun, sudah berapa lama kau mengetahuinya?” tanyaku terbata-bata.

Noona, aku ini adikmu. Aku bisa merasakan perasaanmu yang tak nyaman saat ibu dan ayah memaksamu bertunangan dengan Dongwook hyung. Dan, aku cukup pintar melihat kau masih mencintai pacarmu, Lee Donghae.” jawab Sanghyun dengan santai.

“Siapa saja yang mengetahui hal tersebut?” bisikku lirih, nyaris tertelan oleh helaan nafasku sendiri.

“Kurasa hanya diriku, Noona.”

Noona, sebaiknya kau menetapkan keputusan sekarang! Apa kau ingin membahagiakan ibu dan ayah dengan menjadi istri seorang pria kaya raya, terhormat dan juga adalah anak dari sahabat ayah, Dongwook hyung atau jujur dengan perasaanmu sendiri dengan memilih Donghae hyung sebagai pasanganmu? Noona, kau pantas bahagia.” Ucapan Sanghyun yang sangat bijaksana itu membuat kedua air mataku tumpah. Sanghyun menatapku sayu, membiarkanku diam dalam kesendirian.

Noona, apapun keputusanmu itu, aku akan selalu mendukungnya.”

……….

Aku terpekur di balik selimut, tenggelam dalam pikiranku sendiri. Semalaman aku mengorbankan waktu tidur, menimbang dan memilah mana keputusan terbaik. Kepalaku serasa ingin meledak, membayangkan dampak dan akibat terhadap pilihanku.

Aku menoleh, mendapati Sanghyun tengah berdiri di ambang pintu kamar, memperhatikan segala tindak tandukku.

“Kau tidak tidur, noona?”

Aku bungkam, dan merespon pertanyaan Sanghyun dengan gelengan kecil.

Sanghyun merajut tungkainya menuju tempat tidurku, duduk di kasur, mendekatkan jarak dengan posisiku. Aku membenamkan wajah di balik bantal, mencoba menenangkan pikiran.

“Sanghyun, paket yang dikirim kemarin itu dari Donghae.” Aku membuka percakapan. Tak ada tanggapan. Mungkin, Sanghyun juga tak tau harus merespon apa.

“Kurasa….Donghae sedikit gila. Dia tak ingin melepaskanku.” asumsiku.

“Kurasa…. dugaanmu tepat, noona.”

“Jadi, aku harus bagaimana?” tanyaku dengan nada frustasi.

“Berpikirlah realistis, noona! Apa kau bisa menjalani masa depanmu dengan sempurna bersama pasangan se-sycho itu?” Deg! Jantungku berdentum mendengar pertanyaan Sanghyun. Yang dikatakan Sanghyun memang benar adanya. Aku tak dapat membayangkan kehidupan pernikahanku bersama Donghae.

“Kalau aku, lebih baik dicintai daripada mencintai. Lagipula, kau mencintai pria yang salah.”

“Dan… aku tak ingin kau menderita, noona. Aku memiliki feeling, Donghae hyung itu bukanlah pria biasa. “lanjutnya. Bulu kudukku menegang. Astaga! Apa yang kulakukan selama ini? Aku menyia-nyiakan cinta Dongwook oppa demi Donghae. Tuhan berbaik hati padaku dengan menunjukkan topeng Donghae sebenarnya.

“Aku telah menetapkan keputusan, Sanghyun.” ujarku dengan keyakinan bulat. Ya, ini adalah keputusan yang tepat.

Fin.

*Aoko‘s Note :

Hey Hey Hey…. Kalian tidak bosan kan dengan kemunculanku yang terlalu sering? Hahahaha…

Aoko kembali dengan sekuel Kotak Sepatu. Sekarang udah ketahuan kan tokoh protagonis-nya? hehehe…

Kenapa Se7en? Karena dia adalah salah satu artis YG yg banyak membantu kesuksesan Big Bang & 2NE1. Selain itu, sosoknya sebagai oppa bagi para member 2NE1 membuat Dara mempercayainya sebagai penasihat dalam hal perjodohan [aku tau ini dari acara Strong Heart]. Maka dari itu, aku pengen menjadikan Se7en sebagai main cast disini.

