[Vignette] The Sky

req-azzurachan1

this awesome poster credit to: LAYKIM @ Indo Fanfictions Arts

Main Character:
Dong Young Bae (Taeyang of BIGBANG) & Lee Chaerin (CL of 2NE1)

 

Genre:
Romance

 

Rated:
T

 

Disclaimer:
Plot is mine. But the cast is belong to God, their family, and YGent.

 

Notes:
Italic for flashback

“Youngbae membenci langit.”

***

 

Pria bermarga Dong itu mendongak. Mata bulan sabitnya menatap langit gelap kota Seoul. Bulan tampaknyya enggan melihatnya sehingga bersembunyi di dalam selimutnya-awan. Tersenyum sedikit pahit, Dong Youngbae menghirup nikotinnya. Dihembuskannya nafas itu dengan berat. Asap putih  berlomba-lomba keluar dari mulutnya.

Youngbae mengalihkan pandangannya ke sebuah foto berbingkai rapi yang sedari tadi berdiri di dekat kakinya. Youngbae mengambilnya. Tersenyum dan menyentuh foto sang gadis. Gadis berambut pirang kecokelatan itu tengah tersenyum di dalam dekapan foto seorang pria yang sangat jelas bahwa itu adalah dirinya. Otaknya berlari ke masa lalu, dan memutar sebuah film lama penuh kenangan yang tidak bisa dibuang begitu saja.

Kisah tentang Lee Chaerin

“Aku akan pergi.”

 

“Kemana?”

 

Youngbae menatap Chaerin tepat dimatanya.  Manik mata hazel itu tampak lebih cantik dari biasanya. Mungkin perasaan Youngbae saja. Karena nyatanya, Chaerin tetap cantik seperti biasa. Cukup cantik sehingga pria polos seperti Dong Youngbae merasakan sesuatu yang memabukkan seperti cinta. Hatinya pun sangat cantik sehingga pendapat Younbae tentang “cinta adalah diare” berubah sepenuhnya.

 

Chaerin membiarkan rambutnya di belai oleh angin sore yang menyejukkan. Ia mengeluarkan sebuah kertas dari tasnya. Ditunjukkan kertas itu pada sang kekasih.

 

“Aku diterima di sekolah kedokteran di Canada,” ujar Chaerin dengan senyuman bak bidadarinya. Youngbae membulatkan matanya. Bibirnya tertarik sehingga membentuk sebuah senyuman.

 

Kebahagiaan Chaerin adalah kebahagiaan Youngbae. Maka, kau tidak bisa membayangkan sebesar apa kebahagiaan Youngbae saat mendengar kabar itu?

 

Tapi, perlahan sinar mata Chaerin melemah. Ia mendesah dan menghela nafas panjang. Ditatapnya Youngbae sendu. “Tapi, itu artinya…”

 

“Aku tahu. Mana mungkin aku bisa ikut ke Canada?”

Chaerin menunduk dan menghela nafas panjang. Ya, itu artinya adalah perpisahan.

 

Menyadari tatapan itu, youngbae tersenyum. Seakan berusaha menenangkan Chaerin. Ia membelai rambut sang belahan jiwa. “Aku akan baik-baik saja, Chae.”

 

“Belajarlah, lalu kembali menjadi seorang dokter yang luar biasa. Kau tidak perlu memikirkanku sejauh itu. Aku akan menunggumu disini. Kau hanya cukup berjanji padaku bahwa kau tidak akan melupakanku. Tak perlu mengkhawatirkanku, Chae.”

 

Chaerin merasakan kekhawatirannyaa luntur seketika. Alasan kenapa ia begitu menyayangi Youngbae adalah karena Younbae mampu menebak kegelisahannya dengan mudah.

 

Ia tenggelam di dalam pelukan Youngbae dan melupakan kegelisahannya.

 

Chaerin sangat beruntung memiliki Youngbae. Dan Youngbae sangat beruntung memiliki Chaerin.

 

Setelah dua pasang kaki itu menapak di bandara. Keduanya menghela nafas panjang, bahkan lebih panjang dari biasanya. Genggaman mereka semakin erat seakan ada lem super di telapak tangan mereka.

 

“Kita sudah sampai.”

 

“Ya.”

 

Youngbae merasa enggan melepaskan tangan mungil milik gadisnya. Rasanya berat harus ditinnaglakn olehnya. Chaerin pun merasakan hal yang sama. Sangat tak ingin meninggalkan Youngbae.

 

Baik Chaerin maupun Youngbae, keduanya membenci perpisahan.

