[Ficlet & Vignette – Mix] Bae Bae

Bae Bae poster

Scriptwriter : Aoko Cantabile

Main Cast :

Dong Youngbae (Taeyang), Lee Seunghyun (Seungri), Choi Seunghyun (T.O.P),

Kang Daesung (Daesung) & Kwon Jiyong (G-Dragon)

Support Cast : You can find them in stories

Genre : Love Life, Romance, Fluff, Slice of Life

Duration : Ficlet & Vignette Mix (± 4153 words), Songfic

Rating: PG-15 (for harsh words)

Disclaimer :

These stories are side-kick from Big Bang’s Project. 

You must know their stories in Big Bang’s Project.

II Love You To Death  II Let’s Talk About Love II Of All Days II Shut Up!!! II R.O.D (Ride or Die) II

Warning :

Setiap cerita memiliki alur yang berbeda ; Pra & Pasca cerita di Big Bang’s Project

Let’s Read & Review !!

Taeyang Bae Bae

*Dong Youngbae’s Story of ‘Love You to Death’

Baby baby. Can you stay beautiful just like you are right now?

So my heart can race even after time passes

“Youngbae, ibu membawakan adik untukmu. Ayo, nak. Perkenalkan dirimu!” perintah ibu kepada seorang anak perempuan yang kuterka umurnya tidak berbeda jauh dariku.

“Hai. Namaku Luna. Sekarang, aku akan menjadi anak bungsu dari keluarga Dong dan adik bagi Dong Youngbae.” ucap lantang anak itu. Kupandangi lekat-lekat anak tersebut. Dia memiliki rambut panjang sepinggang dengan surai ikal. Kelopak matanya besar dan irisnya berwarna coklat muda – bentuk fisiknya jelas berbeda denganku dan keluargaku, karena kami memiliki mata monolyd khas penduduk Asia Timur. Ah, anak ini takkan pernah menjadi adikku, pikirku saat itu.

“Bu, Kenapa harus membawa dia sih? Aku tak pernah ingin memiliki adik.” Aku menyuarakan nada protes kepada ibu. Emosi sedih seketika bergelanyut pada wajah ibu dan anak perempuan di sampingnya. Ayah melihat ketidakberesan padaku lalu membawaku pergi keluar,

“Youngbae. Kau tau kan kalau ibu sangat ingin memberikan adik untukmu? Tapi Tuhan menguji ibu dengan penyakit kanker rahim. Penyakit itu memupuskan harapan ibumu, nak. Ayah mohon kepada Youngbae untuk bisa menerima Luna sebagai adik Youngbae. Jagalah Luna dan sayangilah dirinya! “ pesan ayah padaku. Mendengar kondisi ibu dari ayah, rasa bersalah menyusup di relung hatiku. Aku menyesal dan berlari menuju pangkuan ibu. Aku membungkuk sedalam mungkin dan meminta maaf padanya. Ibu tersenyum melihat tingkahku dan menitipkan pesan serupa seperti ayah. Aku mengangguk kuat dan berjanji kepadanya.

……….

“Kenapa oppa selalu melihat matahari terbit dan terbenam? Apakah oppa begitu menyukai matahari?” tanya anak perempuan yang kini telah menjadi adikku saat aku menatap matahari terbenam di balik jendela kamar.

“Entahlah..Kurasa, aku ingin menjadi matahari yang selalu menyinari semua orang dengan kebahagiaan. Aku ingin berguna sama seperti matahari.”

“Wah! Oppa memang hebat! Kalau begitu Luna ingin menjadi bulan, agar bisa menemani oppa di langit.” ucap spontannya. Perkataannya itu menghangatkan hatiku.  Kutatap dirinya sekilas. Maniknya sungguh indah diterpa cahaya temaram senja. Angin sepoi-sepoi memainkan anak rambutnya sehingga dia terlihat cantik di mataku.

“Youngbae oppa, Luna suka sama oppa. Luna sayang dengan oppa. Dan, Luna ingin selalu bersama oppa.” ujarnya bertubi-tubi. Hatiku berdegup kencang mendengar ucapannya tadi. Kata-katanya mengingatkanku pada pesan ibu dan ayah – Jagalah dan sayangilah Luna!

“Ya, Luna. Aku juga menyayangimu dan akan selalu menjagamu.” bisikku dalam hati.

###

Seungri Bae Bae

*Lee Seunghyun’s Story of ‘Let’s Talk About Love’

I’m a man who’s holding a pretty flower
A man who’s holding a flower called you, who everyone loves
I’m drunk with your scent, getting hazy again

 

“Seunghyun-ssi, Sadarlah! Hara hanya menjadikanmu sebagai pelampiasan karena diputuskan oleh mantannya.”

“Kenapa kau mau dengan Goo Hara? Kau itu hanya  mainan baru baginya. Kau tau, banyak pria tergila-gila dengan Hara dan dia pasti menerima semua ajakan pria-pria tersebut.”

“Kau tolol, Lee Seunghyun! Sudah jelas di hati Goo Hara hanya ada Yong Junhyung! Mereka telah berpacaran selama tiga tahun dan tak mungkin kau menggantikan posisi Junhyung di hatinya.”

……….

Sepasang manikku mengamati Hara yang sedang asyik mengerjakan tugas kuliahnya.  Ya, Goo Hara, sahabat yang sekarang berganti status menjadi pacarku. Aku bahkan tak tau harus mendeskripsikan seperti apa rasanya pergantian status tersebut. Bahagia? Sedih? Bangga? atau Miris? Aku sangat terbiasa mendengar banyak tanggapan, celotehan maupun cibiran terhadap babak baru hubunganku dengan Hara.

Jengah dengan tatapan tajamku, Hara lalu mengabaikan lembaran-lembaran kertas yang sedari tadi ditekuninya,

“Seunghyun-ah. Ada apa dengan dirimu? Apa kau bosan menemaniku mengerjakan tugas?” tanyanya sambil mencoba menerka apa maksud dari pandanganku. Kutelan salivaku susah payah dan menata nafasku perlahan,

“Hara. Jujurlah padaku! Kau menerima pernyataanku karena kau tak ingin mengecewakan hatiku kan? atau jangan-jangan kau merasa aku adalah satu-satunya pria yang bisa kau jadikan pelampiasan karena cintamu diputus oleh Junhyung?“

Hening. Tak ada tanggapan dari Hara. Dia hanya bersedekap membalas tatapanku.

“Kenapa kau diam, Hara? Apa semua perkataanku itu memang benar?” tanyaku dengan nada yang sedikit meninggi.

“Kau sudah puas, Seunghyun-ah? Ada lagi yang ingin kau sampaikan? Katakan saja semuanya! Aku siap mendengar semua unek-unekmu itu.” jawab Hara tenang. Dia sama sekali tak terpengaruh dengan semua ucapanku. Merasa tak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Hara, aku lalu berdiri dan bersiap meninggalkannya.

