[ONE SHOT] Senbazuru

Senbazuru 2

SENBAZURU

LatifahNL999 present || Cast : Yang Hong-Seok (M&M) – Jung Chan-Hee (OC) || Support : Jang Han-Na – Jung Chanwoo – Kim Jinhwan (iKON) || Sad – Romance – AU || One Shot || PG-13

.

The story is Mine

.

Karakter milik Tuhan, Orang tua, Agency, Fans mereka

.

“Jika kau punya keinginan atau ingin mewujudkan harapan, buatlah seribu bangau kertas…”

.

“I’M SORRY IF TYPO EVERYWHERE

.

0•0 Senbazuru  0•0

“Kau membaca atau tidak?”

Chanhee tersadar dari lamunan dan mengangkat wajah. Jang Han-Na yang duduk di hadapannya sedang memperhatikannya dengan alis terangkat.

“Uhm?”

Han-Na menutup buku yang dibacanya dan melipat tangan di meja.

“Kita di perpustakaan ini satu jam lalu. Tapi selama setengah jam terakhir kau hanya memelototi halaman yang itu-itu saja. Kau memegang bolpoin tapi tidak menulis. Kau melihat buku, tapi tidak membaca. Jung Chanhee, apa yang sedang kau pikirkan?”

Gadis cantik itu tertawa kecil dan membalikkan halaman bukunya. “Eobseo. Aku hanya melamun sebentar.”

Han-Na mengetuk-ngetukkan jari di meja. “Apa kau bertengkar dengan Hongseok?”

Anio,” gumam Chanhee tanpa memandang temannya.

Ketika Han-Na ingin mengatakan sesuatu lagi, ponsel Chanhee yang tergeletak di atas meja bergetar pelan. Ia meraihnya dan membaca tulisan yang muncul di layar. Hongie.

Yeoboseyo?”

“Chanhee-ah, neon jigeum eodi?” suara pria di ujung sana terdengar ceria.

Chanhee ragu sejenak. “Waeyo?”

“Hem,” dengusan kecil juga terdengar dari ujung sana. “Aku lelah berdiri menunggu di depan perpustakaan. Jadi aku ke sungai Han. Apa kau sudah selesai? Jika sudah temui aku!”

Chanhee menutup ponsel dan memandang Han-Na.

Wae? Hongseok menunggumu?” tebak Han-Na.

Chanhee tersenyum samar dan membereskan buku-bukunya. “Na ganda?”

0•0 Senbazuru 0•0

 

Langit sudah nyaris gelap ketika Chanhee tiba di sungai Han. Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat laki-laki memakai baju garis biru hitam dan topi kupluk yang tengah asik dengan kertas persegi warna-warninya.

Entah sudah untuk yang keberapa kalinya Jung Chanhee melihat Hongseok membuat bangau dari kertas itu.

“Sudah menunggu lama?” tanya Chanhee

“Sedikit,” jawab Hongseok tanpa melihat ke arah gadis yang mengisi hari-hari dan hatinya selama dua tahun terakhir ini.

“Kau mau terus membuat ini hingga berapa banyak?” tegur Chanhee yang masih berdiri di depannya dengan tangan bersila di depan dada.

“1000?” pria itu kembali mengangkat ujung bibirnya, dan tergambar senyuman indah menghiasi wajahnya.

Chanhee sudah tidak tahan lagi, ia memutarkan kedua bola mata, menghempaskan kedua tangan yang sebelumnya tersila di depan dada dengan kasar, lalu menghempaskan tubuh untuk duduk di sebelah pria itu.

“Kau harus menjalani perawatan itu! Harus!” kata gadis itu dengan suara yang terdengar seperti perintah yang tegas dan tidak sabar.

“Chanhee-ah, bangauku sudah hampir mendekati 1000, ini toples yang terakhir,” sudah jelas jika pria itu mengalihkan pembicaraan Chanhee.

