[TEASER] VREDE : The Great Peninsula

Untitled-2

VREDE : The Great Peninsula

Aiveurislin & Astituidt Project Colaboration

.

{Starring}

[iKON] Jung Chan Woo | [OC] Shin Hal Jung

AU!, Action, Romance | General

.

Casts belongs to themselves. I only owe the story idea. Plagiarism is prohibited. This story is just an author’s imajination.

.

SI-NO-SI-JAK, SHOWTIME!

.

.

Gurat wajah bengis tampak belum mau pudar dari wajah cenderung polos dan tanpa dosanya. Dengan langkah tenang namun mematikan, pemuda itu kembali bergerilya di ke sepanjang sudut. Menarik kembali pelatuk sampai terdengar bunyi gesekan yang membuat siapapun bergidik ngeri.
 
Dor!
 
Bibirnya berjungkit naik tatkala merasa sasarannya sudah tepat. Ambruk mengenaskan sebelum sempat melihat pelaku utama yang telah terlebih dulu menodongkan senjata. Diusapnya sebentar likuid merah pekat – milik musuh – yang terciprat di wajahnya. Lalu, tanpa membuang waktu, dia kembali melangkahkan tungkainya. Lagi-lagi menelisik jika kiranya masih ada spot yang belum terjamah retinanya.
 
 Upper ground, clear!
 
Seutas  kabel – lebih terlihat seperti earphone – perlengkapan canggih guna menghubungkan dirinya dengan sang pemberi perintah, dikendurkan sejenak. Memberi kesempatan udara untuk masuk ke dalam gendang telinga yang mulai berdengung sebab terlalu lama terekat alat.
 
Agen Jung Chan Woo, bergerak ke lokasi target sekarang juga.”
 
Ekspresi bengisnya semakin menegang saat seseorang di balik alat mulai memberinya tugas. Chanwoo lagi-lagi memaparkan smirknya. Seakan sedang membayangkan jika sang target sudah tergeletak tak bernyawa di atas meja kerjanya.
 
 
***
 

Deru derap langkah kilat dua pasang tungkai membelah kebisingan koridor dasar Kantor Departemen Pertahanan Republik Korea. Dengan wajah penuh peluh dan raut yang menegang, mereka mengabaikan salam serta bungkukan hormat dari kerumunan orang yang menyempatkan diri menyapa dalam suasana panik yang memenuhi setiap ruang dalam cerebrum mereka, memecah belah pikiran yang ada di sana. Tenggelam dalam belenggu kepanikan setelah Sang Presiden mengumumkan berlakunya status DEFCON 3 tanda bahaya perang ke seluruh penjuru negeri.

Secepat kilat, jemari cantik berhiaskan sebuah cincin permata merah itu menekan salah satu tombol dalam balok elevator. Dengan cepat, benda itu pun melesat menaiki gedung pencakar langit, membelah setiap lantai yang ada di sana.

Embusan napas berat terdengar memantul menimpa sisi-sisi balok besi yang sedang bergerak naik itu. Suhu tubuhnya memanas, tegang. Kerah kemeja yang ia kenakan pun terasa mencekik kulit tulang lehernya seiring kegusaran hatinya yang kian memuncak.

“Jelaskan detail penyerangan itu!”

Pengawal bertubuh tegap dengan rahang tegas di belakangnya kini memaku tatap pada layar ponsel canggihnya, menilik sebuah aplikasi khusus yang dimiliki Departemen Pertahanan dan hanya bisa diakses oleh anggota terpilih kementerian ini.

“Pukul satu siang waktu Republik Korea, kawasan perbatasan sekitar Paju telah diserang oleh Korea Utara. Mereka telah mengirim pasukan khusus untuk membongkar kantor pengamanan yang berada di Demarcation Military Zone. Suasana darurat ini membuat pemerintah menaikkan status keamanan menjadi DEFCON 3 atas perintah Yang Mulia Raja. Saat ini tentara kita tengah bersiap menghadapi kemungkinan perang. Mereka hanya menunggu mandat dari Perdana Menteri untuk melakukan serangan balik.”

Gadis itu terlihat gusar. Bola matanya bergerak meninju segala arah, linglung. Sepasang tungkainya terasa bergetar selagi bergerak meninggalkan elevator yang terbelah salah satu sisinya, mengindikasikan jika ia telah berada di salah satu lantai yang menjadi kantor utama Sang Ayah.

