[FICLET] GOOD NIGHT

GOOD NIGHT

GOOD NIGHT

LatifahNL999 Present || Cast : Yoon Seomin (OC) – Kwon Jiyong (GD Bigbang) || Songfic – Slice of life || Ficlet || General

.

Murni dari hasil imajinasi saya

.

“Selamat malam, Yoon Seomin-ssi!”

.

I’M SORRY IF TYPO EVERYWHERE

.

0•0 GOOD NIGHT 0•0

Selintas cahaya memancar di antara celah balkon yang gelap. Yoon Seomin keluar menuju balkonnya.

Hembusan angin malam langsung menyambut lembut wajahnya. Ia menarik nafas untuk menikmati udara malam itu. Lalu entah kenapa tiba-tiba ia menyimpulkan seulas senyum hambar yang samar-samar, atau bisa diartikan sulit ditebak.

Seomin menyilakan kedua tangannya di depan dada sambil mengangkat bahu. Yah, mungkin udara angin malam ini cukup dingin.

“Hha,” ia merebahkan tubuhnya di kursi goyang berwarna putih sambil menghembuskan napas beratnya. Ia mendongakkan kepala dan melihat langit gelap yang dihiasi dengan bintang dan bulan. Lalu ia memejamkan matanya.

“Ekhem,”

Dehaman dari seorang pria menarik perhatiannya. Ia langsung menoleh ke samping kiri dan di sana ia sudah menemukan seorang pria sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi hangat dan tersenyum. Meskipun sedikit gelap hanya diterangi oleh lampu yang usang dan remang-remang, Seomin tahu pria itu tersenyum,  ia juga tersenyum ke arah pria itu.

Annyeonghaseyo, Kwon Jiyong-ssi,” sapa Seomin dengan ramah kepada tetangga yang ia kenali 8 bulan yang lalu.

Annyeonghaseyo, Yoon Seomin-ssi, hhe,” balas pria itu. “Kau belum tidur?”

“Seperti yang kau lihat,” Seomin mengangkat bahu sambil tertawa kecil. Sontak kursi yang ia duduki bergoyang pelan.

“Hha,” Jiyong menghela napas sambil mencondongkan tubuhnya ke depan dan menopang siku di antara pembatas balkon. “Langit malam ini cukup indah ya?” katanya.

“Hem,” mendengar pernyataan Jiyong, gadis itu otomatis melihat ke arah langit lagi. “Iya, sangat indah,”

Jiyong kembali menoleh ke arahnya dan memperhatikannya dengan teliti. “Uhm, apa aku boleh bertanya sesuatu?” tanyanya

Gadis itu kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Jiyong. “Apa?”

“Hehem, maaf jika ini agak sensitif,” kata Jiyong sambil tertawa kecil.

Mendengar itupun Seomin tak kuasa menahan tawa gelinya. “Gwaenchanayo,” sahutnya. “Memangnya apa yang ingin kau tanyakan?”

“Aku hanya ingin tahu saja, tapi yah, kau juga bisa untuk tidak menjawabnya karena mungkin bisa saja terlalu sensitif untukmu, hehe.”

Seomin tertawa kecil. “hehehe, tanyalah, jika memang sangat sensitif, maka aku hanya akan memberikan jawaban dengan senyum manisku,” kata Seomin sambil menunjukan senyum termanisnya dengan percaya diri.

Terdengar dengusan tawa dari pria itu. “Hheu, ku perhatikan, kau terlihat kurang semangat. Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanyanya, lalu ia tiba-tiba meringis pelan. “Aish, sudahlah, Seomin-ssi. Tidak usah kau jawab, aku mendengar pertanyaanku sendiri saja, terdengar sangat sensitif. Hehe”

“Hahaha, Ya! Kenapa kau beranggapan seperti itu.” gadis itu berdecak lidah. “Kau sangat memperhatikanku sekali, Jiyong-ssi.” sesaat Seomin melemparkan pandangannya ke langit luas dan mengayunkan-ayunkan kursi dengan punggungnya. “Akhir-akhir ini, aku hanya khawatir,”

“Khawatir?” Jiyong mengernyitkan keningnya.