“Hongie-ah…”

“Ini semua untukmu, bangau ini adalah ketulusanku dan harapan….,”

“Hongseok-ah,…

“Kau tahu? Disetiap bangau ini terdapat pesan-pesan yang manis untukmu,…”

“YANG HONGSEOK!” Chanhee sudah jengah, ia merasa jika telinganya sudah tidak sanggup lagi mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pria itu. Tiba-tiba bulir bening keluar dari sudut matanya. Ia menyeka dengan cepat bulir bening tersebut.

“Hei, bangau kertasku sudah mencapai keseribu,” kata Hongseok dengan tenang sambil meletakkan bangau kertas berwarna merah terang ke dalam toples. Lalu ia menyodorkan toples berisi bangau kertas warna-warni kepada Chanhee.

Tapi apa yang terjadi? Chanhee sama sekali tidak tersentuh. Ia malah mengambil toples itu dengan kasar, lalu menghempaskan toples itu sehingga bangau-bangau dari kertas warna-warni itu berhamburan di bawah kaki mereka.

“Cukup! Sudah cukup, jangan membuatku putus asa!” jerit Chanhee tertahan.

Ya! Kau ini kenapa?” tanya Hongseok heran. Ia berlutut memungut bangau-bangau kertas itu satu persatu dan memasukkannya ke dalam tas sandang hitam yang sebelumnya tergantung di spion motornya.

Entah dengan kata-kata seperti apalagi, Chanhee benar-benar sudah tidak tahu harus bagaimana mengatakannya kepada pria yang ia cintai selama dua tahun terakhir ini.

“Apa kau pikir setelah kau berhasil membuat 1000 bangau kertas, permintaanmu akan terkabulkan!? Berhenti mempercayai mitos bodoh itu, Yang Hongseok!  Leukimia-mu hanya bisa sembuh jika kau melakukan perawatan di rumah sakit. Kenapa kau selalu membuatku khawatir?! Huh?” Chanhee mengatur deru napasnya yang naik turun. Ia sudah tidak tahu sudah yang keberapa kali mereka bertengkar seperti ini. Dan sudah untuk yang keberapa kali juga Hongseok mengabaikan omelan-omelannya.

Dalam hatinya sendiri sebenarnya terasa seakan tercubit. Ketika ia melontarkan kata-kata yang mungkin bisa mematahkan semangat Hongseok. Tapi ia juga tidak mau terjadi hal yang tidak-tidak kepada pria itu.

Tanpa basa-basi lagi, Chanhee langsung melangkahkan kaki indahnya dari tempatnya berpijak.

Tangan Hongseok perlahan-lahan berhenti memasukkan bangau-bangau kertas itu ke dalam tas. Ia menghembuskan napas beratnya dan melihat Chanhee yang pergi meninggalkannya.

“Hha…” Hongseok terduduk. Menumpuh kedua siku di atas kedua lututnya. Ia memandang satu bangau kertas berwarna meran cerah dengan lesu.

“Apa salah jika kita berharap. Aku percaya dengan mitos 1000 bangau kertas. ‘Jika kita punya keinginan atau ingin mewujudkan harapan, buatlah seribu bangau kertas’, aku sudah berhasil membuatnya. Aku hanya berharap sembuh dari penyakitku dan menjalani hidupku dengan normal bersamamu, Jung Chanhee. Jika pun tidak, aku ingin mati dengan tersenyum. Tidakkah kau mengerti itu?”

0•0 Senbazuru 0•0

 

Waktu menunjukkan pukul satu siang. Kelas Hongseok sudah hampir kosong di tinggal para penuntut ilmu. Ia melihat ke samping kirinya, Chanhee sedang membereskan buku-buku yang berserakan di meja. Kemudian pergi tanpa berkata-kata. Hongseok termangu menatap punggung gadisnya yang menjauh.

Kumohon jangan seperti ini?” gumam Hongseok lemah dalam hati.

