[FICLET] DON’T LEAVE

winner_1403795361_seunghoon2

By: Astituidt || Ficlet || Slice of life, Family

Rating : General

Cast : Seung Hoon (WINNER)

Disclaimer : The story is mine.

Summary :

Masalahnya tidak akan selesai jika kita tidak bicara”

Pagi itu, kulihat wajah Seunghoon sangat kusut. Tubuh yang harusnya sudah terbalut seragam sekolah rapi, tampak sangat berantakan hari ini. Dia masih saja betah menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut berpola logo klub sepak bola kesayangannya.

“Hoon..” sapaku dari balik pintu kamarnya.

SeungHoon menjawab sapaanku dengan tatapan dingin. Kemudian menutup seluruh kepala dengan selimutnya.

“Hoon, kau tidak ke sekolah?” kataku lagi, memberanikan diri untuk melangkah masuk ke dalam kamarnya. Mendekati tempat tidurnya dan sesekali membungkukkan badanku untuk mengambil barang-barangnya yang tercecer di lantai.

Dia lagi-lagi mengabaikanku. Membiarkan fikiranku sibuk karena berusaha menerka-nerka apa yang terjadi dengannya. Aksi diamnya sejak kemarin, nyatanya sangat membuatku tersiksa. Adik lelakiku yang biasanya selalu berisik dan dan sangat mengganggu di setiap pagi, kali ini hanya terus memunculkan raut wajah tidak tertariknya padaku.

Ini semua terjadi sejak kedatangan Jinwoo kemarin, dia selalu menolak untuk kuajak bicara. Bahkan, dia terus saja berada di kamarnya sampai-sampai melewatkan makan malam yang ku siapkan. Beberapa kali aku mencoba menegurnya, tapi dia tetap saja melengos dan membuang mukanya. Seakan suaraku hanyalah hembusan angin yang melewati daun telinganya.

Aku mendesah. Membuka selimut yang menutupi wajahnya dengan paksa dan menatap iris Seunghoon yang seakan meminta penjelasan. Dia sudah cukup dewasa untuk tidak melakukan hal semacam ini. Memperlakukanku seakan aku adalah kekasihnya yang ketahuan selingkuh darinya.

“Hoon, masalahnya tidak akan selesai jika kita tidak bicara” kataku dengan terus menatapnya. Berusaha menekannya untuk berhenti bersikap kekanak-kanakan.

Seunghoon balik menatapku. Tatapan menyebalkan yang membuatku ingin sekali memukul kepalanya saat itu juga. Dia tau jika aku sangat tidak suka diabaikan. Dia pasti juga ingat jika aku sering memukulnya atau bahkan mengurangi uang jajannya saat dia dengan sengaja mengabaikan perkataanku. Tapi kali ini aku tidak melakukan itu padanya. Wajahnya yang berantakan membuatku memilih untuk memaafkan pengabaiannya kali ini.

“Aku tidak sekolah, aku tidak enak badan. Oke? Puas? Sekarang pergilah dari kamarku” jawabnya ketus dan kembali membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut.

Aku kembali mendesah. Aku benar-benar tidak bisa mengontrolnya. Aku tau jika dia tidak benar-benar sakit. Dia hanya mencari-cari alasan agar bisa menghindariku. Menyerangku dengan sikap dan kata-katanya yang kemudian membuatku merasa bersalah padanya.

“Oke, kalau kau tidak mau bicara. Aku akan berangkat kerja sekarang” kataku sembari beranjak dari tempat tidurnya.

Tiba-tiba, kurasakan tangan hangatnya menyentuh pergelangan tanganku. Menghentikan suara hentakan high heels 9cm ku yang melangkah menjauh.

Noona..” panggilnya. Dengan wajah yang masih tertutup selimut. “Noona, apa kau bisa membuat eomma hidup lagi?” lanjutnya.

“Maksudmu?”

“Apa noona bisa membuat eomma bangkit dari kuburnya?”

Aku menatapnya heran. Pertanyaan konyol yang sudah tidak pantas ditanyakan oleh bocah SMA seketika membuat kepalaku pening. Apa dia fikir aku Tuhan? Malaikat? Atau saat ini dia sedang berfikir untuk mengajakku bermain memanggil arwah seperti waktu itu?

“Kau sudah gila? Apa badanmu panas? Sini kuperiksa” jawabku sembari mengulurkan sebelah tanganku untuk menyentuh dahinya.

Dia menepisku, dan lagi-lagi merapatkan selimut yang menutupi wajahnya.

“Jawab aku, noona” tuntutnya.

Aku menghembuskan nafasku kasar “Apa kau perlu jawaban untuk pertanyaan anehmu itu? Bagaimana bisa aku menghidupkan orang yang sudah meninggal? Lagi pula jasad eomma sudah dikremasi 10 tahun yang lalu. Apa kau memintaku untuk menyatukan abu-abu itu menjadi utuh?”

Dia hanya diam. Kurasakan cengkraman tangannya mulai kendur di pergelangan tanganku.

“Kalau begitu, noona tidak boleh menikah dengan Jinwoo hyung” kata Seunghoon pelan. Suaranya terdengar berat dan menyeret. Persis sama seperti suara yang diperdengarkannya padaku saat cintanya ditolak oleh seniornya di sekolah.

Aku terkesiap. Memutar mataku sejenak. Otakku belum bisa sepenuhnya menangkap kata-katanya barusan. Apa hubungannya antara menghidupkan eomma dan larangan menikah dengan Jinwoo?

“Kalau noona belum bisa membuat eomma hidup lagi dan menemaniku disini, noona tidak boleh menikah dengan Jinwoo hyung

Kemudian kudengar suara beratnya berubah menjadi suara serak. Membuat rasa peningku seketika berubah menjadi rasa sakit . Kelenjar air mata yang mulai bereaksi membuat wajahku mulai memanas. Seiring dengan cengkraman tangan Seunghoon yang semakin erat. Seakan memintaku untuk tidak sedikitpun beranjak darinya. Sudah sangat lama aku tidak melihat adik lelakiku ini terisak. Berusaha menutupi tangisnya dengan selimut yang mulai basah permukaannya.

Kutepuk pucuk kepalanya perlahan “Tak apa Hoon, noona tidak akan menikah sebelum kau” tenangku padanya yang kembali terisak dengan tempo yang lebih cepat.

-fin-

Hello~

Welcome to YG Family fandom! ❤

Ini post pertama sejak dibuatnya page untuk para pecinta YG family yang pengen menuangkan imaginasinya dalam sebuah fanfiction.

Well, diawali dengan fic dari “baby lion” salah satu member Winner, dan semoga beberapa dari kalian juga mau menuangkan imajinasinya di page ini. Kutungguuuu^^

Mind to review about this fic?^^

Advertisements

2 thoughts on “[FICLET] DON’T LEAVE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s