 

Youngbae melempar pandangannya menyusuri wajah bidadari milik Chaerin. Menatap mata hazelnya lebih dalam. Menyadari meta indah itu berkaca-kaca, Youngbae memeluk Chaerin agak lama. Lalu mengecup kening sang gadis, tak lupa membelai rambut panjangnya. “Hati-hati, Chae.”

 

Chaerin memaksakan senyum walaupun matanya sudah memanas dan siap menjatuhkan cairannya kapan saja. “Aku akan merindukanmu, Dong.”

 

“Aku juga, hubungi aku saat kau sudah sampai.”

 

Chaerin merogoh saku hoodie abu-abunya dan mengeluarkan secarik surat. Diberikannya surat itu pada Youngbae. “Aku tidak akan meninggalkan apapun selain ini. Bacalah setelah aku pergi selama tiga hari.”

 

Youngbae menerima surat itu. Tersenyum. Lalu memasukannya ke dalam tas pinggangnya. “Hanya beberapa tahun saja, bukan?”

 

“Ya, hanya beberapa tahun saja.”

 

Chaerin menatap arloji yang memeluk pergelangan tangannya. “Aku harus pergi sekarang, Bae.”

 

“Aku sangat mencintaimu.”

 

Setelah mengucapkan itu, Chaerin melangkah pergi. Sesekali mencuri-curi pandang pada tubuh kaku sang kekasih yang tengah menatap tiap langkahnya sendu. Lalu menghilang dibalik kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang disana.

 

Dan saat itu pula, baik Youngbae maupun Chaerin, keduanya sama-sama menjatuhkan air mata.

Youngbae memutar knob pintu apartemennya lalu menjatuhkan diri ke sofa empuk beludru merahnya. Entah bagaimana bisa hatinya merindukkan Chaerin. Padahal, baru dua jam Chaerin pergi dari hadapannya.

 

Drrt…drrt…

 

Getaran yang berasal dari sakunya menginterupsi keribduannya. Dengan malas, dikeluarkannya ponsel itu dari sakunya. Setelah mengecek nama sang penelpon. Ia menyentuh tombol hijau.

 

“Ya, Jiyong?”

 

“Kau sudah lihat Tv?”

 

“Belum, ada apa?”

 

Si penelepon memberi jeda panjang. Membuat Youngbae mengerutkan keningnya bingung.

 

“Lihatlah di Tv. Aku akan ke apartemenmu sekarang.”

 

Nada panjang mulai terdengar dari teleponnya. Youngbae menatap Tvnya ragu. Perasaan aneh mulai menyerang hatinya. Dengan ragu, Youngbae menyalakan Tv.

 

Saat itulah Youngbae lupa bagaimana caranya bernafas.

Dulu, Youngbae tidak pernah peduli dengan langit. Kadang kala, Youngbae menyukai langit jika langit sore diwarnai warna-warna pastel yang cantik.

Tapi sekarang, rasanya Youngbae sudah membenci langit sepenuhnya.

Kecelakaan pesawat yang merengut sang belahan jiwa tidak akan terlupakan olehnya. Jika dulu Youngbae berpandaangan bahwa langit adalah tempat menggantungkan mimpinya. Maka sekarang, baginya langit tidak lebih perengut setengaah dari jiwanya. Youngbae mengutuk takdir alam. Terlebih saat langit menyambar pesawat dengan petirnya, lalu menjatuhkan pesawat itu secara paksa ke bumi.

Kini Youngbae berdiri di balkon apartemennya yang sepi, menatap langit dan menggeram penuh amarah. Di dekapnya foto dan secarik surat terakhir untuknya dari sang gadis. Sang gadis yang sudah pergi dan meninggalkannya untuk selamanya.

Youngbae membenci langit. Bahkan bisa dibilang, Youngbae sangat membencinya.

“Kau bulan di kegelapanku,Chae,” Youngbae mendesis. Matanya memanas, pengelihatannya sudah buram karena air. Hidupnya kini sangat gelap. Ia kehilangan bulannya. Apa yang bisa Youngbae lakukan sekarang? Entah, ia sendiri tak tahu. Hidupnya sudah berantakkan. Gelap dan tampa arah.

Tuhan menyayangi Chaerin, hanya sehingga Ia menjemput Chaerin tampa merasakan hitam putih dunia terlalu lama.

Tetap saja, Youngbae masih tidak bisa menerima takdir.

Youngbae menatap kebawah lalu tersenyum dengan air mata yang mulai menetes dari matanya. Ia merentangkan tangannya. Dan mendengar suara-suara malaikat yang mencegah Youngbae menggapai mimpinya.

“Aku akan menggapai bulanku, tak peduli jika aku harus pergi ke langit.”

Dan saat tubuh Youngbae menyentuh tanah dengan keras. Youngbae tidak menyesalinya.