Tes .. tes .. setitik cairan kental berwarna merah kental jatuh menetes dari hidungnya. Hongseok terkesiap, dengan cepat ia menyeka cairan itu dari hidungnya. Dalam hatinya sedikit bersyukur jika cairan itu keluar ketika Chanhee juga keluar dan kelasnya sudah kosong. Tapi ia juga khawatir, tidak lucu jika dia harus mati di dalam kelasnya. Tanpa pikir panjang lagi Hongseok berlari keluar dari kelas.

0•0 Senbazuru 0•0

Siang itu Chanhee berjalan menyusuri jalan sepulang kuliah. Lelah yang di alaminya membuat Chanhee berjalan seakan-akan tidak punya tujuan.

Ddrrtt.. Ddrrtt.. Chanhee merasakan ponselnya berdering dan bergetar. Dengan malas ia merogoh tas sandangnya itu. Sebelum menempel ponselnya ke telinga, Chanhee menatap nama si pemanggil yang tertera di layar ponselnya. Jinhwan?

Yeobose..”

Chanhee-ah, Hongseok jatuh pingsan. Cepatlah datang ke rumah…..” belum selesai suara di ujung sana berbicara, Chanhee langsung memutuskan panggilan tersebut. Tubuhnya tiba-tiba terasa beku.

Untuk diam yang beberapa saat, Chanhee langsung berlari tanpa berhati-hati menuju halte bus. Sampai di sebuah tikungan, Chanhee berlari lebih kencang keluar dari trotoar.

Lantas tiba-tiba.

Ciittt!

Suara mesin dan roda yang bergesekan dengan aspal membuatnya menoleh tiba-tiba. Namun belum sempat ia bergerak.

Braakkk..

Sesuatu yang berjalan cepat itu menghantamnya dengan sangat keras.

“AAAHHHH!!” suara teriakan dari pejalan kaki bergema di telinga Chanhee.

Ia merintih, tidak tahu apa yang terjadi. Dia merasakan tubuhnya melayang dan terjatuh. Rasa sakit itu membuatnya tak dapat berpikir.

Tiba-tiba ia melihat wajah Hongseok yang tersenyum muncul di hadapannya. Chanhee berusaha mengerjapkan mata dan pandangannya menggabur karna air mata.

Ania, Hongseok-ah.. Ania.. Jangan sekarang. Jebal!”

Ada suatu hal besar yang tiba-tiba disadarinya. Namun, sebelum ia mampu melakukan apa pun, segalanya berubah gelap. Tidak ada yang bisa dirasakannya lagi.

0•0 Senbazuru 0•0

Dua hari kemudian~

“Hongseok-ah! Yang Hongseok!”

Hongseok membuka matanya perlahan. Tepat pada saat itu ia melihat wajah putih Jinhwan berada tepat di hadapannya. Hongseok berusaha menggerakkan tubuhnya yang kaku. Ia tersadar, jika tubuhnya sudah penuh dengan keringat.

“Apa kau bermimpi buruk lagi?” tanya Jinhwan dengan khawatir.

ia menerima segelas air putih yang diulurkannya. Hongseok meneguknya sambil menarik napas perlahan.

“Kau yakin tidak ingin ke rumah sakit?” tanya Jinhwan untuk yang kesekian kalinya.

Hongseok menggeleng lemah, “Chanhee… Apa kau menghubungi Chanhee?”

Jinhwan menarik napas dalam-dalam. Berusaha mengambil udara sebanyak-banyaknya sebelum ia kembali sulit bernapas. Hongseok mengernyitkan dahi melihat kegelisahan dari Jinhwan.

“Hongseok-ah, mian!” Jinhwan menundukkan kepalanya. “Chanhee…”

Hongseok tersenyum. “Aku tahu, dia tidak akan menemuiku sampai aku memutuskan untuk menjalani perawatan. Kalau begitu aku biar aku yang ke rumahnya,”

“Tapi…”

“Jangan khawatir, aku tidak apa-apa. Oh iya, aku pinjam mobilmu,” Hongseok menepuk pundak Jinhwan dua kali sebelum ia masuk ke kamar mandi.

