[Vignette] Replica

replica

REPLICA

Starring,

Song Yun Hyeong || Oh Seung Hee

Slight!Shin Hal Jung || Slight!Han Sang Hyuk

Romance, Fluff || PG-15

.

A vignette (1350 words) is presented by Aiveurislin © 2015. Dedicated for all Yun-Hee’s fans all around the world. All rights reserved.

[Desclimer] they belong to themselves. The story is purely mine. Plagiarism is prohibited!

.

Terbukti sudah, Yun-Hyeong memang tidak bisa hidup tanpa Seung-Hee.

.

SI-NO-SI-JAK, SHOWTIME!

“Sudah aku bilang untuk menyerah saja, Oppa!”

Hal-Jung meruntuk. Ia sungguh putus asa menghadapi sifat keras kepala Yun-Hyeong. Gadis itu lagi-lagi meraup cangkir tehnya dan menyeruputnya hingga cangkir itu teronggok kosong. Tak ia palingkan tatapan mengerikannya dari sosok Yun-Hyeong yang sedang kalang kabut frustasi.

“Ayolah, Hal-ie. Aku harus punya wibawa di hadapan Seung-Hee. Tolonglah aku sekali ini saja,” pinta Yun-Hyeong memelas. Heol! Hal-Jung sungguh tak habis pikir kenapa pria duapuluh satu tahun macam Yun-Hyeong bisa memiliki sisi egois seperti anak usia empat tahun. Benar-benar tak bisa dipercaya! Gadis Shin itu meletakkan cangkir tehnya dengan kasar di atas meja. Kedua lengannya telah tertumpuk di depan dada, bersiap menghujani Yun-Hyeong dengan semburan kata-kata dari mulutnya. Ugh, ia sudah kehilangan kesabaran rupanya.

“Wibawa pantatmu, Oppa! Sudahlah, aku harus pergi. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan. Lagipula aku terancam akan dikuliti Ji-Won Oppa jika aku menuruti kemauanmu untuk menjadikan Hye-Jung unnie ‘pacar palsu’-mu! Kau ‘kan juga sudah tahu jika mereka telah bertunangan!” kesal Hal-Jung lalu menjumput Letters Fold Over Clutch handbag bermerek Saint Laurent miliknya –hadiah ulang tahun dari Chan-Woo yang tergeletak di atas meja. Ia bersiap untuk bangkit dari tempat duduknya setelah mendengar kata-kata terakhir yang akan Yun-Hyeong katakan padanya siang ini.

“Kau benar-benar kejam, Hal!” cerca Yun-Hyeong.

Whatever you said, Song! Aku pergi. Chan-Woo Oppa mungkin sudah menungguku di halte biasa. Selesaikan secara baik-baik, itu saran terbaik yang bisa aku berikan,” Hal-Jung pun bangkit dan melenggang keluar kafe, meninggalkan Yun-Hyeong yang kini tengah mengerang frustasi. Dijambaknya pelan helai-helai rambut hitam kecoklatan miliknya. Sekelebat alasan-alasan yang kini menyerbu benaknya. Namun sialnya tak ada satu alasan pun yang bisa diterima otaknya. Geez, bodoh!

Hampir saja pemuda bermarga Song itu bangkit dari kursinya, lonceng kecil yang tergantung di pintu masuk kafe bergerak dan mengeluarkan suara gemerincing yang nyaring. Yun-Hyeong menoleh dan menemukan sosok –calon mantan- kekasihnya melenggang masuk ke kafe dengan balutan yellow striped shirt dilengkapi cardigan dan denim skirt. Tampak manis dan kasual jika dipadu-padankan dengan proporsi tubuh ideal Seung-Hee. Yun-Hyeong berusaha menahan mimik bahagianya. Ia pun bangkit dari kursinya dengan wajah yang berubah datar tanpa ekspresi. Oh, inikah yang ia sebut ‘berwibawa’?

“Seung-Hee-yah,”

Gadis bernama lengkap Oh Seung-Hee itu menoleh. Untuk sepersekian detik, Sirat mata cantiknya bersirobok dengan sirat datar milik Yun-Hyeong. Oh My God! Suasana terik di musim panas ini mendadak dingin dirasakannya. Seung-Hee pun akhirnya menggerakkan tungkainya mendekat.