Gadis itu tersenyum. “Iya, aku sedang mengkhawatirkan seseorang,”

Senyum Jiyong sedikit tergoyahkan. “Wah, Seomin-ssi. Kau…” baru saja Jiyong ingin menggoda, tiba-tiba gadis itu memotongnya.

“Jangan coba-coba untuk menggodaku! Iya seseorang itu memang seorang pria, tapi bukan seperti yang ada dibayanganmu.”

Seulas senyum cerah kembali menghias wajah Jiyong. “Lalu?”

Seomin menoleh ke arahnya. “Seseorang itu adalah ayahku. Kekhawatiran disaat kau jauh dari keluarga dan sanak saudaramu.” jawabnya.

“Yah, aku tahu bagaimana rasanya itu. Kalau aku boleh tahu lagi di mana keluargamu tinggal?”

“Di rumah,” sahutnya dengan sedikit tertawa.

“Hahaha, kau mulai lagi. Aku serius.”

“Hahaha, Aratseo aratseo. Mianhaeyo. Hem, di balik bukit itu,” kata Seomin sambil menunjuk ke arah bukit yang samar-samar karna tertutup oleh kegelapan.

“Apa kau merindukannya?”

“Tidak!”

“Uhm?” Jiyong menatapnya heran.

“Aku tidak dekat dengan ayahku, tapi bukan berarti kami tidak mempunyai hubungan yang baik.”

“Lalu apa yang kau khawatirkan?”

“Apa yang ku khawatirkan sangat sulit untuk ku jelaskan. Ayahku sedang sakit. Sedangkan aku tidak berada di dekatnya untuk menyemangatinya. Aku tidak bisa berhenti untuk memikirkan kejadian buruk yang akan terjadi. Aku sungguh tidak siap! Disaat aku mendapat kesempatan untuk bertemu dengannya, aku tidak bisa melakukan apa yang seharusnya aku lakukan.” Gadis itu menunduk dan tiba-tiba suaranya terdengar serak.

Melihatmu yang selalu ceria dan penuh canda, kenapa terasa sangat sakit ketika melihatmu seperti ini. Ah, kenapa tangan ini gatal ingin memeluknya,” gumam Jiyong dalam hati.

“Kenangan apa yang pernah kalian lakukan?” tanya Jiyong.

“Tidak ada! Kami tidak pernah melakukan hal-hal seperti hubungan ayah dan anak. Bermain di taman, bercanda sambil minum kopi atau teh, bahkan sekedar menegur sapa pun jarang. Hingga disaat aku memutuskan untuk hidup jauh dari keluargaku, aku sama sekali tidak pernah menghubunginya. Dan itu sangat ku sesalkan.” gadis itu tenggelam dalam sandarannya.

“Jika kau berada di dekatnya sekarang, apa yang ingin kau harapkan?”

“Jika ayah berada di dekatku? Aku hanya ingin merasakan pelukan ayahku. Aku ingin mendengarkan dongeng sebelum tidur, ucapan selamat malam dan juga ciuman sebelum tidur. Hubungan ayah dan anak pada umumnya. Hanya itu. Sekalipun aku tidak pernah merasakan itu.”

“Andai aku boleh menggantikannya untuk malam ini saja, apa kau keberatan?”

“Ya?” Seomin menoleh dan memandanginya heran. “Apa maksudnya?” tanya Seomin.

Suasana hening sesaat, angin malam menerjang wajah mereka bersamaan.

“Yah, aku tahu ini sangat lancang. Apa kau keberatan jika aku mendahului ayahmu?”

“Apa?” tanya Seomin.

“Berdongeng, bernyanyi dan mengucapkan selamat malam untukmu. Kau tenang saja, aku tidak akan mendahului ciuman itu,” guraunya.

“Hahaha, tidak akan mendahului ciuman itu?” ungkapan itu membuat gadis berusia 21 tahun ini harus kuasa menahan tawanya.

“Ah, aku salah berucap,” ucap Jiyong malu.

“Tidak apa-apa, hhe. Lalu, apa kau punya dongeng untukku malam ini?”

