[Vignette] le Journal de Hal-Jung

le-journal-de-haljung

LE JOURNAL DE HAL-JUNG

.

{Starring}

iKON‘s Chan-Woo || OC’s Hal-Jung

Slight!Ye-Ri

AU!Romance, Slight!Friendship, Failed!Fluff, School Life | Teen

A vignette (1511 words) is presented by Aiveurislin © 2015 Presents. All rights reserved.

[Desclimer] Casts belong to themselves. The story and poster are purely mine. Plagiarism is prohibited!

.

Rahasia Hal-Jung terungkap saat jurnalnya yang berharga berada di tangan Chan-Woo.

.

SI-NO-SI-JAK. SHOWTIME!

Sabtu pagi, pukul enam lebih tujuh menit. Sekolah tentu saja masih sepi penghuni. Alih-alih berangkat pagi untuk bersaing menjadi siswa teladan, lebih baik kembali melingkupi diri, bergerumul dengan guling dan selimut sembari memimpikan hal baik. Namun tampaknya gagasan itu tak berlaku pada dua gadis yang memikul tas punggung berwarna biru toska dan merah muda. Dua pasang tungkai itu menapaki ribuan ubin sepanjang koridor yang sepi. Oh baiklah, setidaknya mereka bisa dicap sebagai siswa teladan karena rela bangun pagi lalu menyibukkan diri menyiapkan perlengkapan sekolah dan masuk dikala tempat ini masih sepi.

Aih, bodoh! Ceroboh! Kau ini loser sesungguhnya, Shin Hal-Jung!” runtuk Hal-Jung –gadis yang memikul tas merah muda. Jari jemarinya sedari tadi tak bisa diam, bergerak brutal meluapkan emosinya.

Dahi Ye-Ri –gadis pemilik tas biru toska- langsung mengerut begitu Hal-Jung kembali meruntuki dirinya sepanjang pagi ini. Oh, sepasang telinganya sudah cukup penging mendengar keluhan bodoh Hal-Jung yang tertuju pada dirinya sendiri. Baiklah, sepanjang perjalanan tadi Gadis Shin itu hanya bergumam sendiri bak orang kurang waras. Intuisinya secara alami menangkap hal-hal mengerikan akan tejadi jika Hal-Jung masih meruntuki diri sendiri disaat periode bulanannya. Oh shit!

“Sudahlah, Nona Shin. Berhentilah meruntuki dirimu sendiri. Lebih baik rilekskan dulu otakmu lalu kau ingat-ingat kembali kejadian kemarin,” saran Ye-Ri. Hal-Jung mengembuskan napasnya berat, dilayangkannya tatapan ‘hampir-menangis’ miliknya yang membuat Ye-Ri semakin kalang kabut.

Yak, yak! Jangan menangis, Nona Shin! Aku tak mau berurusan dengan konseling pagi ini.”

Hal-Jung berusaha meredam rasa frustasinya. Gadis itu membisu sejenak sembari menghela napas panjang untuk kesekian kalinya. Ditatapnya Ye-Ri yang kini memasang mimik memohon khas-nya, “Aku tidak bisa mengingatnya, Ye-Ri-ah. Bagaimana ini?”

Raut wajah Ye-Ri berubah mendung. Gadis itu kini berkacak pinggang sembari melayangkan tatapan aku-tidak-peduli-jadi-diamlah. Oh Tuhan, ia sudah tidak bisa menahan ledakan kekesalannya. Gadis dengan garis Kim itu hampir saja mengguyur Hal-Jung dengan semburan salivanya manakala indera pendengarnya menangkap seruan menginterupsi sekaligus menghentikan niatnya melakukan hal itu.

“Hal-Jung!”

Kedua gadis itu menoleh dan mendapati pemuda bergaris Jung yang kerap dipanggil Chan-Woo tengah melambai pada mereka di ujung koridor. Langkah sepasang tungkai pemuda itu terdengar berdebum geruduk, berbenturan dengan ubin seiring gelak tubuhnya yang semakin mendekat, hingga pantulan pemuda itu terangkai di bola mata Hal-Jung maupun Ye-Ri.