“Bagaimana Tuan Song? Apa kau berhasil menemukan replika penggantiku?” tanya Seung-Hee.

Yun-Hyeong mengangkat sedikit dagunya, sarat akan wibawa –katanya. Pemuda itu mendecih remeh. Ditatapnya penampilan Seung-Hee dari kepala hingga kaki. Sungguh, ia berani bertaruh jika Oh Seung-Hee memang tidak pernah berubah. Gadis itu bukanlah macam Ha-Yi yang perfectionist atau pun Hye-Jung yang dewasa dan berkelas. Dan janganlah pernah berpikir untuk menyamakan dia dengan Hal-Jung yang feminin dan kekanakan. Seung-Hee punya gayanya sendiri, style alami yang berhasil mencuri seluruh perhatian Yun-Hyeong.

“Aku tidak membutuhkan replikamu, Nona Oh. Aku dapat dengan mudah melupakanmu,” ketus Yun-Hyeong. Pemuda itu bersedakap sembari memamerkan smirk andalannya. Hell, Siapa coba yang tahan dengan senjata andalan semua pria itu? Geez.

Ah, baguslah kalau begitu,”

Seung-Hee mengalihkan perhatiannya dari Yun-Hyeong. Kedua tungkainya tergerak menuju order-counter untuk memesan satu cup ice vanilla latte kesukaannya. Yun-Hyeong mengekori langkahnya. Tingkahnya benar-benar jauh dari kata ‘berwibawa’. Bahkan mungkin lebih mirip anak bebek yang selalu mengikuti induknya kemana pun sang induk pergi. Ekspektasinya sangat jauh dari realitas yang ada.

“Seung-Hee-yah…”

“Sebentar!” potong Seung-Hee. Gadis itu merogoh trunk bag-nya lalu menjumput sebuah benda persegi berlayar datar yang sedari tadi terus berdering dan berkedip. Tulang pipi Seung-Hee langsung terangkat bersamaan dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya saat membaca identitas sang penelepon. Dengan cepat, ia menarikan jemarinya di atas layar datar ponselnya lalu menempelkan benda itu ke telinga kanannya.

Yoboseyo, Sang-Hyuk-ah!”

Wajah datar penuh kebanggaan Yun-Hyeong langsung mengeruh mendengar seruan gembira Seung-Hee saat menerima telepon dari sang penelepon tak tahu diri, Han Sang-Hyuk –musuh besarnya. Bibir Pemuda Song itu langsung mengatup, bungkam. Moodnya yang sudah membaik kini justru jatuh dan hancur tak bersisa karena telepon laknat itu. Sungguh ia ingin mengutuk si penelepon tak tahu diri dan berteriak padanya jika gadis yang bernama Oh Seung-Hee adalah miliknya. Perlu di garis bawahi, MILIKNYA!

Ah, bagaimana jika dua jam mendatang? Di taman Apgujeong?”

“….”

Ne, aku pasti tidak akan lupa. Sampai bertemu di sana, Han!”

Seung-Hee menutup sambungan telepon Sang-Hyuk dan memasukkan benda persegi tipis itu ke trunk bag-nya. Ditatapnya Yun-Hyeong yang membungkam tenang sambil menyapukan radar matanya menembus jendela yang menangkap objek jalanan Seoul yang ramai lalu lalang, “Tadi, apa yang ingin kau bicarakan, Song?”

“Tidak ada. Lupakan saja,” tukas Yun-Hyeong. Seung-Hee pun mengedikkan bahunya dan beralih meneliti isi tasnya, menjumput beberapa lembar won dari dalam sana.

Oh baiklah. Aku harus pergi. Tolong sampaikan salamku untuk Eun-Jin. Aku akan mengunjunginya lain waktu,” ujar Seung-Hee sembari menyerahkan beberapa lembar won itu ke kasir, menukarnya dengan cup ice vanilla latte yang tadi ia pesan. Gadis itu berbalik menggerakkan tungkainya menuju pintu kafe sembari menyeruput vanilla lattenya melalui sedotan.