Apakah sekarang alur cerita fic-nya jelas? Paham kan kenapa Donghae bisa se-sycho itu??

Tunggu tanggal mainnya aja ya, aku akan mem-publish sekuel terakhir dari cerita ini. 😉

Btw, makasih ya bagi para reader dan teman2 author yg lain masih setia mengikuti fic absurd-ku ini. Ku senang melihat antusiasme kalian semua..

untuk Vris yg menunggu kelanjutan kisah ‘Blue Victory’ [Aoko-Seungri], maafkan unnie-mu ini ya.. Sehabis sekuel terakhir ini di-publish, aku janji akan mempublish kisah mereka. 🙂

seungri smile

Last but not least, jangan lupa meninggalkan kritik dan saran ya.

Jujur saja kalau ceritaku jelek atau butuh review mendalam. Ku akan senang menerimanya.

See U soon at another fanfic!!

Warm Regard,

Aoko Cantabile

Advertisements

16 thoughts on “[Vignette] a Big Decision

  1. Kak Aokooo… aku muncul lagii disinii… 😀

    Waktu aku pertama baca, aku pikir Dongwook itu semacam Prince Charming yang mencintai Dara walopun dia udah tau kelakuan Dara dibelakangnya *eakk. Tapi setelah baca komennya kak Asti, mendada curiga sama Dongwook. Kalo bener kasian sekali bang ikan difitnah gitu :””

    Aku nemu typo kak, gak penting kok sebenernya, soalnya ceritanya udah keren gini. xD
    “Berpikirlah realistis, noona! Apa kau bisa menjalani masa depanmu dengan sempurna bersama pasangan se-sycho itu?” itu harusnya “se-psycho itu”, kan kak? Atau memang begitu kah?? ._.

    Salam muah muahh kak Aokoo… ❤ ❤
    *lanjut ke sequel selanjutnya*

    Liked by 1 person

  2. Kak, kenapa disini aku malah nganggepnya si dongwook yg antagonis yaa? Aku malah nganggepnya dia yg kirim bangkai ke dara. Soalnya, diawal itu kak aoko nyeritaiin gmn sakit hatinya dongwook waktu ngeliat dara jalan sama donghae. Jadi yaa aku mikirnya si dongwook yg jahat secara disini kan keliatannya dia yg paling punya motif huee~

    Tapi ini keren kak. Pemilihan katanya selalu bikin aku ga bisa ngelewatin satupun kata2 yg kak aoko tuangkan. Gaada bosennya kak. Ngalir banget. Diksinya pas, gak kurang dan gak lebih! Prefect! (Part 2)/ kukasih part2 soalnya seingetku sebelumnya juga pernah bilang gini tapi aku ga bosen buat muji lagi heheh. Nomu cowayoooo ❤
    Keepp nulis kak kutunggu kambeknya~ Salam sayang dari nunanya chanu🙆

    Liked by 1 person

    1. wow! keren sekali tebakanmu, Ast!
      let’s see ya, Ast for the last sequel… *smirk smile.

      makasih Asti telah mampir dan membaca fic abal kakak ini.
      dan…really gomawo untuk pujiannya. Tulisan kamu lebih bagus dari kakak, Ast.
      diksi kamu lebih bisa bikin merinding. kakak masih d level newbie. 😀

      Kakak tunggu juga tulisan kamu yang lain y, Ast.
      titip salam buat Chanu.

      Like

  3. AKU BINGUNG. Jadi ini si Dara mau nikah sama Dongwook tapi di saat yang sama masih sama Donghae!?!? Kok bisa!? Terus ngebayangin Thunder kek gitu aku ngakak masa HAHAHA.