“Aku ingin berbicara denganmu,” Chan-Woo lalu kemudian melirik Ye-Ri yang melemparinya dengan tatapan bingung, ”Hanya berdua.”

Ye-Ri mengendus pelan, kecewa. Yeah, apa boleh buat? Lagipula ini juga kesempatannya untuk melarikan diri dari seorang Shin Hal-Jung yang sedang dilanda PMS*, “Oh baiklah, Chan-Woo-ssi. Hal-Jung-ah, aku ada di kelas jika kau mencariku. Aku pergi.”

Sepeninggal Ye-Ri, kedua makhluk berbeda gender itu tenggelam dalam lingkup hening yang seketika menyergap aneh, membuat suasana canggung terasa lebih mendominasi koridor kosong melompong ini. Chan-Woo hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal sementara Hal-Jung menumpuk kedua lengan di pertemuan antara rongga dada dan perutnya, menunggu Pemuda Jung di hadapannya ini mengutarakan gagasannya.

“Nah, sekarang apa?” lenguh Hal-Jung tak sabar. Terlihat dari gelak tubuhnya yang terus menerus bergerak, tak bisa diam.

Chan-Woo dengan spontan meraih lengan Hal-Jung. Perawakan pemuda itu sontak membuat gadis di hadapannya ini tergelak dan melayangkan tatapan ‘kau-mau-apa’.

“Ikut aku!”

Hal-Jung hanya menurut, membiarkan seorang Jung Chan-Woo menarik lengannya perlahan, membawa langkah-langkahnya terasa ringan menapaki ubin-ubin koridor. Bahagia? Mungkin. Berbunga-bunga? Itu pasti! Hal-Jung itu perempuan, jadi mana mungkin hal sekecil itu tak membuat hatinya tergugah sumringah. Apalagi seorang pria yang –ekhem ia sukai sedang berkontak sentuhan dengannya. Itu adalah suatu fakta yang tak bisa terbantahkan!

Ketukan-ketukan langkah itu Chan-Woo dan Hal-Jung membelah sisi sekolah menuju tempat sepi, persimpangan koridor belakang. Tak banyak orang yang mengunjungi tempat itu. Yeah, walaupun tempat ini terbilang cukup nyaman untuk menjernihkan pikiran yang sedang jenuh. Rumor-rumor aneh yang berhembus dari mulut ke mulut menorehkan bayang negatif di pemikiran para siswa. Oh, betapa dangkalnya pemikiran orang-orang yang menganggap tempat ini masih ditempati makhluk tak kasat mata!

Pemuda itu menjumput sebuah buku kecil bersampul cokelat berhiaskan sebuah gembok kecil dari saku dalam blazzernya. Sirat Hal-Jung meredup sipit. Diamatinya buku itu dengan saksama tanpa mengucap sepatah kata. Beberapa sekon kemudian, ia memekik dengan oktaf tertinggi yang langsung membuat telinga Chan-Woo penging –mungkin. Ough, sepertinya pemuda itu harus segera mengatur jadwal pertemuan dengan dokter spesialis besok.

“Bag-bagaimana…. bagaimana bisa jurnalku ada padamu?” tanya Hal-Jung sungguh kalang kabut, setengah tak percaya jika buku itu berada di tangan Chan-Woo, pria yang notabanenya sangat terlarang untuk menyentuh benda itu, sekali pun untuk sekadar melihatnya.

“Jadi benar jurnal ini milikmu?”

Hal-Jung berdecak. Kedua tangannya kini mengayun, berusaha menggapai jurnalnya. Namun Chan-Woo lebih dulu terperajat, berjinjit tinggi menghindari usaha Hal-Jung merebut jurnal itu darinya. Oh baiklah, Hal-Jung sungguh merapalkan segala serapah pada diri sendiri karena tinggi tubuhnya yang kalah jauh dari tinggi seorang Chan-Woo!

