[Vignette] Love You to Death

Taeyang- Love You to Death

Scriptwriter : Aoko Cantabile

Main Cast : Dong Youngbae (Taeyang Big Bang), Luna (OC)

Support Cast : –

Genre : Sad, Angst, Crime, Dark (maybe)

Duration : Vignette (±1200), Songfic

Rating: PG17+ for kill and suicide materials

Disclaimer :

These fanfiction dedicated to BIG BANG Comeback on May after 3 years. 

*BIG BANG Project (5)

Let’s Read & Review !!

###

Kau tau matahari dan bulan takkan pernah bersatu.

Aku tak ingin nasib kita berakhir seperti itu.

Even if I go crazy
If it’s because of you, it’s okay
I want both heaven and hell to be you

*Luna PoV

Aku merasa tak nyaman dengan suasana ini. Detik demi detik waktu berjalan, jantungku semakin cepat berdetak. Americano yang kugilai tak kusentuh sejak sepuluh menit yang lalu. Kulirik jendela Coffee Shop berulang kali, tak terlihat tanda-tanda bahwa ia datang. Tak ingin terjebak dengan perasaan gundah lebih lama, aku menyesap kopiku agar rasa gugup ini hilang.

Tiba-tiba, pintu masuk kafe terbuka. Dia akhirnya datang. Dia kemudian melihatku duduk di pojokan, menghampiriku dan duduk di hadapanku. Kuamati dia sesaat, penampilannya jauh dari kata siap. Dahinya penuh dengan buliran keringat. Matanya merah dan bibirnya pucat. Saat ini, dia sedang mengatur nafasnya kembali.

“Maafkan aku membuatmu menunggu lama. Kau memintaku datang secara tiba-tiba. Kuputuskan untuk menemuimu setelah pekerjaanku selesai. “ ucapnya. Dia lalu melepas jaket jeans yang menutupi kemejanya dan meletakannya di meja.

“Oppa, maafkan aku.” ujarku sambil menahan agar air mata ini tidak tumpah. Dia melirikku sekilas dan menyipitkan matanya.

“Ada apa denganmu? Kenapa kau minta maaf, Luna?” tanyanya padaku. Aku sungguh tak bisa menatapnya kembali. Aku ini memang wanita yang tak tau diri. Aku tak bisa membalas kebaikan pria di depanku dan malah ingin menghancurkan perasaannya.

“Luna?” tanyanya kembali. Aku bergetar mendengar suaranya. Keringat dingin telah membasahi kedua telapak tangan yang sedari tadi kugenggam erat.

“Kau tau matahari dan bulan takkan pernah bersatu. Aku tak ingin nasib kita berakhir seperti itu. Tapi, takdir memaksa kita untuk berpisah. Maafkan aku, oppa. Hubungan kita harus berakhir sekarang.” ucapku lembut. Kuambil sebuah undangan dari tasku dan menyerahkan padanya dengan perlahan. Aku tak berani melihat reaksi wajahnya saat mendengar apa yang kuucapkan tadi.

“Jadi kau akan menikah minggu depan dan meninggalkanku begitu saja, Luna?” tanyanya pelan. Kuberanikan diri untuk menatapnya dan air mataku jatuh saat melihatnya terluka.

“Oppa, aku sudah mengatakannya padamu berulang kali. Kita takkan pernah bisa bersatu. Kita hanya memaksakan kehendak kita di tengah pusaran takdir yang telah pasti. Kau matahari dan aku bulan. Kita tak bisa beriringan berjalan. Sudah saatnya bagi kita untuk berpisah. Kuharap kau akan menemukan wanita yang jauh lebih baik dariku. Selamat tinggal dan aku sangat mencintaimu.” Aku mengucapkan salam perpisahan padanya. Aku kemudian melangkah keluar dan meninggalkannya disana. Aku tak ingin menoleh ke belakang karena itu hanya akan membuatku lemah. Aku memang kejam tapi ini adalah hal yang tepat. Youngbae oppa pantas untuk mendapatkan kebahagiaan dan itu bukanlah dariku.

*Youngbae PoV

Aku masih diam karena tak menyangka apa yang kubayangkan selama ini terjadi. Luna meninggalkanku. Hubungan sepuluh tahun yang kami jalani bersama kandas hari ini. Aku hanya bisa menatap selembar undangan yang ia tinggalkan di meja. Dia akan menikah dan pria itu bukanlah aku. Kenapa takdir merampasnya dariku? Aku bersusah payah meraih dan mempertahankannya tetapi dia tetap merebut Lunaku. Pikiranku kusut dan hatiku kelu membayangkan Luna mengucapkan janji pernikahan untuk pria asing. Apa yang harus kulakukan? Sebersit ide terlintas di otakku. Jika ini memang caranya, aku akan melakukannya. Apapun itu asal Luna berada di sampingku.