“Kau mau kemana, Seunghyun-ah?” Hara kembali membuka pertanyaan. Dia ikut berdiri dan melangkahkan tungkainya menujuku. Sepersekian sekon kemudian, dia memelukku erat. Sangat erat sehingga kurasa dia tak mau membiarkanku pergi.

“Jangan tinggalkan aku, Seunghyun-ah! Kuakui memang sulit untuk melupakan bayang-bayang Junhyung. Tapi, aku lebih baik sakit karena diputus cinta oleh Junhyung ketimbang ditinggal sendirian olehmu.” ucapnya pelan. Aku diam. Bingung. Tak tau harus menanggapi apa. Yang kurasa hanyalah bagian depan T-shirtku basah.

“Kau menangis, Hara?” Bodoh sekali aku melontarkan pertanyaan itu. Dia kemudian mengangkat muka dari dadaku dan benar, bulir air mata masih tersisa dari wajahnya.

“Kumohon, Seunghyun-ah. Jangan pergi dariku!” ucapnya lirih. Aneh rasanya! Perasaan kesal dan marah yang sejak tadi membuncah di hatiku perlahan meleleh dan kemudian menguap diterbangkan angin. Pelukan Hara masih terasa kuat. Aku lalu menepuk-nepuk punggungnya, berusaha untuk menenangkannya.

“Berjanjilah padaku, jangan pernah meninggalkanku!” perintah Hara. Aku terkekeh mendengar perintah konyolnya.

“Bagaimana aku bisa berjanji padamu seperti itu? Aku saja tak tau masa depanku nanti seperti apa..” ceplosku.

“Tidak! Aku akan memaksamu berjanji.” balasnya. Dia kemudian melepas pelukannya, berjinjit dan mengecup bibirku singkat.

“Sekarang, berjanjilah padaku bahwa kau takkan pernah meninggalkanku, membahagiakan diriku dan selalu membuatku tersenyum sepanjang hari!”

Memoriku kembali berputar ke waktu dimana aku menyatakan perasaanku pertama kali padanya. Ternyata, dia masih ingat dengan apa yang kuucapkan. Kusunggingkan senyum selebar mungkin dan,

“Baiklah, aku berjanji takkan meninggalkanmu, membahagiakan dirimu dan selalu membuat seorang Goo Hara tersenyum sepanjang hari.”

###

T.O.P Bae Bae

*Choi Seunghyun’s Story of ‘Of All Days’

Your eyes are pretty like a deer. My princess
When you laugh at me it’s so chic. Are you crazy?
You’re a natural beauty, so unique, so unique
My perfect dear. Be my muse

Seperti lorong waktu. Aku menembus sebuah terowongan dengan kelap kelip lampu sorot. Langkahku pasti, berharap aku menemukan sesuatu di ujung terowongannya. Aku tak tau apa itu, yang pasti suara seorang wanita membimbing sepasang tungkaiku melangkah. Kupercepat langkahku dan

Aku mengenal ruangan ini. Ruangan bercat hijau dan hanya diisi oleh beberapa peralatan musik. Pandanganku tersorot pada sosok wanita yang sedang bermain piano di sudut sana. Jemari mungilnya lincah berpindah dari satu tuts ke tuts yang lain. Alunan indah piano itu juga diiringi dengan suaranya yang jernih.

‘Love of my life, you’ve hurt me. You’ve broken my heart and now you leave me. Love of my life, can’t you see. Bring it back, bring it back. Don’t take it away from me because you don’t know what it means to me.’ Nyanyian wanita itu terus membumbung tinggi dengan merdunya hingga tanpa kusadari, aku bertepuk tangan. Ternyata bukan aku sendiri yang melakukannya. Seorang lain juga melakukan hal yang sama sepertiku.

Wanita itu lalu menghentikan permainan pianonya dan mencari sosok yang menganggu resitalnya itu.

“Ah, ternyata kau, Choi Seunghyun! Sejak kapan kau ada disana?” tanya wanita itu. Aku kemudian menoleh ke arah sosok yang disapa wanita itu. Ya. Itu adalah diriku. Diriku yang berumur lebih muda.

“Suaramu memang seindah namamu ya, Shin Haneul. Tak sia-sia orang tuamu melekatkan  ‘surga’ untuk namamu.”

“Aish! Aku tak menyangka bocah sombong sepertimu mengerti esensi permainan piano. Sudahlah, pergi sana. Aku tak bisa fokus berlatih bila kau masih berada di ruangan ini.” usir wanita yang  adalah Haneul versi muda. Aku mengulas senyuman saat menyaksikan kembali reka kehidupan masa laluku.

“Aku takkan pergi dari sini sampai kau menerima ajakanku untuk berdansa saat pesta perpisahan nanti.”

“Kenapa kau terus memaksa sih? Bukankah sudah kubilang, aku tak pernah ingin pergi bersamamu.” tolak Haneul.

“Kenapa aku memaksa? Karena aku suka padamu. Dan, aku takkan menyerah mengejar cintamu hingga akhirnya kau membalas perasaanku.”

……….

Lorong waktu itu kembali membawaku ke tempat lain – sebuah taman dengan danau kecil berada di tengahnya. Retinaku lalu mengamati sekeliling taman dan menemukan pemandangan yang tak asing. Ya, Haneul saat berusia 25 tahun. Dia sedang duduk menanti seseorang di bangku taman. Kupandangi Haneul dan terlihat rona kesal sedang menghiasi wajah cantiknya.

“Aarrgh… Sial! Aku ditipu oleh Choi Seunghyun! Dia bilang ingin bertemu dengan diriku disini. Dan kemana dia sekarang? Aku sudah menunggu hampir dua jam dan dia tak datang-datang.” omel Haneul. Dia mengibaskan kedua tangannya berusaha memadamkan kekesalannya. Wajahku kembali menyungingkan senyum saat melihat diriku yang berusia 27 itu sedang berjalan pelan- berusaha agar langkahnya tak terdengar Haneul. Diriku itu mengendap-endap bak pencuri dan menyergap Haneul sambil menyodorkan sebuket mawar putih kesukaan Haneul.

“Hey, my lovely girl! Maaf telah membuatmu menunggu.”

“Dasar Choi Seunghyun bodoh! Aku bisa saja meninggalkan tempat ini tadi ” rajuk Haneul sambil melipat kedua tanganya. Dia juga bersikap acuh  terhadap buket bunga yang kusodorkan padanya.