“Kembalikan! Itu milikku!” Hal-Jung masih berusaha menggapai jurnalnya. Tak ia pedulikan jarak antara tubuhnya dan tubuh Chan-Woo yang begitu dekat. Gadis itu hanya terfokus pada jurnalnya tanpa menghiraukan kontak sentuhan kulit mereka. Bagi Hal-Jung, saat ini tidak ada waktu untuk kupu-kupu terbang di perutnya. Camkan itu baik-baik!

“Tentu saja akan kukembalikan. Tapi, beritahu dulu aku sandi untuk membukanya,” tawar Chan-Woo. Hal-Jung hanya bisa melongo sembari menahan sepasang bola matanya agar tidak jatuh lalu menggelinding. Yak, coba gunakan logikamu! Apa Hal-Jung akan semudah itu memberitahukan sandinya? Itu tidak mungkin!

“Apa? Yak, kau mau mati, huh?!” bentak Hal-Jung. Ia hampir saja menepukkan kepalan tangannya ke bahu kanan Chan-Woo jika saja pemuda itu tak sigap untuk menangkis. Ditariknya lengan Hal-Jung mendekat, hingga sepasang bola mata seorang Shin Hal-Jung memantulkan bayangannya.

“Kalau begitu, buku ini tidak akan pernah berada di tanganmu lagi,” ancam Chan-Woo lalu mengulas senyum penuh arti. Hal-Jung menghela napas berat. Ia sungguh jengah menghadapi pemilik nama Keluarga Jung yang satu ini. Aish, bahkan sekarang aliran darah menuju otaknya membuntu, membeku, bahkan mungkin terputus. Sial!

“Baiklah, 0521. Tanggal lahirku. Itu sandinya.”

Chan-Woo hanya bisa memaku tatapan remeh pada gadis itu. ‘Gadis ini berbohong rupanya,’ kira-kira seperti itulah batinnya berceletuk. Dilepaskannya perlahan genggaman tangan yang melilit lengan Hal-Jung. Pemuda itu hanya membisu sembari menyandarkan salah satu lengannya pada sisi dinding bata.

Glek. Oh tidak, Shin Hal-Jung, bertahanlah! Jangan goyah! Jemari Hal-Jung kembali bergerak-gerak tak nyaman. Oh, ia sungguh tak menyukai arti dari binar manik Jung Chan-Woo saat ini. Apalagi posisinya yang err tak bisa dijelaskan.

“Bohong,” jemari Chan-Woo mulai tergerak untuk memutar gembok sandi yang tergantung di salah satu sisi buku itu, menerka puluhan ribu angka yang mungkin menjadi kunci pertanyaan yang ia utarakan. Beberapa saat kemudian, gembok itupun terbuka dan senyum pemuda itu kembali terulas misterius.

Manik Hal-Jung hampir saja lompat dari peraduannya melihat gembok itu kini terlepas dari pengait bukunya. Gadis Shin itu benar-benar kehilangan akalnya saat ini. Kesadarannya menguap begitu netranya terperangkap senyuman Chan-Woo terasa bak sengatan listrik yang menghentikan kerja jantungnya, “Da-darimana kau tahu itu sandinya?”

“Lalu, kenapa kau menggunakan angka 0121 untuk sandinya? Apa mungkin…. kau menggunakan tanggal lahirku?” terka Chan-Woo yang langsung menghujam saraf motorik Hal-Jung. Gadis itu terperangah hebat dengan kedua bola mata bergerak-gerak tak tentu arah selagi memikirkan alasan logis apa yang harus ia utarakan, “Sok tahu! Apa pedulimu?”

Oh, bolehkah sekarang ia berharap jika Tuhan menenggelamkannya ke Samudera Arktik yang dingin? Aish, setidaknya mau ditaruh di mana wajahnya kini?