Aku kemudian menelepon Luna untuk memintanya datang ke apartemenku malam ini. Kusisipkan alasan ‘untuk terakhir kali’ sehingga ia menyetujui permintaanku. Aku bergegas meninggalkan Coffee Shop dan berlari pulang.

###

*Luna PoV

Aku berdiri di depan pintu apartemen Youngbae oppa. Kulirik jam tangan dan sekarang menunjukkan waktu tengah malam. Tak pantas rasanya seorang wanita bertandang ke rumah seorang pria. Akan tetapi, aku harus melakukannya. Perpisahan ini walau terasa berat tetapi kami harus melewatinya dengan ikhlas. Keinginanku tak lebih dari sekedar Youngbae oppa bahagia dan move on. Kutekan bel kamarnya perlahan. Terdengar alunan nada familiar disana. Pintu lalu terayun lemah dan terlihat dia disana. Keadaannya jauh lebih memprihatinkan dari pertemuan kami sebelumnya. Dia meraih tangan kananku dan menarik badanku ke pelukannya. Kuhayati hangatnya tubuh kami bertaut dan ada rasa sesal yang menyusup ke dalam pikiranku.

“Luna, tak bisakah kita pergi jauh dari negara ini dan hidup bahagia berdua selamanya?” bisiknya di telingaku. Aku diam membeku. Apa sebaiknya aku menerima ajakannya dan lari dari kenyataan? Tapi, itu bukanlah hal yang benar. Sejauh apapun aku berlari, aku tak bisa lari dari Tuhan.

“Oppa, maaf. Aku tak bisa. Aku melakukan ini juga demi kebaikan oppa.” Aku mengucapkannya dengan susah payah. Aku juga menginginkan hal yang sama sepertinya. Aku ingin kami berdua bisa menjalani sisa hidup kami dengan bahagia selayaknya pasangan normal. Tapi, itu tak mungkin. Ada sebuah garis yang membatasi kami untuk mewujudkan harapan itu.

Aku berinisiatif untuk melepaskan pelukan kami. Youngbae oppa kemudian menatapku dengan tatapan sendu. Sulit rasanya untuk melihat tatapan itu. Air mataku tumpah karenanya. Youngbae oppa mengusap air mataku dengan tangannya. Dia lalu mencium dahiku dan bergerak mengunci bibirku dengan ciumannya. Aku sontak kaget dan berusaha menolaknya tapi tak bisa. Kedua tanganku ia genggam dengan erat. Ciumannya lembut bergairah. Aku tahu ini terlarang tapi aku lemah dan tak kuasa untuk menolaknya. Ciuman kami berakhir dengan rasa sakit yang menusukku. Kulirik tubuhku dan terdapat pisau yang menancap di dadaku. Apa maksudnya ini?

“Jika aku tak bisa memilikimu maka tak ada orang lain juga yang berhak memilikimu.” ucapnya perlahan. Dia mengenggam tanganku semakin kuat sehingga aku tak bisa memberontak dan mencabut pisau itu.

“Oppa, maaf.” ujarku lemah. Air mataku kembali menetes. Rasa sakit menguasai tubuh dan hati. Dia memang tak memiliki niat untuk melepaskanku selamanya. Kuanggap hal ini pantas kuterima. Mati di tangan pria yang kau cintai bukanlah hal yang buruk kan?

###

*Youngbae PoV

Aku menusuk wanita yang kucintai dengan pisau. Ide gila apa yang telah merasuk ke dalam pikiranku? Darah mengalir deras dari balik gaun birunya. Matanya memejam menahan sakit. Dia tak bisa melakukan apa-apa karena kedua tangannya kugenggam. Tak kuasa mendengar suara putus-putusnya meregang nyawa, aku menciumnya dan mengigit bibirnya dengan lembut. Perasaan bersalah menelusup ke dalam hatiku. Kata terakhir yang diucapkannya tadi adalah ‘maaf’. Ada apa dengan diriku ini? Kenapa aku tega menghabisi Lunaku setragis ini?

Setelah memastikan dia telah wafat, aku membaringkan Luna di tempat tidur. Kucabut pisau yang telah mengakhiri nyawanya dengan perlahan. Aku meletakkan sebuket mawar putih kesukaan Luna di tubuhnya dan lalu menutupinya dengan selimut putih. Tak lupa, aku mengecup dahinya dan membisikan kalimat ‘Aku sangat mencintaimu dan sampai berjumpa kembali” di telinganya.