“Ah, Haneul. Maafkan aku. Aku terlambat karena mencari sesuatu yang sesuai untukmu.” Alasanku itu sukses membuat Haneul memusatkan pandangan padaku. Diriku itu lalu merunduk, mengambil lembut tangan kanan Haneul sambil mengikrarkan,

“Shin Haneul yang paling kusayangi. Maukah engkau menjadi pasangan seumur hidupku selagi suka maupun duka serta menjadi ibu bagi anak-anakku di masa depan nanti?” Pernyataan yang paling tulus dari hatiku telah kuucapkan untuk wanita di depanku ini. Bulir air mata jatuh dari kedua mata indahnya. Aku saat itu kaget karena mengira Haneul belum siap.

“Haneul-ah. Kau tak suka ya?”

“Choi Seunghyun! Kau seharusnya menyatakan itu di altar nanti. Mana mungkin aku bisa menolak untuk menikah dengan pria yang kucintai ini! Terima kasih, Choi Seunghyun.” ucapnya sambil menghapus air matanya dengan tangan yang lain. Aku lalu mengambil kotak cincin yang sedari tadi kusimpan di saku celanaku, dan memasangkan cincin bermata cubic zirconia berwarna biru – kesukaan Haneul di jari manis tangan kanannya.

“Syukurlah! Ternyata pas. Aku terlambat karena mencari cincin ini. Semoga kau senang ya..” Haneul mengangguk bahagia lalu memelukku sangat erat.

Angin puyuh lalu mendekatiku -yang sejak awal menyaksikan salah satu bagian kehidupanku. Angin itu membawaku terbang melambung jauh hingga ke pusarannya yang gelap.

Sekarang, aku benar-benar tidak tau dimana aku berada. Sekelilingku hanyalah berupa dinding-dinding hitam yang kasat mata. Kucoba sentuh, dinding itu tak berbentuk. Aku lalu duduk di dasarnya. Bagai sebuah rol film yang diputar ulang, aku merasa reka ulang masa laluku itu adalah sebuah peringatan karena telah menyakiti Haneul juga buah hatiku, Hana. Aku pasrah apabila Tuhan akan mencabut nyawaku sekarang. Aku hanya ingin diberi kesempatan untuk bisa meminta maaf pada Haneul dan Hana atas semua kesalahanku.

Dalam kesunyian, kudengar suara yang memanggil ‘Seunghyun oppa’ dan ‘Ayah’. Aku menembus gelapnya tempat ini dan bergerak menuju arah sumber suara tersebut. Aku sangat merindukan Haneul dan Hana sehingga membayangkan mereka ada disini. Kususuri terus jalan tak berujung ini dan

Sinar lampu menyilaukan pandanganku. Apa lagi ini? Dimana aku sekarang? Apakah aku sudah di surga? batinku. Kuamati badanku penuh dengan selang-selang yang tersambung entah kemana. Tapi, hal yang membuatku senang adalah melihat Haneul sedang tertidur pulas di samping ranjangku. Wajah teduhnya itu bukan imajinasi belaka kan? Aku mencoba menggerakkan tangan kiriku untuk membelai rambutnya. Tampaknya, sikapku tersebut menganggu tidurnya sehingga dia terbangun dan menatap diriku.

“Astaga! Seunghyun oppa, kau sudah sadar? Tunggu disini sebentar! Aku akan memanggil dokter dan perawat.” ujarnya panik. Kutahan tangannya agar dia tak bergerak. Aku ingin menyampaikan sesuatu,

“Haneul, maafkan aku. Sungguh, maafkan aku ya.” ucapku lirih. Kembali air mata menetes dari pelupuk matanya.

“Aku telah memaafkan oppa. Oppa, jangan tinggalkan aku dan Hana!”

‘You will remember. When this is blown over. And everything’s all by the way. When I grow older. I will be there at your side to remind you how I still love you, I still love you.’ Suara parauku ini kucoba paksa untuk menyanyikan lagu kesukaan Haneul[1]. Dia tersenyum lebar mendengar nyanyian fals-ku itu.

“Oppa, I will always love you.” ucapnya menanggapi nyanyianku. Hatiku merasa tenang mendengar hal tersebut dan memegang erat tangan Haneul.

“I love you too, My Haneul.”

###

Daesung Bae Bae

*Kang Daesung’s Story of ‘Shut Up!!!’

Baby baby
Don’t wither, this is all for the selfish me
You have to stay just as you are right now

Kau datang membawa pria lain dan aku benci hal itu. Kau mengenalkannya sebagai teman dekatmu, padahal aku lah yang selalu berada di sampingmu selama empat tahun. Kau bercerita mengenai sosoknya dengan bahagia. Tak tau kah dirimu, aku terluka melihatmu seperti itu.

Rasanya sakit melihat wanita yang kucintai menggandeng tangan pria lain. Melihat senyum sumringahnya saat memperkenalkan pria itu di khalayak ramai, membuatku sadar bahwa aku tak berarti apa-apa di hatinya. Empat tahun aku berjuang mendapatkan hati Aoko dan dia tak berkata apa-apa mengenai perasaanku. Cukup! Aku tak mau lagi dibutakan dan dipermalukan karena cinta yang semu.

Tak tahan melihat kenyataan yang terjadi di depan mataku. Aku segera meninggalkan pesta penyambutan Seunghyun di Jepang dan memilih menghabiskan malam di kedai sake langgananku.

“Tolong tambah lagi, Obasan!” Aku meminta sake sebotol lagi kepada pemilik kedai. Gelas ke-sepuluh ini belum mampu meredam hancurnya hatiku. Aku kembali menuangkan sake ke gelasku dan bersiap menegaknya hingga akhirnya sebuah tangan menahan pergerakanku,

“Hentikan, Daesung-kun! Kumohon, ini bukan cara yang tepat untuk menghilangkan stresmu.” ujar lembut seseorang. Aku menoleh ke sampingku dan kulihat wujud seseorang yang kukenal. Ah, tampaknya sake berhasil merebut kesadaranku sehingga aku tak dapat melihat dengan jelas.

“Obasan, terima kasih telah menemaninya. Berapa total semuanya? Aku harus membawa pria ini pergi dari kedaimu!” lanjutnya. Kepalaku berdenyut sakit saat berusaha menajamkan penglihatan. Setengah sadar, kurasa tubuhku ini dituntun seseorang.

……….

Wangi aroma chamomile menusuk hidung, membangunkanku dari tidur yang lelap. Kubuka kedua kelopak mataku, bangkit dari sebuah tempat tidur dan memperhatikan seksama dimana aku berada. Aneh! Ini bukan kamarku. Dimana aku sekarang? Saat mencoba berdiri, kepalaku pusing seperti dihantam sebuah palu. Ah, aku ingat, kemarin malam aku mabuk. Susah payah, aku melangkah keluar dari kamar dan melihat seorang wanita berambut lurus nan hitam sedang memasak di dapur,

“Siapa kau?” itu adalah ucapan pertama yang keluar dari bibirku. Wanita itu menoleh ke arahku.