Yak, jujur saja padaku. Katakan saja yang sebenarnya, Halley,” netra Hal-Jung sontak memicing tak suka. Ditatapinya garang Pemuda Jung yang pesonanya tak bisa ia tolak itu. Aish, dia benar-benar bingung sekarang.

“Itu bukan urusanmu, Jung Chan-Woo-ssi. Bisa aku tebak jika kau mungkin saja telah membuka dan membaca jurnalku ini. Oh Tuhan, apa yang menggugahmu untuk membaca catatan-catatan pribadiku, huh?”

Chan-Woo tidak bisa menahan senyum gelinya menyadari oktaf nada suara Hal-Jung meninggi. Apalagi melihat ekspresi marah gadis itu yang terbilang sangat lucu untuknya. Pasalnya, baru kali ini ia melihat sisi lain dari Shin Hal-Jung yang akan bertingkah ekstrovert hanya ketika bersama teman dekatnya.

 “Yak, jangan tersenyum dan jawab pertanyaanku! Yak, Jung Chan-Woo!” pekik Hal-Jung.

Aish, oke, akan aku jawab pertanyaanmu, Shin! Sebenarnya aku hanya iseng saja. tapi aku tertarik dengan semua tulisanmu. Apalagi yang tersemat di akhir buku. Kalau tidak salah, kau menulis ‘Thanks to’ sebagai judulnya.”

Tungkai Hal-Jung melemas. Skakmat!

Baiklah, bagi Hal-Jung, bagian ‘Thanks to’ yang tertulis di laman akhir buku itu sangatlah penting dalam masalahnya dengan Chan-Woo kali ini. Bagian itulah yang membuatnya tidak bisa berkutik ketika pemuda itu menanyakan isi jurnalnya saat ini.

My future, JCW. Benar ‘kan? Apa itu singkatan namaku?”

Hal-Jung sungguh kalang kabut mendengar pertanyaan bernada candaan yang dilontarkan Chan-Woo. Setenang mungkin ia berusaha menghadapinya, yeah walaupun arah matanya kini tak bisa menatap lurus sirat Pemuda Jung itu, “Ini semua di luar kewenanganmu, Chan-Woo-ssi. Kau tidak perlu tahu lebih dalam.”

“Baiklah, aku tidak berniat mengusik privasimu, Nona Shin. Ini, aku kembalikan jurnalmu.” Chan-Woo langsung melempar buku itu. Dengan sigap gadis itu menangkapnya lalu menghembuskan napas lega. Senyumnya seketika mengembang menghiasi lekukan wajahnya, membuat sosok Chan-Woo terpaku. Untuk sepersekian detik Pemuda Jung itu terpesona dengan kemunculan kurva lengkung di wajah gadisnya. Hal-Jung langsung mengambil beberapa langkah cepat meninggalkan Chan-Woo.

Tapak langkah Hal-Jung terhenti. Gadis itu terdiam sejenak lalu menoleh pada sosok Chan-Woo yang masih belum beranjak dari pijakannya. Pemuda jakung itu lalu mengulas senyum lebar menyadari sirat Hal-Jung terpaku padanya. Oh, apa mungkin ini semua tanda untuk mengakuinya? Apa ia benar-benar sudah takluk pada pesona Jung Chan-Woo? Argh, sial!

–fin.

INDEX

Jurnal : Buku kecil yang memuat tulisan-tulisan pribadi pemiliknya. Berbeda dari diary yang kebanyakan menceritakan curahan penulisnya dalam kehidupan sehari-hari, jurnal lebih banyak memuat tentang kata-kata motivasi, gagasan dan rencana, serta masa depan yang akan diraih sang penulis.

PMS : Pre Menstruation Syndrome. Gejala/gelagat aneh wanita saat mengalami periode bulanan.