“Apa Amerika mengetahuinya?” lagi-lagi sebuah pertanyaan terlontar dari bibirnya yang telah memucat, gemetaran. Ketegangan di Semenanjung Korea yang tak kunjung menemui titik terang belum pernah bisa membuatnya tertidur pulas. Bayangan mengenai pecahnya perang yang melibatkan dua saudara sebangsa dan permainan politik negara-negara adikuasa bahkan membuatnya sulit menghirup udara segar tanpa cemaran bubuk mesiu yang membuat paru-parunya sesak.

“Amerika telah mengetahuinya dan sedang berusaha menghubungi pihak kita,” penjelasan akhir pengawal bernama Junhoe menutup untaian pertanyaan yang dilontarkan Sang Atasan. Kedua manusia itu berbelok di persimpangan dan menemukan sebuah pintu besar yang terhubung dengan ruang kerja Menteri yang merupakan pemegang kendali pertahanan bangsa ini.

Mereka berhenti sejenak, sekadar menghirup oksigen yang kini telah terendus bau perang. Walau terasa menyekat tenggorokan, Gadis itu harus bertahan demi Perdamaian Peninsula yang dicita-citakan mendiang Ibunya.

“Kita harus mencegah Amerika ikut campur! Beritahu pihak headquarter agar tidak menerima panggilan apapun dari Amerika Serikat untuk beberapa jam!” cetusnya sesaat sebelum pintu besar itu terbuka, menampilkan sosok Sang Menteri Pertahanan -Shin Wonyoung. Ayah Gadis itu yang kini tengah berpijak was-was selagi menopang diri di meja kerjanya. Junhoe membungkuk lalu bergerak mundur menjauhi pintu. Sementara itu, Sang Gadis beranjak masuk. Pintu besar itu pun menutup segara setelahnya.

“Ayah!”

Menteri Shin menyambut kedatangan putrinya dengan raut gusar. “Haljung-ah! Mereka telah bergerak! Kamerad Joo mati tertembak oleh pasukan khusus. Mereka bahkan menyerang Paju sebelum Perdamaian Peninsula dicanangkan. Kita harus segera bergerak sebelum mereka meluluh-lantakkan Seoul!” sentak penuh kekhawatiran yang tergambar jelas di gurat wajah Menteri Shin. Sesaat kemudian Gadis bernama Haljung itu merasakan sensasi dingin yang menguar dari epidermis Ayahnya ketika mereka berkontak sentuhan.

“Kita tidak bisa melakukannya, Ayah! Kita tidak akan menyerang balik sebelum Konferensi Peninsula dilaksanakan!” tolak Haljung lantang.

Benak Menteri Shin tertohok mendengar putrinya mengatakan hal yang diluar kewenangannya sebagai pembantu perang, “Apa kau sudah gila? Nasib bangsa kita berada di ujung tanduk, dan kau bilang tidak bisa melakukannya? Apa kau sudah gila?”

Haljung memerangkap sirat Ayahnya, berusaha meyakinkan jika semua akan berjalan baik. “Mereka juga bagian dari Joseon kita, Ayah. Tetaplah berada dalam Pihak United Nations. Ini bangsa kita, Ayah. Jadi jangan biarkan bangsa lain memorak-porandakan bangsa ini!”

Menteri Shin tampak meragu. Namun di sisi lain, ia percaya pada perkataan anak semata wayangnya ini saat melihat gelagat binar penuh semangat yang terpancar dari sepasang netra mungil Sang Pembela Kebenaran.

“Percayalah padaku, Ayah,” ucap Haljung penuh keyakinan dalam kobaran semangat perdamaian untuk Republik Korea-nya

***
Advertisements

17 thoughts on “[TEASER] VREDE : The Great Peninsula

  1. BIN, TERNYATA KAKAK MASIH ADA HUTANG DI SINI, YA? #TEPOKJIDAT/ MAAFKAN KAKAKMU YANG LOLA INI, YA BIN?

    GK ADA KOMENT YG PENTING KOK, CUMA MINTA LANJUTANNYA AJA, KARNA BAHASAMU TERLALU BERAT, KAKAK JADI GAK ADA REVIEW LAGI X_X

    OKE BYE~

    Like

    1. Ini juga saya belum balas komen kakak di sini #yasalam-_- maapin bin juga ya kak 😉
      Huaaa, ini juga diluar ekspektasi saya >o< aku juga ga tau kenapa bisa bikin yang beginian o.O
      oke dah, ditunggu aja yaw 😉

      Like

  2. waaaaaaahh FF duet Ibu CEO dan Vris 😀
    Chanwoo nunaaa :* udh kebayang betapa manly nya brondong sayaaaah 😀 wkwkwk