“Kau sudah bangun, Daesung-kun? Maafkan aku yang lancang membawamu ke flat-ku. Aku tak tau dimana rumahmu. Oh ya, Kau sudah baikan? Aku sedang menyeduh teh chamomile. “ Astaga, itu Kurosaki Mikan! Teman kerja sekaligus partnerku untuk tugas kantor terbaru.

“Mikan-san. Aku minta maaf karena aku sangat merepotkanmu semalam. Ah, kepalaku sakit.” Saat berupaya meminta maaf, pusing kembali mendera kepalaku.

“Ya Ampun! Itu pasti efek dari mabukmu tadi malam. Kau duduk di kursi itu, aku akan mencari aspirin untuk meredakan rasa sakitmu.” Dengan patuh aku lalu duduk di kursi makan. Mataku memejam sesaat, menahan rasa sakit.

“Mohon diminum, Daesung-kun!” perintah Mikan-san sambil menyodorkan segelas air mineral dan sebuah pil. Kuambil pil itu dan meminumnya bersama dengan air mineral.

“Kau pasti saat ini sedang lapar kan? Mari kita sarapan!” ajak Mikan-san sambil mempersiapkan seteko teh berserta cangkirnya dan beberapa sandwich dan pancake yang telah tersusun rapi di meja makan. Aku takjub dengan sikap tangkasnya itu sehingga mulutku melongo melihatnya.

“Ayo, Daesung-kun, dimakan. Apa kau sedang tidak ingin memakan sandwich dan pancake? Aku bisa membuatkan bubur abalon untuk mengurangi rasa mual akibat mabuk.” Aku menggelengkan kepala, menolak sarannya itu. Aku tak bisa lagi merepotkan Mikan-san lebih banyak lagi. Aku kemudian menyunggingkan senyum dan meletakkan pancake yang telah dilumuri madu ke dalam piringku.

“Bagaimana rasanya? Apakah enak??” tanyanya sambil menatapku mengunyah pancake buatannya.

“Ini sangat enak, Mikan-san. Sungguh, aku baru merasakan sarapan senikmat ini semenjak kedatanganku di Jepang” ujarku dengan tulus. Apa yang kuucapkan memang benar adanya. Selama ini, aku hanya sarapan dengan onigiri ataupun ramen instan.

“Hahaha…kalau kau tak keberatan, aku bisa membuatkan bekal untuk kau sarapan. Bukan apa-apa, Daesung-kun. Aku senang memasak dan hal yang paling menggembirakanku ketika orang lain memakan masakanku dan menikmatinya.” tukasnya sambil menyuapkan sepotong sandwich ke mulutnya. Ucapannya praktis membuatku tersedak.

“Eh, kau sedang tidak bercanda kan, Mikan-san?” tanyaku dengan tatapan tidak percaya. Dia hanya membalas tatapanku dengan senyuman. Tunggu dulu! Kalau dipikir-pikir, Kenapa dia bisa menemukanku di kedai sake semalam? Dan, apa pasalnya dia mau menolongku?

“Ehm..begini, Mikan-san. Sebenarnya, ini mengganjal pikiranku sedari tadi. Bagaimana bisa kau menemukanku mabuk dan…. Kenapa kau mau menolongku? tanyaku terbata-bata.

“Kenapa ya? Entahlah, aku tak bisa menjawabnya, Daesung-kun.” jawabnya spontan sembari ikut memikirkan jawaban yang seharusnya bisa ia jawab.

“Ah, aku tau jawabannya! Mungkin kita berjodoh!!” Jawaban itu adalah jawaban yang tak pernah kuprediksi. Wajahku reflek memerah mendengar jawabannya. Sedangkan, Mikan-san malah melanjutkan santapannya tanpa berpikir bahwa pernyataannya itu membuat pikiranku berhalusinasi macam-macam.

……….

Tuhan tak pernah membiarkan hambaNYA untuk sedih berlarut-larut. Kurasa, pertemuan ganjilku bersama Mikan-san membuat hubungan pertemanan kami semakin dekat. Aku tak sungkan-sungkan bercerita mengenai kegalauan cintaku yang bertepuk sebelah tangan padanya.

Hingga akhirnya, Tuhan menunjukan rencana terbaikNYA dengan memperlihatkan bahwa Mikan-san adalah pasangan yang tepat bagi hidupku di masa depan. Itu juga dikarenakan ucapan salah seorang teman kerjaku yang mengatakan bahwa Mikan-san telah lama menyukaiku dan selalu berupaya membantuku untuk terus bangkit dari keterpurukan.

……….

“Ehm…Mikan-san. Maaf apabila aku terkesan gila ataupun aneh menurutmu, aku hanya ingin memastikan bahwa pemikiranku ini benar. Apakah kau memang memiliki perasaan padaku? Eh, maksudku, Apakah kau sedikit tertarik denganku? Ah..sudahlah! Abaikan saja ucapanku!” Ingin rasanya aku membenamkan wajahku ini ke dalam kubangan lumpur. Kenapa aku bisa memberikan pertanyaan macam itu pada Mikan-san.

“Daesung-kun”

“Ah, Mikan-san. Lupakan saja perkataanku tadi. Aku asal omong saja-“

“Aku memang menyukaimu dari dulu.” Senyum lebar terukir di wajah Mikan-san. Sungguh, aku tak bisa berkomentar apa-apa lagi menanggapi ucapannya itu.

“Jadi, Daesung-kun. Apakah kau memiliki perasaan yang sama padaku?” tanyanya kembali.

“Maafkan ketololanku yang membuat kau menyatakan perasaanmu terlebih dahulu. Aku sangat berterima kasih, tanpamu, aku takkan bisa melanjutkan hidupku dalam artian lebih baik. Dan, aku sangat bersyukur pada Tuhan karena mengirimkan orang sebaikmu untuk menjadi pelengkap dalam kehidupanku. Ya, aku memiliki perasaan yang sama padamu dan berharap bisa melanjutkan hubungan pertemanan kita ke jenjang yang lebih serius. Kupastikan, aku akan menemui orang tuamu secepatnya dan membicarakan hal ini pada mereka.”

###

G-Dragon Bae Bae

*Kwon Jiyong’s Story of ‘R.O.D (Ride or Die)’

I’M IN LOVE
I’m blind with love babe

Apakah kau percaya dengan jatuh cinta pada pandangan pertama?

Awalnya, aku juga tak mempercayai pepatah itu sampai akhirnya, aku menemukan sosoknya. Sosok yang berhasil merebut seluruh atensiku.

……….

Aku diberikan mandat oleh agensiku untuk menjalankan aktivitas di Jepang. Kurasa ini hal yang tepat, mengingat publik Korea sudah bosan dengan pemberitaanku yang berlomba-lomba menjodohkanku dengan selebriti papan atas Korea.