Jinhwan kembali menarik napas dalam-dalam dan melihat Hongseok yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi.

0•0 Senbazuru 0•0

 

Hongseok hampir tiba di depan rumah Chanhee. Masih dalam kemudi yang pelan, Hongseok melihat Chanwoo adik Chanhee keluar dari rumah. Bisa terlihat jelas oleh Hongseok jika bocah laki-laki itu menggembok pagar rumah mereka.

Hongseok heran, apa tidak ada orang di rumah Chanhee? Meskipun begitu, Hongseok tahu mereka tidak pernah menggembok pagar rumah mereka ketika salah satu dari mereka yang terakhir keluar.

Hongseok yang penasaran memutuskan mengikuti Chanwoo dari belakang ke tujuan tertentu.

Tidak butuh waktu lama, Chanwoo tiba di sebuah tempat pemakaman.

“Pemakaman?” kebingungan dan tanda tanya berkelut di kepala Hongseok.

Sebelum rasa penasaran membuat tubuhnya menggigil, Hongseok keluar dari mobil dan mengikuti Chanwoo.

#Jleb…

Tepat pada saat itu juga. Ia merasa tubuhnya membeku. Cuaca yang cerah seakan membuat petir di langitnya dan menghantam jantung Hongseok. Ia merasa jantungnya mendadak berhenti.

Foto cantik dihiasi senyum manis nan indah yang biasa tersenyum kepadanya, yang membuat Hongseok selalu jatuh cinta selama dua tahun terakhir ini tersender di sebuah nisan yang bertulis hangul Korea ‘Jung Chanhee’.

Hongseok menelan ludah dengan sangat bersusah payah ketika membaca ejaan tersebut. Lalu Matanya melihat toples yang baru saja diletakkan Chanwoo diantara samping makam Chanhee. Ia mengenali toples itu, toples yang berisi bangau kertas yang dibuat olehnya. Ya, itu hasil karyanya yang ia berikan kepada Chanhee.

Chanwoo membungkukkan tubuhnya di depan makam Chanhee sebelum ia pergi meninggalkan makan kakaknya. Tepat pada saat itu mata indah dari Chanwoo membulat sempurna.

“Hongseok-hyung?” ucap Chanwoo ragu.

Hongseok berjalan perlahan mendekati Chanwoo. Langkahnya membuat Chanwoo ingin segera membantunya.

“Kenapa ini bisa terjadi?” tanya Hongseok yang sudah berlutut di samping makam Chanhee.

“………” sunyi, tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Chanwoo.

Hongseok menyentuh toples yang bersentuh dengan lututnya.

“Ada permintaan terakhir dari Chanhee-Nuna!” gumam Chanwoo pelan.

Hongseok tidak bergeming, Chanwoo menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. “Dia ingin kau menempatkan bangau kertasmu yang keseribu di samping makamnya, dia ingin memiliki semua bangau kertasmu.”

Chanwoo diam berdiri sesaat, menggantung ucapannya. “Setelah itu berhenti percaya dengan mitos bodoh itu dan jalanilah perawatan di rumah sakit. Kau hanya harus hidup lebih lama, hyung. Itu yang diinginkan Chanhee-Nuna!”

“Hufft!!” Chanwoo pergi meninggalkan pemakaman dan Hongseok setelah ia menyelesaikan kalimatnya.

Saat itulah Hongseok menangis tersedu-sedu hingga bahunya terguncang. Tubuhnya melemah hingga tersungkur ke makam Chanhee dan terisak tanpa henti.

“Chanhee-ah.. Jung Chanhee!”

Panggil Hongseok berulang kali. Ia terus-menerus menyalahkan dirinya yang tak dapat menjaga Chanhee dengan benar. Terlalu banyak permintaan dari gadis itu belum diwujudkan olehnya.

0•0 Senbazuru 0•0

1 tahun kemudian~

Hongseok Pov :

Terkadang kenyataan tampak begitu menyakitkan jika di bandingkan dengan kebohongan. Hari ini begitu mendung, dengan langit hitam terlukis kasar dengan semburan keabu-abuan bergejolak riang.