Langkah Seung-Hee langsung tertahan begitu jemari Yun-Hyeong menggenggam kuat lengan kanannya dan menariknya mendekat, sangat dekat hingga Seung-Hee pun dapat melihat garis rahang tegas Yun-Hyeong di depan matanya

Waeyo?”

Glek. Seung-Hee menelan ludahnya susah payah. Oh tidak! Posisi ini adalah posisi skakmat untuknya.

Yun-Hyeong tak menjawab. Perlahan pemuda itu justru menunduk menatap lurus sirat Seung-Hee yang meredup terkejut. Gadis Oh itu terkesiap menahan napas begitu ujung hidung mancung Yun-Hyeong menyentuh hidungnya. Bibirnya melembab saat bibir Yun-Hyeong menciumnya. Kedua matanya membulat. Paru-parunya terasa mati rasa. Yun-Hyeong menyentuhnya dengan sangat lembut hingga ia pun tak bisa berkata sepatah-duapatah kata.

Yun-Hyeong perlahan melepas tautan bibirnya dari bibir Seung-Hee. Namun pemuda itu tak kunjung menepis jarak antara ia dan Seung-Hee, cukup dekat hingga Gadis Oh itu dapat merasakan embusan napas hangat Yun-Hyeong menerpa kulit wajahnya, “Jangan bertemu dengannya,”

“Tapi-“ ucapan Seung-Hee terpenggal oleh kecupan singkat Yun-Hyeong, “Jangan membantah,”

Seung-Hee menatap dalam sirat Yun-Hyeong, “Yun-Hyeong-ah, aku-“

Lagi-lagi, kecupan singkat Yun-Hyeong memutus untaian kata yang terucap dari bibir gadisnya. Ditengkupkannya wajah Seung-Hee dengan kedua tangan besarnya, sekaligus dikuncinya sirat gadisnya hingga hanya ada pantulan dirinya di bola mata Seung-Hee.

“Seung-Hee, sebentar. Dengar, kau memang sepenuhnya benar. Aku memang tidak akan pernah menemukan replika pengganti dirimu. Karena apa? Karena aku masih berhak memilikimu dan akulah yang berhak memilikimu. Seung-Hee-yah, aku tidak membutuhkan replikamu. Yang kubutuhkan adalah kehadiranmu di sisiku,” ujar Yun-Hyeong yang membuat senyum Seung-Hee perlahan mengembang. Direngkuhnya tubuh hangat Yun-Hyeong dalam dekapannya. Debaran jantung Yun-Hyeong terdengar seirama dengan degub jantungnya. Entahlah, rasanya seperti puluhan kupu-kupu sedang berterbangan di perutnya.

“Kau tidak bohong ‘kan, Song?”

Yun-Hyeong mengelus perlahan surai coklat milik gadisnya, “Aku akan segera menemui orang tuamu untuk membuktikan semua ucapanku. Percaya?”

Seung-Hee membisu terpana. Ucapan Yun-Hyeong sungguh diluar ekspektasinya. Bagai angin segar yang menggelitik indera pendengarnya, membuat senyumnya terukir lebih indah, “Baiklah, aku akan menunggunya, Tuan Song. Tapi, aku tetap harus menemui Sang-Hyuk untuk mengembalikan catatannya yang aku pinjam kemarin.”

Sirat Yun-Hyeong pun kembali menajam. Seung-Hee yang peka akan perubahan ekspresi Yun-Hyeong berusaha mematahkan kesalahpahaman kekasihnya, “Tidak akan lama. Aku akan segera kembali. Lagipula aku akan langsung menolak tawaran kencannya dan mengatakan bahwa aku sudah dilamar olehmu.”

Yun-Hyeong pun akhirnya luluh. Pria itu terdiam sejenak lalu menjilat bibirnya yang kering, “Kajja! Aku akan mengantarmu. Taman Apgujeong ‘kan?”

Seung-Hee masih tak bergeming meskipun Yun-Hyeong telah menarik lengannya.

“Kenapa diam? Masih ragu?” tanya Yun-Hyeong. Nyawa Seung-Hee yang melayang kini terhempas kembali merasuki raganya. Gadis itu menatap kekasihnya bingung bagai orang linglung.