    Aku suka lho kak genre yang agak psycho-psycho gini xD Terus complicated banget tapi kakak tetep bisa nulisnya, 👍👍. Keep writing terus deh kak, suka sama jalan cerita punya kakak.

    Liked by 1 person

    1. iya, Sher.
      jadi Dara ama Dongwook itu dijodohin, s Dongwook nya suka ama Dara, jadi walaupun dia tau Dara sama cowok lain, dia diam aja -pura2 nggak tau gitu.
      Nah s Dara yg belum punya feeling sm Dongwook, pacaran sm Donghae #dia nggak tau sifat Donghae itu…tapi, Dara tetap memilih menikah sm Dongwook karena nggak tega sama ortunya. maka dari itu, fic ini menceritakan sisi dilematis Dara yg akan memilih Donghae atau Dongwook.
      [rada kompleks ya? tapi aku bisa nggak menceritakannya secara gamblang? takutnya aku tak bisa menuangkan imajinasiku ini dengan baik]
      semoga saja sekuel terakhir nanti dapat menjawab semua ketidakjelasan dari alur ceritaku ya… hohoho…

      makasih telah baca dan mendukung fic ini, Sher.
      I also love your fluff fic.

      Like

  4. Nah, kak Aoko aku kembali~

    Idk, tapi aku suka kalo Donghae dan Dara, tapi ya, demi kebaikan Dara, lebih baik Dara sama om Se7en aja dah. Aku juga gak kebayang sycho kek gitu :3

    Bang Thunder sok bijak masa wkwk XD

    Segini saja ya kak, bingung mau nulis apalagi :3

    Ditunggu epep yang lain ya kak.

    Ren ❤

    Liked by 1 person

    1. Ren…makasih ya udah mampir kembali.

      kakak juga sebenarnya dalah pendukung Dara-Donghae, Ren. Tapi….aku yg aneh ini malah membuat karakter Donghae seperti itu. Huhuhu….

      ini adalah part Thunder bijaksana. memang kelihatannya Thunder lebih dewasa ya daripada Dara. hohoho…

      kutunggu juga karya Ren yg lain. Semoga Ren bisa sembuh dari writer block secepatnya ya..

      love U also ❤
      Aoko.

      Like

  5. Aoko Unnie~~~ akhirnya kau kombak juga #yihaaaa

    Hehehe~~ makin kesini tulisan kakak makin cantik deh ❤ suka banget aku bacanya. Sekarang juga udah mulai paham gimana alurnya. Agak sedikit complicated ya, Dongwook suka Dara tapi Dara sukanya Donghae dan Donghae-nya psycho lagi -__- #asdfghjkl

    Yup, aku suka banget kata-katanya Sanghyun oppa. "Lebih baik dicintai daripada mencintai. Lagipula kau mencintai pria yang salah." deg! langsung deh Vris ngerasa kayak kesambar petir. Hahaha~~ aku malah lebih sering jadi yang mencintai dan cintanya tidak terbalaskan *tear*. Ini curcol lhoo jadi jangan sampe dibahas 😉 dijadiin ide ff boleh juga tuh #hahaha /ini bocah minta disamplek emang-__-/

    Udah dulu deh kecincongan Vris ini. Ditunggu last series-nya dan tentu aja Blue Victory-nya 😉

    Warm hugs and much love
    VRIS a.k.a Chanwoo's fiancee ❤

    Liked by 1 person

    1. Vris…I miss U too. Cepatlah kambek, dek. Unniemu rindu dengan tulisanmu..

      Huhuhu…demi apa, otakku kesambet apa? bisa banget nulis quote-nya. quote itu lahir dari pengalamanku juga. Biasa….cinta yang bertepuk sebelas tangan. *peluk Vris juga, mari kita hidup bahagia bersama bias kita. T_T

      Makasih ya dear telah mampir dan menunggu sekuel terakhir.
      Makasih juga telah mendukung Blue Victory.
      I also support Haljung with Chanwoo.

      love U always ❤ ,
      Aoko.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s