Menghabiskan dua bulan di Jepang sebelum musim semi berakhir- itu adalah waktu yang sangat baik untuk mencari inspirasi lagu-laguku. Maka dari itu, aku mengabarkan pada Yang Sajang-nim bahwa aku ingin merasakan indahnya menjadi orang biasa, tanpa pengawalan yang ketat & tanpa harus diuber oleh manajer hyung. Usulanku itu juga diterima baik oleh Yang Sajang-nim dengan prasyarat aku bisa menjaga diriku dengan baik dan memastikan aku tidak membuat kegaduhan di negeri orang.

Perjalanan transformasi seorang Kwon Jiyong pun dimulai.

Kulepaskan atribut selebritiku dengan hanya mengenakan pakaian yang tak mencolok mata. Aku juga melatih kemampuan percakapan Bahasa Jepang dengan baik serta menjajal hal-hal baru yang sudah lama tak kurasakan seperti menaiki transportasi umum dan makan di kedai-kedai makanan pinggiran.

Hari-hariku berjalan sempurna sesuai rencana sampai akhirnya, aku menemukan gadis berambut sebahu itu di sebuah taman bermain. Ya, gadis yang jelas tak kukenal itu sedang asyik bercengkerama dengan beberapa anak kecil sambil membagikan beberapa balon warna-warni. Rasa kuriositas yang tinggi memaksaku mengambil tempat duduk tidak jauh dari mereka. Kupandangi aktivitas mereka tersebut, sambil sesekali bibirku menyunggingkan senyum.

Jam tanganku menunjukkan pukul 17.00 JST. Gadis itu kini sedang melambaikan tangan ke anak-anak kecil tersebut lalu mulai berjalan pulang. Tetapi, langkahnya terhenti karena melihat anak-anak kecil itu berlarian ke arahnya dan memeluknya dengan erat. Beberapa anak perempuan bahkan menarik ujung kaosnya dan memintanya untuk berjanji agar gadis itu datang lagi menemui mereka besok. Gadis itu terkesiap melihat respon yang tak disangkanya, dia menatap anak-anak tersebut dengan pandangan teduh dan menganggukan kepalanya dengan lemah.

Aku mengeryitkan dahi dan membatin, Bagaimana bisa dia berjanji seperti itu? Apakah ia benar-benar akan datang ke sini, besok?

……….

Aku merasa diriku bukanlah Kwon Jiyong.

Pertama, tanpa aku sadari, setiap sore, aku datang ke taman bermain –tempat dimana aku bertemu pertama kali dengan gadis berambut sebahu. Dan menghabiskan waktu hampir satu jam hanya untuk melihatnya bermain dengan anak-anak kecil.

Terakhir, aku sering mengeluh karena tingkah tak bermoral yang dilakukan oleh beberapa sasaeng fansku. Kini, aku malah menguntit si gadis berambut sebahu, sepulangnya dari taman bermain. Ah, diriku saat ini seperti stalker.

Aku menjalani aktivitas seperti itu selama hampir dua minggu. Sampai pada suatu ketika aku bertemu dirinya tanpa sengaja.

Saat itu, perutku lapar dan aku ingin menyantap ramen. Aku lalu melangkahkan tungkaiku menuju salah satu kedai terdekat di sekitar hotel –tempatku bermukim sementara selama di Jepang. Aku mengambil posisi yang tidak menarik perhatian orang sekitar. Tiba-tiba gadis berambut sebahu datang menghampiri meja dan duduk di hadapanku.

Well, tak apa-apa kan kalau aku duduk disini?” tanyanya padaku sambil melirik ke arah pintu masuk kedai. Aku terkejut melihat presensinya yang mendadak, reflek menutupi rambut dengan hoodie jaket serta memajukan bagian depan snap-back.

Sepersekon kemudian, pesanan ramenku datang. Aku melirik dirinya yang masih mengamati sekeliling kedai, dan mengabaikan semangkuk ramen yang telah menggoda perutku yang meronta untuk minta diisi.

Seorang pria lain menghampiri meja kami –lebih tepatnya mejaku. Pria itu menarik tangan gadis berambut sebahu dan memaksanya untuk pergi bersamanya. Gadis berambut sebahu menolak tawaran pria itu dan bersikeras bahwa dia tak ingin pergi dengan pria itu. Pria itu makin menarik tangan si gadis dengan kuat sehingga kulihat ruam merah menghiasi pergelangan tangannya. Aku tak tahan melihat kejadian itu lalu menghentikan pergerakan pria itu.

“Siapa kau? Jangan ikut campur dengan urusan kami!” perintah pria itu sambil melirik tajam ke arahku. Sedangkan, gadis berambut sebahu malah menatapku dengan memelas – memohonku agar menolongnya.

Calm down, dude! Ini tempat umum, tidak baik memperlakukan seorang wanita seperti itu.” balasku dengan tenang. Tanpa basa basi lagi, pria itu meninju wajahku sambil menceracau tak jelas. Tercium bau alkohol dari mulutnya. Okay! Aku sekarang dipukul oleh pria mabuk. Tenang, Kwon Jiyong! Pikirkan cara elegan untuk menghadapinya!! Kuhela nafasku perlahan dan bersiap untuk mendorongnya keluar. Langkahku tertahan oleh teriakan si gadis,

“Cukup Kei! Sudah kubilang, kita tak ada hubungan apa-apa lagi. Pria ini adalah pacarku sekarang. Apabila kau berniat untuk membuat keributan disini, aku akan memanggil petugas keamanan dan memenjarakanmu atas kasus penganiayaan.” Teriakan itu berhasil membuat si pria menggeser posisinya, menjauh dari kami.

“Kau pacaran dengannya? Hahahaha….Dasar Wanita bajingan!” umpat pria itu sambil tertawa mengejek. Pria itu lalu pergi meninggalkan kedai dan masih sempat berucap sumpah serapah yang ditujukan kepada gadis itu.

Sepeninggalnya pria tersebut, si gadis berambut sebahu terduduk lemah di kursi. Air mata tak berhentinya mengalir dari pelupuk matanya.

“Kau tak apa-apa?” ucapku sambil menawarkan tissue padanya. Dia mengambil tissue dariku dan mengusap air matanya.

“Maafkan tindakan pria bodoh tadi.  Ajapa[2], bibirmu berdarah! Aku akan membersihkan lukamu. Kau tunggu dulu disini! Aku akan pergi ke supermarket sebentar.” Dia berlari cepat, meninggalkanku bahkan sebelum aku memintanya untuk tidak mengkhawatirkan diriku. Kuraba ujung bibir, aargh… memang terasa nyeri disana.

Tak lama waktu berselang, si gadis berambut sebahu datang membawa bungkusan kecil. Dia mengeluarkan plester, kain kasa, cairan antiseptik dari bungkusan tersebut.