Yak, perlu kau ketahui jika kafe itu milik keluargaku. Jadi, tentu aku tahu konsekuensinya jika aku melanggar semua ucapanku. Lagipula….” kening Seung-Hee mengerut ketika Yun-Hyeong dengan sengaja memenggal ucapannya. Yun-Hyeong pun perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah gadisnya.

“Lagipula ayahku dan ibuku tadi sedang berada di sana dan yeah, melihat semuanya.”

YAK SONG YUN-HYEONG!” pekik Seung-Hee yang langsung memancing seluruh perhatian tertuju pada mereka berdua.

Ssst, jangan mengomel atau aku cium. Ayo pergi!” Yun-Hyeong menarik lengan Seung-Hee lebih kuat, membuat gadis itu sedikit terhuyung selagi menyamakan langkahnya dengan langkah pemuda itu.

Gemerincing lonceng yang tergantung di pintu kembali terdengar. Langkah Seung-Hee terasa ringan ditapakinya. Ia tidak keluar dari tempat itu sendirian. Ketukan-ketukan tungkainya berpadu-padan dengan irama langkah Yun-Hyeong, selagi kedua tangan mereka bertautan erat seakan menyambut terik mentari musim panas ini.

-fin.

Huwaaa, sebenernya Vris juga gak sadar kenapa bisa bikin fiksi kayak gini buat debut T.T Sumpah ini cheesy-nya minta ditabok xD yasudahlah, yang penting para 00’liner sudah debut dengan karya yang berbeda-beda #proudtobe00line. Ren dengan Horror yang bikin merinding, Azzura dengan Sad yang bikin nangis, dan Vris yang bikin Fluff yang bikin mau muntah. #hueeeks

Taraaa….. Yun-Hyeong & Seung-Hee lah yang terpilih untuk menjadi role model debut saya #ketawanista. Yup, Vris udah fall in love banget sama couple ini. Sama-sama 95’liner dan kalo di-pairing cocok banget /hastag promosi :p /

Uyeeay, Vris akhirnya debut di sini! /sujud syukur/ :’) aduh jadi terharu nih #alay. Yang jelas, dituggu review-nya ya, Senpais!

p.s : Aduh, Ren maaf banget Hal-Jung nyempil dikit di plotnya. Biasa, pengen ngeksis walaupun nggak ada Chan #muehuehue

Salam hangat dari VrisBin

Advertisements

24 thoughts on “[Vignette] Replica

  1. uwaaaawww vris !!!! ini yunhyeong kenapaaaa bisaaa banget manis begini ??!! aku taunya itu bocah nyengir mulu.. konyol mulu.. hahaha duuuhhh gimana kalo aku belok ke yunhyeong gegara baca iniii ???!!!

    btw ini fic debut kamu ??? saolooohhhh keren amaaaattt *-*
    ngefluff parah bikin senyam senyum sendiri… mauuuu dooong di lamar jugak !! hiks :’)

    aku sukaaaakkkk ❤ ❤ :*

    Like

    1. Halo Kak Diah, maaf baru sempet ngelinguk ke komenannya kakak ini T.T
      Hiyaaa, Yoyo ga gitu. Dia kan romantis bahkan lebih romantis dari Chanu #langsunggampar xD jangan dums, tambah sipit aja. Biar nge-emes-in :p

      Iyaaaa kak. Makasih, punya kakak lebih tauk. Hehehe, cepet-cepet cari ya kak, biar ga baper kalo ketemu yoyo 😉

      Mucihyoooo ❤ ❤

      Like

  2. Haiii Vrisss~~ Happy debut yaaaa *tebar tiket konser Bigbang*

    GILAAA AKU SUKA BANGET FF INI >< bahasanya keren sekali huhuhu kamu kok bisa bikin ff se kyut dan semanis ini. *curcol karena gabisa bikin fluff*

    Yunhyeongnya bikin greget atuhlah, jadi pengen dimakan huhuhu ):

    Kayaknya segini dulu aja deh, hehe. Ditunggu ff comebacknya ya ^^

    Like

    1. Huwa makasih Azzura ^^ /tangkep tiketnya xD/

      Ahaha… keseringan makan permen kali yaw sampe sakit gigi nih. xD aku malah kebalikanmu, ga bisa yang namanya nulis ff angst sampe nangis gitchu T.T