“Tidak, tapi aku punya sebuah lagu untukmu,”

“Lagu?” Seomin memandang Jiyong sekejap. “Haebwa!” Seomin memejamkan matanya dan kembali mengayunkan kursinya.

“Hhe,” Jiyong menyandarkan tubuhnya sambil menyilakan kedua tangan di dada dan mengangkat kedua kakinya ke atas pembatas balkon. Ia menoleh ke arah Seomin. Sebelum ia memulai nyanyinya, ia melihat setiap bentuk wajah gadis itu. Dari matanya, hidungnya, bibirnya, pipinya, seluruh wajah cantik yang disinari cahaya rembulan itu.

Jiyong memejamkan matanya dan mulai bernyanyi.

 

What if daddy was right?

What if  there’s no forever?

Would you kiss me goodnight?

So that I could remember?

 

I’ll keep you frozen in time

Like they do in the pictures

And if I close my eyes, would I still think of patience?

 

Stay with me, don’t dissapear

To tell the truth, I need you here

I’m afraid, I can barely breathe

I need your words, to comfort me

Say goodnight, would you say goodnight?

 

What if daddy was right?

And I knew all the answers?

They could give me the world

But that wouldn’t matter

 

If the gates open wide, and made you an angel

Through tears in my eyes, I’d save you’re seat at the table

 

Stay with me, dont dissapear

To tell the truth, I need you here

I’m affraid, I can barely breathe

I need your words, to comfort me

Say goodnight, would you say goodnight?

 

Dengan mata terpejam, bulir bening muncul dari sudut mata Seomin. Oh, kenapa dadanya terasa sesak?.

Seomin menghapus bulir bening itu. Ia membuka matanya dan menoleh ke arah Jiyong. Pria itu sudah menatapnya dengan lembut. Seomin menghembuskan napasnya yang sebelumnya mendadak tercekat. “Terimakasih, Kwon Jiyong-ssi!”

“Selamat malam, Yoon Seomin-ssi” sahut pria itu dengan senyum manis yang masih melekat di wajahnya.

0•0 F I N 0•0

Hai, saya kembali lagi dengan Jiyong dan OC.

Eli said : emang seharusnya gitu. Stop Daragon, Cu. Pliss. XD XD XD

Harusnya, ini dipost malem-malem. tapi apalah dayaku, ketika sahabatku [lapie] lagi atit. jadi bisa update kalo gak pagi ya siang atau gak sore T__T

Sekian,

Bye~ ❤ ❤ ❤

CHIS,

A C U

Advertisements

21 thoughts on “[FICLET] GOOD NIGHT

  1. Hahahahaa.kejadiannya persis banget kek yang gue alamin…karna auatu insiden gue jadi jauh ma bokap bahkan cuma hanya untuk bertegur sapa bahkan dia nganggap gue seolah” anak yg ga hormat ama orang tua cunan apa daya gue males ama semuanya…lebih baik hidup menyendiri..

    Liked by 1 person

    1. terkadang, apa yang kita perbuat emang gk pernah bener di mata orang tua. tapi percayalah, terselubung rasa khawatir di benak mereka disaat kita jauh dari mereka, heheheheeee…
      Sosok ayah paling susah mengekspressikan rasa khawatir atau rindu kepada anaknya. tapi di dlm hati mereka paling cemas.
      selama jauh dari ayah aku gk pernah kontek2 ama dy, tapi pas ketemu lagi, terlalu bnyak pertanyaan yg ia lontarkan, dan buat aku sadar, kalo dia rindu sama aku.
      menyendiri emang lebih baik, tapi ngeri juga kalo tiba-tiba menyendiri buat kesepian. hihiii
      Lah? aku malah nasehatin. *sungkem, miyane miyane hajima, hohho XD XD XD
      terima kasih sudah meninggalkan jejaknya ya, ({})

      Liked by 1 person

  2. Huaaa Kak Acu~~~ kenapa fiksimu ini membuatku merindukan Papahku yang terbaik sepanjang masa :’) yeah, walaupun aku merasa lebih ga deket lagi sama Mamah 😦 tapi sukses bikin aku mood angsty aku muncul #hiyaaaa