“Kau jangan bergerak ya!” pinta si gadis berambut sebahu kepadaku. Dia mendekatkan wajahnya, fokus pada luka di bibirku, lalu mengoleskan cairan antiseptik di lukaku. Setelah beres, dia menempelkan plester disana. Mengamatinya dari posisi yang teramat dekat, mengakibatkan jantungku berdentum tak karuan.

“Sempurna! Semoga lukamu segera sembuh. Oh iya, terima kasih karena telah menolongku tadi. Aku tak tau harus membalas kebaikanmu seperti apa.” ujarnya sambil membungkuk padaku. Aku berdiri dan membungkuk balik padanya.

“Dan.. maaf juga atas ramenmu. Tampaknya, ramenmu sudah dingin. Aku akan mengganti ramenmu dan mentraktirmu makan. Dan jangan menolak ya!!” Aku terkekeh mendengar perkataannya itu. Kunikmati saja ramen pemberiannya tanpa berkomentar apapun. Malam itu terasa sangat indah, karena aku bisa menatap wajah gadis berambut sebahu terang-terangan.

……….

“Omo! Kenapa dengan bibirmu? Kau tidak berkelahi kan, Kwon Jiyong?” tanya manajerku panik –saat ia menjengukku di hotel.

“Luka ini kecil, hyung. Kemarin aku terkena lemparan bola dari seseorang.” jawabku sambil menenangkan manajer.  Kurebahkan badanku di kasur dan melihat langit-langit kamar. Ah, hatiku terasa ringan sekali! Rasanya, aku ingin mencurahkan isi hatiku dengan menulis lagu. Kususun bait demi bait lirik sambil membayangkan wajah si gadis berambut sebahu. Senyum kembali menghiasi wajah tatkala mengingat peristiwa terakhir bersamanya.

Ekor mataku menangkap gambar yang tak asing dari cover majalah yang dibawa oleh manajerku. Aku bangkit dari kasur lalu meraih majalah tersebut, menatap cover majalah tersebut lekat-lekat.

“Ada apa, Jiyong? Sejak kapan kau tertarik dengan majalah wanita?” tanya manajerku sambil tertawa kecil, mengejek tingkah anehku.

“Hyung, kau tau model majalah cover ini? Darimana kau mendapatkan majalah ini?” tanyaku bertubi-tubi padanya. Manajerku menyipitkan matanya, pertanda dia heran dengan pertanyaanku itu.

“Aku mendapatkan majalah itu dari sekretaris direktur YGEX. Aku tak tau model itu, kurasa modelnya adalah wanita Jepang. Kau kan bisa mengetahui namanya dari keterangan cover.” Jawaban manajerku membuahkan titik terang. Kubuka lembar-lembar majalah itu sambil mencari keterangan cover. Gotcha! Aku menemukan kotak kecil di halaman terakhir majalah. Kutelisik nama satu persatu model-model yang mengisi majalah, hingga ada satu nama yang bersisian dengan istilah cover model. Mizuhara Kiko. Ya, nama model sekaligus gadis berambut sebahu yang telah mengisi hari-hariku di Jepang bernama Mizuhara Kiko.

And, I think I fall in love with her…..

At the first sight.

 

Fin.

Aoko’s Note :

Yohoooo~ Aoko is back!

Jadi, aku keingetan ama janjiku dengan Putri @asteriaesmerald buat bikin sekuel seri Of All Days.

Nah, diriku merasa kayaknya nggak adil deh kalo aku cuma bikin sekuel untuk T.O.P doank, maka dari itu lahirlah side-kick ini. Hahaha…

(Author aneh deh, perasaan kemaren bilang hiatus!) Iya, aku sebenarnya pengen fokus bikin proyek baru itu, tapi entahlah, ada ide cerita buat member Big Bang menggelantung di otak, sayang untuk disia-siakan. *Bisa aja ngelesnya!

So, gimana pendapat kalian ama side-kick ini? Apakah ceritanya malah jadi aneh?

Jangan lupa untuk membubuhkan saran & kritik demi perkembangan author.

Sekali lagi makasih untuk para reader yg menyempatkan diri untuk membaca seri Big Bang’s Project dari awal hingga side-kick ini dan tak lupa menuliskan review terkait apapun. Author sangat senang sekali ❤ ❤ ❤ 🙂

See U soon at another fanfic 😉

Warm Regard,

Aoko Cantabile

 

[1] Lagu yang dinyanyikan Haneul & Choi Seunghyun adalah lagu Queen – Love of My Life

[2] Sama dengan ekspresi ‘Omo’ dalam bahasa Korea.

Advertisements

21 thoughts on “[Ficlet & Vignette – Mix] Bae Bae

  1. Hai unnie cantik, aku kembali 😉

    Demi apa, ada nama aku nyempil masa, jadi terharu aku unn hiks :’) *peluk Aoko unnie* Gak nyangka unnie bakalan ngabulin permintaan aku ngebikin sekuelnya, makasih banyak unn TT^TT *bersujud bareng kookie* /?
    Aku juga mau ngerusuh ah, biar gak kalah sama Asti unnie wkwk :v
    1. Itu kisah mas Youngbae dan mbak Luna nya sedih hueeeee 😥 Itu alur nya mundur kan unn? itu kejadian sewaktu kecil kan unn? Duh unn, gegara baca yang ini nimbulin suatu ide di otakku masa. Aku boleh kan make cast nya mereka unn? Pengen bikin kisah cinta tragis buat mereka gitu unn *plak! Kayaknya keren aja gitu unn make mereka castnya, unnie ngebikin mereka itu pasangan paling tragis kisah cintanya gitu ;-; Tapi aku suka unn, suka sekali, apalagi mas Youngbae terkesan sister complex dan romantis bingiiitttttttt~ ><

    5. Terakhir, mas Jiyoung galau/? Yang rambut pendek itu si Kiko kan unn? Di sini aku suka karakter dia masa, ceria gimana gitu. Cocok aja sama Jiyoung yang kelihatan cool tapi sebenernya childish wkwkwk :v Aku suka suka suka suka ❤

    Dan dari semua cerita ini, aku paling suka cerita nomer 1 masa, tentang mas Youngbae dan Luna. Itu keren dan feel nya dapet banget unn, sumpah. Aku suka dengan pemilihan kata-kata unnie yang gak terlalu ribet dan gak terlalu menekankan pada diksi. Enak aja gitu, ngebacanya ngalir gitu aja. Unnie emang top deh ❤
    Untuk review, paling hanya penggunaan istilah asing yang perlu di cetak miring unn, selebihnya seperti typo aku gak nemuin. Daebak unn~ 😀 Unn, kalau bisa bikin sekuel untuk Youngbae dan Luna lagi ya unn wkwk :3

    Yasudahlah, ku akhiri saja komentar tak bermutu ini. Keep writing unnie sayang, salam cinta dariku~~
    Ppyong~ ❤
    (maaf ya unn, komentar aku jadi nyampah gitu hiks, wp nya error/? -_,-)

    Liked by 1 person

    1. Hai, Putli. telimakacih atas pujiannya. Unnie jadi malu.
      Berhubung Putri detail sekali me-reviewnya, akan unnie jawab per nomor sama seperti @astituidt.