      Aduh, jangan apa-apain Yun-Hyeong aku *emot marah* lemparin aja ke aku. Nanti aku karungin trus aku bawa pulang deh #ditabok_jidi

      Iya. Ditunggu kambeknya kamu juga yaw 😉

      Liked by 1 person

  3. Bintan, aku kembali maaf lama hahahaha
    pertama-tama aku mau tanya. kok bisa sih kamu bikin Yunhyeong-KU se imut gitu?
    Trus ya bagian yang aku suka dari setiap penggal cerita itu. ini:

    1. “Yun-Hyeong tak menjawab. Perlahan pemuda itu justru menunduk menatap lurus sirat Seung-Hee yang meredup terkejut. Gadis Oh itu terkesiap menahan napas begitu ujung hidung mancung Yun-Hyeong menyentuh hidungnya. Bibirnya melembab saat bibir Yun-Hyeong menciumnya. Kedua matanya membulat. Paru-parunya terasa mati rasa. Yun-Hyeong menyentuhnya dengan sangat lembut hingga ia pun tak bisa berkata sepatah-duapatah kata.”
    – Spontan senyumku langsung mengembang, karena terasa hati ad yng nggelitik. 😀

    Setelah baca2 lagi. aku ketawa lagi sama bagian yang ini :
    2. “Lagi-lagi, kecupan singkat Yun-Hyeong memutus untaian kata yang terucap dari bibir gadisnya. Ditengkupkannya wajah Seung-Hee dengan kedua tangan besarnya, sekaligus dikuncinya sirat gadisnya hingga hanya ada pantulan dirinya di bola mata Seung-Hee.”
    – Ini rasanya aku pengen jambak-jambak rambutnya Yunhyeong. hati aku geli, mata ku berair, tandanya ff kamu cute abis, smpe bisa bkin mta ku berair cma dengan kata-kata kek gitu. XD

    baca lagi, kedapetan lagi kalimat Yunhyeong yang bikin aku semakin menyipitkan mataku.
    3. “Lagipula ayahku dan ibuku tadi sedang berada di sana dan yeah, melihat semuanya.”
    – Nah yang ini, Yunhyeong minta kena toyol-toyol kepalanya. hahaha :v

    yang terakhir.
    4. “Ssst, jangan mengomel atau aku cium. Ayo pergi!” Yun-Hyeong menarik lengan Seung-Hee lebih kuat, membuat gadis itu sedikit terhuyung selagi menyamakan langkahnya dengan langkah pemuda itu.”
    – Yang terakhir ini, buat aku ngiri setengah mati. jadi pengen Yunhyeong. huaaaaaaaaa T__T

    sepenggal dari koment saya yang singkat ini dan yang terlalu baper gini.
    ditunggu FF comeback mu yang lain ya, Bin.

    sekali lagi semprot snow pray. yeaaayyyyy.. ~

    oke bye.
    Ppyong~~~~~

    Liked by 1 person

    1. Ai-looo kakak. ga papa koks, yang penting sepotnya udah ditepatin 🙂
      Itu mah bukan imut, tapi bikin muntah xD
      Aduh, itu komen kakak paporit banget lah 😀 😀 Mendetail gitchu ❤ Maafin saya yang bikin FF baper gini T.T
      Iya, kak. Ditunggu karyanya kakak juga yaw 😀

      Like

  4. A-lo Bin 🙂 *ngikut
    Yahaa! Akhirnya kamu debut juga, duuhh..

    As always, ff punya kamu keren. Aku bingung, kita sama-sama 00Liners, tapi kok ya, aku gak bisa sebagus kamu. Aduh maluunyaa 😦 kamu nulis dari kapan siih Bin?