Oke, yang pertama, Vris mau sungkem dulu gara-gara ga bisa nepatin ucapan saya di sesi cuap-cuap fic ‘Normal?’ untuk keluar dari zona aman saya sebagai penulis fluffy-life esp buat Aoko Unnie yang udah memberi ekspektasi sama fic non-fluffy saya. Hiyaaa, maaf 😦 saya belum bisa nge-share fic sad atau horror karena beberapa alasan. Untuk sad sendiri, karena ini masih bulan puasa, saya memutuskan untuk tidak membagikan fic genre sad. Meminimalisir adanya hal-hal yang memicu batalnya puasa (bikos saya takut kalo fic saya secara tidak langsung menimbulkan hal-hal berhukum makruh/menjurus haram yang tidak berguna). Untuk horror sendiri memang belum kena feel-nya, padahal udah ada ide sih /Ren, help me to feel what horror is!/ #wkwkwk jadi biarlah waktu yang akan menjawab tantangannya #pasrahdotcom

Yang kedua, sebenarnya ini fic udah ngendep lama di folder komputer dan alhamdulillahnya ga ilang waktu lepi saya hang dan harus di-instal ulang 🙂 jadi daripada dibiarin lumutan dan akhirnya sia-sia, jadi share aja deh. Trus juga di fic ini ga ada adegan macem-macemnya(?) bisa dibuktikan sendiri ‘kan? Jadi, ga bakal ganggu ibadah puasa kalian deh 😉

Dan yang terakhir, tataratata~~~~ New character is debuted here!!! Sebenarnya bingung juga sih mau tetep debutin Hal-Jung sebagai official pair-nya Chan-Woo (Versi aku) atau ganti nama jadi Vris. Tapi daripada saya digebukin gara-gara ada nama OC-so-called Vris, jadi lebih baik Hal-Jung aja deh yang debut. Lagipula Hal-Jung dan Vris itu orang yang sama tapi beda kelakuan aja koks #ups Untuk Ren, I’ve debuted them, Sistaaaa 😀 untuk Kak Della, I’m watching your chara, Sister-nim (o.O) dan untuk Kak Asti, just let them happy together, my beloved sister-in-law 😉

 

A bunch of love and warmest hugs

VRISBIN♥

Advertisements

20 thoughts on “[Vignette] le Journal de Hal-Jung

  1. Oh my God Bintan!!! >,< usil cekali .-.

    Ini FF nya ngegemesin banget lah, Bin. bikin kakak senyum2 sendiri ini bacanya. XD

    sudahlah sekian dari kerusuhan kakak yg gak jelas ini. kakak tunggu kambeknya.
    salam rindu, Acu

    mmuuuaaaccchhhh

    Like

    1. Kak Acu~ kalo ga usil berarti bukan jung chanu adeknya chanhee pokoknya xD
      jangan senyum-senyum sendiri. Nanti disangka apalah._. /apa wes? :p/
      Iya kak acu-nim 😉
      salam rindu #muach #hugs ❤

      Like

  2. Ini… INI UNYU SEKALII KAK VRISS PLISS AKU GAKUAT… JADI PENGEN NYULIK CHANU TERUS BAWA PULANG BIAR BISA DIPELUK2 GITUU… *digampar mak asti

    Padahal biasanya aku males kalo baca yang panjang2 gini. Tapi bahasa kakak bisa bikin aku terhipnotis, eh tau2 udah selesai ffnya… 😀

    Penggambarannya bagus banget kakk… aku jadi bisa ngebayangin dag dig-dig-dug-jeger nya haljung waktu rebutan jurnal sama chanu… :3

    Salam muah muah kak vrisss… ❤

    Like

    1. RARA~~ JAN CULIK CHANU PLIS! ATAU VRIS MUTILASI SI MBIN XD #WKWKWK #JUSTKIDDING 😉
      Wakaka, jan sampe digendam loh yap. Ati-ati pokoknya. Pesona chanu jangan sampe ke hatimu #eh?
      Dag-dig-dug huaaaaaaaaaaaaa kamu ngapain aku xD ga ada niatan sama sekali bikin acara rebutan kayak gini /chanu, plis balikin jurnal aku! malu tauk xD/