Kaki yang tak mampu menopang tubuhku terkulai lemah di atas kursi roda dengan selimut menutupinya.

Senyum manis menggantung lekat di bibirku. Aku sudah tidak sanggup lagi. Aku menangis dan menangis. Tak mampu melihat ataupun mendengar lagi keadaan sekelilingku.

Aku ingin kontrak hidupku dengan Tuhan segera berakhir. Aku sudah dapat merelakan waktuku.

Aku sudah tahu jika aku dan Chanhee tidak ditakdirkan untuk berdua dalam satu kisah yang indah. Aku percaya dengan kenyataan itu. Tapi aku tidak percaya jika dialah yang harus pergi meninggalkanku terlebih dulu.

Aku sudah sangat tahu sejak awal. Jika akhir bahagia itu bukan milik kami berdua. Tapi bukan cerita yang seperti ini yang kuinginkan. Bukan!.

Aku berada di tempat ini lagi, setelah hari itu. Butuh waktu satu tahun untukku mengabulkan permintaannya. 1000 bangau kertas ini adalah harapanku untuk selalu bersamanya. Tapi aku menjadi menyesal untuk percaya dengan mitos 1000 bangau kertas itu.

Maka aku memutuskan untuk mengubur semua harapanku pada 1000 bangau kertas bersama Chanhee, gadis yang sangat kucintai. Untuk apa berharap, harapanku sudah jelas tidak akan terkabulkan. Tapi aku yakin, kami akan bertemu dan hidup dengan harapan yang kami inginkan terkabulkan di dunia kami yang baru. Itu pasti!

0•0 FIN 0•0

Quote : “Cinta sejati di dunia hanya sebentar saja. Tidak ada keabadian atas nama cinta, namun keabadian hidup kelak akan dilalui di “Alam akhirat” sana”.

Berikut kutipan kisah cerita paling sedih sepanjang masa yang menjadi inspirasi.

0•0 ~~~~ 0•0

Alloha~ eperibadeh~!

Acu kembali /jingkrak-jingkrak jangkrik/

Ada yang kangen Hongseok gak seehhh T_T

Mianhae.. mianhae hajima~

Aku kembali dengan FF yang gaje diing >.<

Awal dapet ide, bukan kek begini ceritanya. Sebelumnya karakter Hongseok itu milik Jinhwan, dan karakter Jung Chanhee gak ada. Tapi pada waktu itu. Gebetan Hongseok, Nuna-nya Chanwoo ( @astituidt )  BBM, request minta dibuatin FF buat gebetannya. Wess lah, demi tetua yang sah di WP ini dan daku juga yang merindukan Hongseok. Tak turutin segala keinginan dari sang tetua.

Alhasil lahirlah FF yang…… Yah~ yang daku harap memuaskan hati para readers semuanya terutama tetua kita ( @astituidt ) hehehe,

Oke, selesai sampai di sini NB saya.

Silahkan kotori kolom komentarnya dengan absurd #ech dengan indah dong ya :3

Oke bye~

Salam damai dari NUNA-nya YOYO – BOB – B.I 😌

CHAGI-nya SUNGJOON 💍 💏

 YEOCHIN-nya CHANYEOL 💑

  dan PRINCESS-nya YONGHWA 💒 💐

A >> C >> U = A C U

#Mmuuuaaaacchhhh /Cipok basah/ 💋💋

Advertisements

29 thoughts on “[ONE SHOT] Senbazuru

  1. Kak acuuu… Rara dataangg…
    Telat yakk?? Iya gampar aja gapapa…

    KAKAAKK PLISS INI AKU BACA MALEM2. DAN MALEM2 KAK BUAT AIR MATA MBREBES (?) KEMANA2

    ini… ini indah sekali kakk… *sok drama.
    Aku gak nyangka loh chanhee nya meninggal duluan. Terus aku juga terharu banget ngeliat hongseok berusaha sampe titik darah penghabisan (?) untuk ngabulin permintaan terakhirnya chanhee :””