    Oke, sepengelihatan mataku yang rabun ini, ini gak ada typo. Beneran, deh. Diksinya juga kece ^^

    Dan, kamu nyinggung Haljung lagi.. ato cepet buat ff Hal-Chan lagi ^^
    Aku tunggu kambekmu yaa 😀

    Like

    1. Aloha Ren 🙂 iya, akhirnya aku debut juga. /sujud syukur/ /peluk hanbin/ *eh

      Aduh, kamu terlalu muji deh kayaknya, Ren. Beuh, FF aku mah ga ada apa-apanya dibanding FF para senpais. Masih perlu belajar sama ahlinya *lirik tetua* masih belum lama koks 🙂 belajar waktu kelas 8 akhir. Yah, jadi ga senior-senior amat 😉

      Beneran nih? Alhamdulillah. Aish, makacih. Sumpah deh Ren, komenan kamu bikin aku baper tingkat dewa xD

      Iya deh, doain aja cepet kambeknya yaw~

      Papoy~

      Liked by 1 person

  5. Yeah!! Vris debut!! *gelar banner ucapan selamat.
    Memang Daebak nih 00Liners! Debut dengan berbagai genre.

    Betewe, nih cerita bikin iri deh.. mau donks dilamar kayak Seung-Hee. *abaikan saja bagian ini.
    Aku udah nggak bisa komen apa-apa karena tulisan kamu bikin aku baper..

    Ditunggu karya selanjutnya ya Vris..
    Salam kecup dari Aoko unnie :*

    Liked by 1 person

    1. Whoaa, thanks Aoko Unnie /salam ketcup dari Vris a.k.a Chan-Woo punya/ xD
      Huwaa iya donks, siapa dulu Unnie-nya /lirik Aoko Unnie/
      Nanti deh Vris bilang ke Jidi saem buat ngelamar unnie. Atau mau pilih siapa? nanti Vris bilang deh xD
      Huuh, Vris sendiri aja baper sama tulisan ini. Heran kenapa Vris bisa nulis FF gini *eh?
      Iya, Unnie~~ Aku tunggu karya unnie juga ^^
      :* muah muah deh dari Vris 😉

      Like

  6. Vris, kamu apain dedeknya aku yang baru aja baper sekarang udah mau nikah ajaaa ohtidaaaaak dek ayo pulang nuna belom rela ditinggal nikah 😥 /abaikan drama keluarga ini, Vris 😀

    Pertama-tama mau ucapin syelamat doloe karna kamu udah berhasil debut dengan selamat/? engga denk, maksudnya dengan kece membahana 😀
    Ini keren lo, Vris. Syungguhhhh~ Fluff abiess aku bacanya nge-fly ini yaTuhan si dedek kenapa bisa gitubanget sih dek lu malu-maluin ah ngelamarnya pake acara cemburu-cemburuan gitu wkwk 😀

    Reviewnya mungkin cuma yang “Yun-Hyeong menyentuhnya dengan sangat lembut hingga ia pun tak bisa berkata sepatah-duapatah kata.” ini kayaknya penggunaan katanya terlalu boros ya vris. Kalo diganti sama “Yun-Hyeong menyentuhnya dengan sangat lembut, hingga tak ada sepatah-duapatah kata yang mampu diucapnya” kayanya bakal gak lebih belibet bacanya/ini ceritanya gue sok ngeripyu,Vris padahal sendirinya ga bisa nulis sekeren kamu 😀

    Trus untuk yang kata ‘bersedakap’ apa seharusnya bukan ‘bersedekap’ ya Vris?/ ato aku yang salah yaa? maapin ya atas ke-sotoyanku yang luwar biyasa ini hueee~ Gampar aja gapapa vris kalo aku salah hehehe 😀

    Yodah sedikit cuap-cuap itu aja dari aku/SEDIKIT DARI MANASIH KAK?? BANYAK BEGINDANG BIKIN MATA JULING TAUK (kata vris 😀 )
    Kutunggu special comebacknya darling~
    Salam sayang dariku ❤

    Liked by 1 person

    1. Huwaa… Kak Asti T.T peulis jangan timpuk Vris dengan butiran debu(?) Vris ga apa-apain si Yunhyeong koks. Dia aja yang mau tanggung jawab atas apa yang terjadi tadi malam *eh? /hastag ngelantur xD/

      Thanksseu Kak Asti /kirim peluk cium dari om jidi/ waduh jangan ngefly jauh-jauh, Kak. Nanti Yun-Hyeong baper ga digangguin kakak xD

      Makasih loo reipyunya 🙂 eeih, kakak mah masih ukuran senpai buat aku. Aku juga belajar dari kakak /thanks a lot!/ 😀