    FF ini ditunggu kisah nya yaaa, please secepatnya rilis 😀
    Vris fighting! Asti Fighting 😀

    Like

    1. Iyaa Kak Eli~~ #mumumu
      Aduh, chanu belum ada apa-apanya ketimbang Bang Mino #gampar hayooh, jan rebut chanu dari pelukan ku kak! *emot marah*

      Doain aja semoga cepat rilis ya kak 😉

      Liked by 1 person

  3. DAEBAK!! Kolaborasi pertama yg cetar membahana!! *prok..prok..prok…

    dan apa yg membuatku pengen berteriak ke @astituidt & @chelvixotic adalah : cerita ini sukses tergambar jelas di otakku & imajinasi ku bisa membayangkan adanya semua situasi dari pertempuran Chanwoo, suasana KorSel yg dilanda panik serta ketegangan Menteri Pertahanan Korea & putrinya. Demi apapun itu, cerita ini benar-benar me-reka kejadian asli kalo suasana KorSel & KorUt kalo KorUt tiba2 ngancam KorSel dan ngelontarin rudal trus AS beserta sekutunya mulai ketar-ketir. Wohooo… jadi nambah sks mata kuliahku.. #You know, I’m so happy when read this story. 😀 ; jadi maafkan segala kelebai-an-ku.

    review sedikit aja, seperti beberapa istilah asing yg lupa dimiringkan seperti : United Nations & Demarcation Military Zone. Aku nggak tau apakah nama organisasi semacam PBB itu perlu dimiringkan atau tidak, jadi ralat daku apabila tak perlu miring, yg pasti zona demarkasi militer itu memang harus dimiringkan.

    Ini baru teaser ya? Kutunggu kelanjutan ceritanya dengan hati nan riang selalu ya..

    love, peace & unity
    from Aoko unnie ❤

    Liked by 1 person

    1. Kak Aoko~~~~ Vris kangen >..< /hug/ #muehuehue

      Aduduh, kak. kita punya kesukaan yang sama. Huwee entah kenapa Vris juga suka sama cerita beginian. kyehehe. Soalnya sering buat tegang plus penasaran sama banyak hal. Trus juga lumayan buat nambah-nambah ilmu yang mungkin ga didapat di sekolah 🙂 semoga fic ini membantu sks-nya Kak Aoko ya 😉

      Iyep. Review-nya diterima. Makasih ya kak buat review-nya 😀

      Salam perdamaian dari Vris dan Kak Asti xD 😉

      Liked by 1 person

  4. Wahh ini keren sekaliii…
    Gak tau mau komen apa, bahasanya ketjeh sampe Rara harus konsentrasi gitu bacanya *iyaemanglemot*

    Entahlah komen apa ini rara juga gak tau… xD

    Pokoknya ditunggu kelanjutannyaa… 😀

    Like

  5. Akhir akhir ini aku dapet menboong
    Chanwoo jadi agen dong main senjata lagi. *Bayangin*. kenapa ya aku selalu ngebayangin chanwoo itu kesannya imut polos gimana gitu.

    kata katanya keren sekali aku cengo/? Lanjut oke 😁👍👍👍✌

    Like

    1. Heyhooo Azzura-chan!! :p
      Chanu mah bukan agen lagi. Di sini dia pimpinan pasukan khusus. Aih, kenapa ada banyak yang meragukan ke-manly-an chanu wes? Argh kita liat aja nanti ya, Azzura 😀

      Oke sip 🙂 Pasti.

      Like

      1. Kayaknya aku harus berhenti nilai orang dari tampangnya /oke, ini pandangan yang ga bener/

        Lanjutin ya Vris, plis /aegyo/ pengen liat Chanu jadi manly kkkk~

        Like

  6. You Rock Guys!!
    FF kolab pertama di YGEnt FF, dan genrenya action! Iss, Chanwoo keren ih jadi agen, pasti tampan banget #salahfokus

    Untuk kelanjutan, aku tunggu ya! Bay bay *ilang

    Like

  7. aku belum baca sepenuhnya, tpi reviewku disini dulu “Ekspresi(nya) bengisnya” harusnya (nya) nya itu gk ad atau emang ada?
    selebihnya ntar, aku belum selesai baca, mau nnton horror dulu,
    trus ini bahasanya. BERAAAATTTTT, tolong Hayati, hayati LOLA memahami. :’)

    Like

    1. Kak Acu~ iyaa itu kesalahan tulis. harusnya ga ada #fufufu
      Iyaa deh, jan lupa balik kak 😉
      Hohoho, silahken HAYATI dan RESAPI dulu, xD 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s