      Bales muah muah ke Rara 😉

      Like

  3. Oooohh pantesan aja chanu sekarang hobinya ngedekem di kamar sambil nyengir2 hihik ternyata lagi baca diarynya sang secret admirer wkwkwk
    Mprrissss sukses sekali bikin aku nyengir gegara fluff yang manis iniii heuu~ apa lagi pas chanu bilang “My future JCW. Itu namaku kan..” langsung mikir ANJER KETAUAN DEH WKWK CHANU JEBHAL GAK BISA BAT NGERTI CEWEK PAN MALU TAUK! 😀 iseng banget yaah itu bocaaah hihi maapin yaa haljung tar diruman biar chanhee marahin diaa eheee ehehh~
    Good job Vriss salanghaeeee my sister-in-law ❤

    Liked by 1 person

    1. Pengakuan nunanya chanu nih yeee… wakaka, entahlah, Vris nulis ini sambil senyum-senyum sendiri xD jan dianggep gila pokoknya 😉
      Jan dimarahin donk Kak. Dia gak salah apa-apa /ngebela ceritanya :p / lagian itu juga salah aku kali >o<
      nado saranghae, my sister-in-law ❤ ❤

      Like

  4. VRISSSSSSSSSSSSSS!!!!!!!!!!!!! DEMI APA INI FF MANIS GULA BINGGO BANGETE. BAHKAN MENGALAHKAN MANISNYA MAS SYUGA KALO LAGI SENYUM AKAKKKKKKKKKK >< /abaikan paragraf ini tulung/

    Demi apa, tiap baca ff ini berasa lagi baca komik sweet romance gitu deh, aku suka masa, ringan, gemesin dan menghibur <
    Utk review keknya gak Vris. Typo juga gak ada. Alurnya ok dan aku paling gregetan sama diksi dan pemilihan kata-katamu itu loh. Simple dan empuk bangete. Ajarin aku nulis fluff begindang juseyo Vris, diriku tak sanggup menulis semanis dan sebagus ini hiks ;-;
    Waktu udh di ending ff, gak tau entah kenapa couple ini sepertinya akan jadi couple favoritku <

    Okelah, kali ini aku beneran pamit kok yak, maaf sudah merusuh di lapakmu ini Vris wkwk :v Salam cinta dariku~~
    Pyongg~ ❤

    Liked by 1 person

      1. KAK PUT, JAN SAMAKAN FIKSI INI DENGAN KEMANISAN ABANG SYUB PEULIS. ABANG SYUB UDAH KELEWAT MANIS YANG BIKIN DIABETES SEKALI LIAT SENYUMANNYA #HUAAAA SAMPE MAS JIN SAMA KUKI AJA KALAH *UPS /INI PENGENNYA AKU ABAIKAN SIH, TAPI UDAH TERLANJUR GEUMES MAH SAYA/ WKWKWK

        Komik? iya deh, ini emang pasangan enim(?) cocok banget dibuat komik secara fisik dan kisah juga rada-rada mirip :p Aduh, Kak Put mah lebih kece dari aku /Vris mah cuman secerca burketnya abang seungri yang ketebar di lantai konser #waks(?) asdfghjkl ini plis banget abaikan aja xD uyeay, another Hal-Chan’s louver detected!!! I am sooo happy 😀 😀 😀

        Iyaaaa, gantengnya melewati Mas Jin *eh gak ding #muehuehue. Tapi nggak melebihi kegantengannya Hanbin koks *digampar Rara* bahagia banget lah kalo jadi si chanu >o<

        DIRUSUHIN AJA, VRIS MENERIMA DENGAN KELAPANGAN HATI KOK, KAK PUT 😉 Oya, kapan kakak kambek? Kangen beuts sama fic-nya kakak nih. Secepatnya yaaaa!! Vris tunggu pokoknya 😉 😀

        Like

  5. Vris…You’re back!!
    Tak apa, dear! Kakak suka kok dengan fic fluff ini.
    Berasa ini dekat banget dengan kehidupan sehari2. Apa rasanya jika buku diary yg mencantumkan nama cowok yg disukainya itu dibaca sama yg bersangkutan? Kayaknya kakak pernah ngalamin itu deh, *oke, abaikan! itu masa lalu yang harus kubuang jauh-jauh. Malu banget!!