Aku kemudian bergerak mencari handphone-ku. Aku ingin mengirimkan pesan terakhir kepada orangtuaku. Menurutku, mereka lah yang pantas disalahkan atas peristiwa ini. Karena mereka, aku dan Luna tak bisa bersatu. Pesan telah dikirim dan saat ini aku harus menyusul Luna. Aku tak ingin Luna kesepian menungguku disana. Pisau yang telah menusuk Luna, kuhujamkan ke ulu jantungku. Aku berjalan tertatih-tatih menuju kasurku dan lalu berbaring di samping Luna. Rasa sakit menguasai tubuhku dan aku kemudian memejamkan mata dan tersenyum. Aku telah siap bertemu Luna.

Message from Youngbae

Youngbae dan Luna ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada ibu dan ayah karena telah merawat kami. Kami ingin menjalani hidup sebagai pasangan tapi ibu dan ayah menolak keras. Saat ini, kami memutuskan untuk hidup sebagai pasangan di dunia lain. Maafkan kami atas keputusan sepihak ini. Semoga ibu dan ayah bisa merestui kami sekarang. Love you from your son and daughter, Dong Youngbae & Dong Luna.

Girl I’m gonna love you
Not having you is worse than death
It needs to be you
If wanting you who doesn’t want me is my destiny
I’m gonna love you to death
I’m gonna love you to death

 

Fin.

Aoko’s Note :

What’s up? Kembali bersama Aoko disini. Sekedar bercerita, ini adalah fanfic debutku sebagai penulis. Hahaha..jadi maaf kalo terasa gaje gitu. Fanfic ini juga udah pernah ku-publish di Dreamers & IFK. Sorry untuk kedua kali kalo kalian sudah bosan membaca cerita ini.

Ini adalah fanfic terakhir dari seri BIGBANG Project. Terima kasih bagi para readers yang udah ngikutin seri ini dari awal. *bow

Setelah ini, mungkin aku hiatus agak lama dikarenakan sedang merancang proyek baru. Doakan saja proyek baru ini kelar sesuai ekspetasi & aku bisa publish secepatnya 😉

Tapi, tenang saja. Aku akan selalu muncul untuk men-support tulisan kalian semua. Love U from Aoko unnie ❤

Btw, jangan lupa kritik & saran ya demi perkembangan penulis. Once again,thank’s a lot for your time. 🙂

Warm Regard,
Aoko Cantabile

Advertisements

10 thoughts on “[Vignette] Love You to Death

    1. Hai Aoko unnie, Putri kembali~ ❤

      Itu cast ceweknya Luna, tadinya aku pikir Luna f(x) masa wkwk :v
      Unn, di sini Taeyangnya rada saiko ye. Segitu cintanya sama si Luna main tusuk tusuk aje -_- Aku pikir waktu si Taeyang nyuruh Luna dateng ke rumahnya entah ngapain gitu kan….. ._. Ok, lupakan -_-
      Tapi sungguh unn, FF ini bagus. Dan karena FF ini telah menimbulkan suatu ide gila di otak saya –'
      Meskipun gak happy ending tapi aku suka unn. Jujur, aku lebih suka FF yang saiko gini/? ff fantasy, horor, dan non-happy ending. Gak tau deh, greget aja gitu bacanya.

      Untuk review, gak ada unn. FF ini sempurna. Typo juga gak ada. Unnie mah emang jagonya bikin FF, aku masih perlu banyak belajar dari unnie :"D

      Yasudahlah, ku akhiri saja komentar tak bermutu ini. Keep writing unnie, salam cinta dariku~
      Ppyong~ ❤

      Like

      1. akhirnya Putri kembali. hahaha.. 😀

        Oh ya? Unnie juga suka dengan genre fanfic fantasy, horor (bisa horor karena misteri atau kejahatan), crime, rada-rada dark surealism gitu. Tapi, susah banget bikinnya. Hua…unnie masih susah ngebayangin, kalo nusuk orang itu gimana rasanya. *abaikan curcol ini…

        Gomawo atas pujiannya, Putri. Putri juga keren kok bikin fanficnya. Apalagi cast-nya luaer biasaa, (siapa namanya, Kang Jiyong? 😛

        Kita sama-sama belajar ya, Put. Unnie juga belajar dari kamu tentang diksi deskripsi nan detail itu..

        Unnie tunggu juga karya kamu yang lain.

        salam cinta balik dari Aoko unnie ❤

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s