Teruntuk kekasih terhebat sepanjang masa,

 

Apa kabar? Sudah tiga hari kita tidak bertemu denganmu. Rasanya aku sangat gila disini karenamu. Walaupun aku menulis ini beberapa hari sebelum kepergianku, aku dapat menjamin bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku bisa memastikan bahwa disini, aku sangat merindukanmu.

 

Bagaimana kabarmu? Kuharap baik. Jangan terlalu banyak memakan es krim. Seperti kencan pertama kita. Aku sangat gugup setengah mati saat itu sedangkan kau dengan lahapnya menyantap 10 cup es krim. Berakhir dengan aku yang harus menemanimu ke dokter. Konyol.

 

Aku tidak tahu apa kau merindukanku seperti aku merindukanmu. Tapi, kuharap kau tidak terlalu memikirkanku. Seperti yang kau katakan padaku. Tapi, rasanya aku tidak bisa melupakanmu barang semenit saja. Selalu kupikirkan keadaanmu. Bahkan ketika di waktu waktu penting berupa ujian penerimaan. Mungkin gila. Sangat malahan. Tapi, untungnya aku diterima.

 

Ketika aku merindukanmu, aku menatap langit. Dan berharap kau sedang menatap langit yang sama. Mungkin aneh, tapi, aku merasakan kehadiranmu disebelahku.

 

Sebenarnya aku ingin menulis banyak hal disini. Tapi, aku sendiri belum tahu bagaimana hidupku disini secara jelas. Jadi, sepertinya, surat ini harus berehenti disini.

 

Aku sangat mencintaimu, Dong Youngbae.

 

Salam rindu,

 

Lee Chaerin

 

-THE END-

Uyey, ff debutku disini. Maaf lama nge publish nya ;(

Ini kayaknya ff gagal deh. Alurnya terlalu cepet, abis itu feelnya ga ada sama sekali. Udah tau ga bisa nulis romance malah maksa nulis romance 😦 Kayanknya saya harus kembali nulis ff horor saja.

Azzura butuh banget yang namanya kritik dan saran.

Advertisements

14 thoughts on “[Vignette] The Sky

  1. @azzurachan 🙂 eonnie paling kece di dunia pertaekwondo-an datenggggggggggg
    mian telat saeng .

    suka bangettttttttttttt SunSky 🙂 aduhhh
    keren pokoknya. typonya jadi ketutup sama cerita bagus *peluk Taeyang
    wkwkwk
    keren loh serius 😀 di tunggu ff keren lain yaaaaahhhhhhhhhh

    Like

    1. Aku balik ❤ Maaf yah lama, biasa, lagi kencan sama Jungkook buakakaka :v

      Azzura, kok bisa bagus sih bikin FF romance gini? Yah meskipun endingnya kakak Chaerinnya mati tapi aku geregetan masa. Tanggung jawab loh, aku baper nih hiks/? Btw, ini FF debut kan/? SELAMAT DEBUT KALAU GITU 😀 *pelepasan burung onta*
      Ada beberapa typo sih tapi yasudahlah. Ini bagus kok 🙂

      Keep writing Azzura, salam cinta dariku. Ppyong~ ❤

      Like

  2. Azzuraa~~ Duuhh ff debut kamu bikin gregetaan, diksinya kece sekali ya ampuun ~ Gak kayak debutku 😦

    Nah, ini aku bener-bener sedih karena si Chaerin mati, dan disusul oleh kematian Taeyang. Ugh, air mataku mau keluar, fiirr 😦 Miris banget si abang Taeyang, sama kayak nasib kita #gampar

    Dan, review dikit, ya.. Aku nemu typo, kamu buatnya buru-buru, ya? Tapi nggak memengaruhi banget, aku tetep menikmati ff ini.. Pokoknya bagus, laah!

    Aku pesen, ya, untuk ff kambekmu ayoo buat horror, soalnya kalo kamu buat horror feel nya uugghh… kerasa banget, deh..

    Keep Writing ya Fiir 🙂

    Like

  3. Yeah..Azzura debut. Selamat… *gelar banner ucapan selamat.

    Ini cerita berasa nge-jleb di hati Unnie. Pertama, Unnie mimpiin Bang Taeyang dua malam lalu. Kedua, Duh.. Bang Taeyang! Kok nasib kamu sama kayak di fanfic aku yg mau di-publish *ngasi bocoran sedikit 😉

    Bang Taeyang, kamu jangan bunuh diri. Aku akan menggantikan posisi Chaerin di hatimu.
    Hiks..Hiks.. T_T *abaikan komen acak Unnie.

    Untuk review, sudah disampaikan sama unnie-unnie yg lain, seperti typo. Untuk diksi, kamu keren Azzura! Unnie banyak belajar dari pilihan diksi yg beragam dari kamu.