    Salam muahh muaah kak acuu… ❤ ❤

    Liked by 1 person

  2. IYEEEEEEEEEMMM..tanggung jawab bkin hti aq nyes-nyes’an gni maleum maleum😭😭😭

    ini bgus banget 😚😚😚😚 cipok pke kuah

    udh ga mau komen apa apa lagi
    titik.. bye

    Like

    1. masyaoloh kak, ini salah ku apa cobak musti tanggung jawab?/ lagian ngapain juga coba bacanya maleum XD XD

      ya udah thankyou kak dedel yang cimut2 :* tuh aku cipok balik #ech ❤

      Like

  3. Huaaa, ini kenapa Chan-Hee jadi menghilang dari muka bumi? #ganyante baru aja debut kenapa langsung dikisahin matek gini #yasalam /chanu-kamu-sabaro-yo/ #pukpuk

    Aiyooo, maapin Bin yang baru sempet mengunjungi lapak Kak Acu. asdfghjkl abis, baru kali ini ada waktu senggang. #soksibuklu! Haduh, pagi-pagi gini udah disuguhi cerita yang menistakan kakak ipar saya. Boleh saya ketawa dulu? /gaplok kak asti/

    Oke, Bin ga bisa nge-review nih. bikos aiyem bad et meking sed stori btw xD so, wes lah seng ono wae 😉

    Papoy Kak Acu ❤ ❤

    Like

    1. hahahaha, ech bintan mmuuaachh

      ukhuk, biar greget, Bin.
      ntar chanhee hidup lagi kok, tunggu aja ntar, pasti idup, dan bin jgn coba2 utk ketawa itu, ntr tak direstui ama chanhee. mau? :v

      tengkiww bintan, cium lagi lah,, mmuuaacchhh ❤

      Like

  4. ACU KAMBEK!!!
    Yeah!!!

    eits, ntar. ane kayaknya kenal nih ama karakter s Chanhee. Tuh karakter kayaknya baru aja nongol di lapak sebelah. En, s Chanhee itu @astituidt? Yaoloh! Daku ketinggalan informasi. Baru ngeh pas liat kolom komentar.

    TWIST!!! Duh..demi apa, hari-hari ini, saya terpukau dengan cerita adik-adikku yang kece badai ini. Bisa banget nge-twistnya. Kemarin @ezraelisabetvip sekarang @acu2994.. Dan, I love this twist so much…. GOOD JOB, ACU!!! Kamu keren!!!

    untuk karakter Hongseok. Aku tak ada komen.. karena d Mix and Match, ane lebih kecantol sama si manis Jinhyeong yg bersuara tak kalah merdu dari Hongseok. Tapi sudahlah…kalo diingat lagi, sakit ngebayangin mereka berdua tereliminasi…. *huhuhu…nangis d pundak bang Riri.

    Kutunggu ceritamu yang lain ya, Cu…
    With love ❤
    Aoko.

    Like

    1. Alloha kak Aoko, /berlari kepelukan Sungjoon *ech/
      udah tau kan skrg, klo nngol nama Chnahee di author lain, mgkn udah tau lah artinya hahahahaha /artinya request dari nuna chanu XD/

      gomapseumnida sekali Kak Aoko, aku juga lagi nunggu karya kak Aoko yang lainnya
      mmuuaacchh

      ~

      Liked by 1 person

  5. Halo kak acu~
    Aku dtg bersiap utk merusuh di lapak author-nim dsni
    Tapi aku ntip sepoteu dlu, mau buka puasa dulu akunya hehehe

    Like

      1. Kak lo kejam banget lah klo buat epep kek beginian masa.
        Membuat karakter berduka tanpa kasian.
        Ini syedih sekale, lah aku jdi mrinding .
        Baiklah, smpai dsni dlu kak, aku mau ngrusuh dilapak yg lain hehehe