      1. Terima kasih telah menjadikan kisah Younbae-Luna sebagai favorit @asteriaesmerald. Benar sekali, bahwa alur side kick ini mundur. Seperti yg unnie jelaskan sebelumnya di kotak komentar Asti, unnie pengen nunjukin pada reader bahwa Luna itu adalah adik angkat Youngbae *jadi sah dong kalo Youngbae suka ama Luna & memberikan gambaran awal hubungan Youngbae-Luna yg sister-brother complex. Putri ingin bikin kisah mereka? Ya Ampun! Unnie senang sekali. Bahagia rasanya melihat sekuel kisah mereka. Berhubung Love You to Death adalah ending kisah Youngbae- Luna, mungkin bisa dibikin kisah pra-nya kali yak…once again, terima kasih atas apresiasi Putri terhadap cerita Love You to Death.

      2. Banyak sekali yang mengkomentari karakter Seungri yg sok mikir disini. Wuakakak… *colek Seungri, woy, orang-orang nggak nyangka kalo loe bisa serius. Hahahaha… mungkin karena image Seungri yg koplak dan nge-lawak kali ya…

      3. Nah, unnie yg sebenarnya mau berterima kasih banyak sama kamu. Tanpa request sekuel Of All Days darimu, side-kick ini takkan lahir. Apakah sekuelnya sudah menuntaskan keinginanmu? kalo belum, bilang aja. Gpp kok, Putri. Berarti unnie masih berhutang padamu.. 😀

      5. Yap, gadis berambut sebahu itu Kiko. Unnie bikin karakter yg ceria supaya menarik perhatian Jiyong pertama kalinya. Unnie bikin side-kick ini jga pra R.O.D (Ride or Die), unnie pengen nunjukin pada reader bahwa side kick ini adalah kisah awal Jiyong jatuh cinta pertama kali pada Kiko.

      Terima kasih sekali lagi buat Putri. Tanpa review2-mu, unnie nggak akan berkembang ke arah lebih baik. Untuk kata-kata asing yg belum dimiringkan, thanks lho! kamu teliti sekali. mataku kok bular ya, nggak jeli nge-cek ada kata-kata asing yg belum dimiringkan.

      Unnie tunggu kisah Youngbae-Luna versimu ya, Put..
      Peluk Putri balik & salam cinta selalu untukmu. ❤

      Liked by 1 person

    1. Hai unnie cantik, aku kembali 😉

      Demi apa, ada nama aku nyempil masa, jadi terharu aku unn hiks :’) *peluk Aoko unnie* Gak nyangka unnie bakalan ngabulin permintaan aku ngebikin sekuelnya, makasih banyak unn TT^TT *bersujud bareng kookie* /?
      Aku juga mau ngerusuh ah, biar gak kalah sama Asti unnie wkwk :v
      1. Itu kisah mas Youngbae dan mbak Luna nya sedih hueeeee 😥 Itu alur nya mundur kan unn? itu kejadian sewaktu kecil kan unn? Duh unn, gegara baca yang ini nimbulin suatu ide di otakku masa. Aku boleh kan make cast nya mereka unn? Pengen bikin kisah cinta tragis buat mereka gitu unn *plak! Kayaknya keren aja gitu unn make mereka castnya, unnie ngebikin mereka itu pasangan paling tragis kisah cintanya gitu ;-; Tapi aku suka unn, suka sekali, apalagi mas Youngbae terkesan sister complex dan romantis bingiiitttttttt~ ><

      5. Terakhir, mas Jiyoung galau/? Yang rambut pendek itu si Kiko kan unn? Di sini aku suka karakter dia masa, ceria gimana gitu. Cocok aja sama Jiyoung yang kelihatan cool tapi sebenernya childish wkwkwk :v Aku suka suka suka suka ❤

      Dan dari semua cerita ini, aku paling suka cerita nomer 1 masa, tentang mas Youngbae dan Luna. Itu keren dan feel nya dapet banget unn, sumpah. Aku suka dengan pemilihan kata-kata unnie yang gak terlalu ribet dan gak terlalu menekankan pada diksi. Enak aja gitu, ngebacanya ngalir gitu aja. Unnie emang top deh ❤
      Untuk review, paling hanya penggunaan istilah asing yang perlu di cetak miring unn, selebihnya seperti typo aku gak nemuin. Daebak unn~ 😀 Unn, kalau bisa bikin sekuel untuk Youngbae dan Luna lagi ya unn wkwk :3

      Yasudahlah, ku akhiri saja komentar tak bermutu ini. Keep writing unnie sayang, salam cinta dariku~~
      Ppyong~ ❤

      Like

      1. Yaelah koment gue keknya kepotong mulu hiks -_,-

        2. Ngebaca cerita Seungri-Hara gak bikin aku fokus masa unn, itu piku Seungri terlalu keren sampe2 aku bolak balik ngbaca sambil ngeliat pikunya masa ;-; Tolongin saya dohhhhhh *di gampar jungkook* Itu si Seungri bawel ah, sampe ngeraguin segala lagi -__- Tapi aku suka unn, kesannya imut-imut manja gitu/? *apa ini? Meskipun gitu, ane masih lebih suka kalo Seungri di officialkan dengan akyuuuu wkwkwk :v

        3. MY FAV!!!!!! Akhirnya si mas Seunghyun tobat duh ><

        Like

      1. omaigat omaigat! Aoko unnie, itu ceritanya Abang Seungri bikin saya baper sekalee >..< kepengen gigit jadinya arght. asdfghjkl lah, udah nggak bisa berkata apa-apa saking nge-fluff-nya. #wkwkwk /fluffiness overload/

        Itu Youngbae's story-nya paporit aku banget lah. Brother-Sister complex. Jarang-jarang nemu genre FF begituan o.o

        pukoknya gud job deh, Aoko unnie. Salam peluk dari Vris ❤

        Liked by 1 person

        1. Terima Kasih Vris.
          kamu juga bagus bikin fanfic debut yg sweet nan fluff itu.
          cerita Seungri mah nggak ada apa-apanya ama kisah sweetnya Yunhyeong.. hihihi..