    Sip! Ternyata iKON debut lebih lama kan dari debut kamu? 😀
    Kutunggu comeback-nya ya Azzura sayang.
    Salam sayang dari Aoko unnie ❤

    Liked by 2 people

  4. HAI FIRSIE AKHIRNYA DEBUT JUGA YAAAA AH SENANGNYAAA~
    NIH YAAA AKU MAU NGERUSUH DOLOEE INI FIRSIE MOHON DIBACA BAIK-BAIK, GAK DIBACA JUGA GAPAPA SOALNYA INI PASTI RUSUHNYA AKU ABSURD SEKALEEE/matiin capslock/

    Pertama-tama ini emang kerasa banget angst-nya syedih-syedih gimana gitu bikin aku baper kan hueeeeee~ Ini baru pertama aku baca Taeyang-CL couple tapi ntah mengapa feel cocoknya kerasa gituloh gituloh kutaktau deh ini berarti emang kamu pinter banget kalo bikin yang romens-romens macam begindang 😀

    Trus-trus untuk reviewnya, memang ada beberapa typo tapi tak apa gak mengganggu konsentrasiku untuk baper(?). Lalu, itu si CL manggil Taeyang-nya berubah-rubah sekali kadang Dong, kadang Bae/atau panggilan Bae itu semacam panggilan sayang Bae Bae gitu ya 😀 /

    Trus ada satu lagi ya Firsie/YASALAM LU MO PROTES BANYAK AMAT SIH AS/itu untuk kategorinya selain masukin Genre, Lenght-nya juga dimasukinnya yaa. Jadi kategorinya bukan cuma Angst, tapi Vignette juga heheh/Adminnya bawel ya Firsie? kalo sebel tampar aja gapapa deh kurela 😀

    Oke baiklah sepertinya harus kuakhiri ini komenku yang udah macam Drabble yang bikin mata kamu juling bacanya hehehe maafkeun ya dedek :3
    Keep nulis Firsie, kutunggu comebackmu~
    Salam sayang dariku ❤

    Liked by 1 person

      1. hai, Unnie kembali, hehehe
        Unnie sedih, masa.
        sebetulnya unnie paling suka genre yang sad love/love sad kyak gini. hehe, tapi Unnie, masih jatuh cinta sama ff horor kamu yang di wp kmu itu loh, serem juga sedih. *Baper* 😀

        itu aja dech, review segala macem udah diwakilin sma kakak-kakak.
        Unnnie tunggu ff horor kamu loh ❤
        #Fighting ^^9

        Like

  5. Ho-la Azzura~~ Uwaaa, speechless bisa ketemu kamu di sini. Ahahay, Vris datang /plis jangan tendang :p/ Oke saya mau komentarin FF debut kamu ber-genre romance ini #plakk *mic check one two my name is b.i /eh? kok malah nyanyi *abaikan/

    First, Aku suka diksi kamu. Iya, suka banget, kerasa nyaman aja dibacanya. Trus juga kamu selipin majas-majas yang aduhai bikin pikiranku terombang-ambing menuju hati hanbin *eh? Oke itu poin plus yang pertama. Dan makasih banget kamu udah ngenalin Taeyang-CL couple di tengah kefrustasiankuh milih cewe buat Youngbae *thanks a lot lot lot! 😉

    Dan yang kedua, ini isinya review-an. Kamu bikinnya buru-buru ya? Atau kamu nggak nyaman sama genre-nya? *jujur aku juga agak gak paham sama pertanyaanku sendiri* #plaks. Soalnya aku nemu beberapa typo. Dan juga, aku lebih nge-feel di sad-nya dan gak fokus di romance-nya /wkwkwk/ I’m telling you the truth because my tear almost fall. I think this fic isn’t romance but sad enough for me 😥 *2nd plus point too!

    Aduduh, maaf komenanku jadi mbablas(?) sepanjang anyer-panarukan gini. hehehe. /ketahuan deh tabiatnya/ at last, keep writing and fighting yaw~

    BYE~ *ilang

    Like

    1. haaay aku panggil kamu vris aja ya. 😂

      Iya kayaknya ini lebih tepatnya genrenya sad agst bukan romance entahlah. Huhuhu ):

      Sebenarnya ga buru buru sih… cuma ga dibaca lagi… langsung di publish gitu ):

      Like

      1. Tapi aku salut looh sama kamu. Karena jarang banget ada penulis yang bisa bikin fiksi genre sad sampe mataku berkaca-kaca. Aduh, gud job banget lah.

        p.s : Maaf aku baru bisa bales komenanmu. Soalnya 3 hari ini aku pergi sih #hehe /siapa cuba yang nanya/ -_-

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s