        Liked by 1 person

  6. GUAAAA BAPHHERRR SUNGGUH INIIII AAAAA.. GUAA MASIH IDUP KENAPA DINISTAKAN SEDEMIKIAN RUPAAAAAA 😀 /ditendang

    Tifaaaaaa kamu juaraa sekali bikinnyaaa. Hebat sekalii kece sekaliii huhuhu sampe merinding deh gegera nahan nangis. GUA PUASA PELISSSSS JAN BIKIN BERDUKAA 😦

    Gue kira ini si hongi yang bakal matek tapi kok cani yaa pigi jauh yaa huhu. Gak kok dek, nuna masih idup sini peluk dulu/puk-pukin canu wkwkw
    Penggambarannya suka sekali aku berasa nonton drama ini real bat rasanya bener-bener ikutan masuk ke dalem cerita. Tifaaa lu pasti menghayati yaa nistain si cani sama hongi. Sampe ini fic kerasa bat syedihnyaaa 😦

    Ga bisa berkata-kata udah gue/NAH TRUS YANG DIATAS LU NGEBACOT APA COBA :kata tifa
    Pokoknyaa kereeen, dan ini bikin aku tambah aneeeennnn sama hongi-hongi stobeliku 😦 Dia keren sungguh disini aah suka deh pokoknyaa.

    Akhir kata gue mau bilang gamsa gamsa ini gegara udah mau ngebikinin rikuesan reader gak tau diri macam gue ini. I LOVE YOU SOOO MUCH/cium palanya SeungJoon 😀 ❤
    PS: Nah lu pasti bingung kan mo balesin komenan gue kek apa. Wkwkw pokoknya jan di bales 'Y' gitu aja yaaa tar gue tendang lu 😀

    Like

    1. Huahahahahaaa… mata ane juling. helep..helep..helep..

      iya gue bingung mau bales apa. semuanya bikin aku aku bahagia >_<

      tapi ada satu pertanyaan, itu Seungjoon siapah~? Ane kagak kenal Seungjoon.
      kalo Sungjoon iya baru kenal. /Jan bilang lo TYPO! gue santet lu _–_,/ tapi gak papap dech, jadi lu bkn cium palanya laki gue.
      oke sekian dan terimakasih untuk kerusuhan yang telah engkau berikan, Bebi balah-balah
      pliiss,, untuk sekarang jangan request apa2 dulu, gue mau pokus ama ff colaboration.

      Bye~

      Like

      1. Gak bisa ngomen apa-apa..
        YANG JELAS INI SYEEEDIH BANGEEET 😥

        Kakak sukses buat aku ‘hampir’ menangis, huwaaaaaaa 😦

        Teruslah berkarya, kak. Aku akan me…naaaan…tiii~

        Like

        1. Oalah, ini ceritanya ane ngenangisin anak orang kkkkkk~

          wes..wes..wes.. peluk chanu dulu gih, dia juga lagi sedih kehilangan kakaknya itu. T_T

          ending dari Ren lebay XD XD XD
          mmuuaacchh, cium dulu deh :*

          Like

  7. AKU KANGEN BANGET SAMA YANG HONGSEOK! AKHIRNYA ADA EP EP YANG HONGSEOK.!

    Aku kira Hongseok yang bakal mati, nyatanya si Chanhee TT-TT. Tapi, untung Chanhee yang mati bukan Hongie HAHAHA. Kasian Hongie ditinggal pacarnya huhu. Balikan, yuk, Hongie. biar aku yang mengisi kekosongan hatimu /ditarik Yoyo/

    Beteweh ya, unn. FF ini berhasil bikin aku kebawa suasana. Aku baper unn ))): Feelnya kerasa bingit.

    Review? Entah, kayaknya gada typo dll. Atau mataku aja yang rabun entah == Selama aku baca sih. FF ini sempurna tampa cela /eaaa

    Salam Sarang,

    Mantan Yang Hongseok, Azzurachan ^^

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s