          Dan, gomawo juga telah memilih kisah Youngbae sebagai favorit kamu.
          🙂

          Salam peluk, Vris ❤ :*

          Like

  2. Kak pertama-tama aku mau pengakuan dosa dulu kalo sebenernya aku udah baca ini dari semalem pas terima email masuk TAPI AKU BARU KOMEN SEKARANG DEMI APA MAAFKEUN DAKU KAK :’ /kata kak Aoko : lebay amat ah ni bocah 😀 wkwkwkwk

    Kak ni mohon perhatiannya sebentar ya karena aku bener-bener niat ngerusuh ni disini 😀 Check mic wan cu cri for. Oke mari dimulai! 😀

    1. Pengen peluk kak aoko rasanya pas liat side storynya Love you to the death secara aku suka sekali sama genre psyco macam ini heheh dan ternyata keluar side story yang sama sekali berbeda dari ekspetasiku. Huaaa baper ini kak baper banget kenapah dunia begitu kejam ohtidaaakkkkkk T.T Padahal masa kecil mereka manis begindang kenapa harus berakhir dengan bunuh-bunuhan heuuuu~ tapi dari kata2 “Ya, Luna. Aku juga menyayangimu dan akan selalu menjagamu.” bisikku dalam hati. ini udah ketauan banget tuh kalo si Yongbae sister complex ya kak wkwkwk.

    2. Nah sekarang fluffy storynya Seungri. Hahaha bener genrenya fluff ya kak? ato harusnya sad romance? soalnya si Hara ada mewek2nya gitu? Ah entahlah kak, pokoknya aku ngerasanya ini kiyuutt getohh si Seungrinya sok belagak banyak pikiran, ga pantes sama otaknya yang lawak 😀 Dan karena di fic mereka sebelumnya aku sempet protes gegara ngerasa alurnya kecepetan, sekarang aku mau peluk kak aoko lagi karena berhasil membuat daku nyengir2 pada malam hari (soalnya bacanya kemaren malem kak 😀 ) tuntas sudah, gak berasa ngegantung lagi ceritanya wkwkwk~

    3. TOP akhirnya tobattt yeeeaaaaayyy!!! cuma itu yang aku bilang kak. Soalnya dari awal aku udah baper sekale pas baca fic sebelumnya. Kak, penjabaran lorong waktunya ituloh? kok bisa bikin imajinasiku kayak ngikut banget ke dalam cerita yaa?? Ahhh keren ini mah kak Aoko emang paling bisyak dehhhhh aku iriii huhuhuh.

    4. Daesungnya skip doloe ya kak soalnya aku lupa sama cerita awalnya huhuhu/rajam saja asti yang nista ini kak 😥

    5. JIDIIIIIIIII KENAPA KAMU MUNCUL SAMA KIKO YUK PULANG SINI DEDEK TUNGGU DIRUMAH 😀 kak aku males males mo protes sama kamu karena udah bikin aku jeles sekaleeee T.T ficnya ini kayak real story deh kan aku jadi pengen dicintai jidi begitu jadinyaaa wkwkwkwk/diguyur aer.

    Yasudah kak itu aja komenku hehehe. Tak ada review berarti kak karena aku terlalu menikmati ceritanya sampe sebel pas tau kalo ceritanya udah abis 😀
    Kutunggu karya lainnya kak, dan maafkan daku yang telah mengotori kolom komen di fic indahmu ini lalalala~
    Salam sayang dariku ❤

    Liked by 1 person

    1. terima kasih untuk review yg sangat detail dari @astituidt 🙂
      karena Asti sangat detail me-review, akan kakak jawab per nomor juga.

      1. Yap! Kakak memang bikin ficlet pra Love You to Death. Pertama, kakak pengen nunjukin kenapa s Youngbae bisa sesuka itu ama adiknya. Kedua, sebenarnya Luna bukan adik kandung Youngbae lho, jadi gak apa-apa kan kalo mereka jadi pasangan. Nah, berhubung endingnya tragis * hiks, maafkan daku, Youngbae oppa, U always be my sunshine #abaikan kalimat ini
      kakak berharap bisa ngasih gambaran awal kepada reader bahwa meaning dari Love You to Death ini lho…

      2. That’s right! Kakak bikin pasca Let’s Talk About Love, karena review asti yg bilang alurnya kecepatan. Kakak pengen cerita Seungri-Hara nggak menggantung & nggak bikin reader mikir ‘s Seungri kasian amat ya..’ Hahahaha.. so, setidaknya sekarang endingnya nggak gantung kan Asti? *yeah..berhasil menuntaskan cerita ini 🙂

      3. Nah ini memang permintaan khusus dari @asteriaesmerald. Kakak mikir, gimana bikin sekuel yg bagus ya buat kisah pernikahan Haneul & Seunghyun. Fix, aku coba bikin Seunghyun tobat karena introspeksi. Syukurlah, penggambaran lorong waktu itu bisa nyampe ke Asti. Kakak sempat khawatir maksud ini nggak nyampe karena diksi kakak yg terbatas & kurang handal mendeskripsikannya.

      4. It’s okay, Asti. Kalo kamu lupa part ini. Hahaha… 🙂

      5. Kisah GD bikin baper? Bukan kamu & @acu2994 saja, nak yg baper. Aku juga bikin ini karena pengen digituin ama cowok. So, cerita ini adalah khayalan total aku, seandainya aku bisa jadi sosok cinta pada pandangan pertama seseorang. Hahaha…dan kakak senang banget kalo khayalan ini kayak real story.

      Sekarang, kakak mau berterima kasih sangat kepada @astituidt yg telah setia membaca seri Big Bang’s Project, senantiasa men-support & memberikan review yg sangat berarti. I Love U, Asti. Muach…

      Salam cinta selalu untukmu dari Kak Aoko.

      Like

    1. kak, aku balik. /lu ngilangnya 24 jam, cu. lama amat/ XD

      seperti kata Ren. aku gk tw mau ngmg apa lgi. sumpah ini keren begete.
      tapi utk yg paling suka yg mna. aku suka yg taeyang, abang top ama jiyong.
      nah ini, yg Jiyong bikin aku sama kayak asti, JELES MAKSIMAL T__T

      Liked by 1 person

      1. asal jangan ampe tiga tahun ya ngilangnya *kayak Big Bang hiatus saja. Hahaha…

        Terima kasih @acu2994 atas pujiannya. Kamu juga keren kok! Kasi dua jempol untuk Acu!!

        Kisah favorit kamu Taeyang, T.O. P & GD? Astaga! Kakak senang kalo tiga kisah ini menjadi kesukaan kamu. Kakak sempat khawatir nih side-kick berujung makin aneh & malah bikin reader tambah pusing. Hahahaha..

        Gomawo telah mengikuti seri dari Big Bang’s Project dari awal *bow.
        terima kasih atas review-nya dan segala apapun itu yg telah Acu berikan.
        Jangan segan-segan me-review ya kalo memang ceritanya baik dari penulisan ataupun kisahnya nggak nyambung. Hehehehe

        Salam peluk bagi Acu… ❤

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s