      Hehe, Vris juga belum tahu kak. Belum buka kamus B. Indo. Tapi makasih lhoo buat koreksinya. Itu juga kata ‘terhempas’ harusnya ‘terempas’ -_- Mata kakak mungkin juling gara-gara ngoreksi fiksi aku #deep_bow

      Ga pa pa kok kak. Vris mah gitu. Komen sepanjang ficlet ini dibales komen sepanjang drabble xD yang penting jan sampe mata kakak juling gara-gara liat balesan Vris 😉
      tungguin aja kombek perdananya Vris ya kak^^

      p.s : komen kakak paporit Vris lhoo.. makacih banget review-nya /lempar Yun-Hyeong ke kasur Kak Asti/ xD :p

      Like

    1. Holllaaaaaaaaaaaaa~ Aku balik *tebar CD Jungkook* wkwk :v

      Pertama-tama, aku mau teriak dulu AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!! INI FF KENAPA BISA SEROMANTIS INI SIH??!!!!! AKU BAPER MASA BAPER!!! INI TERLALU MANIS, TERLALU INDAH, TERLALU UNYU MASA >,,<
      Saeng, aku rikues masa. Bikinin aku sama Hanbin dong wkwkwk :v Ane tunggu :3

      FF ini bagus masa. Kamu mah kayaknya udah jago ya di dunia per-ff-an/? Good job saengiee~
      Yasudahlah, aku akhiri saja komentar tak berarti ini. Semoga mata indahmu tak juling membacanya. Dan kayaknya komentar ini menjadi komentar terpanjang mengalahkan komentar panjangnya Asti unnie wkwk :v
      Keep writing saeng, salam cinta dariku~
      Ppyong~ ❤

      Like

      1. Yasalam komentar gue kepotong yaelah -_-

        Inilah yang namanya bener-bener FF fluff. Kamu berhasil ngebikin FF yg emang bener2 fluff saeng, aku iri masa. Aku gak bisa bikin ff beginian tapi kok kamu bisa sih? ;-; Belajar dari mana coba? Ajarin aku dong hueeeee TT^TT
        Dan diksi kamu itu loh. Banyak yang aku suka di sini. Keintiman Yoyo sama Seunghee itu bikin iri loh. Aku asli baper. Kamu pinter ngerangkai kata-kata jadi sweet gitu, bikin jejeritan gaje doh ;-; Dan aku gak nemuin typo sama sekali. Keren ;-;
        Alurnya mengalir gitu aja, begitu pelan dan syahdu seperti aliran sungai nil/? *nahloh wkwk Tapi bener2 suka masa. Dari part FF ini, aku paling suka ini;
        “Yun-Hyeong pun akhirnya luluh. Pria itu terdiam sejenak lalu menjilat bibirnya yang kering”
        YA AMPUN!!!! Itu ngebayangin si Yoyo ngejilatin bibirnya yang teroleskan lipbalm bener2 bikin aku melted masa AAAKKKKKKKKK >,<

        Liked by 1 person

        1. Aih, kakak, akhirnya balik. Pake acara tebar cd jungkook lagi xD omaigat waraskan pikiran saya yang masih inosen ini /aduh, bo’ong banget dah nih anak/

          Masa sih? Ini mah FF yang bikin banyak orang baper dah. Aduh sungkem dulu sama reader yang udah aku bikin baper xD aku gak pernah belajar bikin FF fluff gini kak. Soalnya ngalir gitu aja di otakku gitu. Kalo ff angst, action, dan horror tuh baru aku masih tahap belajar di tingkat yang paling dasar T.T huwee aku malah sering iri kalo liat karangan orang yang bisa bikin orang nangis 😦 Dan komen kakak jadi paporit aku juga. Makasih banyak ya kak 🙂

          Aduh, jangan melted sama si Yoyo, nanti Jungkooknya lari ke aku. Padahal ‘kan aku udah milik Bang Chan >…<

          Like

          1. Duh kamu ini sok polos duh :””)
            Baper aku masa, gak boong suer wkwk entah kenapa aku lebih suka biking angst, action ataupun fantasy. Utk fluff, sebenernya udh kebayang adegan yg sweet gitu/? Tapi gak tau entah kenapa kurang sreg aja ngetiknya hueeeee TT^TT
            Jungkook gak akan selingkuh. Dia terlalu setia sama aku :3

            Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s