    Dan, kakak pengen ngasi tepuk tangan *prok prok prok…
    diksinya kece badai banget. kakak berkali-kali berdecak kagum, membaca gaya penulisan kamu.

    Kakak suka ama pair ini. Suka..suka banget! cepat2 dilanjutin ya sebelum Chanwoo dipair ama pasangan lain..

    Kutunggu kisah fluff mereka dan…I’m still waiting for VREDE!!!!

    Kecup manis, Vris.
    Muach…

    Liked by 1 person

    1. U-yeah, I’m back, unnieee #hugyou
      Aduh, gapapa kali kak kalo fic ini jadi ajang curcol xD kalo aku sih bukan diary, tapi surat yang gak sengaja ketinggalan di meja trus dibaca sama orang yang bersangkutan. Aduh, itu pengalaman yang memalukan banget sumpah >o<

      Thanks a lot, unnie-ku sayang ❤ ❤ :-* haduh, Vris masih belajar kok, jadi belum sebagus kakak 🙂

      Huwaaa jinjja?! Hal-Chan louver detected!!! #excited iyap pasti! ga akan rela mah si Hal-Jung kalo cem-cemannya direbut cewe lain 😉 #pelukchanu

      Oke deh, Vrede-nya ditunggu yaa~ Vris harus konsultasi dulu sama Kak Asti 😉 #wkwkwk

      Tebar flying kiss ❤ ❤ I'll wait your comeback, Unnie (p.s comeback with Abang Seungri, okay? *kedip-kedip*)

      Liked by 1 person

  6. Hai, akhirnya bisa juga ngerusuh disini!

    Wah, gak tau mau komentar apa, tpi aku kok, ngerasa ini fluff banget ya? Chanwoo keliatannya cool amat dimata sang Haljung haha

    Like

    1. Halo Jinny~~~ kamu kemana aja selama ini?? Aku ga liat kamu belakangan ini #wkwkwk

      Iyap, emang ini kerasanya fluff pake banget nget =3 dan crack!romance juga #huakakaka bukan cuman cool doank. But also awesome ❤ 😉 xD

      Makasih udah mampir ke sini :p

      Like

  7. Hello beibeh, akhirnya ya, Hal-Chan debut juga ahoy! Habis kangen kebersamaan mereka hihi 😀

    Huwaaa, jadi ini awal mula mereka ya, Bin? Kenapa kiyut sekali sih? Bisa bayangin perasaan Haljung yang ketangkap basah kalo dia suka sama si Chanwoo haha XD

    Kamu nggak kambek dengan ff bergenre lain gapapa, kok! Aku suka fluff kamu ❤ suka banget nget nget! Selain manis ini juga krenyes XD mana bahasa dan kata-kata kamu tuh… bikin kagum 😀

    Sekian cuap-cuapan saya Sistaa, teruslah menulis fluff kek gini~

    Ditunggu kebersamaan Hal-Chan yang lain ^^

    Liked by 1 person

    1. Hei, beb. Kamu datang juga ke lapak aku, say 🙂 ❤ makanya aku debutin nih berdua. Walaupun momen mereka nggak bisa dibilang 'manis' kali ini #wkwkwk bikos Hal-Jung di sini masih jutek pake banget._.

      Huwakakak, yang pasti aku nulisnya sambil senyum-senyum sendiri /pasalnya aku juga flashback(?) sama cerita ini. cuman kalo punyaku versi bedanya aja. #curcol/ Ini pertemuan yang ganyante sumveh -_-

      Uwaaa, makasih pengertiannya sistaaaa I LUV U SO MUCH MUAH MUAH ❤ ❤ ❤

      Iyaps eaaa… Ditunggu juga kombekmu, cuyung. Jan lupa Vampire dilanjutin 😉

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s