    Entahlah, aku ga bisa komen apa-apa. Soalnya Vris pribadi belum pernah jauh dari jangkauan orang tua dan harus tinggal di belahan indonesia yang lain. Tentu aja suatu saat aku juga bakalan ngerasain rasa rindu sama rumah dan segala hal yang ada di dalamnya 🙂

    Tetap tabah ya, Kak Acu~~ Semoga papahnya Kak Acu bisa cepet sembuh dan berkumpul kembali bersama Kak Acu. 😉

    Much hugs and kisses
    from Vris ❤

    Liked by 1 person

  3. Kak Acuu…
    Ini sedih banget kak, walaupun aku belom pernah jauh sama papa, tapi aku ngerti kok perasaannya kak acu.. Semoga ayahnya kakak cepet sembuh yaa… ({})

    Eniweiii… ini manis sekali masaa… beruntung banget si seomin punya tetangga keceh nan tamvan kaya bang jidi…

    Yang ‘kenapa tangan ini gatal untuk memeluknya’ ini bikin ngefly kaakk… :3

    Ku komen’e cemni bai lah ok, kak… dak tau nak ngmong ape agik… xD

    Salam muahh muaahhh ❤

    Like

    1. hehehehe,, amin O:)
      makasih Rara ok :*
      Oh, jelas donk, Kan Jiyong emang manis :3. ape agik untuk Yoon Seomin, sangat manis. hahahahaha /mupeng/ ni cerita e bahasa kite nyampur ok, Ra. XD XD XD

      tengkiew lah mampir, ❤ mmuuaacchhh

      Like

  4. Acu….
    Semangat ya!!
    Kakak doain semoga ayah Acu sembuh secepatnya. Amin ya Rabbal Alamin..

    I know that feeling. ketika lagi homesick, kangen banget dengan orang tua, hanya bisa mendoakan yg terbaik sajalah.

    Duh…seandainya tetanggaku bang Jidi. Minta dinyanyiin tiap malam sama dia.. hehehehe.

    Btw, ini lirik lagu apa ya?
    liriknya bagus, jadi pengen tau judul lagunya apa.

    Kutunggu kambek Acu yg lain.
    Sekali lagi, semangat ya!!!
    Fighting!!
    😀

    Like

    1. hehehe, Amin
      makasih ya kak Aoko ku yang manis & imut ({})

      itu lagu punya Cher Lloyd – Goodnight. musicnya akustik, enak buat tidur dan pas buat ost. Homesick 😀 😀 😀

      Like

  5. Acu curhat?
    Ya ampun cu, kakak terharu sekali.
    Kamu yg sbar ya, kan gak lama lagi plang, smga ayahnya
    cpet smbuh ya dear.
    Itu GD boleh gak suruh dia pindah ke sebelah rumah kakak aja? Haha
    manis banget tau itu GD nya
    be steong ya, Cu ^^

    Liked by 1 person

    1. hohohohoo,, makasih ya kak mira, =’)
      amiinnn O:)

      hahahaa.. oke nanti aku suruh dy pindah ke sebelah rumah kakak.
      tapi nanti, kalo aku udah bosen ama dy. /Allahualam XD XD

      Like

  6. Eciee, kak Acu curhat wkwk #tabok

    Terharu kak, semoga ayahnya cepat sembuh, Yoon Seomin eonnie 🙂

    Ngapa bang Naga lembut sekali sih, kak? Huwaaa 😦

    Abaikan komentar dariku kak. Aku menunggu kambek kakak yang lain ~

    Liked by 1 person

  7. Haru biru sekaleee inii. Knapa ini keknya semacam curhat yaa ndok? *Kecup tifa* Lagi homesick yaaaa? Beruntung bat punya tetangga cogan dan bisa diajakin curhat uuuu aku mau jadi adekmu kalo di rumahmu ada tetangga prefect macem jidi ihik ihik.
    Keep nulis dear~ Be strong buat yg lagi kangen rumah dan ayahnyaaa/emote peluk

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s